Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus1.


__ADS_3

"apaan si pak, ibu bicara apa adanya kok. iyakan Bu Surti?" kata ibu Rita mencari pembelaan dari bi Surti yang hanya tersenyum sebagai jawaban.


"tak pantas berbicara seperti itu Bu, biar bagaimana pun beliau itu besan kita. ibunya nak Bayu. seharusnya ibu memberikan contoh yang baik pada anak-anak kita supaya tidak memperlakukan ibunya dengan tidak benar, dan nak Naura. mohon maaf jika bapak terlalu ikut campur, mungkin ibu sari telah melukai hati nak naura sebagai anak. tapi, nak naura tetap harus menghormati beliau karna beliau adalah ibu kandungmu nak. tak baik rasanya jika nak Naura berbicara seperti itu pada ibu nak Naura sendiri" kata bapak memberikan nasihat yang baik pada Naura dan juga istrinya.


semantara Naura yang diberikan nasihat seperti itu pun hanya diam menunduk tak tau harus berkata apa, sedangkan ibu sari. jangan ditanya, dia justru merasa diatas awan dan merasa jika bapak Rita membelanya.


"dan Bu sari, mohon maaf anda juga tidak boleh merendahkan oranglaij seperti itu. biar bagaimana pun anda dihukum karena kesalahan anda sendiri, andai nak Bayu tidak melihatmu sebagai ibu yang telah membesarkannya saya yakin ibu tidak berada dihadapan kami semua kali ini" kata bapak Rita pada ibu sari dengan menatapnya dengan tatapan tajam.


ibu sari yang mendengar perkataan bapak Rita puh tampak tak suka, ia merasa apa yang dilakukan benar dan tak dia tak memiliki kesalahan apapun pada Bayu. justru, dia merasa telah banyak berjasa karna telah merawat dan membesarkan Bayu.


"kenapa bapak malah menyalahkan saya? bapak tau, anak-anak saya bersikap seperti ini pada saya itu karna pengaruh dari anak bapak. Rita yang telah mencuci otak kedua anak saya untuk membenci ibu nya sendiri" jawab ibu sari dengan setengah berteriak, membuat bayu mengeraskan rahangnya. Rita yang melihat respon sang suami pun menggenggam tangan suaminya untuk menenangkan.


"apa buktinya jika anak saya Rita yang membuat bayu dan juga nak Naura bersikap seperti ini pada ibu, bahkan saat ini ada anaknya dihadapan kita semua bu. kita bisa tanyakan sendiri pada keduanya, apa yang membuat mereka berbuat hal seperti itu pada ibu?" jawab bapak membuat ibu sari diam tak berkutik.

__ADS_1


"benar apa yang dikatakan bapak Bu, semua ini memang bukan karna Rita. tapi karna kelakuan ibu sendiri, jelas aku marah karna ibu yang selama ini aku anggap sebagai ibu sambung yang baik ternyata musuh dalam selimut. dan Naura, jelas Naura merasa kecewa karna selama ini ternyata ibu kandungnya yang berbuat jahat pada orang lain. iyakan nau?" tanya Bayu pada Naura yang langsung dijawab anggukan oleh remaja tersebut.


"benar apa yang dikatakan mas Bayu Bu, bahkan asal ibu tau. aku sempat depresi Bu, aku sempat kehilangan akal dan takut jika mas Bayu membalaskan dendamnya padaku Bu karna aku anak yang lahir dari rahim ibu. walaupun aku sendiri ga yakin jika aku adalah anak dari ayah Adipura, tapi mas Bayu meyakinkan aku jika aku tetaplah adiknya. seharusnya ibu juga berterimakasih pada mbak Rita, karna selama ini hanya dia tempat aku mengadu disaat ibu justru menyalahkan aku dan membela anak penjahat ibu itu" jawab Naura dengan kasar membuat semua yang ada dimeja makan membelalakan mata mendengar perkataan Naura.


mereka semua tak menyangka jika Naura mampu mengatakan hal sedemikian rupa pada ibu kandungnya sendiri, padahal selama ini ia kerap kali tertutup dan juga berubah menjadi pendiam. tapi dihadapan ibunya, dia seolah mengeluarkan seluruh beban yang selama ini ia pendam.


"apa maksud kamu berbicara begitu pada ibu Naura? kamu sengaja membuat ibu malu dihadapan semua orang di rumah ini, agar ibu dipandang rendah oleh mereka semua. begitu?" jawab ibu sari dengan mata melotot sempurna.sementara Naura hanya terkekeh kecil merespon apa yang dikatakan oleh ibunya.


"kenapa? apa sekarang ibu malu? atau memang ibu baru tau malu sekarang? dari dulu kemana aja Bu, apa ibu ga malu menikmati harta yang ternyata hasil rampasan bahkan pemiliknya adalah orang yang ibu bunuh. bahkan anaknya ibu jadikan sapi perah agar bisa memberikan apa yang ibu mau, iyakan?" jawab Naura dengan mata melotot sempurna.


"iyaa memang ngga pernah ibu mengajari, tapi asal ibu tau. apa yang ibu lakukan bisa aja aku tiru, bahkan asal ibu tau Bu. aku memendam amarah ini pada ibu tapi didepan semua orang aku seolah baik-baik aja, aku tersiksa Bu sangat tersiksa. kenapa ibu harus menampilkan wajah ibu lagi dihadapanku, padahal selama ini aku sudah cukup bisa mengontrol emosiku jika mengingat setiap perbuatan ibu dan juga Maura" jawab Naura dengan wajah menatap kosong.


Rita yang melihat keadaan Naura pun langsung sigap memeluk adik iparnya dengan sayang, memberikan kekuatan dan juga agar adik iparnya tidak kambuh dan juga tidak mulai histeris dengan apa yang terjadi pagi ini.

__ADS_1


"sudah cukup Bu! mas, boleh kah aku minta satu permintaan kali ini aja?" tanya Naura pada Bayu yang langsung membuat Bayu menyeritkan kening.


"permintaan apa nau?" tanya Bayu penasaran.


"Naura ngga mau lagi ketemu sama ibu mas, andai ibu harus hadir. biar lah Naura yang tidak hadir, tapi tolong jangan biarkan kami saling berhadapan didalam satu tempat yang sama" jawab Naura yang langsung membuat Bayu menatap istrinya meminta jawaban, semantara Rita langsung menunduk tajam mendengar perkataan Naura.


"hei, apa yang kamu katakan!! biar bagaimana pun aku adalah ibu kandungmu, aku yang mengandung dan melahirkan kamu!! tak seharusnya kamu berkata begitu pada Bayu, jangan jadi anak kurang ajar!! mentang-mentang kamu sudah dewasa dan sudah memiliki penghasilan sendiri jadi kamu sok bisa hidup sendiri!! suatu saat kamu pasti butuh ibu Naura!!" bentak ibu sari pada Naura yang langsung menepis lengan Rita yang merangkulnya. naura puh melangkah kan kaki menghampiri sang ibu dengan sangat pelan, ibu sari pun berjalan mundur ketika melihat Naura yang sudah hampir mendekati dirinya.


"apa yang ibu katakan? aku butuh ibu?! jangan harap Bu! bahkan selama ini aku baik-baik aja tanpa ibu, bahkan jauh lebih baik. jadi, jangan pernah bermimpi jika ibu akan aku butuhkan!!" jawab Naura dengan menatap tajam sang ibu yang langsung menciut melihat tatapan mata Naura yang begitu tajam.


"kurang ajar!!! lama-lama kamu kurang ajar sekali Naura, seperti tidak pernah dididik sama sekali!!" bentak ibu sari dihadapan Naura yang langsung menatap sinis pada sang ibu.


"apa ibu fikir selama ini ibu mendidik ku dengan sangat baik? bukan kah justru ibu memberikan contoh yang tidak baik padaku!" jawab Naura dengan berani.

__ADS_1


"sudah, cukup nau. tidak baik bicara begitu pada ibumu" .......


bersambung.....


__ADS_2