
"semua orang juga baik mbak, benar apa kata mbak semua ini hanya bonus" jawab Rita membuat pegawai pelayan tersebut tersenyum lebar karna pelanggannya yang satu ini benar-benar sangat ramah dan menghargainya.
tok,,,tok,,,tok
terdengar suara ketukan pintu ditempat khusus yang menyerupai salon tersebut.
"siapa?" kata Rita menjawab dari dalam ruangan tersebut.
"ini ibu nak" jawab bi Surti yang berada didepan pintu ruangan tersebut.
"masuk Bu" kata Rita mempersilahkan.
"ada apa Bu?" tanya Rita ketika bi Surti sudah memasuki ruangan tersebut.
"ini sepertinya keena haus, apa ngga bisa sekalian disusui sebentar?" tanya bi Surti membuat pegawai salon tersebut langsung menghentikan kegiatannya.
"bisa bu, sebentar ya mbak" kata Rita pada pegawai salon tersebut.
"baik Bu" jawabnya dengan senyum dan anggukan kepala.
"Bu, maaf kalo ngga merepotkan. bisakah ibu menyambut orangtua ku yang sebentar lagi akan datang?" tanya Rita dengan hati-hati pada bi Surti.
"tentu saja bisa nak, apa sudah akan sampai?" tanya bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita.
"iyaa Bu, kata mas Bayu orang suruhannya sudah menjemput orangtuaku dan sebentar lagi mereka akan sampai" jawab Rita yang langsung disambut senyum oleh bi Surti.
"Alhamdulillah, semoga mereka berdua sampai dengan selamat" kata bi Surti dengan senyum tulus menatap Rita yang menganggukan kepala.
"iyaa Bu, Alhamdulillah akhirnya mereka bisa kesini lagi setelah beberapa bulan yang lalu" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.
"iyaa ini kali kedua mereka kesini, apa keduanya hanya tinggal berdua di kampung nak?" tanya bi Surti pada Rita.
__ADS_1
"iyaa Bu, tapi dikampung juga masih banyak saudara dan juga sepupu saya Bu. jadi untuk sementara mereka berdua aman kok Bu" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"kenapa mereka ngga diajak tinggal disini aja nak?" tanya bi Surti membuat Rita mengeluarkan wajah lesunya.
"sudah Bu, bahkan sebelum Rita dan mas Bayu tinggal dirumah ini kami sering sekali membujuk ibu dan juga bapakku untuk ikut tinggal bersama kami atau Rita yang akan tinggal disana tapi mereka ngga mau Bu. bahkan ketika Rita ingin ikut tinggal disana sewaktu ada masalah dengan mas Bayu dulu, mereka mengizinkan tapi justru mas Bayu yang tidak mengizinkan aku tinggal dikampung Bu. karna katanya ga mau jauh dari istri dan juga anaknya" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala dengan senyum.
"iyaa tentu saja lah nak, mana ada juga suami yang mau pisah dengan anak dan juga istrinya. kamu ngawur" jawab bi Surti dengan terkekeh kecil.
"iyaa bu rita Pahan, tapi kan posisinya waktu itu memang Rita dan juga keena lebih aman jika tinggal dikampung karna pasti ngga akan diganggu hal-hal yang membahayakan yang diperbuat Maura Bu" jawab Rita membuat bi Surti menggelengkan kepala tak mengerti.
"tapi justru itu sama saja kamu memberikan kesempatan untuk Maura mendekati nak Bayu dengan leluasakab nak Rita, sudah lah masa lalu ngga usah diingat lagi. yang penting kan kalian sudah hidup bahagia, oiyaa ini kayanya bisa ya kalo mbaknya mau mencuci kaki nak Rita biar lebih cepat disambi aja mbak" kata bi Surti pada pegawai salon tersebut yang langsung dijawab anggukan kepala dan juga senyum lembut olehnya.
"iyaa Bu, tadi juga saya mau menawarkan itu tapi takut ganggu karna kalian berdua lagi asik mengobrol" jawab perempuan berusia dua pulu sembilan tahun tersebut.
"iyaa mbak, maaf ya malah kami asyik mengobrol berdua. oiyaa ngomong-ngomong nama mbaknya siapa ya? dri tadi kita udah ngobrol tapi saya sama sekali belum tau nama mbaknya" tanya Rita membuat pegawai salon tersebut tersenyum sambil menyiapkan peralatan Manny paddy untuk Rita.
"nama saya Mona Bu" jawabnya dengan senyum.
"oiyaa mbak Mona, maaf ya sudah merepotkan" kata Rita merasa tak enak.
"yasudah kalo begitu ibu tinggal kedepan sebentar ya, takutnya keluarga nak Rita sudah sampai tapi kita semua ngga ada yang menyambutnya" kata bi Surti yang langsung dijawab anggukan oleh Rita.
setelah kepergian bi Surti suasana ruangan tersebut sangat hening, keena telah tidur dalam gendongan Rita yang masih dibersihkan kuku kakinya.
"mbak Mona sudah menikah?" tanya Rita menatap Mona yang langsung tersenyum dan menganggukan kepala.
"sudah Bu" jawabnya singkat.
"Alhamdulillah, sudah punya anak?" tanya Rita membuat perempuan tersebut terdiam.
"maaf ya mbak kalo pertanyaan saya menyinggung" kata Rita yang merasa tak enak dengan Mona.
__ADS_1
"gapapa Bu, kebetulan saya memang belum diberikan momongan Bu makanya saya masih bebas bekerja untuk memenuhi kebutuhan dapur" jawabnya membuat Rita menyeritkan kening.
"mohon maaf, memang suami mbak Mona kerjanya apa?" tanya Rita dengan sopan.
"suami saya kerja sebagai karyawan pabrik Bu" jawabnya dengan senyum mengembang.
"oohh begitu, Alhamdulillah jika suaminya juga bekerja setidaknya tidak berpangku tangan dengan seorang istri" jawab Rita yang langsung dibenarkan oleh Mona.
"iyaa Bu Alhamdulillah" jawabnya dengan singkat dan juga senyum tipis yang dipaksakan.
"eehh maaf ya mbak kalo saya ada salah kata, saya ngga bermaksud" kata Rita yang merasa tak enak dengan respon yang diberikan lawan bicaranya.
"tak apa Bu, saya juga membenarkan apa yang ibu katakan meskipun kenyataannya hanya saya yang tau" jawabnya dengan senyum tulus.
"sekali lagi saya minta maaf mbak, saya bener-bener merasa ngga enak dari tadi terus menyinggung kehidupan rumah tangga mbak Mona. tapi, apapun yang mbak Mona jalani mbak harus tetap kuat dan harus bisa berdiri sendiri. pesan saja, jangan terlalu mau terus diinjak-injak dengan orang lain ya mbak" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Mona.
"iyaa Bu, terimakasih. makanya saya bekerja setidaknya saya bisa menghidupi diri saya sendiri" jawabnya dengan senyum mengembang.
"kalo orangtua mbak Mona dimana?" tanya Rita kembali membuat perempuan itu terdiam.
"orangtua saya sudah lima tahun ini menghadap sang khalik Bu" jawabnya membuat Rita terbelalak kaget.
"adduuuhhh maaf lagi ya mbak, saya bener-bener ngga tau mbak. duuhh saya jadi malah bikin mbak sedih dengan menanyakan orangtua mbak, saya bener-bener minta maaf loh mbak" kata Rita membuat perempuan tersebut terkekeh kecil.
"gapapa kok Bu, santai aja. saya juga sudah mengikhlaskan kedua orangtua saya, lagipula memang kita semua akan kembali pada sang pencipta kan bu. tinggal tunggu waktunya aja" jawabnya membuat Rita melebarkan senyum dan menganggukan kepala.
"iyaa mbak bener, seru juga ngobrol sama mbak yang ga gampang baper. lain kali bisa lah kita ketemu diluar kerjaan, boleh kan mbak?" tanya Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Mona dengan mata berbinar.
"apa kah saya bisa berteman dengan ibu, saya hanya pegawai biasa sedangkan ibu seorang nyonya. kasta kita beda Bu".....
bersambung.....
__ADS_1
________________________________________
mohon maaf ya guys kemaren outhor ngga bisa update karna badan outhor bener-bener lagi drop banget kali ini. jadi harus istirahat total sebenarnya tapi mengingat punya tanggung jawab jadi outhor terpaksa harus tetep update🙏