
setelah semuanya siap, ketiga orang tersebut pun memasuki mobil dan pergi meninggalkan rumah melakukan perjalanan kerumah ibu Bayu terlebih dahulu. setelah kurang lebih melakukan perjalanan selama empat puluh menit mereka pun tiba didepan pagar rumah ibu Bayu yang menjulang tinggi, Bayu pun menekan klakson mobil membuat salah seorang satpam terlonjak kaget mendengar suara klakson yang begitu tiba-tiba.
"mobil siapa ini?" gumam satpam yang tak tahu menahu jika mobil itu mobil Bayu. Bayu yang melihat kebingungan si satpam pun membuka kaca mobil nya dan menyembulkan kepala keluar membuat si satpam langsung membuka pintu pagarnya.
"yaampun mas Bayu kirain saya siapa" kata pak satpam dengan cengiran khas ketika Bayu melewatinya. Bayu pun hanya tersenyum menanggapi perkataan satpam tersebut.
"makasih ya pak" jawab Bayu setelah turun dari mobil bersama Rita dan juga Naura tak lupa dengan keena dalam gendongan sang ibu.
"sama-sama mas Bayu" jawab satpam tersebut sambil tersenyum, ketiganya mengetuk pintu rumah secara bergantian. terlihat bi asih membuka pintu disertai tatapan kaget kedatangan anak majikannya.
"malam bi asih, ibu udah tidur ?" tanya Bayu melangkah kan kaki masuk kedalam rumah diikuti oleh Rita dan juga Naura.
"belum mas, ada diruang keluarga. mari" jawab bi asih membuat ketiga orang tersebut tersenyum dan menganggukan kepala.
"siaoa sih?" terdengar suara ibu setengah berteriak pada bi asih.
"ini Bu, tamu spesial" jawab bi asih menahan senyum, ibu Bayu pun mengalihkan pandangan dari tv ke arah belakang. ia pun terkejut melihat anak-anak dan juga menantu kesayangannya beserta sang cucu yang berada didalam rumahnya.
"Bayu, Rita, Naura kalian kesini?" kata ibu bayi dengan mata berkaca-kaca.
"iyaa Bu ini kami" jawab ketiganya langsung memeluk wanita yang mereka sayangi tersebut.
"ada apa? kenapa kalian kesini malem-malem, kasian cucu ibu dibawa kesini jam segini" kata ibu Bayu mengambil alih keena dalam gendongan Rita.
"kami kesini karna mau ngajak ibu keluar Bu, makam malem sama-sama" jawab Rita dengan senyum mengembang membuat ibu Bayu mengalihkan pandangannya pada kedua anaknya yang sedari tadi diam.
Naura dan juga Bayu pun tersenyum dan menganggukan kepala mereka, dalam suasana seperti ini tak ada satu pun yang membahas masalah Maura. mereka lebih mengutamakan kebersamaan mereka yang telah lama hilang dibanding membahas apa yang menurut mereka memicu perdebatan.
ibu Bayu pun menganggukan kepala dan meminta waktu sebentar untuk bersiap.
"boleh kalo gitu, ibu siap-siap dulu ya. kalian tunggu dulu ya" jawab ibu Bayu dengan wajah binar mengembalikan keena pada Bayu yang memandang sang ibu dengan wajah berkaca-kaca.
__ADS_1
ibu Bayu pun melangkah kan kaki menuju kamarnya, tak lama ia pun kembali dengan pakaian yang lebih rapi sembari menenteng tas branded miliknya.
"udah siap Bu?" tanya Bayu pada sang ibu yang menganggukan kepala dan tersenyum.
"sudah, ibu sudah siap" jawab ibu Bayu dengan senyum mengembang.
"yuk, kalo gitu kita jalan sekarang" kata Rita membuat ketiga orang didepannya pun menganggukan kepala.
"bi aku keluar dulu ya" kata ibu pada bi asih, bi asih menganggukan kepala dan tersenyum melihat sang majikan yang sudah bisa dengan bebas bertemu dengan anak dan menantu yang ia sangat tahu bahwa majikannya itu sangat menyayangi Rita.
"iyaa Bu, hati-hati" jawab bi asih, ibu pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
keempat orang tersebut pun meninggalkan rumah dengan menggunakan milik Bayu, selama dalam perjalanan mereka pun tak ada yang membahas tentang Maura begitu pun ketika mereka sampai di restoran langganan keluarga mereka.
"sudah sampai, yuk turun" ajak Bayu pada ketiga orang wanita yang ia sayangi.
mereka semua pun turun dari mobil diiringi tatapan pengunjung yang keluar masuk restoran tersebut, mereka masuk kedalam salah satu ruangan yang telah dipesan oleh Bayu. ya Bayu sudah memesan ruangan VVIP untuk makan lama perdana keluarganya setelah beberapa bulan ini bersitegang.
"mas cuma mau kamu sama keena nyaman sayang, apalagi diluar itu terlalu berisik dan rame. mas ngga mau ada hal-hal yang tidak kita inginkan" jawab Bayu membuat Rita mengerucutkan bibirnya.
"mas, mas emang bakalan kenapa si. kan kita juga direstoran yang rame, ngga akan ada kejadian apapun lah mas" jawab Rita dengan kesal.
"jangan salah mbak, mas Bayu kan sudah jadi pucuk pimpinan perusahaan pasti akan banyak nyamuk yang menpel disekelilingnya nanti" jawab Naura seketika membuat Bayu membelalakan mata.
"hei, kamu pikir aku sampah sampai ditempeli sama nyamuk?!" jawab Bayu dengan kesal. pertengkaran kecil yang terjadi antara Naura dan juga Bayu menghidupkan suasana yang sedari tadi hening tanpa canda dan tawa diantara keempat orang tersebut. kini semuanya tengah menikmati makan malam mereka, sesekali bercanda dan tertawa dengan kekonyolan masing-masing.
ibu Bayu yang merasa senang bisa berkumpul bersama anak dan cuma menantunya itu pun tak kuasa meneteskan air mata bahagia, apalagi ketika melihat keena yang anteng dalam strolernya.
"ibu kenapa Bu?" tanya Rita yang melihat sang ibu mertua menteskan air mata.
"gapapa rit, ibu bahagia melihat canda tawa kalian lagi. jujur ibu selama ini begitu rindu dengan canda kalian didalam rumah" jawab ibu Bayu menundukkan kepala menaham tangisnya.
__ADS_1
"maafin kita ya Bu yang memutusakan untuk keluar dari rumah, terimakasih ibu mau berkorban sejauh ini untuk kami. maafin Bayu Bu, Bayu janji akan menjaga ibu mulai saat ini" jawab Bayu yang juga diangguki oleh adik dan juga istrinya.
"iyaa Bayu, udah tugas ibu melindungi kalian. meskipun ibu gagal tapi Alhamdulillah kamu bisa mengatasinya, semoga Maura segera tertangkap dan kalian bisa tenang dengan rumah tangga kalian" jawab ibu Bayu dengan tulus.
"amiinn,, terimakasih ya Bu" kata ketiga orang tersebut serempak, Rita dan Naura pun memeluk ibu Bayu dengan erat.
"ibu sangat berharap kalian kembali lagi kerumah" kata ibu Bayu membuat ketiganya saling berpandangan. Rita pun menganggukan kepala memberi keputusan, karna selama ini ia pun merasa tak tega meninggalkan ibu mertuanya yang tinggal satu rumah dengan Maura.
"iyaa Bu, kami akan tinggal dirumah lagi bersama ibu. tapi aku mohon ibu bersabar sampai Maura berhasil tertangkap" jawab Bayu sembuat sang ibu tersenyum dengan mata berbinar.
"tentu saja Bayu, ibu pasti sabar nunggu waktu itu" jawab ibu Bayu dengan senyum mengembang.
"bagaimana kelanjutan kasus Maura bay?" tanya ibu Bayu memulai membahas perkembangan kasus Maura.
"sampai saat ini Maura masih DPO Bu, ntah pergi kemana anak itu. tapi aku yakin itu ngga akan lama, karna ternyata selama ini om Handoko ikut memantau persoalan keluarga kita Bu. om Handoko jika udah memblokir seluruh kartu kredit dan kartu ATM Maura yang aku kasih, tapi menurutku dan om Handoko sepertinya Maura memiliki tabungan lain yang gak kita ketahui Bu jadi untuk sekarang ia masih aman kabur-kaburan. tapi aku yakin itu ngga akan bertahan lama" jawab Bayu membuat ibu nya menganggukan kepala.
"semoga aja, ibu juga ga habis fikir ia malah lebih begitu nekat untuk menyingkirkan Rita. ia begitu terobsesi oleh kamu bay, bahkan ibu ngga nyangka jika ia bisa menyewa orang untuk mencelakai Rita maupun Naura wkatu itu" jawab ibu Bayu dengan Isak tangis tertahan.
"padahal ibu begitu mebyanginya seperti ibu menyanyangi kamu dan juga juga Naura, tapi ternyata semua ini malah menjadi kesalahan dalam mendidik bagi ibu. maafkan ibu Bayu" kata ibu Bayu menangis sesenggukan.
"ini semua bukan salah ibu Bu, ini memang murni karna kesalahan Maura. ibu sudah sangat baik merawat kami, nyatanya aku dan Naura berada dalam jalur yang benar" jawab Bayu membuat Rita dan Naura seketika menganggukan kepala.
"iyaa ibu bersyukur karna kalian adalah anak-anak yang baik" jawab ibu Bayu, seketika semuanya pun kembali tersenyum.
suasana pun kembali menghangat, keempat orang tersebut pun saling bercanda dan mengobrol kesana kemari. setelah mereka merasa cukup, Bayu pun mengajak ketiga orang perempuan itu pulang karna waktu sudah menunjukan hampir pukul sepuluh malam.
"yuk pulang, udah larut ternyata sangking asiknya ngobrol. udah lama kita ga ngobrol kaya gini, iyakan Bu?" kata Bayu merangkul sang ibu yang tersenyum dan menganggukan kepala.
"iyaaa, makannya segeralah kalian pulang kerumah ibu biar suasana semakin menghangat setiap hari seperti dulu" jawab ibu Bayu menatap sang anak secara bergantian.
"iyaa Bu, insyallah. ibu doain aja semoga semuanya cepat selesai dan kita cepat kumpul lagi bersama" jawab Rita membuat ibu Bayu tersenyum menatap menantu yang selalu menjadi kesayangannya itu.
__ADS_1