
"assalamualaikum" terdengar salam memecah tegangan yang terjadi diantara beberapa orang yang masih berada dihalaman rumah tersebut.
"waalaikumsalam" jawab semuanya serentak menatap kearah si pemberi salam tersebut, terlihat pak RT dan juga pak Bagas datang lebih awal untuk melakukan siskamling yang memang diadakan didepan rumah Rita.
"waaahh ada apa ini mas Bayu, sepetinya sedang ada acara?" tanya pak RT dengan senyum merekah.
"ini pak RT, acara anak muda biasa. ini ada teman dari Naura yang menginap, jadi kami bikin acara kecil-kecilan biar seru aja" jawab Bayu membuat kedua orang tersebut menganggukan kepala.
"mari gabung pak RT, pak...." kata ibu Bayu
"Bagas Bu" jawab pak Bagas membuat ibu Bayu menganggukan kepala.
"iyaa iyaa pak Bagas, mari sini silahkan. rit, kamu buatkan kopi dulu buat bapak-bapak itu ya" kata ibu Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
"ngga usah mbak, biar kita aja" jawab Salma dan dini yang kebetulan sudah selesai membawa peralatan makan yang sedari tdi ditunggu.
"gapapa kah sal, dini?" tanya Rita merasa tak enak pada kedua remaja tersebut.
"gapapa kok mbak, dari pada kami diem aja" jawab dini.
"yasudah terimakasih ya" jawab Rita membuat kedua remaja tersebutpun menganggukan kepala, setelahnya Salma dan dini pun kembali kedapur membuat kopi untuk ketiga bapak-bapak itu.
"jadi, ada berapa orang yang menginap disini mas Bayu? dan ini, kenapa ada tenda?" tanya pak RT menyeritkan kening.
"iyaa pak RT, ada tiga orang temen Naura pak semuanya perempuan. dan ini ibu saya, nah yang satunya ini Maura adik saya" jawab Bayu memperkenalkan ibu dan juga Maura. pak RT yang mendengar nama Maura pun langsung menaganggukan kepala dan berbisik pada pak Bagas, membuat pak Bagas pun menganggukan kepalanya juga.
"oohh begitu, baiklah mas Bayu. berarti malam ini kita berjaga dari sini aja kali ya mas Bayu, sepertinya lebih asik apalagi ada temennya cewek cewek cantik nih" jawab pak RT membuat Nana juga Naura tersenyum mendengar perkataan pak RT.
"pak RT ini bisa aja, nanti naura bilangin sama Bu RT baru tau rasa loh" jawab Naura membuat pak RT tertawa memperlihatkan giginya.
"nak Naura ini, ngga bisa sekali bercanda loh, mainnya langsung mengadu ke ibu" jawab pak RT.
"laah iyaa loh pak RT, bisa gawat kalo Bu RT taunya teman saya yang godain pak RT. padahal pak RT yang genit, huh" jawab Naura dengan mimik wajah ketus.
__ADS_1
"bercanda atuh nak nau" jawab pak RT membuat semuanya tertawa kecuali Maura yang wajahnya semakin memerah menahan amarah.
dalam pikirannya rencana yang sudah ia susun akan lebih berantakan jika semakin banyak orang yang berada disekitar rumah ini, Maura sama sekali tak tahu bahwa sudah dua malam ini rumah Rita memang dijaga beberapa orang yang ditugaskan untuk melakukan siskamling. ia pun merasa resah, kemudian kembali kekamar tanpa menghiraukan keberadaan orang-orang tersebut.
Rita yang melihat kepergian Maura pun menggelengkan kepala, karna ketidak sopanan Maura terhadap orang yang lebih tua. Salma dan dini pun datang membawa tiga gelas kopi menggunakan nampan ditangannya.
"silahkan pak RT" kata Salma dan dini berbarengan.
"terimakasih adik-adik" jawab pak RT tersenyum. Salma dan dini pun menghampiri Nana dan juga Naura yang masih sibuk dengan alat panggang mereka.
"itu yang namanya Maura, yang mas Bayu ceritakan itu ya?" tanya pak Bagas yang sadar Maura sudah tidak ada diantara mereka.
"iyaa pak, itu Maura. itulah kenapa temen Naura ini mau menginap disini, juga atas desakan dari Naura. maaf ya pak RT, mungkin mereka disini beberapa hari kedepan" jawab Bayu membuat pak RT pun mengerti.
"saya si gapapa mas Bayu, tapi apa ngga apa-apa jika anak-anak ini tidur ditenda terus seperti ini. kasian juga sih mas Bayu, pasti dingin" jawab pak RT membuat Bayu pun berfikir.
"iyaa juga ya pak RT, kok saya ngga kepikiran kesana ya" jawab Bayu. ia pun memikirkan perkataan pak RT.
"itulah mas Bayu, apa dirumah ini ngga ada kamar kosong lagi?" tanya pak RT, Bayu pun menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"waah iya bener tuh mas Bayu, saya juga ada si dirumah. tapi kecil kalo untuk berempat sepertinya gamuat" jawab pak RT.
"tenang aja pak RT, punya saya pasti muat kok. punya saya lebar seperti kasur nomer satu, jadi pasti muat untuk berempat" jawab pak Bagas membuat Bayu pun menganggukan kepala.
"terimakasih ya pak Bagas, sudah banyak bantu saya" kata Bayu pada pak Bagas.
"sama-sama mas, begitulah hidup bertetangga. iyakan pak RT?" jawab pak Bagas membuat ketiganya pun tertawa bersama.
"tapi sepertinya kita harus keluarkan kursi ruang tamu dulu mas kalo gitu, soalnya diruang tamu kan ada kursinya" jawab Rita yang dari tadi mendengarkan percakapan ketiga bapak-bapak tersebut.
"iyaa Bayu, lagipula sepertinya ibu dan Maura besok pulang. ibu ga enak sama kalian, kesini bawa Maura banyak ributnya" kata ibu Rita membuat anak dan menantunya merasa tak enak.
"gapapa kok Bu, lagipula disini kan banyak orang. aku yakin Maura ngga mungkin melawan empat gadis bar-bar itu" jawab Bayu membuat sang ibu tersenyum.
__ADS_1
"iyaasudah terserah kamu saja, tapi ibu ngga akan lama disini. kamu tenang aja" jawab ibu Bayu membuat semua menganggukan kepala.
"ini dagingnya semua udah matang, yuk makan dulu ah. Naura udah laper banget nih" kata Naura yang datang bersama ketiga sahabatnya membawa daging hasil panggangan mereka.
"waaahh pasti enak nih" jawab Bayu dengan mata berbinar.
"pasti enak lah, kan bumbunya racikan mbak Rita" jawab Naura.
"waaah mbak Rita pintar masak kah? apalagi bikin daging panggang seperti ini, harum lagi baunya" jawab pak Bagas.
"tidak pak, lihat resep yang anda digoole. mari silahkan dicoba pak" kata Rita mempersilahkan pak RT dan juga pak Bagas.
"waaahh kami juga boleh icip nih mbak Rita?" tanya pak RT.
"boleh dong pak RT, silahkan" jawab Bayu membuat keduanya tersenyum.
mereka pun memakan daging panggang hasil Nana dan juga Naura yang memasaknya, walaupun ada yang sedikit gosong tapi tak mengurangi kelezatan dari daging tersebut karna bumbu yang sudah meresap sempurna pada daging itu.
"mana Maura? ngga ikut makan dia?" tanya Nana membuat ketiga temannya menggidikkan bahu.
"Maura masuk kedalam kamar" jawab Rita yang mengetahui kemana Maura karna melihat Maura masuk kedalam kamarnya.
"oohh" jawab Nana sekenanya.
"adik-adik ini teman Naura dari mana?" tanya pak RT pada ketiga teman Naura.
"kami satu sekolah sama Naura pak, tapi insyaallah nanti kami juga akan satu kampus meskipun beda jurusan" jawab dini membuat pak RT menganggukan kepala.
"ooohh Naura ini baru mau masuk universitas toh?" tanya pak RT.
"iyaa pak RT" jawab Naura membuat pak RT menganggukan kepala dan tersenyum.
"mas Bayu, ini Maura nya ngga dipanggil dulu buat makan sama-sama. kasian loh" kata pak Bagas membuat beberapa orang yang ada disana menatap malas apa yang pak Bagas bicarakan.
__ADS_1
"biar ibu yang panggil, sebentar" jawab ibu Bayu yang langsung melangkahkan kaki memanggil Maura yang masih berada didalam kamarnya.