Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus52.


__ADS_3

pagi hari setelah Bayu dan keluaga sarapan pagi dengan menu hotel mereka pun kembali melanjutkan wisata mereka didaerah tersebut dan akan mencari oleh-oleh untuk mereka bawa pulang, kebetulan mereka bertemu juga dengan Maya yang ingin mengantarkan pengunjung hotelnya untuk melakukan traveling karna kali ini orang yang bersama Maya adalah seorang turis.


"eehh mbak Maya, disini juga?" tanya Rita yang mulai menyapa Maya yang sama-sama berada dilobby hotel.


"eehh mbak Rita, iyaa mbak. mbak mau keluar?" tanya Maya dengan ramah menjawab pertanyaan Rita.


"iyaa mbak, ini mau sekalian cek out karna kebetulan kami mau pulang ke Jakarta juga sekalian" jawab Rita membuat senyum diwajah Maya seketika memudar.


"oohh begitu, kok cepet banget mbak" jawab Maya dengan terbata-bata.


"iyaa kebetulan mas Bayu masih banyak kerjaan di kantornya, makanya ngga bisa lama-lama apalagi ini kan bukan musim liburan" jawab Rita dengan senyum tulus membuat Maya menganggukan kepalanya dengan senyum kecil.


"mbak Maya Clintnya belum datang?" tanya Naura yang sedari tadi diam memperhatikan Maya dengan cara bicara dan gerak-geriknga. Naura yang memang sedikit trauma dengan orang baru itu tak bisa begitu saja mempercayai orang lain yang berdekatan dengan keluarganya, baginya Maura aja yang hidup dari kecil dengannya bisa melakukan hal jahat apalagi orang baru. begitu pemikiran Naura.


"oohh iyaa belum mbak, ntah kami janjian jam delapan tapi sampai sekarang beliau belum turun." jawab Maya dengan nada yang terlihat sedikit kesal.


"oohh gitu, kenapa ngga disamperin aja kekamarnya mbak?" tanya Naura lagi dengan dahi menyerit.


"mana mungkin mbak, itu namanya mengganggu privasi tamu. yaa namanya saya disini cuma pesuruh mbak, bisa apa selain menunggu. dari pada kerjaan saya jadi taruhannya" jawab maya membuat Naura sedikit menganggukan kepala.


"pak Bayunya kemana mbak Rita?" tanya Maya yang begitu penasaran dengan beradaan Bayu.


"oohh mas Bayu sama bi Surti lagi ambil barang-barang kami dikamar mbak" jawab Rita membuat Maya membulatkan mulutnya berbentuk huruf o.


tak lama Bayu dan bi Surti pun datang dengan menenteng masing-masing satu koper ditangannya, karna tas kecil yang dibawa bi Surti sudah ia jadikan satu dengan koper yang dibawa Naura atas saran dari sang nona yang sudah menganggapnya sebagai ibu tersebut.


"eehh ada mbak Maya, apa kabar mbak?!" tanya Bayu berbasa basi dengan pegawai hotel tersebut.


"Alhamdulillah baik pak" jawab Maya dengan mengembangkan senyumnya.


"Alhamdulillah kalo gitu, oiya saya mau pamitan pulang ke Jakarta ya mbak. makasih sudah menemani kami semalam didaerah sini" kata Bayu dengan sopan pada Maya yang masih tersenyum lebar dan menganggukan kepala kepada Bayu.


"iyaa sama-sama pak, emm maaf pak apa boleh saya minta kontak bapak siapa tau nanti saya bisa minta kerjaan lain jika saya keluar dari hotel ini" jawab Maya membuat Rita dan juga Naura menyeritkan kening mendengar penuturan dari Maya.


Bayu pun mengalihkan pandangan pada sang istri yang langsung menatapnya tajam, Bayu yang melihatnya pun menggedikkan bahu tanda tak tau dengan maksud dari perkataan Maya.

__ADS_1


"pak-pak Bayu" kata Maya memanggil ulang Bayu dengan agak sedikit kencang.


"emm mas, ayuk lah nanti keburu siang ini. panas nanti dijalan" kata Naura dengan muka masam ke arah Maya.


"oohh iyaa, maaf ya mbak Maya saya pergi dulu. permisi" jawab Bayu yang langsung diikuti oleh bi Surti dan juga Naura, sementara Rita berjalan dengan lambat sambil menatap Maya dan menggelengkan kepala dengan pelan.


"sebaiknya jaga batasan dengan pengunjung mbak" kata Rita pelan menatap tajam Maya yang langsung menundukkan kepala, kemudian Rita pun berjalan dengan sedikit tergesa-gesa mengejar Bayu dan juga Naura bersama bi Surti yang sudah mendekati mobil.


"mbak ngomong apa aja sama dia?" tanya Naura ketika Rita sudah berada didekatnya.


"ngga ngomong apa-apa, mbak cuma memperingatinya aja kok" jawab Rita dengan santai.


"yuk naik, nanti keburu siang" kata Bayu menyuruh ketiga perempuan tersebut naik kedalam mobil, dan mobil pun melesat meninggalkan hotel tersebut.


selama perjalanan Rita pun lebih banyak diam, sesekali melirik kearah Bayu yang yang fokus menyetir dengan pandangan kesal.


"hiisss, ck" gumam Rita yang terdengar ditelinga Bayu.


"kenapa sayang?" tanya Bayu dengan raut wajah heran, Rita pun tak menyahuti ia terus terdiam sambil menatap ke arah jalanan disebelah kirinya.


"ck, gitu aja gatau mas mas. yaa jelas pasti karna mas itu terlalu baik sama orang makanya dia jadi begitu, makanya mas jadi orang itu jangan terlalu baik. jadi orang itu salah mengartikan kebaikan mas" bukan Rita yang menjawab, melainkan Naura. ia merasa kesal dengan kakak lelakinya tersebut yang tak pernah bisa memilih orang yang bisa dianggap baik.


"hust, ngga baik berprasangka buruk sama orang. mas itu ngga tau gimana perasan orang, mas fikir mbak Maya itu orang yang baik dan perempuan yang bisa menjaga marwahnya makanya mbak bersikap baik padanya. hanya itu, apa salah?" jawab Bayu dengan santai membuat Rita menggelengkan kepala.


"salah ngga, tapi mungkin sikap mas yang terlalu berlebihan sampai akhirnya dia menjadi begitu berani sampai meminta nomer ponsel mas. mas lihat sendiri kan tadi bagaimana pandangan dia pada mas Bayu, aku sebagai perempuan tau apa arti pandangan itu" jawab Rita dengan nada kesal.


"yang penting kan mas ngga meresponnya sayang, iyakan? lagian kamu tau sendirilah mas setia sama kamu, kamu tenang aja ya" jawab Bayu menenagkan Rita dengan menggenggam sebelah tangannya menggunakan tangan kirinya.


"iyaa tapi jujur aja aku takut mas, takut dia menjadi pelakor seperti apa yang Maura lakukan. apa aku salah selalu waspada" jawab Rita dengan menundukkan kepala.


"ngga salah sayang, sama sekali ngga salah. sekarang kamu tenang aja ya, lagipula kita kan juga akan pulang ke Jakarta, jadi ngga mungkin kita ketemu lagi dengan dia. iyakan?" jawab Bayu membuat Rita berfikir dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Bayu.


"baiklah" jawab Rita setelah mulai tenang dan bisa mengontrol pikirannya.


"nah sekarang senyum dong, masa terus mengerut kaya gitu. gaasik lah liburannya" jawab Bayu membuat Rita memukul lengan Bayu dengan pelan.

__ADS_1


"jangan godain begitu mas, ngga enak Mali diliatin bi Surti sama Naura" jawab Rita melirik kearah bi Surti dan juga Naura dibagian belakang menggunakan kaca tengah. terlihat bi Surti dan juga Naura yang tengah menahan tawa dan menutup mulutnya masing-masing.


"kenapa kalian seperti itu? apa ada yang lucu?" tanya Bayu menatap kedua orang yang duduk di belakang tersebut.


"ngga ada si mas, lucu aja. emang kenapa? ngga boleh kita ketawa?" tanya Naura dengan ketus.


"yaa boleh aja tapi jangan berekspresi kaya gitu dong" jawab Bayu membalas perkataan Naura.


"laahh emangnya kita kenapa? ya bi, orang kita ngga ngapa-ngapain" jawab Naura membuat bi Surti pun ikut menganggukan kepala.


"iyaa nih pak Bayu, liat dari tadi kita diam aja iyakan non?" jawab bi Surti dengan dahi menyerit membuat Bayu memutar bola mata malas.


"terserah apa kata kalian ajalah" jawab Bayu pasrah membuat Naura dan bi Surti saling pandang kemudian keduanya pun sama-sama tertawa mendengar perkataan Bayu.


"nah-nah kan ketawa sampe kaya gitu, waahh ngga bener ini sayang. biarin nanti kita tinggalin aja mereka berdua di sana ya sayang" kata Bayu membuat Naura membelalakan mata.


"yee yaa jangan gitu lah mas, nanti kita pulang naik apa" jawab Naura dengan mengerucutkan bibirnya.


"yaa naik apa kek, kan ada angkutan umum atau taksi online" jawab Bayu dengan santai.


"okeelah kalo gitu, tapi nanti mas Bayu yang bayar ya" jawab Naura dengan santai.


"enak aja aku yang bayar, yang baik kamu kok yang bayar aku sih. ada-ada aja kamu" jawab bayu dengan santai.


"yaa siapa suruh niat mas Bayu Meu meninggalkan aku dan juga bi Surti ya aku minta mas Bayu yang bayarin taksi online kita ya bi, ngga mungkin lah seorang Naura naik angkutan umum dari sini kerumah. mana aku negeri mas" jawab Naura dengan panjang lebar.


"yaa resiko kamu lah" jawab Bayu dengan santai kembali membuat Naura mencebikkan bibir.


"udah jangan percaya kata-kata mas mu itu, ngga mungkin dia tega ninggalin kamu disana nau" kata Rita yang tersenyum menatap Naura cemberut dengan mengerucutkan bibirnya seperti itu.


"iyaa awas aja kalo sampai mas Bayu benaran ninggalin aku dan bi Surti, aku akan laporkan ke Komnas perlindungan perempuan" jawab Naura membuat bayu terkekeh.


"mana mungkin Komnas perlindungan perempuan mengurusi hal sepele macam itu nau" jawab Bayu ditengah tawanya yang hampir meledak, semakin membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


______________________________________

__ADS_1


hai hai, mohon maaf ya untuk novel "teganya kau berikan rasa sakit dan bahagia secara bersamaan!" belum tayang up, ntah kenapa dari kamarin proses review nya ngga berjalan dengan baik. mohon bersabar ya😊


__ADS_2