Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
delapanpuluh


__ADS_3

"sudah-sudah ngga usah seperti itu, lama kah sal makanannya datang?" tanya Rita pada Salma yang sibuk memainkan hp nya.


"iyaa mbak lumayan satu jam lah, itu pun pasti bergantian datengnya. kan ada tiga ojol yang ambil pesanan aku, karna tempatnya beda-beda" jawab Salma membuat Rita menganggukkan kepala.


"yasudah kalo gitu, mbak kelonin keena dulu ya didalam. kalian kalo mau apa-apa bikin sendiri aja ya nau, dikulkas juga kayanya masih ada cemilan nau. ambil aja" kata Rita yang langsung menggendong keena setelah mendapat anggukan dari sang adik ipar yang sejak tadi lebih banyak diam.


"mbak nanti kesini lagi loh kalo udah selesai, jangan ikut tidur" kata Nana mengiringi langkah Rita yang memasuki rumah sambil menggendong keena.


"iyaaiyaa" jawabnya dengan singkat.


Naura dan ketiga temannya pun diam setelah kepergian Rita, mereka lebih sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"nau, kamu kenapa sih sebenernya dari tadi diem terus. dan aku juga heran deh kenapa sikap kamu jika ada Maura itu sampai lepas kontrol" tanya Nana yang merasa heran dengan sikap Naura.


"ntah lah na, aku juga heran ntah kenapa setiap ngeliat Maura tuh rasanya pengen terus marah-marah. apalagi keinget sama kelakuannya bener-bener bikin aku muak ngelihat mukanya itu" jawab Naura.


"iyaa lagi pula, siapa juga yang kesel na kalo ngeliat musuh bebuyutan sama orang yang paling kita sayang. iyakan nau? tenang aja nau, aku ngerti kok perasaan kamu" jawab dini membuat Nana menyeritkan kening.


"tunggu, tunggu, maksudnya gimana?" tanya Nana yang belum mengerti apa yang dibicarakan oleh dini.


"ih si Nana, nanya tapi otaknya ga sampe denger jawaban kita" jawab dini dengan kesal.


"maksudnya gini loh na, coba kamu diposisi Naura kalo ibu kamu sendiri lebih milih diposisi musuh kamu apa yang kamu rasain?" tanya Salma membuat Nana menggengkan kepala.


"yaa aku pasti marah banget lah, kecewa juga" jawab Nana membuat ketiga temannya menganggukan kepala


"nah, itulah yang dirasakan Naura sekarang. makanya Naura selalu meledak emosinya kalo ngeliat Maura, apalagi dia sampai ikut nginapkan semalem. aku yakin, setelah kita pulang Naura pasti akan bersihin kamarnya karna habis dipakai sama Maura. iya kan nau? hahahaha" jawab dini membuat Nana seketika menganggukan kepala.


"iyaa lagian nih ya, aku juga heran deh sama ibu kamu nau. padahal kan udah jelas bukan mbak Rita melarang ibu kamu datang kerumah membawa Maura, kenapa ibu kamu seolah menyepelekan ucapan mbak Rita. aku jadi heran deh, nanti sesekali kita intip pas jam malam gimana Din, na?" tanya Salma pada kedua sahabatnya yang masih bengong mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Salma.


"iyaa bener, aku setuju sama apa yang dikatakan Salma. kita harus lihat apa yang dilakuin Maura sampai ibu kamu begitu nurutin setiap kemauannya, kelihatannya memang ada yang aneh" jawab Nana membuat Naura mengerutkan kening.


"aneh gimana maksud kamu?" tanya Naura dengan heran.


"kita lihat aja nanti hasilnya nau, aku akan selalu bantu kamu dan keluarga kamu nau. tenang aja" jawab Nana membuat Naura mengganggukan kepala, percaya dengan ketiga sahabat baiknya tersebut Naura pun menerima bantuan ketiga Sahabatnya.

__ADS_1


"makasih ya, kalian selalu ada buat aku disaat kaya gini. kalo ngga, gatau deh aku gimana" kata Naura membuat ketiga sahabatnya menganggukan kepala.


"santai aja nau, asalkan kamu ngga keceplosan bilang sama orang lain kalo kami punya kemampuan seperti ini. ngga semua orang bisa terima orang berkemampuan lebih kaya kami nau, jadi kami harap kamu bisa tutup mulut" kata dini membuat Naura seketika menganggukan kepala.


"iyaa pasti dong, kalian sahabat terbaik aku. tanpa kemampuan kalian pun, kalian tetap jadi sahabat aku" jawab Naura membuat keempatnya berpelukan hangat seperti sebuah keluarga.


"sal lihat deh pesanannya udah sampai mana, nanti Abang ojolnya kesasar lagi deh" kata dini membuat Salma seketika menghidupkan kembali gawainya.


"oaalaaahhh sebentar lagi udah ada yang nyampe nih, bentar aku kedepan dulu deh. yuk na temenin yuk" ajak Salma pada Nana yang langsung beranjak mengikuti langkah Salma.


"emang ya si salma kalo soal urusan makan itu nomer satu" kata dini membuat Naura seketika menganggukan kepala dan tersenyum.


"nau, tapi sebaiknya kamu hati-hati ya. aku lihat, orang itu masih berada didekat sini" kata dini membuat Naura menganggukkan kepala.


"iyaa pasti, aku cuma bingung. bagaimana nanti jika aku kuliah, mbak Rita ngga ada yang menemani" jawab Naura membuat dini pun terdiam.


"iyaa juga ya nau" jawab dini membuat Naura menganggukan kepala beberapa kali.


"iyaa, dalam keadaan seperti ini. jujur, aku pun agak susah mempercayakan orang lain masuk dalam kehidupan kami" jawab Naura.


"tapi bagaimana caranya?" jawab Naura membuat ketiganya menggedikkan bahu.


"ntah, kamu masih punya waktu sampai kamu mulai kuliah nau. kapan kamu mulai masuk?" tanya Nana menatap Naura yang juga menatapnya.


"sekitar tanggal delapan belas bulan depan sih" jawab Naura membuat Nana menganggukan kepala.


"bagus, masih ada waktu satu bulan lebih. dan itu juga waktu yang pas buat keena bisa keluar rumah" jawab Nana membuat ketiga orang didepannya membenarkan


"bener nau, kamu harus bener-bener bisa meyakinkan mas Bayu. kita percaya sama kamu, kamu pasti bisa" jawab Salma membuat Naura tersenyum dan menganggukan kepala lagi.


"cek lagi hp kamu sal, siapa tau ojolnya mau datang lagi antar yang lain" kata Nana membuat Salma memeriksa handponenya sambil cemberut.


"ngga usah maju gitu itu bibir, salah kamu sendiri minta pesanan banyak kaya gitu. iyakan na, nau?" kata dini membuat keduanya menganggukan kepala kemudian menggeleng melihat ekspresi Salma.


"yaudah nih pizzanya bentar lagi Dateng, biar ajalah tunggu disini biar abangnya yang anter masuk kesini" jawab Salma. Naura dan dini yang melihat Salma mulai terlihat kecapean pun berinisiatif bergantian menunggu ojol didepan rumah.

__ADS_1


"sini, gantian kita aja yang nunggu didepan. kamu sama Nana disini aja, siapa tau pizza sama bakso mercon ya barengan datengnya" kata Naura membuat Salma mengembangkan senyum lebar.


"uuuhhh kamu emang paling pengertian nau, tau aja deh kalo aku capek" jawab Salma dengan senyum memberikan uang dan juga handphone miliknya pada Naura.


Naura dan dini pun meninggalkan kedua orang tersebut tanpa menjawab perkataan Salma, mereka hanya memutar bola mata malas sebagai jawaban.


"itu Salma emang bener ya, bikin repot semua orang aja. pake lah banyak pesen, jadi bolak balikkan" kata dini sambil jalan kedepan pos satpam untuk menunggu ojol selanjutnya yang akan mengantar pizza pesanan mereka.


"yaudah sih gapapa, lagian kan emang aku yang mau. kamu ga denger tdi Salma nyuruh tunggu dirumah aja biar ojolnya yang anter sampe rumah?" jawab Naura membuat dini menganggukan kepala.


"lagian kalo kamu gamau ikut tadikan bisa nunggu dirumah aja, biar aku aja yang nunggu disini" lanjut Naura membuat dini membuang nafas kasar.


"ngga mungkinlah aku biarin kamu sendirian diluar rumah kaya gini, nanti kalo kamu kenapa-kenapa aku juga yang bingung nau" jawab dini membuat Naura menggelengkan kepala.


"Salma ya?" tanya ojek online yang melintas didepan keduanya.


"iyaa pak" jawab Naura membuat sang ojek menganggukan kepala dan memberikan satu boks pizza jumbo yang dipesan oleh Salma.


"ini pesanannya ya mbak, jadi seratus tiga puluh enam ribu" jawab si ojol menotalkan harga yang harus dibayarkan.


"ini pak uangnya seratus empat puluh ribu, kembalinya ambil aja untuk bapak. terimakasih pak" kata Naura sambil berlalu meninggalkan ojek online tersebut bersama dini.


"ini si Salma bener-bener deh, masa pesen pizza jumbo kaya gini. bisa kekenyangan kita ini" kata dini bergumam membuat Naura seketika terkekeh.


"hust, kamu ini udah dipesananin tinggal makan aja kok ngedumel mulu sih" jawab Naura. keduanya pun sampai ditempat dimana Nana dan Salma menunggu.


"waaahh udah datang ya pizzanya, panggilin mbak Rita gih. pasti udah selesai ngelonin keena, biar kita makan dulu ini pizza. biarin aja yang terakhir biar dianter kerumah sama ojolnya" kata Salma menyuruh Nana memanggil Rita sebagai bandar keuangan mereka.


"biar aku aja yang panggil, kalian buka aja dulu pizzanya" kata Naura melangkah meninggalkan ketiga sahabatnya.


"mbak, udah selesai belum keenanya? Ayuk kedepan, pesanannya udah sampai nih" kata Naura setelah sampai tepat didepan pintu kamar Rita.


"oohh udah sampai semua ya?" tanya Rita membuka pintu kamarnya


"belum si, baru minuman sama pizzanya aja. gapapalah sambil nunggu merconannya" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.

__ADS_1


keduanya pun berjalan melangkah kehalaman rumah, untung halaman rumah Rita luas jadi bisa untuk tempat bersantai seperti saat ini.


__ADS_2