
"jadi gimana? kenapa tumben ngajakin ketemu??" tanya Rima tak sabar.
"jadi gini, Lo tau kan kalo suami gue punya adik angkat yang tinggal satu rumah sama kami?" tanya Rita pada Rima.
"iyaa tau, tapi apa skrng masih tinggal sama kalian?" tanya Rima.
"itu dia, dia masih tinggal bersama kami rim. dan dia bertingkah aneh akhir-akhir ini" kata Rita dengan wajah serius.
"aneh, aneh gimana maksud lu?" tanya Rima
"gue sebenernya bingung sih mendeskripsikannya gimana, cuma ya buat gue memang aneh banget rim" jawab Rita.
"iyaa aneh yang seperti apa?" tanya Rima dengan penasaran.
"begini, tatapannya itu tak bersahabat bahkan sejak awal gue dan mas Bayu menikah. sebenernya sih gue Udeh biasa aja ya sampai sekarang, bahkan selama ini dia selalu menempel sama mas Bayu gue juga biasa aja. tapi semenjak gue positif hamil, sifatnya lebih ketara ketidak sukaannya" jawab Rita dengan gamblang.
"emm mungkin ga sih kalo Maura ada perasaan sama Bayu yang notaben nya mas nya sendiri" kata Rima membuatku mengerutkan kening.
"maksud lu, dia cemburu sama gue karna sebenernya dia punya perasaan lebih ke mas Bayu. seperti perasaan perempuan pada lelaki pada umumnya,begitu?" tanya Rita.
"Yap betul, dan jika itu benar makan Lo harus hati-hati rit" kata Rima yang membuatku heran.
"apa yang lu maksud gue harus hati-hati?" tanya Rita.
"kadang cinta yang tidak terbalas membuat orang lain buta, bisa melakukan segala cara" jawab Rima membuat mata terbelalak.
"jangan ngasal deh lu rim, jangan bikin gue parno. lu tau sendiri kan gue lagi hamil" kata Rita.
"itu kemungkinannya rit, apa lu pernah melihat hal yang mencurigakan dari Maura?" tanya Rima.
"ohya betul, gue pernah mendengar dia telponan sama orang ntah siapa. tapi dia sepertinya menyuruh orang itu untuk memisahkan seorang pasangan, gue juga gatau siapa" jawab Rita dengan gusar.
"itu dia yang harus Lo selidiki, ingat dia masih seperti ABG labil. dia seperti itu merasa kalo lu merebut orang yang dia cinta" jawab Rima.
"terus gue harus gimana rim?" tanya Rita.
"ntah, lu udah coba bicarakan ini dengan Bayu?" tanya Rima lagi
"belum sih tapi ya sepertinya nanti gue akan bilang" jawab Rita.
pesanan mereka pun datang, mereka memakan sambil terus mengobrol layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
"liat tuh, bukannya itu adik ipar lu kalo gue ga salah lihat" kata Rima menunjuk tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki yang memasuki cafe yang sama dengan kami. Rita pun mengikuti arah pandang yang ditunjuk Rima.
"iya betul itu memang Maura rim" kata Rita dengan suara hampir berbisik.
__ADS_1
"bagus, dia ambil tempat tidak jauh dri kita rit. dan sepertinya dia ga menyadari adanya kita disini" kata Rima.
"iyaa lu benar rim, kalo emang apa yang gue denger dirumah itu benar berarti Maura sedang merencanakannya disini dengan emanny itu" kata Rita dengan masih berbisik.
"iyaa lu benar rit, mendingan sekarang kita bahas bahasan lain sambil sesekali mendengarkan apa yang mereka omongin" kata Rima memberi usul.
"iyaa gue setuju" jawab Rita.
sedangkan di meja tak jauh dri Rima dan Rita. kelima orang itu duduk dengan saling melingkar kan meja sambil sesekali bercanda dan tertawa. tapi tiba-tibaa ..
"eh mau, gimana rencana lu untuk misahin kakak sama Kaka ipar lu?" kata Siska teman dari Maura.
"iyaa mau, apa lu udah ketemu caranya?" Linda.
"belum, tapi gue pastikan mereka beneran akan berpisah" jawab Maura dengan intonasi yang pelan.
dan jawaban itu pun terdengar oleh Rima dan Rita yang tak jauh dari mereka, Rita pun membelalakan matanya mendengar pembicaraan mereka
"tuh kan bener rit apa gue bilang" kata Rima yang diangguki oleh Rita.
mereka pun kembali mendengarkan percakapan kelima anak muda tersebut.
"gila Lo ya mau, ga nyangka gue lu berani nekat. bahkan setau gue nyokapnya Bayu atau ibu Lo itu Udeh baik dengan mau ngangkat lo menjadi anaknya bahkan sampai Lo bisa mengenyam pendidikan tinggi" kata salah satu teman lelaki Maura menohok yang langsung diangguki yang lain dan malah membuat Maura semakin memelototkan matanya.
"udah-udah kita kesini kan mau makan bukan mau berdebat" jawab teman lelaki Maura satu lagi.
"iyaa betul kata Rendi mau, dim. mending pesen dulu" kata Linda.
mereka pun memesan yang mereka ingin kan, kemudian lanjut lagi mengobrol.
waktu terus berlalu tak terasa sudah menujukan pukul empat sore, setelah ke lima anak muda itu pergi Rita dan Rima pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
setelah sampai dirumah, Rita pun memikirkan perkataan yang keluar dari mulut Maura kepada temannya.
dia fikir dia harus melakukan sesuatu agar Maura tidak bisa menghancurkan rumah tangganya.
tibanya waktu makan malam, di meja makan semua telah berkumpul termasuk dengan ibu mertua yang terlihat sudah jauh lebih baik.
"Bu, bagaimana keadaanmu?" tanya mas Bayu pada ibu mertua.
"ibu sudah baikan Bayu, kamu tenang saja" jawab ibu mertua disertai senyuman.
"baiklah kalo gitu, mari kita makan malam" jawab mas Bayu
kami pun mulai memakan makanan yang tersedia diatas meja, meski selalu hanya masakan rumahan sederhana tapi semuanya makan dengan lahap tak terkecuali dengan Maura.
__ADS_1
setelah semua selesai makan, mas Bayu mengantarkan ibu mertua ke kamarnya Naura pun kembali masuk kedalam kamar karna harus mengurus tugas sekolahnya katanya sedangkan Maura dia pun kembali kekamar dengan diamnya tetep melihat sinis kearahku.
aku pun mulai membersihkan meja makan, dan mencuci semua bekas tempat kotor sisa makan malam tadi.
setelah semua selesai aku kembali kedalam kamar lalu merebahkan tubuhku.
"lelah sekali seharian ini, Alhamdulillah bisa lekas istirahat. semoga tidak ada gangguan" gumam Rita.
tak lama Rita pun terlelap dalam tidurnya.
sementara di dikamar ibu mertua, mas Bayu masih membicarakan sifat Maura pada ibu mertua.
"ada apa bay, kenapa kamu terlihat gusar seperti itu?" tanya ibu mertua.
"begini Bu, rencananya aku ingin mengajak Rita untuk tinggal bersama dengan orangtuanya" jawab mas Bayu membuat mata ibu terbelalak seolah ingin lompat keluar.
"tapi kenapa bay?" tanya ibu mertua dengan wajah heran dan alis mengerut.
"maaf Bu, tapi sepertinya Maura memendam ketidak sukaannya pada Rita sampai saat ini. ntah karna faktor apa, yang jelas aku melihat itu dimatanya" jawab mas Bayu dengan ragu.
"tapi Bayu, kita bisa menjaga nya bersama-sama juga. ibu juga sangat menyayangi Rita, mana mungkin ibu membiarkannya celaka bay" jawab ibu mertua dengan wajah berkaca-kaca.
"tapi dirumah orangtuanya dia jauh lebih aman Bu" jawab mas Bayu.
"tapi Bayu, kamu tau sendiri kan ibu sudah menantikan momen ini. mengapa harus seperti ini jadinya bay" kata ibu mertua sembari terisak.
"maafin Bayu Bu, ini hanya untuk sementara Bayu janji" jawab mas Bayu.
"apa kamu sudah membicarakan ini dengan Rita? apa dia setuju?" tanya ibu mertua pada mas Bayu.
mas Bayu pun kemudian menggeleng.
"apa dia mau berpisah denganmu untuk sementara Bayu? coba diskusikan dulu dengan Rita baru kamu meminta izin ibu untuk membawanya" kata ibu mertua.
"iyaa Bu pasti Bayu akan bicarakan ini dengan Rita segera, tapi Bayu mohon ibu restui Rita agar tinggal dirumah orangtuanya. agar dia bisa nyaman sampai melahirkan cucu ibu" kata mas Bayu lagi dengan memohon.
"iyaa Bayu, asalkan kamu harus sering-sering ajak ibu menjenguk istrimu kesana" jawab ibu mertua dengan wajah masih berkaca-kaca
"baik Bu terima kasih" kata mas Bayu dengan binar.
"sekarang ibu istirahat ya, baru akan kembali ke ruang kerja. karna masih ada kerjaan yang harus Bayu selesaikan" kata mas Bayu pada ibu mertua.
"iyaa Bayu" jawab ibu mertua dengan lesu.
kemudian mas Bayu pun keluar dari kamar ibu mertua dan kembali keruang kerja. ternyata dari tdi ada seseorang yang memperhatikan mas Bayu keluar dri kamar ibu, siapa lagi jika bukan Maura.
__ADS_1