
keduanya pun terus mengawasi kedua orang pembawa barang dari rumah kontrakan Rita, setelah selesai mereka pun berpamitan pada si pemilik rumah.
setelah kepergian dua orang tersebut, Rita dan bi Surti pun kembali masuk kedalam rumah dan kembali mengunci pintu rumah.
Rita pun kembali kedalam kamarnya, ia takut jika keena bangun tapi ia tak dengar dengan suara tangis keena, namun kekhawatirannya tak terjadi. keena masih anteng tidur didalam boks bayi miliknya, ia pun segera mengikuti keena beristirahat setelah seharian beraktifitas dengan istirahat yang sempat tertunda.
tepat pukul setengah lima sore Rita pun terbangun, ia pun terlonjak kaget karna mendapati hari sudah terlalu sore untuk memandikan keena. akhirnya Rita pun hanya menyeka keena lalu menggantikan bajunya dengan baju yang lebih bersih.
kemudian Rita pun keluar dari kamar dengan menggendong keena menuju ruang keluarga, dimana biasanya ia menemukan Naura disana sedang bersantai. benar saja, terlihat Naura disana dengan cemilan yang ada ditangannya sedang menonton tv.
ia pun menghampiri Naura bersama dengan keena, kemudian duduk disofa sebelah Naura yang masih sibuk dengan cemilannya.
"udah bangun mbak?" tanya Naura tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi yang menyala tersebut.
"iyaa mbak kesorean, kamu kok ngga bangunin mbak si" jawab Rita membuat Naura terkekeh kecil.
"sengaja mbak, abisnya mbak Rita itu tadi kaya pules banget. kecapean kayanya, makanya pas aku liat langsung aku tinggal lagi" jawab Naura dengan santai.
"yaudah mbak nitip keena dulu ya, mbak mau mandi dulu. tadi mau mandi tapi keena melek, jadi mbak riskan kalo ninggalin sendirian dikamar pas lagi melek begitu" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.
"yaudah gih, tapi jangan lama-lama ya. Naura juga belum mandi soalnya" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Rita.
"iyaa mbak ngga bakalan lama kok" jawab Rita dengan senyum mengembang.
Rita pun melangkahkan kaki menuju kamar setelah menitipkan keena pada Naura, ia pun bergegas mandi agar tak terlalu lama menitipkan keena. setelah selesai, ia pun juga bergegas memakai pakaian miliknya tanpa mau memoles bedak ataupun liptik. ia berlalu begitu saja meninggalkan kamar untuk kembali menemui keena yang masih berada dalam ruang keluarga bersama dengan Naura.
"mbak udahan nau, sana gih kamu mandi" kata Rita setelah sampai diruang keluarga.
"cepet banget mbak, bersih ngga tuh" jawab Naura sembari terkekeh kecil.
"yaa bersihlah, emangnya mbak kamu mandi harus lama-lama" jawab Rita mengerucutkan bibirnya.
"Naura ntar aja deh mbak, tanggung ini filmnya bentar lagi habis si. palingan tiga puluh menit lagi" jawab Naura santai sambil mengembalikan keena kedalam pangkuan sang ibu.
"kebiasaan deh, bukannya tadi mandi dulu kamu itu" jawab Rita, Naura pun hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"males mbak, gatau nih lagi pms bawaannya pengen sakeena ntai-santai aja" jawab Naura membuat Rita menggelengkan kepala.
__ADS_1
"terserah kamu mau bener deh" jawab Rita. keduanya pun terkekeh bersamaan hingga membuat bi Surti yang melintasi ruang keluarga pun berhenti dan menyapa kedua orang tersebut.
"duuuuhhh ini kayanya bahagia banget yaaa ibu sama si non" kata bi Surti mengagetkan kedua orang tersebut.
"eeehh bibi, sini bi gabung" jawab Rita dengan senyum merekah, bi Surti pun duduk dikarpet yang tak jauh dari kedua majikannya tersebut.
"dari mana bi?" tanya Naura dengan suara pelan.
"nyiram taneman didepan non, dari tdi bibi didepan terus masuk kedalam liat ibu sama non Naura disini lagi ketawa. bibi liat seru aja" jawab bi Surti membuat kedua orang tersebut pun kembali tertawa dengan lepas.
" maklum ya bi, udah lama ngga bisa ketawa lepas kaya gini kita itu. jadi ya begini deh" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Rita.
"ohya? sampe segitunya banget si" jawab bi Surti singkat.
"iyaa bi, yaa begitulah namanya juga rumah tangga ya kan bi." jawab Rita membuat bi Surti tertawa kecil dan menganggukan kepala.
"iyaa iyaa Bu, bibi ngerti" jawab bi Surti masih dengan kekehannya.
"iyaa tapi kaya gitu ngga kapok aja bi, bingung deh aku. padahal aku aja trauma loh bi" jawab Naura dengan wajah sinis.
"maksudnya gimana bi?" jawab Rita mengerutkan kening.
"iyaa ketika kita diperlakukan tidak baik sama orang, jangan sampai kita juga memperlakukan orang lain dengan tidak baik. karna orang yang ga pernah tau apa yang pernah kita alami" jawab bi Surti membuat Naura juga Rita menganggukan kepala.
"berarti sikap Naura tadi salah ya bi?" tanya Naura pada bi Surti.
"sikap yang mana non?" tanya bi Surti heran.
"iyaa yang tadi bilang kalo nyonya pemilik rumah ini yang dulu bisa saja ngga sebaik yang bibi bilang" jawab Naura dengan menundukkan kepala.
"ngga salah si non, non pun bener ngga ada salahnya jika kita waspada. tapi ya jangan sampai berlebihan, bukan maksud apa-apa tapi kita sebagai muslim pun diwajibkan untuk berprasangka baik terhadap sesama umat manusia" jawab bi Surti membuat Naura mendongak menatap wanita paru baya tersebut.
"maaf ya bi" jawab Naura dengan merasa menyesal, akhirnya Naura pun paham dengan kesalahan yang ia perbuat.
"gapapa non, saya paham. semoga nanti jika non Naura sama ibu udah ketemu sama nyonya kalian bisa saling berteman" jawab bi Surti dengan senyum mengembang.
"iyaa bi, mudah-mudahan orangnya sebaik apa yang bibi bilang" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala.
__ADS_1
"amiiinn, tapi saya yakin seyakin yakinnya. bahkan saya bisa jamin jika nyonya memang orang baik" jawab bi Surti dengan yakin.
"yaudah jadi kapan bibi mau mengajaknya kerumah ini, saya udah ga sabar kayanya buat ketemu dia. mau lihat sosok hebat yang bisa melawan kezaliman" jawab Rita dengan terkekeh kecil.
"nanti Bu, insyallah besok saya minta nyonya main kesini kalo dia ada waktu ya Bu" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita.
"masak makan malam apa kita bi?" tanya Naura yang mulai bersikap biasa.
"non maunya makan apa? bibi pasti akan buatkan" jawab bi Surti dengan senyum tulus.
"eemmm apa ya bi, kayanya capcai sama ayam goreng perkedel enak kali ya bi" jawab Naura membuat Rita terkekeh kecil.
"itu mah mau kamu nau" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"yee memang bibi nanya nya sama aku kok, iyakan bi?" jawab Naura menjulurkan lidahnya pada Rita.
bi Surti pun terkekeh kecil melihat tingkah kedua orang tersebut.
"kalian ini ipar tapi kaya kakak adik kandung, salut saya. ibu ke non udah kaya pengganti orangtua yang selalu menegur kalo non salah, dan non juga sangat nurut sama ibu" jawab bi Surti menggelengkan kepala.
"Alhamdulillah bi, saya memang lebih nyaman sama mbak Rita si. mungkin karna kita memang udah biasa bersama beberapa tahun ini, apalagi belakang memang kita selalu berdua. iyakan mbak?" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan menjawab perkataan Naura dengan anggukan kepala.
"Alhamdulillah kalo gitu, banyak loh ipar pada berantem bahkan saling sindir menyindir begitu. tapi saya lihat non sama ibu ngga begitu" jawab bi Surti membuat Naura dan Rita saling pandang keduanya pun hanya tersenyum sebagai jawaban.
"mbak Rita sudah merasakan bi" jawab Naura singkat membuat bi Surti dan Rita pun membelalakan matanya.
"nau, jangan kaya gitu" jawab Rita menegur Naura yang takut kebablasan membongkar keburukan orang lain.
"iyaa iyaa ngga kok mbak" jawab Naura mencebikkan bibirnya.
"sudah kalo gitu, bibi mau masak untuk makan malam dulu ya Bu, non" jawab bi Surti yang melihat jam didinding sudah menunjukan pukul lima tiga puluh menit.
"iyaa bi, kayanya sebentar lagi juga mas Bayu pulang" jawab Rita, bi Surti pun langsung menuju kedapur untuk mempersiapkan menu makan malam yang diinginkan oleh Naura.
kembali tinggal dua orang kakak beradik didalam ruang keluarga tersebut, Rita pun menatap Naura dengan tatapan yang sulit diartikan.
"hehe maaf mbak" jawab Naura sebelum diberikan ocehan oleh Rita. Naura pun segera bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamarnya dengan terbirit-birit, Rita pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Naura.
__ADS_1