
"maafin ibu nau, tapi dia yang memaksa untuk ikut" jawab ibu Bayu menundukkan kepala dihadapan sang anak.
"apakah ibu ngga bisa menolak? atau memang ibu yang hanya mementingkan Maura ketimbang anak dan menantu ibu sendiri?" tanya Naura pada sang ibu yang terlihat sudah mulai terisak.
"ibu tau kan, kedatangan ibu kesini memang selalu kami tunggu. tapi kami tidak mengizinkan Maura untuk masuk kedalam kehidupan kami lagi, ibu tau kan?" lanjut Naura menahan geram dengan apa yang sang ibu lakukan.
ketiga teman Naura yang melihat Naura sudah mulai tak terkontrol pun lantas menenangkannya, diusapnya bahu Naura oleh Salma. setelah tenang Naura pun mengambil satu kotak pizza lalu membuka dan memakan sepotong pizza dengan wajah kesal.
"yaampun nau, abis marah-marah langsung makan. ini kan untuk kita nonton nanti nau" kata Nana membuat Naura menghentikan makannya.
"kita ngga jadi nonton, udah ga mood" jawab Naura membuat ketiga sahabatnya menghela nafas kasar.
"terus kita mau ngapain nau, aku gaenak sama ibu kamu ini" tanya Salma membuat Naura berfikir.
"sini, sini" ajak Naura pada ketiga sahabatnya memasuki kamar miliknya yang tak seberapa besar dibanding kamarnya dirumah sang ibu.
"ini kamar kamu nau?" tanya dini membuat Naura pun menganggukan kepala.
"terus kenapa kamu ngajak kita kedalam? didepan masih ada ibu kamu dan juga Maura, apa ngga apa-apa kalo mereka kita tinggal" tanya Salma membuat Naura berdecih.
"udahlah gapapa, guys gimana kalo malam ini kalian nginep disini. emmm kita barbequan ala camping gitu didepan rumah, kalian setuju ga?" saran Naura pada ketiga temannya.
"taapii,,,," jawab dini yang membuat ketiga orang didepannya menatapnya dengan heran.
"ada apa Din?" tanya Naura, membuat dini menggelengkan kepala.
"terus gimana nih, kalian mau kan menginap disini? aku akan bilang sama mas Bayu, itung-itung bantuin aku menghadapi lampir itu" desak Naura membuat ketiga sahabat Naura itu pun menganggukan kepala dengan terpaksa.
__ADS_1
"yeeesss" pekik Naura kegirangan, ia pun segera keluar kamar dan mengetuk pintu kamar sang kakak yang ternyata pun juga mau keluar dari kamar.
"eeh, ada apa nau?" tanya Bayu pada Naura yang berada diambang pintu.
"gapapa mas. begini, ketiga teman Naura mau menginap disini. rencananya kami akan barbequan didepan rumah dan akan membangun tenda juga mas, halaman kan lumayan luas. aku kira cukuplah untuk kami membangun dia tenda untuk tidur didepan, nah rencananya sekarang aku mau belanja keperluan mas. bolehkan?" jelas Naura membuat Bayu mengangguk anggukan kepala.
"boleh, tentu saja. tapi, masuk dulu mbak mu mau bicara. ohya didepan ibu masih sama Maura?" tanya Bayu pada sang adik yang menganggukan kepala.
"iyaa mas, tadi aku tinggal sebentar kedalam kamar sama temen-temen aku. mungkin sekarang mereka sudah menemani ibu didepan" jawab Naura.
"ada apa mbak?" tanya Naura pada Rita yang duduk dipinggiran kasur.
"bagaimana ini nau, kenapa Maura juga mau tinggal disini. kita bagaimana?" kata Rita dengan wajah jelas menyiratkan kekhawatiran yang sangat ketara.
"sabar mbak, eemm mendingan sekarang kita temui ibu didepan. ngga enak kan kalo kita kelamaan ninggalin ibu, nanti Maura semakin menjelek-jelekan mbak didepan ibu" jawab Naura. kemudian ketiganya pun bangkit berjalan menuju ruang tamu, dimana disana sudah ada ketiga teman Naura dan juga Maura dan ibu Bayu.
"rit, Bayu sebaiknya ibu pulang aja ya, maaf kalo ibu malah buat kegaduhan dirumah kalian" kata ibu Bayu pada anak dan menantunya.
sedangkan Rita yang mendengarnya pun membelalakan mata, karna tidak ada satupun dari Naura ataupun Bayu yang berbicara dengannya. Naura yang melihat wajah Rita pun merasa lucu dengan ekspresi yang Rita tunjukan.
"Naura mau camping, camping dimana? kenapa ngga ada yang bilang sama aku dari tadi, kenapa mendadak. kalian mau camping? kemana?" cecar Rita pada Naura dan ketiga sahabatnya, sedangkan yang ditanya pun hanya menapakkan senyum tak berdosanya.
"tidak usah Bayu, gapapa biar ibu pulang aja. ibu tau kalian ga nyaman dengan ada nya Maura disini, sebaiknya emang ibu harus mementingkan perasaan kalian terutama kamu rit. maafkan ibu" kata ibu Bayu dengan menteskan air mata.
"aku gapapa kok Bu. jujur, aku hanya sedikit kecewa dengan sikap ibu. tapi biar gimanapun ibu tetaplah orangtua kami, aku maklum kok Bu" jawab Rita.
"sudah-sudah Bu, gapapa kok sini biar Naura bawa barang ibu kedalam kamar Naura ya Bu" kata Naura, sang ibu pun memberikan koper kecil berisi barang pribadinya itu pada Naura. kemudian Naura pun kembali keluar dengan menggunakan pakaian rapi dan juga tas kecil yang sudah betengker di badannya.
__ADS_1
"mas, mbak dan ibu aku pergi dulu ya" Naura berpamitan pada ketiganya tanpa menghiraukan Naura yang melihatnya dengan tatapan sinis.
"iyaa nau, hati-hati ya. nanti mas transfer uangnya kamu beli aja apa yang dibutuhkan" jawab Bayu membuat Naura pun menganggukan kepala
"okeedeh, yuk guys" ajak Naura pada ketiga sahabatnya yang langsung bangkit dan mengikuti Naura menyalami ibu dan juga kedua kakaknya, lalu melenggang pergi meninggalkan Maura yang sudah mengudarakan tangannya.
"dasar, ga tau sopan santun. dikiranya aku ini setan apa ngga kelihatan, main pergi gitu aja" gumam Maura membuat tiga orang didepannya mengulum senyum.
"mana cucu ibu rit, ibu sudah kangen. ibu boleh kan gendong dia?" kata ibu Bayu membuat Rita pun menganggukan kepala kemudian mengajak ibu Bayu kedalam kamarnya melihat keena yang masih tertidur setelah disusui oleh Rita.
"yaampun, lucunya dia kalo tidur begini rit" kata ibu Bayu setelah melihat sang cucu yang begitu lucu dengan posisi tidur yang sudah agak miring.
Maura pun mengikuti keduanya menuju kamar Rita yang sederhana kemudian menengok ponakannya yang berada didalam boks bayi itu, ia pun memindai setiap inci wajah dari bayi itu. Rita yang melihat tatapan maura pada anaknya pun menyeritkan kening, merasa khawatir Rita pun kemudian menggendong keena dengan erat sambil menatap maura yang mengeram kesal.
"apa apaan kamu menatap anakku seperti itu? apa lagi yang kamu rencanakan?" tanya Rita dengan lirih berusaha tak membuat bangun sang anak.
"loh-loh rit, kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu?" tanya ibu Bayu yang heran melihat Rita tiba-tiba menggendong anaknya yang masih tertidur.
"tau nih mbak Rita, aneh. memangnya kenapa kalo aku melihat anak mbak Rita, ngga boleh kah? yaudah kalo gitu aku keluar aja" kata Maura yang langsung meninggalkan kamar Rita dengan mengehentakkan kaki dengan kesal. lepas kepergian Maura, Rita pun memberikan keena untuk digendong oleh sang nenek.
beberapa jam kemudian, Naura pun kembali bersama dengan ketiga temannya. mereka pun langsung mendudukan diri di ruang tamu dengan berbagai bungkusan plastik hasil belanja mereka hari ini, Bayu yang melihatnya pun langsung menduduki diri disebelah Naura.
"ini udah semua kamu beli nau?" tanya Bayu membuat kaget Naura yang masih memejamkan mata.
"mas Bayu, bikin aku kaget aja" jawab Naura, ia pun duduk tegap menjawab perkataan sang kakak yang tiba-tiba sudah berada disebelahnya.
"udah kok mas, tapi gimana sama tendanya mas? aku cuma ada satu" jawab Naura, Bayu yang mendengarnya pun hanya mengulum senyum.
__ADS_1
"tenang aja, mas ada kok satu lagi. kalian tinggal pasang aja, kalian bertiga apa udah bawa baju ganti. kalian kan sempat pulang kerumah kan?" tanya Bayu pada ketiga sahabat adiknya yang berniat membantunya itu.
"udah kok mas, tenang aja. lagian kalo pun kita ngga bawa baju ganti pun, kan ada pakian Naura. kita bisa pinjem, iyakan nau?" jawab Salma membuat Naura memutar bola mata jengah terhadap sahabatnya itu.