Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus92.


__ADS_3

"baik lah, kami akan menunggu. siapkan ruangannya senyaman mungkin" kata Soraya kepada Nisa.


"baik Bu, silahkan ditunggu" kata Nisa mempersilahkan Soraya duduk tepat dihadapannya yang terdapat sofa, sementara Nisa segera menelpon bagian cleaning service untuk mempersiapkan ruangan meeting lebih cepat.


"haloo, bagian cleaning service disini" kata kepala cleaning service yang mengangkat telpon Nisa.


"mbak, tolong persiapkan ruang meeting ya. karna tamu pak Bayu sudah menunggu didepan ruangan CEO" kata Nisa pada kepala celeaning service tersebut.


"oohh iyaa baik Bu Nisa, saya langsung persiapkan sebaik mungkin" jawabnya terdengar antusias.


"baik, terimakasih mbak" jawab Nisa yang langsung menutup telpon tanpa mendengar jawaban dari kepala celaning service tersebut.


Nisa pun kembali menoleh ke arah dua perempuan yang sudah duduk disofa tepat bersebrangnya yang tengah memainkan ponselnya dengan serius, kemudian ia pun menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua orang tersebut.


"ada apa kamu melihat saya dan bos saya seperti itu?" tanya asisten Soraya dengan nada ketus.


"tak apa, memang ada yang aneh dengan tatapanku?" tanya Nisa dengan mencibir.


"ck, memang tak ada sopan santun para pekerja diperusahaan ini" jawabnya dengan sedikit pelan namun masih bisa didengar oleh Nisa.


Nisa tak menanggapi perkataan perempuan tersebut, ia kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.


sekitar setengah jam kemudian telpon dimeja kerja Nisa pun berbunyi, ia pun segera mengangkat telpon tersebut yang ternyata tersambung dengan pantry.


"assalamualaikum Bu, ruang meeting sudah selesai dipersiapkan" kata kepala cleaning service tersebut dengan nada sopan.


"iyaa mbak, makasih ya" jawab Nisa, kemudian ia pun langsung menutup telpon dan melangkah mendekati kedua orang tamunya.


"permisi Bu, mari keruang meeting" kata Nisa pada Soraya dan juga asistennya.

__ADS_1


"apa CEO mu belum datang juga?" tanya soraya dengan nada ketus.


"belum Bu, mohon maaf tapi anda dipersilahkan menunggu diruang meeting" jawab Nisa dengan sopan.


"oohh begitu, apa begini cara kalian menyambut tamu yang sudah membuat janji? dengan mencoba melambatkan pertemuan, kalian fikir pekerjaan saya hanya nunggu CEO mu itu. cepat telpon dia dan cepat suruh datang kekantor ini, karna saya sudah lelah menunggu" jawab Soraya menantang Nisa untuk menelpon Bayu.


"mohon maaf Bu, tapi tidak ada kesalahan dari pihak kami. karna ibu sendiri yang memajukan pertemuan tanpa bicara dengan pihak kami, ibu pun langsung datang keperusahaan ini dan lewati resepsionis begitu aja tanpa mencari tau dulu atau tidak CEO kami. CEO, sedang ada keperluan diluar Bu. mohon maaf jika memang ibu lelah, ibu bisa meninggalkan perusahaan ini dengan segera karna saya tak mungkin mengganggu CEO saat ini" jawab Nisa dengan berani membuat Soraya dan juga asistennya membelalakan mata.


"hei kamu itu cuma sekretaris, berani sekali kamu berkata begitu pada saya. kamu ngga tau siapa saya, hah! lancang!!" jawabnya dengan membentak.


"mohon maaf Bu, tapi dari tadi saya sudah menjelaskan tapi ibu selalu bertanya dengan berputar-putar mempertanyakan itu lagi itu lagi. jadi silahkan, pilihan ditangan ibu sendiri" jawab Nisa yang lantas meninggalkan keduanya dalam kebingungan.


Nisa pun kembali duduk dikursi miliknya dan mulai kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda, hingga akhirnya kedua orang itu menghampiri Nisa dan menegur nya tanpa menatap.


"baiklah, antarkan kami kesana" katanya dengan nada angkuh.


"kemana?" tanya Nisa yang seolah tak mengerti.


ketiga wanita cantik itu memasuki lift dan nisa pun menekan angka dimana ruang meeting berada, tak sampai lima menit mereka pun sampai di lantai tujuan. setalah pintu lift terbuka ketiga nya pun melangkah kan kaki kearah dimana ruang meeting berada.


"silahkan" kata Nisa membuka ruangan meeting yang terlihat sudah sangat bersih.


kedua orang tersebut masuk kedalam ruang meeting dengan pandangan memindai keseluruhan tempat tersebut.


"bagus, saya suka desaind ruangan ini" kata Soraya dengan senyum tipis.


"bener kamu Ray, ini baru ruang meeting sudah sebagus ini. bagaimana dengan ruangan lain dan juga ruangan CEO nya" kata asisten dari Soraya dengan senyum mengembang sempurna.


"silahkan tunggu disini Bu, nanti CEO kamu akan menyusul. saya permisi kembali ke ruang kerja saya karna masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" kata Nisa membuat keduanya menganggukan kepala.

__ADS_1


Nisa pun langsung meninggalkan dua orang itu yang masih terpaku menatap sekeliling ruang meeting tersebut.


satu jam kemudian, Bayu pun sudah kembali kekantor yang langsung mendapat laporan dari nisa jika kedua tamunya sudah menunggu di ruang meeting sejak satu setengah jam yang lalu.


"biar kan saja, masih ada waktu setengah jam lagi. saya masih harus mengerjakan pekerjaan saya" jawab Bayu yang langsung melenggang masuk kedalam ruangannya membuat Nisa membuka mulutnya lebar-lebar, sementara Andi pun menahan senyum melihat Nisa yang diabaikan oleh Bayu.


"emangnya enak dicuekin" kata Andi meledek Nisa yang langsung mengerucutkan bibir.


"mendingan kamu temani tamu diruang meeting, udah selesai kan semua pekerjaan kamu?" kata Andi membuat Nisa langsung memutar bola mata malas.


"malas pak, biarin aja mereka menunggu sendiri sampai pak Bayu datang keruang meeting. ngadepin mereka sebentar aja emosi saya udah naik turun pak, apalagi disuruh nemenin mereka" jawab Nisa yang kembali duduk ditempatnya.


"memangnya apa yang dia lakukan" tanya Andi penasaran.


"ia menyuruh saya menelpon pak Bayu terus menerus pak, saya bosen deh dengernya. udah saya jelasin kalo pak Bayu ada keperluan dan ngga bisa diganggu, eehh dia malah maki-maki saya. giliran saya bawa keruang meeting mereka terkagum-kagum melihat isinya, saya takut aja mereka justru tidur disana bukannya mempersiapkan presentasi" jawab Nisa membuat Andi sedikit terkekeh mendengar penuturan gadis tersebut.


"oyaa, coba kamu liat sana. siapa tau beneran ketiduran diruang meeting, mereka berapa orang?" tanya Andi.


"berdua pak, dua-duanya perempuan. pakai baju kurang bahan, bahkan depannya,,,, ahhh bapak kalo liat pasti langsung melotot" jawab Nisa membuat Andi membelalakan mata.


"eehh enak aja, jangan sembarangan ngomong. gini-gini saya bisa mengkondisikan mata saya, tau!" jawab Andi sedikit sewot, Nisa pun menutup mulut dengan kedua tangannya.


"ma-maaf pak, saya keceplosan" jawabnya dengan gugup.


"udah cepat siap kan salinan yang mereka kirimkan kemarin, jangan lupa semua berkas tentang perusahaan itu biar nanti jadi pertimbangan oleh pak Bayu" kata Andi membuat Nisa langsung menganggukan kepala.


Andi pun meninggalkan Nisa yang langsung mempersiapkan apa yang diperintahkan oleh Andi, sebagai seorang sekretaris ia pun mengerjakan pekerjaannya dengan profesional.


wanita berumur dua puluh empat tahun itu baru saja menempati posisi sebagai sekretaris CEO, setelah sebelumnya hanya menjadi seorang staf sekretaris direktur personalia. ia pun diangkat karna kinerjanya yang begitu baik dan memuaskan bagi perusahaan tersebut, termasuk loyalitasnya pada sesama karyawan. dia pun tak segan membela dirinya jika dia dalam posisi benar namun disalahkan.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2