
"ibu, ibu. apa dulu disaat ibu melakukan hal buruk pada ibuku, ibu tak memikirkan konsekuensi yang akan ibu dapatkan ketika semuanya sudah terbongkar? kenapa sekolah aku yang jahat dihadapan ibu, padahal aku sudah berbaik hati memberikan tempat tinggal yang layak. ingat Bu, aku hanya mengembalikan ibu ketempat asal ibu. ibu ngga pantas berada ditempat dimana seharusnya ibuku yang menempati singga sana tersebut" jawab Bayu membuat ibu sari membelalakan mata.
"apa maksud kamu Bayu? mengapa kamu mengatakan hal seperti itu pada ibu." jawab ibu sari dengan kepala tertunduk.
"tak perlu aku jelas kan mengapa Bu, ibu pasti sudah tau sendiri apa jawabannya" jawab Bayu sembari meninggalkan ibu sari yang masih berdiri bersebelahan dengan Rita.
"sudah mas, sebaiknya ibu segera bersiap. mbak monaa, mbaaakk" kata Rita memanggil Mona untuk merias ibu sari.
"iyaa Bu?" tanya Mona yang datang menghampiri Rita diruang keluarga.
"ini satu lagi, tolong rias seperti ibuku. sepertinya sebentar lagi adik ipar ku akan datang, tolong siapkan gaunnya ya" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Mona.
"baik Bu, mari Bu kita keruangan untuk merias" jawab Mona sopan pada ibu sari.
ibu sari pun melangkah mengikuti Mona yang sudah berjalan lebih dulu didepannya, ia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Bayu padanya.
"mas, sepertinya kamu sudah kelewatan berbicara seperti itu pada ibu. ngga seharusnya kamu bicara dengan gamblang begitu mas" kata Rita pada Bayu dihadapan kedua orangtuanya.
"biar kan saja sayang, dia sudah berani menyinggung kamu dan berkata yang tidak-tidak tentang kamu. bahkan dia masih saja menyalahkan kamu atas apa yang dia perbuat sendiri, kenapa kamu masih juga bersikap baik sama dia." jawab Bayu dengan nada kesal.
"bukan seperti itu maksud aku mas, aku hanya gamau ada perselisihan dihari special ini. setidaknya kesampingkan dulu urusan pribadi kita pada ibu dihati bahagia anak kita, aku ngga mau dengan hal seperti ini justru merubah mood kita nanti malam" jawab Rita yang juga dibenarkan oleh ibu dan juga bapaknya.
"benar apa yang dikatakan Rita nak Bayu, ini adalah hari special untuk keena cucukku. kesampingkan lah dulu masalah kalian, buatlah anak kalian bahagia dan sambutlah tamu kalian nanti dengan senyum gembira"kata bapak Rita dengan senyum menatap sang menantu.
"huh, aku sudah mengira akan terjadi hal seperti ini pak. tapi karna Rita meminta aku untuk menghadirkan dia diacara ini makanya aku turuti, tapi malah perempuan itu berbuat yang tidak-tidak pada Rita. jelas aku sangat marah pak" jawab Bayu membuat bapak Rita tersenyum.
"kamu harus memberikan pengertian yang lebih baik lagi pada ibumu nak, tidak seperti tadi. biar gimana pun dia tetap orangtua yang sudah merawatmu sejak kecil. dari tangannya lah kamu tumbuh" kata ibu Rita dengan lembut pada Bayu.
__ADS_1
"baik lah Bu, terimakasih telah mengingatkan Bayu" jawab Bayu dengan senyum terpaksa menatap ibu mertuanya.
"iyaa nak, sebaiknya kalian segeralah selesaikan semuanya karna sebentar lagi kita akan berangkat bukan?" tanya ibu Bayu membuat Rita menatap jam pada dinding ruangan tersebut.
"yatuhan sudah jam lima sore mas" kata Rita dengan pekikan yang kencang.
"memang iyaa sayang, masih ada waktu satu jam untuk mengganti pakaian. Naura juga sebentar lagi sampai, iyakan?" jawab Bayu membuat Rita langsung menganggukan kepala.
satu jam kemudian semuanya pun sudah siap dan sudah berkumpul diruang keluarga, mereka memakai seragam dengan warna senada.
"cantiknya cucu uti" kata ibu Rita yang melihat cucunya begitu imut dengan gaun yang sama dengan yang dipakai oleh Rita.
"iyaaa dong uti" jawab Rita seolah keena yang menjawab perkataan sang nenek.
"ayo kita berangkat, sebentar lagi acaranya akan dimulai" kata Bayu yang langsung disambut anggukan kepala oleh yang lainnya.
"Naura, kamu kenapa?" tanya Rita dengan berbisik ditelinga Naura.
"ga apa mbak" jawabnya dengan singkat.
"baik lah, kalo ada apa-apa katakan sama mbak" kata Rita yang langsung mendapat anggukan dari Naura.
Naura pun melirik sebentar ke arah ibunya, kemudian ia pun memasang wajah tak suka melihat sang ibu yang masih diperlakukan baik oleh kakak iparnya.
"mbak, kenapa si ngajak orang itu kesini? bikin mood berantakan aja" kata naura yang berjalan dibelakang bersama dengan Rita.
"nau, biar bagaimana pun dia ibu kita nau. mbak cuma menjaga nama baik keluarga kita, andai ibu sari ngga ada apa yang akan orang katakan tentang mas Bayu yang tidak menghadirkan ibunya sendiri" jawab Rita membuat Naura berdecak kesal.
__ADS_1
"ngga perlu kalo mbak menyahuti omongan orang yang hanya bisa berbicara tanpa melihat kenyataannya, Naura cuma takut nanti dia membuat keributan disana. kita bisa malu mbak" jawab Naura membuat Rita terkekeh kecil.
"mbak yakin ibu ngga akan melakukan hal yang membuatnya rugi sendiri, percaya deh sama mbak nau" jawab Rita membuat Naura berdecak.
"mana kita tau kan mbak, lagian mbak tuh iiihh gemes deh kenapa sih harus ajak ibu" jawab Naura dengan kesal menghentakkan kaki meninggalkan Rita yang kini berada dibelakangnya.
"ayo masuk sayang" kata Bayu ketika sudah berada dihalaman rumah, menyuruh Rita masuk kedalam mobil yang akan ia kendarai sendiri.
"mas, aku sama kamu dimobil ini ya?" kata Naura yang langsung membuat Bayu menyeritkan kening.
"aku fikir kamu bakalan pakai mobil kamu sendiri?" jawab Bayu membuat Naura melengos kemudian ia pun masuk kedalam mobil Bayu tanpa menjawab perkataan kakak lelakinya tersebut.
"ayok mas" jawab Rita yang sudah duduk dikursi sebelah supir.
"iyaa sayang" jawab Bayu langsung memutar langkah kekursi kemudi.
"pakai sabuk pengamannya sayang" kata Bayu yang langsung dituruti oleh Rita
dengan dua mobil mereka pun pergi meninggalkan pekarangan rumah mewah Bayu menuju hotel tempat dimana mereka merayakan ulangtahu keena.
setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan, sudah sangat ramai para wartawan yang hadir. karna acara ini acara besar dimana pertama kalinya Rita dan juga keena diperkenal kan sebagai anak dan juga istri dari seorang Bayu Adipura, sang pewaris utama dari perusahaan Adipura corp.
Bayu pun membukakan pintu untuk sang istri, kemudian mengulurkan tangan kanannya untuk digenggam sang istri yang menggendong keena. begitu pun naura yang membuka sendiri pintu kedua mobil mewah tersebut, para awak media pun begitu terpesona dengan penampilan Naura yang begitu anggun diacara tersebut.
Rita pun keluar dari mobil mencuri perhatian para wartawan yang sudah sangat penasaran pun sudah siap dengan kamera mereka masing-masing.
"waaahh sangat cantik istri dan anak dari seorang pewaris Adipura, begitu mengagumkan" kata salah satu wartawan yang begitu terkagum-kagum melihat kecantikan Rita dan juga keena.
__ADS_1
bersambung.......