Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluh


__ADS_3

tak lama setelah Naura masuk kedalam kamarnya, Bayu pun keluar dari kamar dengan menggunakan pakaian sholat lengkap dan menghampiri Rita yang masih berkutat dengan pekerjaannya didapur.


Bayu pun memeluk pinggang Rita dan membenamkan kepalanya ditengkuj leher Rita, membuat Rita menggeliatkan tubuh ke kanan dan kekiri.


"mas, jangan begitu ah geli aku" kata Rita membuat Bayu terkekeh namun tetap melanjutkan aksinya.


"mas, ih ga enak nanti kalo ada Naura liat loh" jawab Rita membuat Bayu seketika menghentikan aksinya.


"huh, kamu ini menganggu kesenangan orang aja deh" jawab Bayu dengan mengerucutkan bibirnya.


"yaa habis kamu selalu aja begitu, lupa kamu kalo kita ngga tinggal dirumah ini berdua. ada Naura loh" jawab Rita, Bayu pun melangkah mendekati meja makan dan duduk disana dengan tangan bersedekap didada memperhatikan sang istri yang sibuk memasak.


"Naura juga udah besar sayang, dia pasti ngerti kali" jawab bayi memberengut.


"huh, kamu ini kalo dikasih tau selalu jawabnya begitu. lagian kamu ngapain kesini si, biasanya juga tidur lagi?" tanya Rita membuat Bayu seketika duduk tegap dan menatap sang istri dengan pandangan yang sulit diartikan.


"kenapa memangnya kalo aku disini? lagian kayanya aku mau olah raga didepan rumah sebentar"jawab Bayu membuat Rita membalikkan badan menghadap sang suami dan menaikkan satu alisnya.


"tumben" jawab Rita sambil tertawa kecil.


"tuh kan salah lagi aja aku" jawab Bayu dengan kesal.


"bukan salah mas, cuma tumben aja. biasa juga kamu balik tidur lagi bareng keena" jawab Rita membuat Bayu menghela nafas panjang dan melihat kearah perutnya yang memperlihatkan sedikit lemak.


"kamu sadar ga sih kalo suami kamu ini udah ga berotot lagi, lihat lemak diperut aku sampai kaya gini" kata Bayu menunjukkan lemak yang ada diperutnya.


"hahahaha mas mas, maksudnya kamu mau olah raga biar lemak diperut kamu itu hilang lagi??" jawab Rita sembari tertawa membuat Bayu mengerucutkan bibirnya menatap sang istri yang tak juga kunjung berenti tertawa.


"iyaalah sayang, udah lama semenjak kita disini aku ga pernah olah raga meskipun ringan. apalagi semenjak kejadian yang menimpa keluarga kita akhir-akhir ini, mas tambah pusing" jawab Bayu memijat pelan pelipisnya.


"Halah ngga usah lebay deh mas, yang biasa menghadapinya kan aku sama mbak Rita sedangkan mas Bayu anteng aja tuh dikerjaan. iyakan mbak?" kata Naura yang keluar lagi dari kamar setelah melakukan sholat subuh.


"iyaa bener itu nau, kaya gitu malah ngeluh. gimana kita ya nau?" jawab Rita dengan cepat.


"kayanya kalian berdua ini lagi hoby banget ya memojokkan aku, kompak banget kalo disuruh melawan. jelas aku pasti kalah lag ngelawan dua perempuan" jawab Bayu memutar bola mata malas.


"yee siapa juga yang ngelawan, emang gitu kenyataannya. iyakan mbak?" jawab Naura diangguki oleh Rita.


Naura pun membatu Rita lagi memotong wortel yang akan dijadikan pelengkap disalah kuah soto dan juga daun bawang yang akan membuat harum masakan.


"mbak bikin bumbu dulu nau, nanti kalo udah mendidih airnya kamu masukin aja ya ayamnya biar berada kaldu ayam nya" kata Rita diangguki oleh Naura.

__ADS_1


"lagian mas, kenapa si ngga izinin aja kita buat tinggal sana ibu dan bapak dikampung mbak Rita. lebih aman mas, mbak Rita pasti udah bilang kan kalo aku mau kuliah di UGM? aku gampang mas, aku bisa kos nanti disana" jawab Naura membuat Bayu membelalakan mata.


"apa? kos? yang bener aja kamu nau, apa kamu yakin mau ngekos sendiri??" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.


"yakin lah mas, lagian nih ya aku itu emang pengen banget kuliah disana mas. selain bisa ganti suasana, aku kan juga bisa cari referensi dengan gampang soal design nanti mas" jawab Naura dengan yakin.


"tapi nau, kamu fikir ngekos itu gampang? apa kamu bisa? nyuci sendiri, makan sendiri, terus juga kamu harus bayar uang sewa kos nau" jawab Bayu membuat Naura tersenyum misterius.


"gampang itu" jawab Naura membuat Bayu memicingkan mata.


"apa yang gampang?" tanya Bayu dengan raut wajah heran.


"gampang lah, tentu aja aku akan minta sama mas Bayu buat kirimin aku uang selain uang jajan dan uang biaya kuliah" jawab Naura dengan terkekeh membuat Bayu membelalakan mata dan membuah muka masam.


"mas lagi kan yang kena tulahnya, kebangetan kamu nau" jawab Bayu membuat kedua wanita didepannya tertawa.


"yaa memang begitu kan mas?" tanya Rita membuat wajah Bayu semakin masam.


"ck, kalian ini. dah lah mending aku masuk lagi kekamar lagi sama kesayangan aku" kata Bayu meninggalkan kedua wanita tersebut yang masih sibuk dengan urusannya.


"mas Bayu selalu begitu kalo diajak ngobrol soal kepindahan kita" kata Rita membuat Naura menatap kakak iparnya dengan sendu.


"mbak juga bingung nau, padahal mbak yakin kalo kita dimagelang pasti kita aman" jawab Rita diangguki oleh Naura.


"tapi mbak, apa mbak ngga takut nanti Maura semakin gencar mendekati mas Bayu kalo dia tau kalian berjauhan?" tanya Naura membuat Rita menggelengkan kepala.


"ngga si, mbak percaya sama mas mu dia ngga akan tergoda sama Maura atau perempuan manapun. makanya mbak minta jalan seperti ini, lagi pula kalo kita berjauhan sifatnya pasti akan lebih ketauan. masmu setia atau tidak" jawab Rita diangguki oleh Naura.


"aku setuju si sama mbak, tapi aku takut aja keadaan mbak dan mas Bayu yang berjauhan dibuat kesempatan oleh Maura untuk menghancurkan hubungan kalian berdua lagi" kata Naura dengan sedikit kekhawatiran.


"mbak yakin Allah akan menjaga kita semua dari mara bahaya" jawab Rita membuat Naura mengaminkan apa yang ia katakan.


"udah yuk lanjutin masaknya, sebentar lagi selesai ini tinggal goreng kerupuk" lanjut Rita yang diangguki oleh Naura.


setelah berkutat dengan urusan dapur selama satu jam, keduanya pun berhasil menyelesaikan masakan mereka. semangkuk soto lengkap dengan isiannya dan juga sambal dan kerupuk yang menemani membuat sarapan mereka semakin nikmat nantinya.


"mbak panggil mas Bayu dulu ya" kata Rita diangguki oleh Naura yang sudah duduk lebih dulu dimeja makan. Rita pun melangkah kan kaki menemui sang suami didalam kamar.


begitu sampai dikamar, Rita melihat suaminya tidur lagi bersama sang anak yang sudah membuka matanya.


"anak mama udah bangun ayahnya malah tidur lagi ya?" kata Rita mengangkat anaknya kemudian membangunkan Bayu yang masih tertidur.

__ADS_1


"mas bangun, sarapan dulu. udah hampir setengah tujuh" kata Rita menggoyangkan lengan Bayu.


"sebentar lagi sayang" jawab Bayu dengan lirih.


"cepetan aku mau mandiin keena kebelakang ini" jawab Rita membuat Bayu membuka mata dengan pelan. Rita pun melangkah kan kaki menuju kamar mandi kemudian memandikan sang anak, membiarkan sang suami yang masih dengan muka bantalnya.


selang setengah jam kemudian ketiganya keluar dari kamar dan melihat Naura yang sudah memasang muka masam.


"bilangnya mau manggil tapi lamanya minta ampun si mbak" kata Naura membuat Bayu dan juga Rita terkekeh.


"maaf ya ounty cantik, gara-gara aku bangun mama jadi mandiin aku dulu makanya lama" jawab Rita menirukan suara anak kecil membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


"selalu aja keena yang jadi alasannya, sudah lah kalo sama bos besar aku bisa apa?" jawab Naura mulai memasukkan nasi kedalam piringnya dan semangkuk kecil soto lengkap dengan ayam dan juga sambalnya, tak lupa juga dengan kerupuk sebagai pelengkap.


"hahaha maaf ya ounty" jawab Rita sembari terkekeh. kemudian Bayu pun mengambil sendiri makanan yang seharusnya diambilkan oleh Rita, namun kini ia harus mengambil sendiri dan juga menyuapi Rita karna menggendong sang anak.


"kamu makan duluan aja mas, nanti aku bisa gantian sama Naura kok" jawab Rita menatap Bayu yang menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu, mas duluan ya" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


Bayu dan Naura pun melahap makanan mereka masing-masing sambil sesekali melirik Rita yang mengajak mainan keena. tak lama Naura pun selesai dengan makannya, ia pun mengambil sang kakak ipar makan kemudian meletakkan didepannya. Naura juga mengambil alih keena yang berada dalam gendongan Rita.


"makasih ya nau?" kata Rita membuat Naura tersenyum dan menganggukan kepala. Naura pun mengajak keena main diruang tamu, karna perut yang sudah penuh terisi.


"mas hari ini kerja kah?" tanya Rita membuat Bayu menatapnya dan menganggukan kepala.


"iyaa, kenapa?" jawabnya dengan menaikkan sebelah alisnya.


"gapapa, mas lupa kah hari ini keena harus imunisasi?" tanya Rita dengan hati-hati.


"iyakah?" tanya Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


"iyaaa, yaudah gapapa nanti aku pergi sama Naura aja kalo gitu mas" jawab Rita membuat Bayu seketika menganggukan kepala.


"yasudah kalo gitu, kamu hati-hati ya. ingat harus tetap waspada?" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


"mas ganti baju dulu ya, terus mau berangkat takut kesiangan" jawab Bayu melangkahkan kaki menuju kamarnya dengan Rita untuk berganti pakaian dengan pakaian kerja.


________________________________________


Alhamdulillah bisa dua bab lagi๐Ÿ˜Š terus dukung outhornya ya, mohon maaf jika ada kendala dalam penulisan kata๐Ÿ™ mohon maaf juga untuk proses review yang lambat, ntah jam berapa update hari ini akan terbit. yang jelas outhor udah up dua episode hari ini tapi belum ada yang lulus review๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2