
hari ini rencananya Rita dan juga Bayu akan berkunjung kekantor polisi untuk memberikan keterangan atas apa yang di lakukan Maura pada keduanya dan juga terkait dengan perlakuannya pada ibu angkatnya yang sangat kelewat batas, sebenarnya Bayu juga meragu kan apa yang tengah ia lakukan terhadap Maura karna melihat kasih sayang sang ibu pada Maura yang begitu melebihi pada nya dan juga Naura.
namun, Bayu sudah terlanjur sangat sangat amat geram dengan apa yang dilakukan oleh Maura. justru Bayu merasa heran dengan sang ibu yang masih mau membela anak angkat tersebut.
"hari ini kalian berdua jadi akan memberikan keterangan dikantor polisi?" tanya ibu Bayu sewaktu mereka melakukan sarapan pagi ini.
"jadi bu, insyaallah nanti setelah aku selesaikan meeting pagi aku akan kembali menjemput Rita biar sama-sama kita kekantor polisi" jawab Bayu dengan memasukkan nasi goreng sesuap demi suap kedalam mulutnya.
sang ibu yang mendengar perkataan Bayu pun mendadak murung dan terdiam tak menanggapi perkataan Bayu lagi.
"ke apa memangnya Bu?" tanya Rita yang merasa heran melihat raut wajah ibu mertuanya yang serasa tak enak setelah mendengar perkataan Bayu.
"gapapa kok, ibu gapapa. cuma ibu minta tolong, jangan beratkan hukumannya. biar gimana pun itu adik kamu bay, biarpun hanya adik angkat tapi ibu begitu menyayanginya dengan tulus seperti ibu menyayangi kamu dan juga Naura" jawab ibu Bayu sembari menunduk.
"mungkin maksud ibu lebih kali ya, emm maksud aku lebih menyayangi Maura dibanding aku dan juga mas Bayu. begitu kan Bu?" jawab Naura yang sedari tadi menyeritkan kening mendengar perkataan ibunya.
"bukan begitu maksud ibu nau" jawab ibu Bayu terpotong dengan perkataan Naura.
"terus gimana Bu? kenapa sih setelah apa yang udah Maura lakuin ke ibu, ibu masih aja khawatir dengan keadaanya? Bu, andai kemarin aku dan mbak Rita ngga datang tepat waktu kita ngga tau apa yang akan terjadi sama ibu hari ini. kita ngga tau masih bisa berkumpul disini atau ngga, kenapa si Bu? ada apa si Bu dengan Naura sampe ibu sebegitunya membela dia dari dulu Bu, bahkan sampai kami keluar dari rumah ini pun ibu sama sekali masih terus membantu Maura dan ada dipihak dia. ibu itu plin-plan, ibu ngga bisa lihat mana yang baik dan mana yang benar" jawab Naura yang merasa kecewa dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu.
Rita yang duduk berada disamping Naura pun memberikan ketenangan pada adik iparnya tersebut dengan mengelus punggung badan Naura, ia pun mengucapkan istigfar agar Naura mengikutinya.
__ADS_1
"sabar nau, ingat beliau ibu kamu. ibu yang melahirkan kamu" bisik Rita tepat ditelinga Naura.
"ibu yang heran dengan kamu nau, kenapa kamu terlalu membenci Maura? bahkan dulu kamu terlihat sangat dekat dengan dia, kenapa sekarang kamu jadi lebih terang-terangan membenci Maura? kalian sama-sama anak ibu, jelas ibu membagi kasih sayang pada kalian dengan sama rata. ibu ngga pernah membeda-bedakan kalian, bahkan pada Rita sekalipun" jawab ibu Bayu yang masih kekeh dengan pendapatnya.
"lihat mas, bahkan sampai rumah tangga anaknya diambang kehancuran karna anak kesayangannya aja dia masih membela Maura. coba lihat, bagaimana aku ngga selalu emosi jika membahas Maura yang sudah jelas-jelas berbuat salah namun ibu selalu membelanya. aku rasa percuma kita pulang kerumah ini mas, lebih baik kita tinggal dirumah lama kita aja. meskipun kecil tapi rumah itu sangat-sangat nyaman untuk kita. setidaknya hatiku pun tidak merasakan sakit karna mendengar ibu selalu membela Maura yang sudah jelas berbuat jahat pada dirinya sendiri" tungkas Naura menatap tajam sang ibu yang sedari tadi mendengarkan apa yang disampaikan oleh Naura. ia begitu terkejut jika akan perempuan yang ia lahiran begitu sangat menyalahkannya, ia pun menggeleng tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Naura.
"cukup nau sudah cukup, jangan seperti itu pada ibu. turunkan nada bicara kamu dengan ibu, jika kamu ngga suka silahkan sampaikan dengan cara baik-baik. bagaimanapun ibu adalah orangtua kita" jawab bayu diangguki oleh Rita.
bi asih yang mendengar perdebatan itu pun juga merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar, majikannya yang selama ini terlihat merasa tertekan dengan tingkah anak angkatnya itu kini mati-matian membela anak tersebut didepan anak kandungnya sendiri. bahkan ia sampai membuat anak kandungnya sendiri merasa kecewa, tentu saja bi asih membenarkan apa yang dikatakan oleh Naura karna bi asih pun merasa Maura sudah keterlaluan dengan ibu angkatnya begitupun samlng majikan yang begitu kebangetan membela Maura.
bi asih pun hanya bisa menggelengkan kepala dan tidak ikut campur dalam berdebatan tersebut karna ia sadar jika itu bukan ranahnya meskipun ia mengetahui sikap dan kelakuan Maura terhadap sang majikan.
"mas lihat dan dengar sendiri kan apa yang ibu bilang? lantas berarti untuk apa selama ini kita berjuang memenjarakan Maura jika ibu kita aja mendukung apa yang anak angkat tersebut lakukan, jangan-jangan nanti ibu juga akan menyewakan pengacara untuk membebaskan anak kesayangan ibu itu, iya?" jawab Naura dengan wajah ketus menatap sang ibu yang menggelengkan kepala.
"Bu, sudah lah Bu ngga akan ada imbahnya pada Adipura corp. lagi pula Maura pun ngga ada sangkut pautnya dengan perusahaan keluarga kita, ia hanya anak angkat ibu dan juga ayah" jawab Naura dengan sedikit berteriak.
Rita yang disamping Naura pun menenangkan adik iparnya tersebut.
"sudah-sudah sebaiknya kita sudahi pembicaraan soal Maura pagi ini, lebih baik lanjutkan sarapan ibu dan juga Naura. biar aku dan Rita yang menyelesaikan masalah Maura" jawab Bayu membuat kedua orang didepannya terdiam. hanya Rita yang sedari tadi tak mengeluarkan pendapatnya.
padahal dalam hatinya mempertanyan apa yang juga ditanyakan oleh Naura tadi, kenapa sang ibu terlalu membela Maura bahkan saat sudah jelas Maura bersalah dan berusaha melukai dirinya. mungkinkah hanya karna rasa sayang atau ada hal lainnya yang memang mereka tidak ketahui.
__ADS_1
mereka pun melanjutkan sarapan mereka lagi tanpa perdebatan yang berarti, ketika semuanya sudah selesai Bayu pun berpamitan pada Rita untuk berangkat kekantor dan juga mengingatkan Rita untuk bersiap akan keantor polisi jam sepuluh pagi nanti.
setelah tak terlihat lagi Bayu yang sudah keluar dari halaman rumah Rita pun masuk kembali kedalam rumah dan melihat ibu mertuanya sedang duduk dan melipat tangannya diatas dada.
"ibu udah selesai makannya?" tanya Rita pada sang ibu mertua.
"udah, boleh kita duduk sini rit?" tanyanya pada Rita yang langsung diangguki olehnya.
"boleh Bu, sebentar ya Rita lihat keena dulu dikamar takutnya sudah bangun" jawab Rita melangkahkan kaki menuju kamarnya dengan Bayu dilantai dua rumah tersebut, ia pun segera mengecek keena yang masih tertidur lelah dalam boks bayinya. setelah selesai ia pun kembali keruang keluar untuk menemui ibu mertuanya yang sudah menunggunya sedari tadi.
"ada apa ya Bu?" tanya Rita dengan wajah penasaran.
"gapapa, ibu hanya mau minta tolong. boleh?" tanya ibu Bayu pada Rita yang menganggukan kepala.
percakapan mereka pun tak luput dari pendengaran Naura yang tak sengaja melintas diruang keluarga tersebut.
"minta tolong apa Bu?" tanya Rita dengan dahi menyerit.
"bisakah kamu yakin kan Bayu untuk mencabut laporannya pada Maura?" tanya ibu Bayu membuat Rita terkejut dan membelalakan mata.
"tapi kenapa Bu? bukankan selama ini ibu juga mendukung kami untuk membalas perlakukan Maura, sudah kah ibu lupa dengan apa yang Maura lakukan pada kita selama ini?" tanya Rita pada ibu Bayu dengan pelan dan kepala menunduk, sementara ibu Bayu yang mendengar pernyataan Rita pun semakin menajamkan tatapannya. tatapan yang selama ini lembut menatap Rita kali ini tak lagi terlihat, yang ada hanya tatapan kecewa dan marah yang begitu teramat yang begitu bisa di lihat dari gaya bicara ibu mertuanya terhadap dirinya.
__ADS_1
"seorang ibu meskipun anak angkat sekalipun pasti akan merasa sakit hati jika anaknya masuk penjara, apalagi perselisihan antara saudara. hanya karna kamu, Bayu rela mengorban persaudarannya dengan Maura hancur begitu saja padahal mereka sudah bersama sejak kecil. bahkan Bayu begitu sangat menyayangi Maura saat Naura belum lahir" jawab ibu Bayu membuat Rita menatap sang ibu dengan meta berkaca-kaca.
"maksud ibu apa? ibu menyalahkan aku karna retaknya hubungan persaudaraan mereka? bukannya semua ini karna kelakuan Maura sendiri. Bu, bahkan ibu tau jika Maura hendak menghancurkan rumah tanggaku dan juga mas Bayu Bu" jawab Rita yang tak bisa lagi menahan air mata yang menetes dipipinya.