Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duapuluhempat


__ADS_3

"iyaa betul apa yang Naura katakan Bu, mungkin ini hanya masalah pergaulan saja. Maura sudah salah dalam pergaulannya sehingga dia menjadi seperti ini" kataku pada ibu mertua yang terlihat terisak didepan Naura.


"maaf kan Maura ya rit, ibu gatau ke apa ia bisa menjadi seperti ini. ibu sudah gagal mendidiknyaa rit" kata ibu mertua dengan isakan.


"sudahlah Bu, ini semua bukan salah ibu kok" kataku pada ibu mertua. aku pun mendekatinya dan memeluknya memberikan kekuatan agar ibu mertua tidak terus menyalahkan dirinya sendiri.


"buah tidak jatuh jauh dri pohonnya kali Bu, mungkin orang tua kandung kak Maura seperti itu makanya sifat kak Maura juga mengikuti" kata Naura dengan ucapan pedasnya, aku tidak menyangka anak seperti Naura bisa berkata seperti itu.


"hust jngan bicara sembarangan nau, itu jatuhnya fitnah" kataku pada Naura


"habis, aku tuh kesal mbak sama kak Maura. tega sekali dia berbuat seperti itu, kurang apa kita pada dia mbak" kata Naura menggebu-gebu.

__ADS_1


"sudahlah, mungkin ini ujian dalam rumah tangga ku jga mas Bayu nau. aku yakin kami bisa mengatasinya, jangan sampai Maura dengar semua perkataanmu nanti dia bisa salah faham" kataku pada Naura


"biar saja mbak biar dia dengar sekalian, biar dia cari sana orang tua kandungnya supaya kalo ibu mengusirnya dia punya tempat berteduh. itupun kalo orangtuanya mau mengakui dia sebagai anak, nyatanya dia saja dibuang dipanti asuhan" kata Naura yang terdengar sangat pedas.


"apa kamu bilang!?" kata Maura yang tiba-tiba sudah berada dibelakang kami melihat Naura dengan pandangan menusuk tajam.


"kenapa? ga suka? jangan fikir selama ini aku diam melihat kelakuan kamu kak, kamu sudah keterlaluan pada ibu. mungkin orangtua kandungmu juga sama sifatmu, kan buah ga jatuh jauh dri pohonnya!" kata Naura dengan berani menatap maura yang menahan amarah mendengar perkataan Naura.


"sudahlah kak, mendingan kamu keluar dari rumah ini. cari orang tuamu yang tahan dengan kelakuan kamu seperti ini, dari pada buat ibu malu" kata Naura dengan pedasnya.


Maura pun tak segan-segan mendorong bahu Naura hingga menempel dengan sandaran sofa, meskipun begitu kami semua kaget Maura bisa bertindak kasar seperti itu. Naura pun bangkit dari duduknya dan balik mendorong maurahibgga terjengkang jatuh kelantai..

__ADS_1


"jangan main kasar ya kak, aku bisa lebih kasar dibanding kamu!" kata Naura dengan menunjuk ke arah wajah Maura dengan tatapan tajam, Maura pun membalas tatapan Naura tak kalah tajamnya.


"oohh sudah berani dengan ku kamu ya sekarang, dasar adik laknat kamu" kata Maura mencoba berdiri dan membetulkan pakaian yang menempel ditubuhnya.


"sudah-sudah, kenapa kalian ini bertengkar. sudah sana berangkat masing-masing hari sudah semakin siang, Naura kamu cepat berangkat sudah hampir telat" kata ibu melerai kedua anaknya yang terus berdebat itu dengan wajah sembab.


kemudian ibu melangkahkan kakinya menuju kamar dengan wajah murung.


"sudah nau, segera berangkat kasihan ibu kalo kalian terus bertengkar" kataku pada Naura dan Maura.


Naura pun langsung melangkahkan kaki menuju keluar rumah karna ia harus segera berangkat ke sekolahnya.

__ADS_1


aku segera menghampiri ibu mertua didalam kamar tanpa menghiraukan Maura yang masih terus menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan.


__ADS_2