Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatbelas


__ADS_3

"assalamualaikum mas" kataku menjawab panggilan telepon dari mas Bayu.


",,,,,,,"


"tidak sedang apa-apa mas, ada apa mas menelpon di jam kerja seperti ini?" tanyaku pada mas Bayu disebrang telepon.


",,,,,,"


"mas, mas kamu ini. tentu aku baik-baik aja mas, tenang saja" kataku pada mas bayu.


",,,,,"


"iyaa mas, oh ya mas tdi aku habis jalan ketaman di temani ibu loh mas" kataku pada mas Bayu dengan suara riang.


",,,,,,,"


"iyaa mas, ibu yang mengajak ku tenti saja aku mau mas" jawabku


",,,,,,"


"iyaa mas iyaaa, ohya aku sudah menceritakan pada ibu soal rencana kita" kataku


",,,,,"


"baiklah mas, aku tunggu dirumah nanti sore ya mas" kataku pada mas Bayu.


",,,,,,"


"waalaikumsalam"kataku setelah telpon ku akhiri.


setelah selesai, aku kembali melanjutkan membaca novel yang sempat tertunda. berjam-jam sudah aku menghabiskan waktu dengan membaca novel dalam aplikasi online.


pukul sebelas siang aku memasak menu makan siang untuk ku dan juga ibu mertua, tak lupa ku sisihkan untuk Naura yang biasanya pulang pukul setengah dua siang.


setelah satu jam semasak akhirnya menu makan siang pun siap, aku menatanya diatas meja makan. hanya meni sederhana, udang goreng tepung sayur sop ayam perkedel serta sambal yang menemani makan siang ini.


aku pun bergegas memanggil ibu mertua yang ada didalam kamar untuk makan siang bersama.


tok,,tok,,tok


"Bu, mari makan siang bersama" kataku pada ibu mertua yang ada didalam kamar setengah berteriak.


"iyaa sebentar rit" jawab ibu mertua dari dalam kamar.


"baik Bu, aku tunggu dimeja makan" kataku sambil melangkah kan kaki menuju meja makan tanpa menunggu sahutan dari ibu mertua.


setelah dimeja makan, aku duduk menunggu ibu mertua sambil mengecek ponsel. setelah tau tak ada notifikasi apapun aku pun menaruh ponsel ku kembali diatas meja makan sebelah piring makanku.


tak lama ibu mertua pun menghampiri.


"maaf ya rit harus menunggu ibu, tadi ibu sedikit mulas" kata ibu mertua sambil menarik kursi disampingku.

__ADS_1


"tidak apa Bu, mari makan siang Bu" kataku pada ibu mertua.


setelah mengambil porsi makan kami masing-masing kami pun makan dengan hening. sampai ibu mertua berkata.


"rit, bagaimana hari Minggu nanti kita ajak semua orang untuk kewahana bermain saja. nanti ketika Bayu mau pasang cctv itu kita biarkan dia pulang terlebih dulu, biar memastikan ngga ada yang pulang sebelum Bayu sampai" kata ibu mertua memberi saran.


"iyaa ibu betul juga, tapi bukankah biasanya Maura keluar rumah untuk bertemu temannya Bu?" tanyaku pada ibu mertua.


"gampang itu, Maura biar urusan ibu. yang penting kita bisa memastikan semuanya aman. jika kita biarkan Maura tidak ikut kita, dan membiarkan dia bertemu temannya gaakan efektif rit. takutnya nanti dia pulang saat Bayu lagi pasang cctv itu" kata ibu mertua lagi.


"iyaa ibu benar, nanti aku akan bilang kan pada mas Bayu. ibu jngan lupa beritahu Maura sama Naura ya Bu" kataku pada ibu mertua dengan wajah berbinar.


demi rumah tangga apapun aku lakukan, beruntung ada ibu mertua yang mau membantu dan mendukung rencana ku dengan mas Bayu.


kami pun melanjutkan makan siang kami hingga selesai. setelah itu, aku membersihkan piring bekas makan kami dan menyimpan lauk yang sengaja dipisahkan untuk Naura atau Maura yang tiba-tiba pulang siang.


setelah semua selesai, aku dan ibu mertua kembali kekamar untuk sholat Zuhur dan tidur siang.


pukul tiga sore aku terbangun dari tidur ku, segera ku langkah kan kaki menuju kamar mandi kemudian mengambil wudhu karna sudah terdengar azan asar.


setelah selesai sholat aku melangkah kan kaki kelantai bawah, disana sudah ada ibu mertua dengan Naura yang sedang menonton tv sambil memakan cemilan.


"waaah kayanya seru nih" kataku pada mereka berdua yang langsung menoleh ketika mendengar suaraku.


"kamu sudah bangun rit, sini bergabunglah" kata ibu mertua yang langsung ku beri anggukan.


aku pun duduk disebelah ibu mertua, kini ibu mertua berada ditengah-tengah antara aku dan Naura.


"Bu aku kembali kekamar dulu, sudah hampir petang. aku ingin mandi dulu sebelum mas Bayu pulang" kataku pada ibu mertua.


"iyaa mandilah sayang, sambut suamimu nanti" kata ibu mertua sambil tersenyum, aku pun membals senyumannya.


kemudian aku melangkahkan kaki melewati Naura yang masih serius menonton televisi sambil memakan cemilannya.


setelah tiba di kamar, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuh.


setelah selesai, aku memakai pakaian ganti. kemudian sambil menunggu azan Maghrib aku merebahkan diri dikasur sambil memainkan ponsel ku.


aku membuka halaman sosial media ku, kadang senyum sendiri melihat beranda dihalaman sosial media ini. tak terasa suara azan telah berkumandang, aku pun bergegas mengambil air wudhu kemudian sholat Maghrib didalam kamar.


setelah selesai aku turun menuju dapur untuk memasak menu makan malam untuk sekeluarga ini. ditengah aku sedang masak mas Bayu pulang dari kantor, aku memberhentikan acara masakku untuk menyambut kepulangan mas Bayu.


aku menyalami tangan mas Bayu, kemudian aku mengarahkan kan langsung menuju kamar untuk bersih-bersih. setelah sampai kamar aku segera menyiapkan air mandi kemudian pakaian ganti untuk mas Bayu, kemudian aku kembali turun menuju dapur.


aku melanjutkan masakku sampai selesai. setelah itu, aku merapihkannya dimeja makan.


aku bergegas memanggil ibu mertua juga Naura untuk makan malam bersama. setelah itu baru aku memanggil mas Bayu.


"mas" kataku pada mas Bayu yang sedang membaringkan badannya diatas kasur.


"iyaa sayang" jawab mas Bayu yang lalu menatapku.

__ADS_1


"makan malam sudah siap Ayuk kita turun" ajakku pada mas Bayu, seketika mas Bayu pun bangun dari tempat pembaringan.


"Ayuk sayang, mas juga sudah sangat lapar" jawab mas Bayu yang membuat kami sama-sama tertawa kecil.


aku dan mas Bayu pun kembali turun ke meja makan, sudah ada ibu mertua juga Naura yang sudah menggu kami berdua.


"ibu" kata mas Bayu menyalami tangan ibu mertua.


ibu mertua pun senyum atas perlakuan mas Bayu.kami mulai menikmati makan malam dengan hening.


"Maura belum pulang rit?" tanya ibu mertua padaku, aku yang tidak tau pun langsung ngeelengkan kepalaku.


"kemana dia sudah jam segini tak pulang, dari pagi berangkat kuliah hingga hari gini. mana ada kelas masih berlangsung" gerutu ibu mertua.


aku dan mas Bayu pun saling pandang, tak ada satu pun diantara kami yang menyahut. panjang umurnya, terdengar suara motor Maura yang berhenti diteras.


"assalamualaikum" kata Maura memberi salam dan menyalami tangan ibu mertua.


"waalaikumsalam, dari mana saja kamu Maura. bahkan sampai hari gini baru sampai rumah, apa masih ada kelas sampai jam segini?" tanya ibu mertua mencecar maura.


"maaf bu Maura tdi pergi bersama teman Maura" jawab Maura dengan wajah tertunduk.


"ibu maaf kan, tapi sebagai gantinya hari Minggu nanti kamu tidak ibu perbolehkan keluar menemui teman mu seperti biasanya" jawab ibu mertua yang membuat Maura terbelalak.


"ta,,tapi Bu...." kata Maura terputus.


"tidak ada tapi-tapian, kamu harus menurut apa kata ibu" jawab ibu mertua dengan tegas.


Maura pun hanya bisa pasrah, ntah itu betulan atau cuma pura-pura saja. aku dan mas Bayu pun hanya saling lirik.


"cepatlah makan makananmu, terus kembali kekamar mu"kata ibu mertua pada Maura dengan ketus, Maura pun menuruti perintah ibu mertua dengan terpaksa tapi tak berani membantah.


setelah semua selesai, mas Bayu serta ibu mertua dan Naura kembali kekamar masing-masing tanpa bersuara apapun lagi.


aku membersih kan piring bekas makan seorang diri sedangkan maura hanya berdiam diri duduk sambil memainkan ponselnya ntah apa yang dia lakukan.


aku pun sama sekali tak menegurnya, kemudian dia pun bengkit dri duduknya melangkah kedalam kamar dengan tergesa.


aku pun setelah selesai langsung kembali kedalam kamar ku bersama dengan mas Bayu, ku lihat mas Bayu sedang membaca buku. pemandangan yang sangat jarang sekali aku lihat.


"sini sayang" katanya setelah melihatku memasuki kamar.


aku pun melangkah menghampiri mas Bayu, kemudian berbaring disampingnya.


"bagaimana keadaan anak kita didalam sana?" katanya dengan lembut.


"tentu saja sangat anteng, bahkan aku tidak mengalami kehamilan yang kebanyakan ibu-ibu lain. seperti mual dan muntah di pagi hari, bahkan aku berasa seperti sedang tidak hamil" kataku pada mas Bayu.


"Alhamdulillah jika begitu sayang" kata mas Bayu membuatku tersenyum begitupun dengannya.


aku pun mengiyakan perkataan mas Bayu, dan dia pun masih ternyum lembut.

__ADS_1


__ADS_2