
mendengar perkataan Rita, Naura pun seketika menganggukan kepala dan tersenyum.
"iyaa mbak, aku tau kok mas Lukman sangat sayang sama aku. mungkin dia banyak sedang tak enak hati karna aku adalah anak kandung ibu dan juga ayahnya." jawab Naura yang mulai tersenyum dengan air mata masih menetes dipipinya.
"iyaa aku yakin mas Bayu hanya butuh waktu kok, kamu kan juga adik kandung mas Lukman. kalian satu ayah, dalam darahmu pun mengalir darah mas Lukman. biar bagaimana pun kalian tetaplah saudara kandung juga meskipun beda ibu" jawab Rita yang langsung disambut anggukan kepala oleh Naura.
bi Surti yang melihat kedekatan keduanya pun tersenyum, ia tak menyangka jika kata-kata Rita mampu menenagkan hati adik iparnya tersebut. padahal sedari tadi bi surti mencoba menenangkan Naura yang terus saja terisak, namun tak kunjung berhenti tali begitu Rita yang menenangkan ia langsung berhenti menangis dan tersenyum.
"nah sekarang udah ga sedih lagi kan? senyum dong kalo gitu" kata Rita pada Naura yang langsung tertawa lebar.
"iyaa mbak makasih ya, mbak selalu bisa nenangin aku. padahal dari tadi bi Surti juga udah berusaha buat bikin aku tenang tapi aku masih aja begitu ketakutan" jawab Naura membuat Rita tersenyum.
"iyaa sama-sama, mungkin kamu baru akan lega kalo ngobrol sama mbak. makanya kalo ada apa-apa jangan ditutupin dari mbak, lebih baik kamu jujur. mbak lebih baik kamu jujur loh dari pada diem terus kaya tadi, ngak suka mbak" jawab Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"iyaa iyaa mbak, maafin aku ya mbak. aku cuma ngga enak sama mbak dan juga mas Bayu, biar gimana pun kan mereka berdua keluarga Naura mbak" jawab Naura menundukkan kepala.
"udah lah nau, mbak yakin kok mas Bayu engga akan ikut menyalahkan kamu. selama ini kan kamu selalu berada didekat kamu, bahkan kamu menjadi orang pertama yang membela kamu dihadapan mereka" jawab Rita dengan senyum lembutnya sambil menggenggam tangan sang adik ipar.
"iyaa non Bu Rita benar, mungkin itu hanya kekhawatiran non Naura aja. saya lihat juga pak Bayu bersikap biasa aja pada non Naura, bahkan terlihat begitu menyayangi non Naura kok" jawab bi Surti yang dari tadi hanya terdiam mendengarkan setiap kalimat yang dikeluarkan oleh Rita.
"nah tuh kan, bi Surti aja nyadar kok. kenapa kamu sampai bicara seperti itu, mbak tuh yakin sekali kalo mas Bayu begitu menyayangi kamu nau. ngga perlu mas Bayu bilang ke mbak, mbak bisa lihat dari matanya" kata Rita membuat Naura seketika menganggukan kepala.
tanpa mereka sadari ternyata Bayu mendengarkan apa yang mereka bicarakan, lelaki itu pun tersenyum simpul mendengar kegelisahan Naura. jika dirinya merasa takut takut jika Naura membencinya karna memasukkan ibu dan juga kakak kandungnya kedalam penjara tapi Naura justru merasa ketakutan jika ia membenci Naura karna bersaudara dengan Maura dan lahir dari rahim orang yang telah membunuh orangtua dan juga ibu kandung bayu.
"sudah dengar kan apa yang dikatakan bi Surti dan juga mbakmu nau, jadi mas ngga perlu jelaskan kan pada kamu?" kata Bayu yang datang melangkah kaki menghampiri Naura yang langsung menatap kakak lelakinya itu dengan mata berkaca-kaca.
"sini" kata Bayu memanggil Naura untuk mendekat kearahnya, seketika Naura pun menghambur kedalam pelukan Bayu.
"mas ngga mungkin membenci kamu nau, kamu itu tetap adik mas. kamu anak ayah, kamu keturunan Adipura. darah mas pun mengalir darah yang sama denganmu" kata Bayu sambil mengecup pelan dahi sang adik yang sudah terisak dalam pelukannya.
"maafin Naura mas, Naura salah. Naura udah berfikir yang ngga-ngga sama mas Bayu" kata Naura mendongakkan kepala menatap Bayu yang tersenyum padanya.
__ADS_1
"gapapa sayang, udah lepas pelukannya nanti mbakmu cemburu" kata Bayu mencairkan suasana, tapi malah membuat Rita memutar bola mata malas.
"emm gimana kalo untuk malam ini kita makan malam diluar, ibu juga ikut ya Bu" kata Bayu pada bi Surti yang membelalakan mata mendengar panggilan majikan lelakinya tersebut.
"ibu? saya?" tanya bi Surti pada Bayu yang langsung diangguki oleh lelaki tersebut.
" iyaa bibi, ibu. boleh kan saya panggil ibu?" tanya Bayu membuat bi Surti menganggukan kepala dengan mata berbinar.
"tentu saja boleh pak, boleh sekali" jawab bi Surti dengan mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes.
"kalo mas Bayu udah panggil ibu, jangan panggil pak lagi dong bi. panggil nak atau apa kek yang enak didenger" kata Rita pada bi Surti.
"iyaa bener itu bi, berarti mulai sekarang kita juga panggil bi Surti dengan sebutan ibu. dan ibu panggil mbak Rita dan mas Bayu jangan ibu dan bapak lagi, tapi nak Bayu dan nak Rita. dan juga manggil ke aku jangan non lagi tapi Naura aja, iyakan mas?" kata Naura yang langsung diangguki oleh Rita dan juga Bayu.
"yaallah alhamdulillah engkau kirimkan aku keluarga baru yang sangat baik, hingga Sudi menganggap wanita tua ini sebagai orang tuanya" gumam bi Surti menatap ke langit-langit namun masih bisa terdengar oleh ketiga orang didepannya.
"sekarang kita siap-siap ya, nanti abis sholat Maghrib kita langsung jalan. mas akan ajak kalian semua senang senang hari ini" kata Bayu yang langsung disambut gembira oleh ketiganya.
mereka pun kembali kekamar mereka masing-masing, termasuk Rita dan juga Bayu yang juga masuk kedalam kamar mereka.
"menghibur Naura, kita makan malam diluar terus shopping biar Naura bisa melupakan semua gelisah dihatinya. bukannya itu cara yang ampuh" jawab Bayu membuat Rita seketika tertawa lebar.
"kenapa kamu begitu pintar menyimpulkan mas" jawab Rita dengan terkekeh kecil.
"bukan menyimpulkan sayang, mas lakukan ini karena salah satunya Naura kan juga sudah harus masuk kuliah dia pasti perlu membeli semua peralatan kuliahnya. jadi sekalian aja kita shopping, kamu kan juga bisa beli baju untukmu dan juga keena" jawab Bayu yang langsung disambut anggukan kepala antusias.
tak lama terdengar suara azan yang menggema diseantero kompleks.
"udah azan mas, aku mau wudhu duluan ya. tolong gendong dulu keenanya ya mas" kata Rita pada Bayu yang langsung menganggukan kepala dan mengambil alih keena dalam gendongan Rita.
"iyaa sayang, jangan lama-lama ya nanti gantian" jawab Bayu, Rita pun tak menyahuti. ia pun terus melangkah kan kaki menuju kamar mandi tanpa menoleh kebelakang lagi.
__ADS_1
tak lama Rita pun keluar dari kamar mandi dan berganti dengan Bayu yang masuk kedalam kamar mandi.
tak lama Bayu pun keluar kamar mandi dan keduanya pun segera melakukan sholat berjamaah setelah Rita menaruh kembali keena kedalam boks bayinya.
setelah selesai sholat Maghrib, Rita pun menyiapkan segala keperluan yang akan ia bawa ke mall terdekat dari rumah mereka termasuk dengan kereta dorong milik keena yang harus wajib dibawa olehnya. setelah semua siap, Rita dan Bayu pun menuju ke lantai bawah yang ternyata belum ada siapapun. terpaksa mereka pun harus menunggu bi Surti dan juga Naura.
setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya keduanya pun datang bersama dari tempat yang berbeda.
"udah siap semua?" tanya Bayu pada ketiganya yang langsung mengangguk dengan kompak.
"udah mas, yuk kita jalan. duuhh kapan lagi jalan sama pohon duit" kata Naura membuat Bayu mengusap kepalanya dengan gemas.
"masss, udah rapi ini jangan digituin ih. berantakan lagikan" rengek Naura semakin membuat gemas Bayu dan juga Rita yang sudah terkekeh sedari tadi.
"ayok bi, aku gandeng ya bi" kata Naura pada bi Surti.
"kok bi si, kan kita udah sepakat akan panggil bibi itu ibu" kata Rita membuat Naura menepuk keningnya.
"yaampun iyaa Naura lupa Bu, maaf ya" kata Naura dengan rasa bersalah.
"gapapa kok nau, belum terbiasa. bibi juga belum terbiasa manggil kamu nama doang" jawab bi Surti membuat Bayu dan Rita terkekeh.
"dia mah mau dipanggil apa aja terserah bibi bi, panggil Ijah juga mau" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"apaan si mbak, enak aja dipanggil ijah. nama bagus juga Naura, masa jadi Ijah" jawab Naura dengan kesal.
"yaa kan kali aja kamu mau ganti nama" jawab Bayu merangkul sang istri yang tertawa.
"kalian ini selalu aja kompak, udah Ayuk jalan. masa ngga jadi-jadi jalan ini, Ayuk Bu kita duluan tunggu didepan" kata Naura pada bi Surti yang hanya menurut digandeng oleh Naura.
Rita dan Bayu pun saling pandang kemudian tertawa bersama melihat tingkah Naura yang menggemaskan dimatanya.
__ADS_1
________________________________________
Alhamdulillah bisa lanjutin, terus support ya biar outhornya semangat buat up🙏😊