
"hallo" jawabnya ketika sang empunya sudah mengangkat telpon yang tersambung.
"ada apa? apa ada kabar baik yang seharusnya aku dengan malam ini?" tanya Maura disebrang telpon pada orang misterius tersebut.
"emm begini, sepetinya pemilik rumah yang kita intai sudah mengetahui pergerakan kita. malam ini ia bersama beberapa warga melakukan ronda tak jauh dari rumah yang sedang kita intai itu, jadi bagaimana?" tanyanya pada Maura.
"apa?! dasar bodoh! bagaimana bisa kamu terlihat tadi siang, dasar ngga becus. kalo begini, rencana aku bisa gagal. gimana sih kamu!" jawab Maura disebrang telpon.
"heh perempuan gila, kamu pikir aku tau jika aku terlihat hah! lagian itu siang hari, salahmu yang menyuruhku beraksi diwaktu siang. bodoh! bisanya menyalahkan orang aja!!" gerutunya.
"heh jangan kurang ajar, ingat kamu ku bayar untuk mengerjakan apa yang aku suruh. jangan pernah membantah!!" jawab Maura yang kesal mendengar perkataan orang suruhannya.
"dasar gila!! lalu, apa rencana mu selanjutnya. aku tak mungkin beraksi dalam situasi seperti ini, bisa-bisa ketahuan aku?" katanya lagi pada Maura.
"itu urusanmu bodoh! kau pikir pakai otak udang mu itu, jangan terus bertanya padaku?!" jawab Maura membuat orang itu dongkol setengah mati kemudian memutuskan telpon sepihak.
"huh, dasar perempuan gila menyebalkan!" gumamnya.
"sudahlah, lebih baik malam ini aku tidur. besok baru aku pikirkan bagaimana mengerjakan perintah perempuan gila itu!" gumamnya lalu membaringkan tubuhnya pada kasur tipis yang ia punya.
kembali ke tempat dimana Bayu dan juga pak RT dan yang lainnya melakukan siskamling untuk menangkap pelaku pengintaian saat ini.
"sepertinya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan malam ini mas Bayu" kata pak RT membuat Bayu melihat sekelilingnya.
"ia pak RT, atau mungkin pengintai itu sudah melihat adanya kita disini makanya ia tidak jadi kembali mengintai rumah saya dan lebih memilih meninggalkan tugasnya begitu saja?" jawab Bayu menatap pak RT yang menganggukan kepala.
"bisa jadi mas Bayu, apalagi posisi pos ini tepat bersebrangan dengan rumah mas Bayu. sebenarnya ini pasti menguntungkan jika orang itu kembali kesini, pasti kita langsung bisa menangkapnya" jawab pak RT membuat Bayu menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"sudahlah tak apa pak RT, yang penting kita terus berjaga saja. siapa tau ia memang belum memulai rencananya, orang jahat kan penuh siasat" jawab pak Roy salah satu warga yang juga ikut melakukan Siskamling.
"iyaa benar apa yang dikatakan pak Roy, baiklah lebih baik kita mengitari wilayah RT kita ini dulu sebagian yang berjaga dipos ini juga sebagian" jawab pak RT mengajak beberapa orang yang ada disana mengelilingi wilayah RT nya.
setelah pak RT dan beberapa warga mulai berjalan, pak Roy yang tinggal bersama Bayu di pos pun mulai bertanya kejadian yang sebanarnya pada Bayu karna tadi sore sebetulnya ia tak datang kerumah Bayu karna rumahnya yang sangat mengujung.
"bagaimana bisa ada pengintaian dirumah mas Bayu, sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini. apalagi yang saya dengar, yang diincar adalah anak mas Bayu sendiri. sebenarnya ada yang tak suka dengan mas Bayu dan juga mbak Rita atau bagaimana ini mas Bayu?" tanya pak Roy.
"saya juga sebetulnya tak paham apa motifnya, cuma yang jelas saya tau siapa otak dari pengintaian ini. yaitu adik angkat saya sendiri, yang memang selama ini ia selalu berusaha membuat saya dan istri saya bermasalah hingga kami memutuskan berpisah. tapi sayangnya, selama ini usahanya gagal dan kali ini targetnya adalah anak kami pak" jawab Bayu menjelaskan secara singkat.
"oohh jadi karna perasaan yang tidak terbalas ya. sayang sekali jika hanya karna itu seorang bisa menjadi kriminal, malah merugikan diri sendiri" jawab pak Roy yang dibenarkan oleh Bayu.
"benar pak, maka dari itu kami sekeluarga sebanarnya sedang berusaha menghentikan perbuatannya. tapi ternyata, ia malah melakukan hal yang lebih keterlaluan lagi. mungkin jika hanya saya atau istri saya, kami bisa menyelesaikannya tapi ini sudah menyangkut anak saya. otomatis saya sudah tidak bisa tinggal diam, dan saya akan berbuat tegas padanya" jawab Bayu.
"harus itu mas Bayu, apalagi soal anak. memang sensitif ya jika menyangkut soal perasaan, orang bisa terobsesi dengan itu sampai bisa melakukan segala cara agar apa yang ia inginkan tercapai" kata pak Roy membuat Bayu menganggukan kepala.
"bagaimana pak RT, apakah aman?" tanya pak Roy.
"aman pak Roy, sepertinya memang orang itu telah pergi setelah mengetahui kita mengadakan siskamling untuk menangkapnya" jawab pak RT
"bagus jika begitu, biar dia ngga bisa macam-macam diwilayah kita ini" jawab salah satu tetangga Bayu yang bernama Bagas.
"iya pak Bagas, saya juga sudah melarang Rita atau pun Naura keluar rumah sendiri. minimal mereka harus bersama atau menunggu saya pulang kerja dulu" jawab Bayu.
"benar itu mas Bayu, emm sepertinya rumah mas Bayu harus diamankan. maksud saya begini, bisa saja kan kita semua lengah dan berdampak pada hal-hal yang tidak kita inginkan. apalagi penjahat sekarang itu nekat, jika sudah kepepet. jadi sebaiknya mungkin mas Bayu bawa mbak Rita ketempat yang aman" kata pak RT membuat Bayu menatap wajah pak RT dengan datar.
"maksud pak RT bagaimana ya? maksudnya saya harus pindah dari sini begitu?" tanya Bayu yang salah faham dengan perkataan pak RT.
__ADS_1
"bukan, bukan begitu mas Bayu. maksud saya begini, jika mungkin ada saudara mas Bayu atau mbak Rita yang dekat dari sini lebih baik untuk sementara atau beberapa hari mbak Rita titip kan disana. biar kita dan mas Bayu fokus untuk menangkap si pengintai itu, setelah orang itu tertangkap baru nanti mbak Rita bisa balik lagi kesini" jawab pak RT meluruskan.
"benar itu mas Bayu, maaf bukan apa-apa tapi memang benar apa yang dikatakan pak RT. apalagi mas Bayu tau sendiri jika wilayah ini sangat sepi, mau pagi siang ataupun malam. paling rame jika waktu weekend atau waktu kita ada kerja bakti saja" jawab pak Bagas kembali.
"sebenarnya kemarin pun orangtua Rita bahkan Rita sendiri juga meminta tinggal dirumah orangtuanya pak, tapi saya tidak mengizinkan pak RT" jawab Bayu dengan lemas.
"mengapa begitu mas Bayu? bukankah itu jauh lebih baik, saya pikir dengan kekampung bersama orangtua mbak Rita justru itu lebih aman. biarkan mas Bayu dan mbak Naura yang tinggal dirumah itu untuk mengecoh, toh sebentar lagi mbak Naura juga akan mulai kuliah. nanti siapa yang akan menemani mbak Rita, malah kasihan loh mbak Rita jika dirumah sendirian mas Bayu" jawab pak Roy memandang Bayu dengan tatapan heran.
"saya tidak bisa pisah dengan istri saya pak, apalagi anak kami baru saja dilahirkan. saya masih mau merasakan bagaimana menjaga bayi baru lahir loh bapak-bapak" jawab Bayu masih tetap dengan pendiriannya.
"tapi mas Bayu, sepertinya kali ini hanya itu satu-satunya cara agar semuanya berjalan dengan lancar. hanya sebentar mas Bayu, nanti setelah kita berhasil menangkap sipengintai mas Bayu bisa membawa mbak Rita kembali kerumah" kata pak RT kembali meyakin kan Bayu dengan saran yang ia berikan.
"baiklah pak RT nanti coba saya pikirkan lagi, walaupun berat tapi saya akan usahakan memikirkannya dengan matang" jawab Bayu menatap pak RT dan juga bapak-bapak yang lainnya.
"syukurlah kalo begitu, semoga apapun masalah rumah tangga mas Bayu bisa cepat diselesaikan. kami sebagai tetangga hanya bisa membantu sebisa kami" jawab pak Bagas membuat yang lain pun menganggukan kepalanya.
"iya pak Bagas, saya sangat berterimakasih bapak-bapak mau repot-repot membatu saya" jawab Bayu memandang para bapak-bapak itu satu persatu.
"sama-sama mas Bayu" jawab mereka serempak. mereka pun melanjutkan obrolan mereka dengan sesekali bercanda dan tertawa memecah keheningan malam yang berusaha membuat kantuk mata mereka.
"sepertinya jika pos ini diberi tv lebih bagus lagi nih pak, jadi kita ngga bosen-bosen banget kalo lagi ronda kaya gini" kata salah satu bapak itu.
"iya nih pak RT, belikanlah tv kecil untuk ditaruh disini. bekaspun tak apa yang penting masih bisa ditonton" timpal yang lainnya.
"kalian ini, baru juga satu malam ngeronda sudah minta macam-macam. sanalah nonton tv yang ada dipos satpam saja, begitu aja kok repot" jawab pak RT dengan kesal.
"ah pak RT ini, itu bedalah. lagi pula pos satpam itu dikunci jika ngga ada yang jaga, jadi mana bisa kita menonton tv jika ngga pegang kuncinya" jawab pak Roy membuat yang lain pun menganggukan kepala menyetujui perkataannya.
__ADS_1
"halaaah, yasudah nanti saya belikan tv sesuai badget uang kas RT kita. tapi kalian harus ronda tiap hari, bagaimana?" kata pak RT membuat tawaran, Bayu pun terkekeh melihat respon malas bapak-bapak tersebut.