Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
delapanpuluhsatu


__ADS_3

akhirnya kelima orang tersebut pun menikmati pizza dan juga minuman milik mereka yang sudah datang lebih dulu, mereka menikmati pizza dengan sesekali bercanda dan tertawa. Rita yang lebih tua diantara mereka pun merasa sebagai kakak yang memiliki empat adik perempuan disekitarnya.


lima belas menit kemudian, tibalah ojol yang membawa pesanan terakhir mereka yaitu seblak dan aneka mercon yang sudah dipilihkan oleh Salma.


"permisi, dengan mbak Salma?" tanya ojol tersebut ketika berada didepan rombongan perempuan itu.


"iyaa bener pak, waah pesanan ku udah sampai lagi ya. lama banget sih pak" jawab Salma mengambil pesanannya dan memberikan uang sesuai dengan nominal yang tertera pada aplikasi.


"maaf mbak, abis antri banget. ini kan salah satu tempat yang recomanded yang dipesan mbak nya, jadi harus ekstra mengantrinya" jawab si supir ojol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hehehe santai aja pak, bercanda ya ngga usah kaki begitu. nah, karna bapak udah berbaik hati mau antri ditempat ini, ini saya kasih satu buat bapak hehehe" kata Salma menyerah kan satu cup es lemontea dan juga satu porsi seblak yang sudah ia siapkan untuk si Abang ojol.


"waaahh terimakasih banyak ya mbak, lumayan nih buat makan siang dijalan nanti" jawab si ojol dengan wajah berbinar, kelihat dari wajahnya yang kira-kira diatas keempat remaja tersebut beberapa tahun. masih muda; batin Salma.


"sama-sama bang, hehehe ternyata masih muda ya dari tadi saya panggil pak pak aja deh" kata Salma tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"hehe iyaa mbak, terimakasih. saya permisi ya" kata si ojol yang langsung melangkahkan kaki tanpa mendengar jawaban dari Salma.


ketiga sahabat Salma yang melihat tingkah temannya itu menggeleng tak percaya dengan tingkah absurd Salma.


"salmaaa, salmaaa Abang ojol pake digodain" kata dini memecah keheningan yang terjadi.


"hehehe maaf loh, lagian aku ngga godain loh. aku cuma kasih tip buat abangnya, gapapa kan mbak?" jawab Salma meminta pembelaan.


"iyaa gapapa kok, tapi eh jadinya ini kurang dong minumnya ya?" tanya Rita dengan dahi mengerut.


"hehe ngga dong mbak, Salma itu tadi emang pesannya enam es sama enam seblak mbak tapi kalo merconan Salma pesan lima untuk kita. karna Salma tau ditempat ini emang antri, Salma pernah ngerasain antri lama banget disana. jadi kasian sama ojolnya kalo ngga diberi tips kaya gitu" jawab Salma membuat Rita dan yang lainnya menganggukan kepala.

__ADS_1


"iyaa kamu bener juga sal, lagian kalian pernah mikir ga sih ketika kita pesen makanan kaya gini terus ojolnya tuh nungguin apa yang kita pesen padahal dia sendiri aja belum pernah ngerasain rasa makanan itu. pasti dalam bayangan mereka, mereka juga pengen ngerasain itu tapi mungkin mereka lebih mengutamakan kebutuhan pokoknya dibanding membeli apa yang mereka inginkan" jawab Rita membuat ketiga temannya menganggukan kepalanya.


"jadi, Salma tadi udah tepat ya mbak buat meneraktir Abang ojol dengan cara kaya gitu?" tanya Naura pada Rita yang tersenyum dan menganggukan kepala.


"tepat banget, mbak ngga nyangka kamu bisa juga berfikir sampai kesana sal?" tanya Rita pada Salma.


"hehehe sebenernya Salma juga diajar sama mama kak, kalo mama lagi ngga masak kan suka beli tuh online juga. nah mama suka ngasih satu porsi buat si ojol, kata mama gaada salahnya kita berbagi rezeki jika kita ada lebih. begitu mbak" jawab Salma menerangkan apa yang ibu nya ajarkan. mereka yang mendengarnya pun tak menyangka jika Salma memiliki hati yang baik seperti itu, terlihat dari apa yang diajarkan oleh ibunya Salma bisa memahami dengan baik apa yang disampaikan.


"masyaallah, mbak banyak belajar dari kamu sal. Alhamdulillah kamu punya sahabat sebaik ini nau, ngga salah kamu memilih pergaulan. mbak bangga sama kalian semua" jawab Rita merasa terharu oleh apa yang disampaikan oleh Salma.


"iyaa ih ngga nyangka Salma sebaik itu, aku kira kamu cuma tau makan aja sal" jawab dini membuat yang lain menahan tawa melihat ekspresi Salma yang mencebikkan bibirnya.


"kamu mau begitu, aku juga masih punya hati kali Din" jawab Salma dengan nada kesal.


"iyaa deh iyaa, maafin aku ya" kata dini memeluk sang sahabat dengan sayang.


"hehehe makasih ya temen-temen, aku jadi malu deh" jawab salma menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"sudah-sudah, kalian memang remaja hebat" kata Rita menengahi keempat remaja tersebut.


mereka pun memakan hidangan yang ada didepannya dengan dengan bahagia diiringi canda dan tawa dari kelima perempuan tersebut.


"waaahh waaahh mbak Rita mainnya sama ABG nih" kata Bu Bagas yang baru saja melintasi rumah Rita.


"hehehe iyaa nih Bu, Alhamdulillah dengan adanya teman Naura saya berada balik ke jaman sekolah" jawab Rita dengan mengembangkan senyum terbaiknya.


Rita sendiri merasa heran dengan Bu Bagas yang tiba-tiba mau bertegur sapa dengan dirinya, karna selama mengontrak dirumah ini satu kali pun Rita tak pernah ditegur lebih dulu oleh Bu Bagas ini. lebih sering Rita yang lebih dulu menyapa jika bertemu.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya mbak, anaknya mana nih. asikan ngobrol sama anak ABG sampe lupa deh sama anak" kata Bu Bagas membuat senyum diwajah Rita sedikit memudar.


"oohh tenang aja Bu, anak saya aman sekali karna lagi tidur dikamar" jawab Rita dengan tenang.


"oohh gitu, syukur lah. jangan sampe anaknya hilang loh mbak, nanti buat komplek kita semakin gaduh" jawab ibu Rita dengan senyum semrik diwajahnya.


"maksud ibu apa ya bicara begitu" kali ini bukan Rita yang menjawab, melainkan Naura yang menjawab perkataan ibu Bagas.


"maksud saya, jagain yang bener anaknya biar ngga ilang diculik orang seperti apa yang dikoar-koarkan ke orang-orang dikomplek ini" jawab ibu Bagas dengan tenang dan tanpa rasa bersalah.


"lantas, apa urusannya sama ibu? ibu lupa kalo jalan kedalam rumah hanya lewat pintu ini, ngga liat kalo kita semua berada tepat didepan pintu rumah?"tanya Naura sedikit memojokkan Bu Bagas.


"saya hanya mengingatkan loh mbak Naura, kenapa jadi emosi begitu? bukannya keluarga kalian sendiri yang bilang ke orang-orang dikomplek ini kalo anak mbak kamu itu jadi target penculikan yang lakuin sama kakak angkat kamu sendiri, kenapa saya yang mengingatkan malah disudutkan?" jawab Bu Bagas membuat Rita menggelengkan kepala pada Naura yang sudah siap membalas perkataan Bu Bagas.


"maaf ya Bu Bagas kalo perkataan kami meresahkan ibu, tapi itu memang kenyataannya. beberapa kali memang kami menjadi incaran kejahatan seseorang, apa ibu merasa terganggu dengan itu? kalo iya, saya mohon maaf Bu" kata Rita membuat Bu bagus semakin mendongakkan kepala dengan angkuh.


"saya cuma heran, keluarga kamu punya masalah kenapa semua orang dikomplek ini yang repot sampai harus melakukan siskamling dan juga membayar iuran tambahan. masa ngga faham juga, lagian bukan cuma saya yang harusnya protes loh mbak Rita tapi para ibu-ibu dikomplek ini juga" jawab Bu Bagas dengan kencang sehingga menimbulkan sebagian ibu-ibu komplek mendatangi rumah Rita dengan wajah penasaran.


"nah ini para ibu-ibu nih, bener kan ibu-ibu kalo karna ada kejadian dirumah mbak Rita kita semua jadi ditarikin uang lebih untuk biaya keamanan RT?" kata Bu Bagas pada para ibu-ibu yang mulai berkumpul dihalaman rumah Rita.


"iyaa bener loh mbak Rita, sebenernya masalah apa sih yang dihadapi Sam mbak Rita dan keluarga sampai harus keluarga kami masing-masing juga direpotkan. padahal selama kami tinggal disini ngga pernah loh ada kejadian aneh-aneh kaya gini, baru kali ini" jawab salah satu ibu yang berkumpul mewakili beberapa orang.


"maaf ya bu-ibu tapi ini semua juga bukan kehendak dan kemauan kami, siapa juga sih Bu ibu yang mau diperlakukan kurang baik. jika ibu-ibu ada diposisi mbak Rita dan keluarga kami, apa yang akan ibu-ibu lakukan selain meminta perlindungan dari aparat setempat?" jawab Naura yang mulai meradang dengan perkataan para ibu-ibu yang menyudutkan kakak iparnya.


"betul itu ibu-ibu, ngga ada orang yang mau ngga nyaman hidup dirumahnya sendiri. coba ibu-ibu bayangkan apa yang dikatakan Naura, bagaimana jika anak ibu-ibu yang menjadi target penculikan oleh orang yang notabanenya adalah orang terdekat ibu-ibu sekalian. sebagai sesama perempuan dan sesama seorang ibu seharusnya ibu-ibu ini mengerti apa yang dirasakan mbak Rita bukannya malah memojokkan seperti ini" jawab Nana dengan tenang namun menusuk pada ibu Bagas dan para ibu-ibu yang lain.


"tapi lain halnya jika ibu-ibu semua ngga mempunyai hati dan juga empati sesama perempuan dan sesama sebagai seorang ibu, saya si ngga heran dengan perkataan ibu-ibu ini. maaf ya ibu-ibu bukannya kami ini kurang ajar pada yang lebih tua, tapi kami tau betul apa yang sudah dialami oleh mbak Rita dan keluarganya" kata Salma mempertegas apa yang katakan oleh Nana, seketika membuat para ibu-ibu terdiam tak menyangka mendapat serangan menohok dari anak yang lebih lebih muda.

__ADS_1


__ADS_2