Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhlima


__ADS_3

tinggallah hanya Rita dan kedua orangtuanya diruang itu, melepas rindu karna lama tak berjumpa hanya sambungan telpon yang membuat mereka selalu berkomunikasi.


"bagaimana hubungan rumah tanggamu dan Bayu nak?" tanya bapak terlihat wajahnya yang mulai keriput.


"Alhamdulillah kami baik-baik aja pak" jawab Rita disertai senyuman.


"syukurlah kalo begitu, Alhamdulillah bapak seneng kalo rumah tangga kalian baik-baik saja" jawab bapak dengan senyuman yang wajah ceria yang terlihat.


terlihat sekali kebahagian yang ada pada kedua orangtua Rita dengan lahirnya cucu pertama mereka, terlebih ibu Rita tidak bisa jauh barang sedikitpun dengan sang cucu.


"anak kamu lucu banget ya rit, yaampun udah lama ya pak dirumah kita ngga ada anak kecil" kata ibu Rita dengan wajah binar melihat bayi mungil yang berada dalam gendongannya.


"iyaa Bu, ngga nyangka ya kita udah punya cucu hihihi" jawab bapak.


"yaa iyaalah pak, orang kita udah tua loh. bapak ini ngga sadar diri sekali sih" jawab ibu membuat aku dan bapak tergelak.


"iyaa iyaa Bu, Alhamdulillah kita masih dikasih kesempatan buat ngeliat cucu kita ya Bu" jawab bapak


"bapak sama ibu pasti sehat-sehat kok, nanti pasti ngeliat cucu-cucu bapak sama ibu sampai besar" kata Rita yang dari tadi diam mendengarkan percakapan keduanya.


"amiinn" sahut keduanya serempak.


tak lama Bayu dan Naura pun kembali kedalam kamar perawatan Rita, bayi kecil itu pun sudah berpindah pada box bayi yang ada didalam ruangan Rita.


"sepertinya seru sekali kangen kangenannya, jadi nyesel keluar. iya gak nau?!" kata Bayu pada adiknya yang tadi ia ajak keluar.


"iyaa ya mas, kita ngga diajak-ajak ngobrol nih sama bapak sama ibu juga" jawab Naura yang sudah bergelayut manja pada ibu Rita.


memang selain adik ipar, Naura juga sudah dianggap adik sendiri oleh Rita jadi otomatis kedua orangtua Rita pun sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. sama seperti ibu Bayu menyayangi Rita, Naura pun sama disayangi oleh ibu Rita.

__ADS_1


"hei kamu itu punya ibu sendiri, kenapa lendat lendot dengan ibuku!" kata Rita menegur Naura, yang ditegur hanya acuh tak acuh. malah tersenyum mengejek pada kakak iparnya tersebut.


"gapapa, iyakan Bu?" kata Naura mencari pembelaan pada ibu Rita yang masih dipeluknya.


"iyaa sayang" jawab ibu Rita mengelus kepala Naura dengan sayang.


Naura yang diperlakukan seperti itu oleh ibu Rita pun mengingat sang ibu yang dulu juga memperhatikannya seperti itu, tapi ketika Maura mulai berubah perlakukan seperti itu sama sekali tidak pernah ia dapatkan dari ibu nya sendiri.


"udah besar, masih aja manja" kata Rita yang melihat perubahan wajah adik iparnya pun mengejeknya kembali.


"biarin, weeekk" jawab Naura, membuat Rita membelalakan matanya tak terima.


"mas, lihat adik mu itu mas" kata Rita mengadu pada suaminya, Bayu pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adik dan istrinya tersebut.


"huuuu, mbak pun sudah punya anak masih saja mengadu sama suaminya. huuu" kata Naura balik mengejek Rita.


"sudah-sudab kalian ini saling ejek saja, sama aja kalian itu" jawab Bayu yang jengah melihat adik dan juga istrinya yang jika berdebat selalu mencari pembelaan darinya.


"sudah-sudah kalian ini membuat pusing saja" jawab ibu yang dari tadi terdiam, tiba-tiba anak Rita pun terbangun dari tidurnya.


ibu Rita pun dengan sigap mengambil bayi mungil tersebut didalam box bayi dan menyerahkannya pada Rita untuk disusui. Rita pun menerima dan menyusui anaknya sambil berbaring diatas berangkat rumah sakit.


"gimana, nama anak kalian akan dikasih nama siapa?" tanya bapak Rita pada orangtua baru tersebut.


"belum tau pak, rencananya kami minta bapak dan ibu yang memberikan nama untuk anak kami" jawab Bayu sambil tersenyum mengelus pucuk kepala Rita dengan sayang.


"mereka payah Bu, pak masa nama ajak aja belum ada yang kepikiran" jawab Rita membuat orangtua Rita pun tertawa pelan dengan perkataannya, sedangkan dua orangtua baru itupun memberengut kesal.


"diam deh, anak kecil tau apa sih" jawab Rita dengan ketus pada adik iparnya tersebut yang dari tadi tak hentinya memeluk ibu Rita.

__ADS_1


"Yee memang dimana salahku, aku bener weeeekk. iyaakan Bu?" jawab Naura dengan menjulurkan lidah pada Rita yang dibalas gelengan kepala olehnya.


"duh aduh pusing bapak dengerin kalian saling mengejek kaya gini" kata bapak menahan tawanya memegang pelipis matanya.


"tapi bagaimana rit, bay bapak sama ibu juga ngga ada persiapan nama buat bayi kalian, lah wong kalian aja ga kasih tau jenis kelaminnya apa" jawab bapak


"oohh iyaa pak, tapi kan sekarang bapak udah tau jenis kelamin anak kami. lagipula kami memang ngga mencari tau apa jenis kelaminnya pak sewaktu Rita masih hamil, kami pun taunya setelah Rita melahirkan" jawab Bayu menjelaskan, bapak pun menganggukan kepalanya.


"baiklah nanti akan bapak pikirkan nama yang cocok untuk anak kalian" jawab bapak membuat Bayu dan Rita tersenyum senang.


"oh iyaa, bapak sama ibu disini lama kan? bagaimana kalo kalian menginap dirumah kami" kata Bayu pada kedua mertuanya.


"yaa iyaalah bay, mau kemana lagi kami jika bukan dirumah kalian. kenapa? apa kalian masih dirumah orangtua mu bay?" tanya bapak pada mas Bayu yang langsung menggelengkan kepala.


"tidak pak, kami sudah tidak tinggal sama ibu sejak beberapa Minggu yang lalu?" jawab bayi dengan jujur.


"kenapa? ada apa memangnya?" tanya bapak dengan penasaran.


"ceritanya panjang pak, nanti jika sudah dirumah akan Bayu ceritakan" jawab Bayu sambil tersenyum pada kedua mertuanya.


"baiklah kalo gitu, kapan Rita boleh pulang? lahirannya normal kan?" tanya bapak


"iyaa pak normal, tapi kalo untuk pulangnya kita juga belum tau pak. baru tadi pagi lahiran mungkin lusa baru bisa pulang" jawab Bayu memberi pengertian pada sang mertua.


"baiklah kalo begitu" jawab bapak.


"mas lebih baik kamu antar bapak dan ibu pulang dulu mas, kasian mereka pasti capek dari tadi belum istirahat. sekalian aja Naura kalo mau pulang gapapa, biar Bayu aja yang nungguin aku disini" kata Rita pada kedua orangtua dan juga adik iparnya.


"iyaa mbak, aku juga lelah si kangen kasur nih. capek seharian dirumah sakit ternyata" jawab Naura yang membuat semua orang diruangan itu menertawakannya.

__ADS_1


"iyaa iyaa terserah kamu saja, suruh siapa kamu disini bukannya pulang" kata Bayu yang sebal dengan tingkah sang adik.


Naura pun memutar bola matanya jengah, dan langsung keluar dari kamar perawatan Rita meninggalkan mereka yang masih berada didalam ruangan tersebut.


__ADS_2