
POV Maya.
namaku adalah Maya, aku adalah seorang single perents berusia dua puluh enam tahun yang bekerja sebagai pegawai hotel. aku belum pernah menikah, anak yang kini aku asuh adalah habis pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang lelaki bajingan yang menjadi ayah tiriku.
ibu tak pernah mempercayaiku sebagai anak, ia selalu membala sang suami sampai akhirnya ia memergoki pria bajingan itu menyetubuhiku dengan mata kepala sendiri. awalnya lelaki brengsek itu mengelak dan mengatakan jika aku lah yang merayunya, tapi untunglah aku tak sebodoh itu. diam-diam aku membeli cctv saat pulang kerja, agar aku mendapatkan bukti atas kelakuan bejat lelaki bajingan tersebut hingga akhirnya aku pun membulatkan tekatku untuk memenjarakannya.
setiap hari aku harus menitipkan anakku pada ibu, karna aku harus bekerja dihotel yang sudah dua tahun ini menjadi tempat meraih pundi rupiah untukku. hingga hari ini aku mendapat tawaran menjadi tour guide untuk satu keluarga kecil, kebetulan seorang lelaki yang menghampiriku.
"mbak, maaf bisa saya bicara sebentar?" tanyanya dengan lembut membuatku seketika terpana melihat ketampanan lelaki tersebut.
"mbak, emm mbak maaf" katanya menggoyangkan telapak tangannya kekakan dan kekiri.
"ohiyaa mas maaf, ada apa ya?" jawabku dengan malu-malu.
"begini mbak, saya Bayu. kalo saya boleh tanya, mbak tau ngga ya emm wisata kuliner yang banyak diminati didaereh sini" tanyanya yang akhirnya aku tau jika namanya adalah Bayu.
"oohh iyaa tau mas, kebetulan saya ini juga tour guide dari hotel ini bagi turis yang ingin berpergian keluar menikmati alam dikota ini" jawabku dengan sedikit canggung.
"oohh syukur Alhamdulillah jika begitu, berarti saya ngga salah alamat ya mbak hehehe" candanya membuatku terkekeh kecil.
"kaya ayu tingting aja pak salah alamat" jawabku menjawab candaannya.
"itu mah alamat palsu mbak" jawabnya dengan tawa lebar, membuatku kembali terpana. tapi sedetik kemudian aku pun menetralkan kekagumanku, takut takut jika ia sudah memiliki istri.
"mbak mau kan jadi tour guide saya?" tanya nya membuatku kembali bingung ingin menjawab apa pertanyaan yang dia tanyakan.
"duuhh tapi gimana ya pak kerjaan saya masih sekitar lima belas menit lagi baru selesai, apa bapak mau menunggu. tapi maaf saya ngga bisa terlalu jauh karna udah malam juga, kasian anak saya menunggu dirumah" jawabku membuatnya menganggukan kepala.
"iyaa gapapa mbak, saya akan tunggu sambil minum kopi mungkin di cafe sana" jawabnya membuatku tersenyum.
"oiyaa bapa sendiri atau sama keluarga? biar saya ngga canggung nanti pak" jawabku membuatnya tersenyum kecil.
__ADS_1
"iyaa sama sama keluarga saya mbak, kami berlima datang kesini dari Jakarta" jawabnya dengan ramah. aku pun membalas ucapannya dengan senyum dan anggukan kepala.
"kalo gitu bapak bisa menunggu saya sekitar lima belas menit lagi ya pak, nanti saya akan hampiri bapak di cafe hotel. saya permisi mau menyelesaikan kerjaan saya dulu ya pak, laporannya sudah ditunggu manager hotel" jawabku yang langsung diangguki oleh lelaki tersebut.
ia pun melangkah meninggalkanku yang masih diam terpaku melihat punggungnya yang sangat gagah. tapi tunggu, tadi dia bilang dia bersama keluarga. semoga bukan istri dan anaknya! gumamku kecil.
"hei may! udah ditunggu sama manager tuh laporan kamu hari ini sebagai tour guide!" kata salah satu teman seprofesi ku bernama intan.
"eehh iyaa ntan" jawabku dengan gugup.
"kamu ngeliatin apa si? kok dari tadi diem aja fokus kesana?" tanya intan yang memang terkenal suka kepo urusan orang.
"mau tau aja atau mau tau banget? eehh pasti mau tau banget ya" jawabku mengejek intan yang mencebikkan bibir.
"kan kebiasaan kamu mah kalo aku yang tanya selalu begitu jawaban kamu!" jawabnya dengan ketus.
"abis kepo banget, udah ah aku mau selesaiin laporan dulu. udah ditunggu kan sama manager" jawabku segera melangkahkan kaki menuju meja kerjaku untuk menyelesaikan laporanku hari ini.
ya begitulah pekerjaan ku harus menyelesaikan laporan tiap harinya sehabis menemani tamu berkeliling seharian, itu pun jika ada yang ingin memakai tour guide.
"aku duluan ya, mau kasih laporan dulu ke atas" kataku pada tiga teman dibagian yang sama denganku.
"cepet banget mau, baru juga duduk" tanya teman sebelahku dengan alis menyerit.
"iyaaa, tinggal sedikit soalnya. lagian aku juga buru-buru si, ditungguin orang soalnya" jawabku dengan senyum malu-malu.
"eehh siapa sih? pacar ya?" tanyanya dengan heboh
"apaan si, bukan lah. biasa custumer minta ditemenin kulineran, biasalah" jawabku dengan sedikit santai.
"asiikk udah pulang aja masih dapet job, diluar jam kerja lagi. banyak dong fee nya" jawab salah satu teman lelakiku bernama Akmal.
__ADS_1
"apaan si mal, ngga tau lah. namanya juga dijam selesai kerja, belum tentu dapet fee. tapi kasian aja aku kalo sampai sekeluarga kesasar didaerah sini" jawabku dengan santai membuat kedua temanku itu menganggukan kepala.
"yaudah gih sana nanti kelamaan kasian mereka" kata Akmal membuatku segera melangkahkan kaki menuju ruangan manager dilantas atas untuk menyerahkan laporan ku. setelah selesai aku pun menghampiri pak Bayu yang berada dicafe hotel.
"permisi" kataku ketika melihat pak Bayu dengan tiga orang wanita, dua orang wanita yang masih muda dan satunya wanita paruh baya bahkan ada anak Bayu juga digendong oleh salah satu wanita muda tersebut.
"eehh mbak Maya, sini dulu mbak duduk. kenalkan ini istri saya, namanya Rita" katanya memperkenalkan sang istri yang terlihat sangat cantik dengan menggendong bayi kecil perempuan yang juga sangat cantik, apalah aku yang hanya remahan rengginang. tak sebanding!
setelah selesai berkenalan dan sedikit mengobrol akhirnya aku pun mengajak mereka semua untuk memulai kuliner malam ini, banyak juga yang mereka makan dan nama akhirnya berakhir ditong sampah karna satu menu hanya dicicip tak lebih dari lima suapan. beda memang jika sultan.
akhirnya kami pun menyudahi acara hari ini tepat pukul sepuluh malam, aku pun berpamitan untuk pulang kerumah hingga istri pak Bayu yang amat baik itu memberikan bingkisan sebagai oleh-oleh untukmu bawa pulang. bahkan mereka juga mengantarkan ku hingga sampai dirumah.
sampai dirumah aku pun mengucapkan terimakasih dan mereka pun meninggalkan pekarangan rumahku, aku masuk kedalam rumah diiringi tatapan tajam dari ibu kandungku.
"siapa yang antar kamu? kenapa pulangnya sampai malam begini?" tanya ibu dengan amat ketus.
"maaf Bu, tadi Maya mengantar mereka untuk mencari tempat yang bagus untuk kulineran" jawabku dengan menundukkan kepalanya.
"bagus, dapat tips banyak dong hari ini?" tanya ibu yang memasang wajah berbinar.
"i-ini Bu" jawabku menyerahkan sekantong makanan yang Bu Rita berikan.
"apa ini, kenapa hanya ini?! ibu ga butuh makanan ini, ibu butuh uangnya!!" jawab ibu dengan membentak, sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku jika tak membawa uang untuk ibu.
"ngga ada Bu, mereka ngga memberikan tips uang. mereka hanya memberikan ini" jawabku dengan terbata-bata.
"yaampuunnn kamu ini bodoh atau gimana si, masa dikasih makanan kaya gini mau aja. kenapa kamu ga minta uang ya aja" jawab ibu dengan mata memerah aku yakin ibu pasti sangat marah padaku.
"mereka itu tamu dihotel tempat Maya bekerja Bu, Maya ga mungkin meminta lebih dari apa yang mereka kasih. bisa-bisa Maya dapat masalah dihotel Bu" jawabku dengan menundukkan kepala.
aahh andai aku pulang tepat waktu dan tak menolong pak Bayu untuk menjadi tour guide dadakkannya pasti ngga akan ibu marah seperti ini, huh sungguh sial sekali aku malam ini.
__ADS_1
aku pun masuk kedalam kamar karna tau ibu pasti akan memarahiku habis habisan karna kebodohanku, tak lupa aku membawa anakku yang berada dalam gendongannya sebelum ibu menjadikannya pelampiasan kemarahan ibu.
"hei mau kemana kamu anak bodoh!! sini kamu!!" katanya meneriakiku yang sudah masuk kedalam kamar. aku pun menghela nafas lega karna sudah berhasil kabur dari amukan ibu.