
tepat pukul empat sore, Naura dan ketiga temannya pun sampai didepan rumah yang Rita huni. mereka pun segera masuk kedalam rumah untuk sekedar menyapa Rita dan juga bi Surti sebelum mereka kembali kerumah mereka masing-masing.
"assalamualaikum mbak, ibu/bi Surti." kata Naura dan ketiganya serempak.
"waalaikumsalam" jawab Rita yang baru saja selesai memandikan keena dan berencana menitipkannya kepada bi Surti.
"kebetulan kalian sudah pulang, baru aja mbak mau nitipin keena sama bibi" kata Rita dengan senyum mengembang, kemudian mereka pun duduk di ruang keluarga secara bersamaan.
"memangnya kenapa mbak?" tanya Naura penasaran.
"yaa mbak mau mandi lah nau, ini kan udah sore. makanya mbak mau nitipin keena sama bi Surti, tapi berhubung kalian udah pulang. jadi, keena sama kalian aja deh ya" jawab Rita dengan kekehan kecil menatap keempat remaja didepannya.
"boleh aja mbak, tenang aja pasti keena kita jagain kok. iyaa ngga guys" jawab Nana membuat dini dan juga Salma menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu mbak tinggal dulu buat mandi ya, nih siapa yang mau gendong keenanya" kata Rita yang menyerahkan keena pada para remaja tersebut.
"eehh sebentar mbak, aku mau tanya. gimana sama asisten rumah tangga yang baru? mbak udah dapat kabar belum?" tanya Naura menghentikan Rita yang ingin melangkah kan kaki menuju kamarnya dilantai dua.
"iyaa bi asih si tadi udah nelpon mbak, dan dia bilang ada yang mau kerja dirumah ini. mungkin besok dianterin sama bi asih ke rumah ini jam sepuluh pagi, kamu dirumah aja kan besok ngga kemana-mana??" tanya Rita pada Naura yang langsung menganggukan kepala.
__ADS_1
"iyaa aku ga kemana-mana kok mbak dirumah aja, lagian aku mau kemana juga si mbak. mana pernah si aku keluar tanpa pengawasan mbak atau tanpa ketiga orang ini" jawab Naura membuat Rita terkekeh kecil.
"iyaa itu kan juga demi kebaikan kamu nau, nurut aja ya" jawab Rita mengejek Naura yang mencebikkan bibir.
"lagian nau, nau makanya punya pacar biar ada yang ajak jalan keluar. kamu ngga punya pacar si jadinya galau sendiri kan dirumah, ngga pernah kemana-mana" jawab salma mengejek Naura.
"hey, tenang aja ya walaupun aku jomblo tapi aku tuh bahagia, ngga kaya kamu yang selalu galau bikin status apapun pasti galau. iihh ngga banget tau ngga sih, galauin laki-laki seolah-olah cuma dia aja laki-laki didunia ini" jawab Naura membuat Salma mencebikkan bibirnya.
"yang penting kan aku cinta nau, dan aku juga nyaman sama dia." jawab Salma membuat Naura memutar bola mata jengah.
"udah-udah kok kalian malah ribut sendiri sih" kata Rita menengahi perdebatan diantara keduanya.
"abisnya dia duluan si mbak, bikin kesel aja. mentang-mentang aku jomblo dia jadi ngejekin aku terus" Rajuk Naura manja pada Rita yang menggelengkan kepala.
"nah tuh dengerin apa yang dikatakan ibu baru baru aku, berarti aku benar ya Bu ngga mau pacaran dulu. istilahnya ya, jomblo itu nasib tapi single itu pilihan. bener ga Bu?" jawab Naura dengan senyum cerah menatap ketiga temannya.
"iyaa nak Naura benar, lagipula diagama kita pacaran itu kan dilarang. jadi dari pada berbuat maksiat atas kata cinta, lebih baik meminta dihalalkan agar cinta kalian pun benar-bnar karna cinta dari Allah" jawab bi Surti membuat ketiganya terdiam.
"duh bibi, mentang-mentang sama anaknya jadi dibela deh. aahh bibi mah ngga asik lah" jawab Salma mengerucutkan bibir, sementara Naura langsung menjulurkan lidah mengejek Salma yang langsung memelototkan matanya.
__ADS_1
"bukan begitu nak Salma, bibi hanya mengajarkan yang baik. bibi tidak ingin kalian salah jalan, kalian boleh hidup bebas. misal, hidup merantau jauh dari orangtua. tapi kalian juga harus mengedepankan norma agama dalam kehidupan kalian sehari-hari, jangan sesekali melanggarnya. karna jika sudah sekali aja melanggar, bibi yakin kedepannya pun akan keterusan" jawab bi Surti yang juga langsung diangguki oleh Rita.
"bener apa yang dibilang bi Surti adik-adik, apalagi jaman sekarang lebih banyak lelaki yang mengedepankan penampilan pasangannya dibanding akhlak pasangannya. makanya mbak berpesan, teruslah perbaiki akhlak kalian agar kelak kalian mendapatkan jodoh seperti kalian juga. ingatlah jika jodoh adalah cerminan diri" jawab Rita membuat keempatnya menganggukan kepala.
"betul, bukan maksud kamu menggurui. tapi kami hanya mengingatkan sebagai orang yang lebih tua, ngga salahkan?" jawab bi Surti membuat Naura langsung menganggukan kepala dan menghambur memeluk wanita paru baya tersebut.
"ngga salah kok Bu, malah kami senang karna ada yang selalu mengingatkan kamu kejalan yang benar. iyakan guys" kata Naura pada ketiga temannya.
"benar bi, bahkan selama ini orangtua Salma juga terlihat acuh tak acuh ketika Salma pulang kerumah membawa lelaki. mereka terlihat biasa aja gitu maksudnya, dan ngga pernah menegur Salma." jawab Salma menggulung tangan bersedekap didada.
"mungkin mama nak Salma hanya ngga tau soal hal ini, nah makanya setelah bibi dan nak Rita memberi tahukan ini bibi harap kalian bisa berubah menjadi lebih baik" jawab bi Surti dengan senyum menatap keempat remaja didepannya, begitupun juga dengan Rita.
"iyaa bi, makasih ya bi udah mengingatkan kami. nah tuh sal, mendingan kamu putusin aja deh pacar kamu itu. lagian aku liat dia juga ngga baik-baik banget kok buat kamu, buktinya kalo kalian jalan keluar aja kamu yang keluar uang buat jajan padahal kan dia yang lelaki" jawab Nana dibalas anggukan kepala oleh bi Surti
"kalian tenang aja, mainlah kerumah ini kalo kalian bete. rumah ini selalu terbuka kok untuk kalian, kalian ngga usah khawatir" jawab Rita membuat ketiganya tersenyum dengan mata berbinar.
"ooiyya mbak, Senin kamu udah masuk kampus loh mbak. kami juga tadi sempet keliling kampus ya na, Din, sal?" kata Naura menatap ketiga sahabatnya.
"iyaa mbak, Alhamdulillah kampusnya ternyata bagus dan termasuk kampus yang dipertimbangkan dikota ini" jawab Nana membuat Rita menganggukan kepala.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalo gitu, jadian kalian belajarlah yang benar. karna kesuksesan kalian telah ditunggu oleh keluarga kalian masing-masing, kamu juga ya nau ingat kamu harus membantu mas mu diperusahaan. kamu ingatkan?" jawab Rita membuat Naura terpaksa menganggukan kepala.
"iyaa iyaa mbak, tenang aja. insyallah aku akan belajar yang benar kok mbak, mbak tenang aja aku ngga akan mengecewakan mbak dan juga mas Bayu" jawab Naura bersungguh-sungguh, Rita pun tersenyum dan menganggukan kepala mendengar perkataan Naura.