Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus85.


__ADS_3

"bener pak, tapi aku pernah denger si Bu Rita memang pernah bilang sama bi Surti kalo Maura itu orang yang berusaha berbuat yang ga baik dalam rumah tangganya" jawab bi Lasmi membuat yang lain membelalakan mata.


"yang bener Bu, kamu jngan asal ngomong loh. nanti malah jadinya fitnah, kita ini cuma pembantu loh Bu. jangan bicarakan yang engga-engga soal majikan" kata pak sarman menegur sang istri.


"yee saya kan denger sendiri pak, saya juga ngga sengaja dengernya. saya ngga nguling loh pak, tapi pas kebetulan saya memang ada disana waktu itu makanya saya tau" jawab bi Lasmi membuat bi Lastri dan juga pak Darto menganggukan kepala.


"yaallah orang baik selalu ada aja ya ujiannya, ntah dari mana aja. aku kira hanya kita sebagai orang miskin yang punya masalah ternyata orang kaya pun juga bisa punya masalah ya pak" kata pak darto membuat yang lain pun menganggukan kepala.


"iyaa sayang aja permasalahanya beda pak, kalo kita permasalahanya ya soal perut dan juga uang. kalo orang kaya ya begitu urusannya kalo ngga soal keluarga ya soal harta, jelas beda kelas pak" jawab bi Lastri membuat yang lainnya tertawa kecil.


"oalaah iyoo yoo pak, dulu kita pikir kita ini malang nasipnya karna punya anak satu tapi sudah Ndak ada tapi ternyata ada yang jauh lebih buruk nasipnya dari pada kita" kata bi Lasmi pada sang suami yang langsung menganggukan kepala.


"iyaa lah Bu, makanya kita harus tetap syukuri apa yang kita dapatkan hari ini. sudah jauh lebih baik kita bekerja dirumah pak Bayu dan Bu Rita yang amat baik hati, kalo kita bekerja ditempat lain belum tentu majikannya sebaik ini loh Bu" jawab pak sarman diangguki oleh yang lainnya.


"iyaalah pak, Alhamdulillah. weslah kuta lanjutin aja kerajaan ini loh masih banyak, masih pagi sudah merumpi ini loh" kata bi Lasmi membuat ketiga orang tersebut tertawa dan mneganggukan kepala.


"iyaa bi, aku tak ngecek Narti dulu dibelakang Yo pak nanti aku susuk kedepan" kata pak darto berpamitan pada pak sarman yang langsung dijawab anggukan oleh lelaki paru baya tersebut.


pak darto pun berjalan menuju taman belakang semantara pak sarman langsung menuju halaman depan dan mengerjakan apa yang seharusnya ia kerjakan, jika sebelumnya ada mang Jojo yang membantunya tapi kali ini ia dibantu oleh pak darto sebagai partner kerjanya.


bi Lastri dan bi lasmi pun mengerjakan kerjaan mereka yang tertunda, mulai dari mencuci piring, menyapu dan juga mengepel mereka lakukan dengan berbagi tugas. setelah semua selesai mereka pun beristirahat sejenak sebelum mengerjakan pekerjaan yang lainnya dan membuat menu makan siang untuk para majikannya.


"dimana Narti, las?" tanya bi Surti yang tiba-tiba datang ke area kamar pembantu.

__ADS_1


"ada diruang nyetrika bi, ada apa bi?" tanya bi Lastri penasaran.


"tidak apa-apa hanya memastikan anak itu tak berbuat macam-macam dengan keluarga ini, sebentar saya kebelakang dulu" kata bi Surti meninggalkan bi Lastri dan juga bi Lasmi yang tengah beristirahat didepan kamar mereka.


"kira-kira ada apa ya las? yuk kita lihat yuk" kata bi Lasmi yang langsung diangguki oleh bi lastri. mereka pun mengikuti langkah bi surti yang menghampiri bi Narti yang sedang menyetrika.


"ingat ya Narti jangan pernah bermain-main dengan keluarga ini, jika kamu berani bermain-main maka saya orang yang akan lebih dulu membalas apa yang kamu lakukan" kata bi Surti yang masih bisa didengar oleh keduanya yang sedang menguping.


"saya belum melakukan apapun bi, sumpah. saya hanya baru melihat-lihat situasi rumah ini aja bi, ngga lebih. bibi kan tau saya baru beberapa hari dirumah ini" jawab bi Narti dengan kepala tertunduk.


"yaa memang belum, makanya saya beritahu kamu agar kamu tak bisa berbuat macam-macam dirumah ini. ingat ya Narti, walaupun kamu ada dirumah ini tapi kamu seperti tidak ada" jawab bi Surti dengan nada tegas membuat bi Narti menatap bi Surti dengan tatapan yang sulit diartikan.


"bibi itu bukan siapa-siapa dirumah ini jadi bibi ngga bisa menekan aku seperti ini, ini bukan hak bibi. bibi ngga pantas untuk melakukan hal seperti ini padaku, kita ini sama bi sama-sama pembantu. bibi dibayar dan aku pun juga dibayar bi" jawab bi Narti membuat bi Surti terkekeh kecil.


kedua orang yang sedari tadi menguping pun kembali ketempat mereka sebelum ketahuan oleh bi Surti jika keduanya menguping apa yang dikatakan oleh wanita paru baya tersebut pada bi Narti, setalah bi Surti kembali masuk kedalam rumah kedua orang itu pun bisa bernafas lega.


"gila bi Surti kalo lagi marah serem juga ya, salut loh dia setia banget sama keluarga pak Bayu pantesan aja dianggap orangtua sndiri" kata bi Lasmi yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Lastri.


"yaa iyaalah bu, setau aku nih bi Surti itu memang orangnya sangat setia sama majikannya bahkan sama majikannya yang dulu dia juga setia banget loh Bu" jawab bi Lastri dengan antusias.


"iyaa udah kelihatan si dari wajahnya, ngomong-ngomong mereka udah berangkat belum ya. kayanya udah si ya last" tanya bi Lasmi pada bi Lastri.


"ntah lah bi, dari tadi kan aku sama bibi. oiyaa aku harus beresin kamar tempat non Naura nih bi tapi aku capek banget loh" jawab bi Lastri.

__ADS_1


"kalo capek ya istirahat aja bi" kata Rita yang tiba-tiba ada tepat didekat keduanya.


"hehe maaf Bu, iyaa nanti saya istirahat Bu" jawab bi Lastri dengan cengiran dan menggauk tengkuknya.


"nanti siang masak sayur lodeh Aya ya bi, sama ikan asin dan juga tahu tempe dan ayam goreng sama sambel ya bi. kok saya lagi pengen makan itu ya" jawab Rita membuat keduanya menganggukan kepala.


"siap Bu laksanakan hehehehe" jawab bi Lastri membuat Rita tertawa kecil.


"saya kesana dulu ya bi" kata Rita menunjuk ruangan menyetrika tempat dimana bi Narti masih berada didalamnya.


"ta-tapi Bu, disana masih ada bi Narti" jawab bi Lasmi membuat Rita menghentikan langkah dan berbalik menatap wanita paru baya tersebut dengan tersenyum lembut.


"saya tau bi" jawabnya dengan santai kembali melanjutkan langkah kakinya ketempat yang dia inginkan.


"adduuuhh mau apa lagi ibu Rita ketamu si narti, Ayuk las kita ikutin jangan sampai Bu Rita kenapa-napa. bisa gawat kita nanti" kata bi Lasmi pada bi lastri yang langsung mengikuti langkah kaki Rita.


"pelan-pelan aja bi, aku yakin si narti ngga akan berbuat macam-macam sama Bu Rita" ......


bersambung.....


________________________________________


guys jangan lupa like, komen dan juga vote ya guys. aku sedih loh udah berusaha nulis tapi tetap aja likenya sedikit🙏 tolong bantu support ya guys biar akunya tetep semangat buat nulis🙏🥺

__ADS_1


__ADS_2