Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluhsembilan


__ADS_3

hari pertama Bayu menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin diperusahaan sang ayah yang sudah sepuluh tahun ia abaikan, kini ia melakukan semuanya atas dasar dukungan dari istri dan juga saudara kandungnya. ibunya? tentu saja ibu nya pasti sangat senang jika tau sang anak mau memasuki pucuk pimpinan di perusahan almarhum suaminya, karna memang itu yang sudah ia tunggu-tunggu sejak lama.


mungkin ini lah yang menjadi pemicu begitu terobsesinya seorang Maura yang notabanenya ada adik angkat dari Bayu sendiri.


"selamat pak Bayu, akhirnya memasuki pucuk pimpinan diperusahaan ini" kata salah satu dewan direksi yang hadir pada acara pelepasan jabatan yang dipindah tangankan dari pak hondoko pada Bayu, sang pewaris PT Adipura corp.


"terimakasih pak, saya masih harus banyak belajar. semoga kita bisa bekerja sama sebaik mungkin" jawab Bayu dengan tersenyum lebar.


"beruntung sekali almarhum pak Adi memiliki pewaris yang berkompeten seperti anda, tapi kenapa baru sekarang anda muncul dan mengambil alih Adipura corp?" tanyanya lagi memandang Bayu dengan pandangan menelisik.


"waktu itu saya masih belum siap pak, beruntung almarhum ayah memiliki orang kepercayaan yang sangat mempuni. jadi ya saya memutuskan untuk belajar lebih dulu sebelum menduduki posisi ini" jawab Bayu dengan nada merendah.


"ah pak Bayu ini bisa aja merendah, tapi memang pak Handoko itu sangat handal dalam bisnis. saya kagum dengan cara kerja beliau, beliau bisa dijadikan mentor pak Bayu" jawab salah seorang direksi yang lain.


"terimakasih loh pak, saya hanya mengikuti cara kerja almarhum bos Adipura yang terdahulu. lagi pula ini memang sudah kewajiban nak Bayu meneruskan perusahaan ayahnya, saya hanya membantu" jawab om Handoko membuat yang lain menganggukan kepala.


"ternyata kamu adalah pemilik Adipura corp Bayu, saya tidak menyangka saya memperkejakan seorang bos besar selama sepuluh tahun ini. beruntung sekali perusahaan saya" kata mantan bos diperusahaan Bayu yang lama, ternyata ia pun turut hadir dalam pertemuan ini. merupakan salah satu kolega dari Adipura corp.


"iyaa pak, mohon maaf jika saya harus resign dari kantor. saya merasa harus memegang tanggung jawab ini, terimakasih bapak sudah hadir dalam acara ini" kata Bayu menjabat tangan mantan bosnya tersebut.


"yaa sama-sama Bayu, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik" jawabnya melepas jabatan tangan dengan Bayu dan tersenyum.


"nak Bayu, mari kita keruang kerja baru mu. om akan tunjukan semua berkas yang harus kamu pelajari setelah ini" kata om Handoko pada Bayu, keduanya pun pergi meninggalkan acara dalam aula tersebut memasuki ruangan CEO dimana dulu adalah tempat om Handoko menduduki jabatan tersebut. namun, kini ruangan tersebut telah berpindah tangan pada Bayu. meski begitu om Handoko pun bersyukur karna setelah ini ia pun bebas menikmati waktu bersama sang istri dan cucu-cucunya dirumah mereka.


"ini ruangan kamu Bayu, silahkan masuk" kata om Handoko membuka ruangan CEO akan ditempati oleh Bayu.


"makasih om, aku masih ngga nyangka kalo aku akan menduduki kursi kepemimpinan ini. terimakasih selama ini om masih menjaga perusahaan ini, bahkan semakin melejit semenjak om memimpin perusahaan ini" jawab Bayu membuat pria paru baya itu terkekeh kecil.


"kamu itu seperti ayahmu Bayu, selalu aja berterimakasih. harusnya om yang berterimakasih karna kamu mau memberikan kesempatan pada om menduduki kursi kepemimpinan ini" jawab om handoko membuat Bayu tersenyum dan menganggukan kepala.

__ADS_1


"kalo gitu, mulai hari ini om berikan seluruh berkas ini untuk kamu handel. ingat Bayu, pelajari lebih dahulu dan teliti segalanya. satu hal yang harus kamu tau, om mencurigai adanya tikus-tikus kecil yang berkeliaran beberapa kantor cabang kita bahkan di kantor ini pun ada" kata om Handoko, Bayu pun mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh pria tersebut.


"baik om, om tenang aja. Bayu pasti akan lebih hati-hati dan lebih teliti setelah ini. om ngga usah khawatir" jawab Bayu dengan yakin.


"bagus, kamu juga perlu mempelajari banyak hal dalam bisnis Bayu. om akan membimbing kamu setiap hari, kapanpun kamu butuh" kata om Handoko membuat Bayu menganggukan kepala dan tersenyum.


"iyaa om pasti, oh ya ngomong-ngomong gimana pendapat om tentang Andi yang akan aku jadi kan asisten pribadi aku?" tanya Bayu pada om Handoko yang mengerutkan kening.


"om bahkan baru bertemu dengannya satu kali bay, gimana mungkin om bisa menilai dirinya secepat itu" jawab om Handoko dengan yakin.


"jika menurut mu dia memang pantas dan dapat dipercaya, silahkan bay. om hanya mengingatkan, jika ingin merekrut karyawan apalagi asisten pribadi carilah yang jujur untuk utama lalu dia yang bisa diandalkan dan juga yang paling utama dari yang utama adalah ibadahnya dan akhlaknya" jawab om handoko membuat Bayu tersenyum tipis mendengar perkataannya.


"baik om, sepertinya aki percaya jika Andi mampu om. tapi kalo soal ibadah itu si urusan masing-masih ya om, asal ia masih bisa diingatkan aku si tak masalah yang penting jujur dan bisa diandalkan om" jawab Bayu dengan yakin.


"yasudah jika memang itu keputusanmu, om bisa apa. terus bagaimana dengan bagian sekretaris, Winda perempuan dan dia masih muda, cantik, dan juga seksi. apa kamu akan menggantinya dengan yang baru?" tanya om Handoko membuat Bayu mengerutkan kening.


"sembarangan!!" kata om Handoko memukul lengan Bayu dengan sedikit keras.


"duuhh, sakit om" rengek Bayu mengelus pelan bekas pukulan om Handoko.


"asal mu ngomong, kalo istri om tau bisa habis om di gantung olehnya" jawab om handoko dengan ketus.


"hehe maaf om, abis seingat Bayu bukannya selama ini sekretaris aja itu lelaki kenapa sekarang jadi perempuan?" tanya Bayu penasaran.


"iyaa sekretaris ayahmu yang dulu sudah pensiun empat tahun yang lalu, makanya HRD membuka lowongan bagian sekretaris waktu itu terpilihlah Winda yang seksi itu. yasudah mau tau mau om terpaksa" jawab om Handoko dengan wajah memberengut.


"terpaksa pun, bisa sampai empat tahun berada disamping om. waaawww" jawab Bayu sembari terkekeh.


"Hei!!" bentak om Handoko membuat Bayu semakin melebarkan tawanya.

__ADS_1


"bagaimana kabar istrimu Bayu?" tanya om Handoko dengan penasaran.


"Alhamdulillah baik" jawab Bayu dengan singkat setelah berhasil mengontrol tawanya.


"om banyak dengar kabar yang terjadi pada rumah tangga kamu" jawab om Handoko membuat Bayu terdiam.


"yaa begitulah om. tapi ntah lah, sudah beberapa hari ini diabtak berbuat ulah lagi. entah mengumpat dimana dia bahkan sampai saat ini polisi belum berhasil menemukannya" jawab Bayu menyenderkan tubuhnya pada sisi sofa.


" om yakin dia tidak akan pergi jauh Bayu, kamu harus optimis jika dia akan tertangkap. apalagi dengan kabar kamu kembali memimpin perusahaan ini, om yakin dia akan semakin gencar mendekatimu. om sangat hafal perangai Maura seperti apa" jawab om handoko membuat Bayu menganggukan kepala membenarkan perkataannya.


"bagaimana dengan kartu ATM dan kartu kredit miliknya om? apa om sudah memblokir semuanya?" tanya Bayu penasaran.


"tentu saja, sudah dari lama om melakukan itu. semenjak om mengetahui apa yang ia lakukan terhadap kalian, om langsung memblokir kartu-kartu yang ia pegang. tapi sepertinya ia memiliki kartu lain yang tidak ketahui hingga ia masih mampu menyewa jasa preman seperti itu" jawab om Handoko membuat Bayu terperangah. bahkan tanpa ia suruh pun om Handoko bertindak lebih dulu apa yang ia inginkan.


"terimakasih om, om memang selalu tau apa yang aku mau" jawab Bayu sembari tersenyum.


"tentu saja, om selalu mengerti kamu Bayu" jawabnya membanggakan diri, Bayu yang mendengarpun memutar bola mata malas.


"lalu, apa rencana om sekarang? maksudku setelah pensiun dari perusahaan ini" tanya Bayu pada om Handoko.


"apalagi? tentu saja menikmati hidup dengan istri dan juga cucu-cucu ku. ohya, bawa lah sesekali istri dan anakmu main kerumah om. bahkan kita belum sempat bertemu hingga saat ini" kata om Handoko membuat Bayu mengulum senyum mengingat istri dan anaknya.


"tentu saja, nanti lain waktu aku akan mengajak anak dan istriku juga Naura kerumah om. aku janji" jawab Bayu dengan yakin.


"Naura? apa dia tinggal dengan kamu, tidak tinggal dengan ibumu?" tanya om handoko dengan raut wajah heran.


"iyaa om dia tinggal bersama ku beberapa bulan ini, ya tepatnya setelah perkelahian ibu dan juga Naura sebelum kami meninggalkan rumah. kebetulan kami mengontrak rumah yang cukup om" jawab Bayu membuat om Handoko terpingkal, merasa lucu dengan Bayu.


"Bayu, Bayu kamu ini pewaris Adipura corp. seharusnya meskipun kamu tidak tinggal bersama ibumu, kamu bisa membeli rumah mewah dengan uangmu itu tapi kenapa kamu lebih memilih mengontrak rumah" jawab om Handoko sembari terkekeh, sementara Bayu hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


__ADS_2