
senyum sinis tersungging dibibir Naura melihat kegelisahan sang ini, keduanya saling memandang dalam pikirannya masing-masing.
"sudahlah Bu, seharusnya ibu itu sadar sudah seberapa bencinya mas Bayu pada Maura. ngga perlu ibu rela mengemis demi dia" kata Naura dengan tatapan mengejek.
"diam kamu nau, jangan ngajarin ibu. ibu tau apa yang ibu lakukan" jawab ibu Bayu dengan tegas.
"tentu saja ibu tau, semuanya demi kebaikan anak kesayangan ibu itu. oiyaa, jangan kaget jika nanti mas Bayu mengetahui segala kebohongan ibu padanya. buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya, ternyata sifat ibu pun tak jauh berbeda dengan Maura. pantas saja ibu selalu membelanya dan seolah abai denganku dan juga mas Bayu" kata Naura dengan nada sinis.
terlihat raut kekesalan terhadap wanita didepannya, ntah mengapa Naura merasakan sakit atas apa yang dilakukan sang ibu yang begitu membela Maura tanpa memikirkan perasaannya. okelah Naura mengerti jika ibu tidak memikirkan perasaan Bayu, karna Bayu bukan lah anak kandungnya. sedangkan Naura, Naura adalah anak kandungnya namun ibu Bayu sama sekali tak memikirkan perasaan anak bungsunya tersebut.
"jangan kurang ajar kamu Naura!! biar bagaimana pun aku adalah ibumu!!" bentak ibu Bayu dengan suara menggelegar, hingga membuat Rita dan juga Bayu yang berada didalam kamar pun nampak terkejut mendengar perkataan sang ibu yang sangat besar itu.
"ada apa ini ribut-ribut hah? baru aja aku masuk kamar kalian udah ribut lagi" kata Bayu yang menuruni tangga menatap kedua orang dihadapannya.
"ibu belum pergi juga dari rumah ini? masih ingin membujukku untuk melepaskan Maura?" kata Bayu dengan nada pelan menatap kedua orang didepannya dengan bergantian.
"iyaa seperti yang mas katakan tadi, ibu membela-belakan mengemis dirumah ini untuk dibebaskan" jawab Naura dengan menatap tajam sang ibu.
"udahlah Bu, buat apa berusaha payah mengemis untuk anak yang jelas-jelas memang bukan anak kandung ibu sendiri. eehh itupun kalo emang Maura anak bener Maura anak angkat ya" jawaban Bayu membuat sang ibu mati kutu dan naura menyunggingkan senyum sinis.
"apa maksud kamu Bayu? kamu menuduh ibu?" jawab ibu Bayu dengan suara tertahan.
__ADS_1
" siapa yang menuduh? apa ada kata-kataku menuduh ibu?" tanya Bayu dengan menyeritkan kening.
ibu Bayu pun terdiam mendengar perkataan Bayu yang sangat menyudutkannya, ia pun tak bisa lagi berkata apapun selain hanya diam.
tak lama Rita pun menghampiri sang suami dengan menggendong keena ditangan kanannya.
"mas, ada apa?" tanya Rita dengan raut wajah penasaran.
"gapapa sayang, biasa ibu berbuat ulah lagi" jawab Bayu dengan nada sumbang. Rita pun menatap sang ibu mertua dengan tersenyum kecil, ia pun menghampirinya dan menatap dengan pandangan dalam seolah mencari kejujuran dari mata sang mertua.
"ada apa Bu? apa ibu masih belum puas menyalahkan aku, dan juga menampar pipiku? kenapa ibu selalu buat masalah yang membuat rugi diri ibu sendiri, apa semua ini hasutan dari Maura Bu? bukankah ibu sangat tau bagaimana aku jika sudah merasa kesal dengan orang? aku selama ini diam bukan karna aku takut Bu, tapi karna ku menghargai mas Bayu sebagai salah satu anak ibu. tapi ternyata semuanya ngga ada gunanya dengan ibu yang selalu merongrong ku seolah aku yang bersalah dengan semua yang terjadi pada Naura" kata Rita dengan pandangan menghunus menatap sang ibu mertua.
"jaga ucapan ibu Bu, ibu ga berhak mengatakan seperti itu pada Rita. seharusnya ibu sadar dan tau diri karna semua yang terjadi memang karna ulah Maura sendiri dan ibu turut membantunya!!" jawab Bayu membentak sang ibu dengan suara nyaring.
"turunkan suara kamu Bayu, dasar anak durhaka. aku itu ibu mu, seharusnya kamu mendengarkan apa yang aku katakan bukannya membela istri sialan mu ini!!!" kata ibu Bayu setengah berteriak.
"siapa yang ibu bilang sialan, hah!! ibu ngga sadar apa yang ibu katakan? ibu itu udah seperti orang yang selalu menyudutkan orang lain, tapi ibu ngga bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar!!" kata Rita dengan nada tegas.
"jangan mengajari saya kamu menantu ga guna, lebih baik kamu pisah dengan Bayu agar anak-anakku pun kembali berkumpul seperti sedia kala lagi!!" kata ibu Bayu menatap tajam Rita yang langsung memasang wajah sinis.
"apa ibu pikir setelah aku bercerai dengan mas Bayu, mas Bayu akan menikah dengan Maura begitu? mas Bayu akan kembali bersikap seperti dulu pada ibu, dan anak memberikan apa yang ibu inginkan lagi, begitu?" tanya Rita diiringi kekehan kecilnya.
__ADS_1
"jangan mimpi Bu, bahkan jika aku mati sekalipun aku yakin mas Bayu engga akan melakukan seperti apa yang ibu inginkan. ingat Bu, kata orang apa yang kita tanam itu yang kita tuai" kata Rita yang langsung dibenarkan oleh Naura dan juga Bayu, kedua orang itu pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
"sudah saya bilang, jangan sok mengajari saya!!" jawab ibu Bayu dengan gigi gemerutuk.
"terserah ibu si, mungkin ibu memang mau menyusul anak kesayangannya kedalam jeruji besi. aku yakin mas Bayu juga gaakan keberatan sama sekali dengan itu, iyakan mas?" kata Naura membuat Bayu menganggukan kepala.
"kenapa kalian keroyokan begini, kenapa kalian malah mengancam ibu kalian sendiri. dasar anak-anak gatau diri dan gatau diuntung!!" jawab ibu Bayu yang segera meninggalkan kedua orang tersebut, dan meninggalkan rumah Bayu dengan menggunakan taksi. Naura, Rita dan Bayu yang masih diruang tamu pun menggelengkan kepala melihat tingkah sang ibu.
"bagaimana mas? aku yakin ibu pasti gaakan diam aja!" tanya Naura, sementara Bayu langsung mencarikan jalan keluar untuk masalah barunya ini.
"udah kamu tenang aja, mas Bayu pasti akan mencarikan jalan keluar untuk kita. sekarang mending kamu masuk kamar terus tunggu Maghrib, kami juga akan menunggu Maghrib tiba" jawab Rita membuat Naura langsung menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu Naura masuk kedalam kamar dulu ya mbak, mas" kata Naura yang langsung diangguki oleh keduanya.
setelah kepergian Naura keduanya pun membahas rencana selanjutnya untuk membuat ibu Bayu berada didalam pihak mereka, keduanya pun merenung kan diri.
"bagaimana menutmu mas?" tanya Rita, sementara yang ditanya pun hanya menggelengkan kepala.
"aku juga belum tau sayang, tapi sepeti ya kita memang hatus memberikan pelajaran juga untuk ibu dan juga Maura" jawab Bayu yang lebih disetujui oleh Rita.
"aku ada ide mas?" kata Rita langsung membisikan sebuah ide pada sang suami yang langsung menganggukan kepala dan tersenyum penuh binar.
__ADS_1