
waktu makan siang pun tiba, mas Bayu dan Andi pun makan siang bersama dikantin perusahaan.
"terus gimana cerita lu tdi bro" kata Andi membuka pembicaraan.
"ya seperti yang gue bicarakan tdi ndi, gue bingung kenapa dia bisa gitu. dan lagi gue selalu liat tatapan matanya ke bini gue tuh berasa beda sendiri" kata mas Bayu
"beda gimana maksud lu?" tanya Andi sambil memakan makanan pesanannya.
"ya gimana ya, kaya bertatapan sama musuh. itu yang gue liat dari tatapan matanya sih" jawab mas Bayu cepat.
"mungkin ga sih kalo dia cemburu sama bini lu juga sama lu?" tanya Andi yang membuat mas Bayu membelalakan mata.
"cemburu? cemburu gimana sih maksud lu" kata mas Bayu.
"iyaa secara nih ya lu sama dia kan ga sedarah, dari kecil udah bareng-bareng. bukan ga mungkin kan kalo dia ada rasa sama lu" tebak Andi dengan wajah serius.
mas Bayu pun mulai serius mendengar perkataan Andi dan dia memikirkan kemungkinan yang Andi katakan.
"ah masa iya si ndi,ga mungkin lah. ngaco lu" jawab mas Bayu mengelak tebakan Andi
"ya gue si cuma nebak aja bay, namanya juga perasaan siapa yang tau. lu emang ngaggap dia adik tapi kan gatau dia nganggap lu sebagai kakak atau sebagai lelaki" jawab Andi yang diangguki oleh mas Bayu.
"iyaa lu bener juga sih ndi, tapi masa iya dia segitunya sih. serem ah" kata mas Bayu sambil begidik ngeri.
"perempuan kalo udah cinta, beda bro. mungkin juga itu bukan cinta tapi obsesi" kata Andi lagi.
"nah kalo kemungkinan yang ini gue setuju nih, bisa jadi. terus gue harus gimana dong, mana bini gue lagi hamil lagi" kata mas Bayu
"saran gue sih untuk sementara ya lu pisahin dulu aja Maura dari istri lu bay. setidaknya sampai istri lu melahirkan" saran Andi.
"duuhh, terus gue gimana dong. kalo kaya gitu bukannya malah gue ngasih kesempatan buat Maura, biar bisa leluasa Deket sama gue" kata mas Bayu.
"iihh anjir kepedean banget sih lu" kata Andi memecah ketegangan.
"tapi bener juga si apa yang lu bilang" lanjut Andi.
"ah payah saran lu ndi,ga bener. percuma nih gue curhat sama lu kalo kaya gini caranya" kata mas Bayu dengan nada kesal.
__ADS_1
yang bersangkutan hanya memamerkan deretan gigi putihnya.
"udah lah bay, yang penting lu ekstra jagain aja bini lu itu. lagian ada nyokap lu juga kan. lu coba omongin aja bertiga sama nyokap lu, ajak Naura juga kalo perlu. kalo mereka ga percaya, ya biar kan sesekali rencana maura berhasil. biar mereka percaya,kan lu tinggal cari buktinya" kata Andi lagi kemode serius.
"iyaa Lo bener juga ndi, tumben lu pinter" kata mas Bayu meledek Andi.
"cih,kebiasaan kalo abis dikasih saran malah menghina" kata Andi dengan kesal, mas Bayu malah terkekeh dengan tingkah Andi.
mereka pun menghabiskan makan siang mereka, lalu kembali ke ruangan mereka masing-masing.
sebelum memulai pekerjaannya mas Bayu pun berusa sempatkan untuk menelpon Rita.
Tut,,Tut,,Tut,,
telpon pun langsung terjawab saat dering pertama.
"assalamualaikum mas?" jawab Rita.
"waalaikumsalam sayang, kamu jadi bertemu Rima?" tanya mas Bayu pada Rita disebrang telpon.
"oohh tidak apa apa sayang, oh ya gimana keadaan ibu tadi apakah sudah lebih baik??" tanya mas Bayu lagi.
"sepertinya sudah mas, wajahnya sudah lebih baik tak pucat seperti tdi pagi. mungkin ibu hanya kelelahan atau kurang tidur mas" jawab Rita.
"baiklah sayang, kau hati-hati ya" kata mas Bayu.
"iyaa mas, sudah dulu ya mas. Rima sudah datang" kata Rita.
"okee sayang, assalamualaikum" kata mas Bayu.
""waalaikumsalam" jawab Rita.
************************************
sedangkan di cafebreak Rita dan rima, dua sahabat yang sudah menjalin keakraban sangat lama itu bertemu kembali.
"Hay rit, yaampun makin berisi aja ini badan" kata Rima membuka percakapan.
__ADS_1
"hai juga, iyaa dong perutku lagi ada isinya makanya makin berisi" jawab Rita dengan mengambangkan senyum manis.
"astagaaa jadi lu lagi isi, yaampun selamat ya say akhirnya isi jugaaa" pekik Rima membuat seisi cafe menatapnya dengan heran.
"hust,,,,, jangan keras-keras, malu ih" kata Rita dengan lirih.
"hehehe sorry sorry, gue seneng akhirnya lu isi juga. gue jadi bakal dapet ponakan deh" kata Rima dengan wajah binar.
"heh makanya jangan jomblo mulu, cari yang mau serius. ga cape main-main mulu?" tanya Rima dengan ketus, tersenyum berhasil meledek sang sahabat.
Rima pun memanyunkan bibirnya mendengar celotehan sang sahabat.
"jadi lu ngajak ketemuan cuma buat ngeledekin gue?" tanya Rima dengan ketus.
"emm bukan sih, ada hal penting yang perlu gue konsultasikan sama lu" kata Rima dengan mulai memasang wajah serius.
"hal penting apa tuh?" tanya Rima.
"bentar, kita pesen dulu. mba" kata Rita sambil memanggil pelayan cafe.
"permisi, mau pesen apa Bu?" tanya pelayan dengan sopan.
"maaf mba yang paling favorit disini selain coffenya apa ya?" tanya Rita dengan hati-hati.
"disini minuman yang paling favorit selain coffe nya itu ada, cincau hitam dan juga dawet hitam nya Bu" jawab si pelayan.
"waaah ada jual minuman seperti itu disini?" tanya Rima dengan antusias.
"iyaa ada Bu, itu menu baru disini. tapi langsung jadi best seller karna memang sudah jarang yang jualnya" jawab si pelayan.
"iyaa betul, kalo gitu kita pesen itu ya mba. satu cincau hitam satu dawet hitam sama cemilannya aku mau frindfries nya satu sama puding manggo nya satu ya mba. kamu mau apa rim?" kata Rita.
"aku pesen dawet hitamnya satu, air mineral dingin satu mini pizza nya satu sama puding chocolate nya satu ya mba" jawab Rima.
"baik, saya ulang ya mba. cincau hitam satu dawet hitam nya dua frindfriesnya satu puding manggonya satu pizza mini satu air mineral satu dan puding chocolate nya satu, ya? ada lagi?" kata mba pelayan menyebutkan pesanan kami.
"ngga mba, udah itu aja" jawab Rita dengan senyuman.
__ADS_1