Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus88.


__ADS_3

"Yaa iyaa si non, tapi kok kesannya kaya gimana gitu ya non. bibi malu lah masa udah tua masih nikah lagi" jawab bi asih membuat Naura menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"yaa emang apa salahnya Bi? banyakkan bi orang diluar sana ya g udah tua tetep punya pendamping, bahkan di berita itu ada loh nenek-nenak yang nikah sama lelaki muda. emang bibi ngga mau gitu" jawab Naura dengan terkekeh kecil.


"dihh si non, aneh-aneh aja. itu mah kan orang non bukan bibi, bibi mah malah geli kalo ada nenek-nenek yang seperti itu. malah seharusnya lelakinya itu jadi cucunya bukan suaminya, iihh amit-amit atuh nih" jawab bi asih dengan bergidik membuat Naura tertawa kencang hingga membuat Salma yang berada tepat disebelah kamarnya datang menghampiri.


"ada apa sih, kok kayanya aku dengar suara tawa kenceng banget. eehh ternyata dari dalam kamar kamu nau, eehh yaampun kamar kamu bagus banget nau" kata salma terpukau melihat isi kamar Naura yang terlihat sangat memanjakan mata.


"iyaa dongg, kamu juga bisa ubah kamar yang kamu pakai sesuai selera kamu kok sal. ini kan aku sesuaikan sendiri sama selera aku" jawab Naura memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"yang bener nau? apa ngga keberatan kalo aku ubah kamar itu sesuai sama selera aku?" tanya Salma memastikan.


"iyaa tentu aja boleh, siapa yang akan ngelarang. iyakan bi?" jawab Naura sembari memberikan pertanyaan pada bi asih.


"bener mbak Salma, asal mbak Salma bisa merawatnya dengan baik kamar itu bebas mau mbak Salma apakan. tugas saya hanya membersihkan kamar itu setiap harinya mbak" jawab bi asih dengan senyum menatap sahabat nonanya tersebut.


"waahh makasih ya nau, bi. aku seneng banget bisa ngerasain punya kamar sendiri, kamu beruntung nau terlahir dari keluarga yang mampu jadi bisa punya apa yang kamu inginkan. aku jadi iri deh" jawab salma bergelayut manja ditangan Naura yang hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya tersebut.


"ini semua bukan milik aku sal, ini semua milik mas Bayu" jawab Naura merendah membuat Salma mencebikkan bibirnya.


"sama aja lah nau, mas Bayu itu kan kakak lelaki kamu yaa otomatis kamu itu adiknya. sama aja semua ini milikmu juga" jawab Salma membuat Naura terkekeh kecil dan menganggukan kepala.


"iyaa iyaa, udah sana. kamu udah selesai membereskan kamar kamu?" tanya Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh Salma.


"udah kok nau, semuanya udah tertata rapi ditempatnya. sekarang aku lapar nau" jawab Salma sambil mengelus perutnya membuat bi asih dan juga Naura terkekeh kecil.

__ADS_1


"bibi belum masak mbak, dari tadi masih bantuin non Naura beresin barang didalam sini" jawab bi asih membuat Salma mengerucutkan bibirnya.


"yaudah kalo gitu bibi masak ya bi, ingat ya bi aku pengen soto. biar Salma aja yang bantuin aku beresin sisa barang-barang ini" kata Naura yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi asih.


"yaudah kalo gitu bibi kebawah dulu ya non" jawab bi asih yang langsung dijawab acungan jempol oleh Salma dan juga Naura.


"dini sama Nana dimana sal?" tanya Naura pada Salma yang ikut membereskan buku-buku kuliah miliknya.


"mereka dibawah nau, mereka malas naik turun katanya makanya milih kamar dilantai bawah" jawab Salma membuat Naura menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu mending cepetan yuk nanti kita susul mereka dibawah, sambil cari cemilan. aku juga udah lapar ini kayanya karna kerja dari tadi" jawab Naura yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Salma.


"akhirnya kelar juga" kata Naura setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"iyaa selesai juga, banyak juga barang yang kami bawa dari rumah mas Bayu" jawab Salma membuat Naura terkekeh kecil.


"udah yuk ah kebawah jangan bengong terus, kita cari cemilan dikulkas. aku yakin pasti banyak cemilan" kata Naura menggandengkan tangan Salma yang hanya pasrah mengikuti perkataan Naura.


sesampainya dibawah mereka mencari kedua sahabatnya yang lain, yang ternyata tengah membantu bi asih didapur.


"kalian ngapain nih?" tanya Naura pada dini dan juga Nana.


"ini lagi bantuin bi asih, katanya kamu pengen soto ya nau?" tanya Nana yang langsung dijawab anggukan oleh Naura.


"iyaa na, aku pengen makanan yang seger-seger berkuah panas pake sambel gitu kayanya enak juga kalo makan soto" jawab Naura membuat dini, Nana dan juga bi asih terkekeh kecil.

__ADS_1


"kok kalian malah ketawa sih, aku tuh udah lama ngga makan soto tau. makanya pengen" jawab Naura dengan mencebikkan bibir.


"yaa abis, padahal kan kamu bisa mesen bakso atau apa gitu. kok ini malah soto, selera lokal" jawab dini membuat Naura membelalakan mata.


"hei, bakso kan juga lokal kalo kamu lupa" jawab Naura membuat dini menepuk keningnya dan yang lainnya pun tertawa mendengar perdebatan antar remaja tersebut.


"sudah-sudah, mungkin naura emang lagi pengen makan soto. lagian kan seger siang-siang makan soto, apalagi ditambah nanti temennya rujak. beeehh kayanya seger banget deh" jawab Salma membuat yang lainnya membelalakan mata.


"mana ada makan soto sama rujak sal, aneh-aneh aja. eehh ngomong-ngomong kita pada bolos semua ya hari ini, padahal baru seminggu masuk kuliah" kata dini membuat naura terkekeh kecil.


"gapapalah sekali-kali, iyakan?" jawab Naura membuat ketiga temannya mencebikkan bibir.


"yaa kamu mah enak nau gapapa, lah kita mah ngga enak lah sama mas Bayu kalo sampe ketinggalan mata kuliah. kamu tau sendiri kan kalo kami harus membuktikan pada mas Bayu kalo kami bisa mendapatkan nilai yang memuaskan" jawab Nana yang langsung disambut anggukan kepala oleh dini dan juga Salma.


"iyaa bener apa yang dibilang Nana nau, yaudah lah untuk kali ini aja. besok-besok ngga akan lagi" jawab dini pada akhirnya membuat Naura mengacungkan kedua jempolnya.


"bi, ngga ada cemilan yang bisa dimakan gitu bi?" tanya Naura pada bi asih.


"ada non, dikulkas ada buah lengkap sama kue juga ada. setiap Minggu bibi selalu belanja buat isi kulkas kok non" jawab bi asih yang langsung membuat mata Naura dan juga Salma berbinar.


"Alhamdulillah sal, ada cemilan. yuk kita liat dikulkas" kata Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh Salma.


"kalian ini sama aja kalo soal makanan ngga ada tandingannya deh" kata dini membuat Salma mengerucutkan bibir.


"biarin aja si din, kalo nungguin sotonya Mateng kan kelamaan. mendingan kita makan cemilan aja dulu, iyakan nau?" kata Salma pada Naura yang sedang mengambil dua kaleng minuman dan juga dua buah makanan ringan dan satu kotak brownis ditangannya.

__ADS_1


"yaampun non sedikit-sedikit ngambilnya satu-satu Gitu loh" ......


bersambung.....


__ADS_2