Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhenam


__ADS_3

dua hari berlalu, hari ini Rita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karna kondisinya yang sudah sehat selepas melahirkan. Rita pun dijemput oleh bayu sedangkan Naura dan kedua orangtua Rita akan membuat perayaan penyambutan bagi Rita juga bayinya yang resmi diberi nama SHAKEENA ADELIA.


mereka melangkah kan kaki keluar dari gedung rumah sakit dengan wajah berbinar bahagia, senyuman manis selalu tersungging pada bibir kedua menunjukan keserasian keduanya.


tiba diparkiran Bayu pun membukakan pintu mobil untuk Rita, mempersilahkan perempuan tersebut masuk kedalam mobil samping kemudi disusul dengan Bayu yang duduk dibelakang kemudi.


tak sampai satu jam akhirnya mereka pun sampai didepan rumah kontrakan Rita, Naura dan kedua orangtua Rita sudah menyambut kedatangan mereka didepan pintu.


"assalamualaikum" kata Rita ketika turun dari mobil dan melangkah menghampiri kedua orangtua dan juga adik iparnya tersebut, disambut dengan senyum dan mata haru kedua orangtua Rita.


"waalaikumsalam" jawab ketiganya serempak, mereka pun menggiring Rita dan Bayu memasuki rumah dan membiarkan Rita beristirahat didalam kamar serta meletakan SHAKEENA di box bayi yang sudah dipersiapkan didalam kamar tersebut.


"kamu istirahat dulu ya rit, mumpung anak kamu juga lagi tidur" kata ibu Rita yang mengantarkan Rita sampai didalam kamar.


"iyaa Bu, terimakasih" jawab Rita membaringkan tubuhnya dikasur empuk miliknya.


"ibu kembali kedepan dulu, mengobrol dengan yang lain" kata ibu Rita lagi sembari melangkah keluar dari makar tanpa menunggu jawaban dari Rita.


diruang keluarga keempatnya berkumpul dan mengobrol sambil tertawa bahagia karna kelahiran anggota baru dikeluarkan mereka. sampai suara salam memberhentikan obrolan mereka, terlihat ibu Bayu dan juga Maura berada didepan pintu rumah sambil menenteng buah tangan ditangan mereka masing-masing.


"assalamualaikum" salam keduanya ketika memasuki rumah Rita dan Bayu, Maura pun memindai sekeliling rumah yang terlihat tidak lebih besar dari rumah orangtua Bayu. sekiranya begitulah yang ada dipikiran Maura.


"waalaikumsalam" jawab mereka semua yang berada diruang keluarga, mereka pun keluar menyambut kedatangan ibu Bayu dan juga Maura.


"ibuuu, terimakasih mau datang kerumah kami" kata Bayu membantu ibu nya membawa barang yang dibawanya.

__ADS_1


"dimana cucu sama menantu ibu bay?" tanya ibu bayi tanpa berbasa basi terlebih dahulu.


"ada dikamarnya Bu, baru saja istirahat. kami juga baru beberapa menit sampai" jawab Bayu menyunginggkan senyum pada ibu nya, sedangkan Maura hanya diam tanpa berkata apapun.


Naura yang melihat kearah Maura pun menyunggingkan senyum sinis pada maura, tak ingin memulai keributan Naura pun memilih diam dan sibuk dengan gawainya.


"ibu boleh melihat mereka bay?" tanya ibu Bayu pada anak lelakinya tersebut.


"boleh Bu, Ayuk ikut Bayu kekamar" jawab Bayu menintuk ibu nya memasuki kamarnya dan Rita.


sedangkan diruang keluarga, Maura memulai keributan dengan alasan kepanas karna tak adanya pendingin ruangan ditempat itu. ia pun terus mengeluh hingga membuat Naura kesal dan membalas ucapannya.


"uuhh gerah banget si disini, yaampuuunn mana pengap" kata Maura meremehkan kontrakan Rita dan Bayu.


"ngga ada ac disini ya nau, yaampun panas banget si" katanya lagi membuat orangtua Rita menggelengkan kepala melihat tingkahnya.


Maura yang merasa kesal dengan perkataan Naura pun membalas lebih sinis perkataan Naura.


"duuhh kasian yang biasa hidup enak sekarang jadi miskin, betah juga kamu sama mas Bayu tinggal dirumah kumuh kaya gini" kata Maura memancing amarah Naura.


"jelas lah betah, dibanding hidup satu rumah dengan nenek sihir macam kamu. dih sorry aja ya, ngga ada levelnya" jawab Naura menyunggingkan senyum kemenangan.


"dasar aneh, rumah orangtua mewah kok mau tinggal dirumah kaya gini" jawab Maura.


"dasar nenek sihir, mau rumah itu mewah atau ngga tentu saja rumah itu milikku juga mas Bayu ngga akan pernah berubah menjadi milik kamu!" jawab Naura dengan berani

__ADS_1


"apa maksud kamu"! kata Maura telah terpancing dengan perkataan Naura.


"kenapa? aku betul kan?mau tinggal dimana pun aku dan mas Bayu, tetap saja rumah itu nantinya akan menjadi rumah kami. sedangkan kamu, hanya numpang dirumah itu" jawab Naura dengan santai.


"siapa bilang, rumah itu pun hak ku dan seluruh aset kekayaan keluarga pun ada hakku disana" jawab Maura dengan santainya.


"heh, ngarep!! sadar, kamu hanya anak pungut. ngga pernah ada namanya anak pungut dapat bagian harta dari orangtua angkatnya!!!" jawab Naura dengan sinis pada Maura.


"biar gimanapun tetap saja aku bagian dari keluarga kalian, suka atau tidak!!" jawabnya lebih lantang.


"woooowww, berarti selama ini kamu mendekati mas Bayu hanya untuk mendapatkan seluruh harta kekayaan keluarga kami? dasar manusia munafik, setelah apa yang kamu lakukan pada rumah tangga mas Bayu dan mbak Rita ternyata ini tujuan mu. hah?!" bentak Naura pada Maura. orangtua Rita pun berusaha menenagkan Naura yang sudah tersulut emosi.


"sabar nau sabar" kata ibu Rita pada Naura yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"ngga bisa Bu, manusia seperti dia itu ngga pantas jadi bagian keluarga kami. manusia jahat!!!" jawab Naura semakin meninggi.


"ada apa ini?" tanya Bayu yang baru saja keluar dari kamar bersama dengan ibunya.


"lihat mas, manusia ini berkata yang tidak-tidak lagi. selama ini dia berusaha membuat rumah tangga kamu dan mbak Rita berantakan hanya karna harta mas." kata Naura pada bayi yang mendelikkan mata.


"apa maksud kamu nau?" tanya ibu bayi mendengarkan perkataan anaknya.


"heh, ibu pasti tau apa maksudku. apa yang udah wanita ini berikan pada ibu sehingga ibu begitu membelanya bahkan sampai saat ini! kejahatan akan terlihat Bu, bahkan lihat perempuan yang sudah melahirkan cucu mu itu begitu kuat dengan segala perlakuan dan intimidasi darinya. ntah setelah ini apa yang akan dia lakukan pada keluarga kita, suatu saat ibu akan menyesal membela benalu seperti dia!!" kata Naura dengan berapi-api.


"Naura jaga sikap kamu pada ibu!" Bantar Bayu pada Naura yang berkata tidak mengenal pada ibu nya.

__ADS_1


"terserah kamu mas, kamu masih saja membela ibu yang sudah jelas salah. kamu seharusnya juga sadar mas, kita harus meninggalkan segalanya hanya karna wanita ini. bahkan kita berdebat seperti ini pun karna wanita ini, dan aku seperti ini pun karna ibu lebih membela wanita ini mas!!" teriak Naura dihadapan ibu nya juga kedua orangtua Rita..


"sudah cukup, Naura tenangkan diri mu sayang. Ayuk kita kembali kekamar kamu, ibu buatkan coklat hangat" kata ibu Rita melerai Naura yang terlihat semakin emosi pada Maura yang seolah tak merasa bersalah.


__ADS_2