
"bapak benar sayang, selagi dia bisa bekerja dengan baik apa salahnya kalo kita bantu dia disini. gapapa untuk bantu bi Lastri dan juga bi Laksmi" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.
"baiklah mas kalo kamu sudah berkata seperti itu, aku akan memperkejakan dia nanti setelah kita semua kembali kerumah ini setelah liburan. bagaimana?" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu dan juga Naura.
"itu si terserah kamu aja sayang, tapi mas juga ada satu permintaan sebelumnya." jawab Bayu seketika membuat Naura dan juga Rita menatapnya dengan menyeritkan kening.
"kenapa mas? kok pake ada permintaan segala" jawab Naura yang merasa heran dengan sikap Bayu.
"ntah, tapi feelling mas ngga enak. jadi mas mau tetap kamu yang membereskan area pribadi kita seperti kamar atau ruang kerja mas. apalagi untuk urusan membuat kopi atau teh untuk mas, mas mau kamu yang menanganinya sendiri hingga mengantarnya ketempat mas berada" jawab Bayu membuat Rita dan juga Naura saling berpandangan.
"kenapa mas? selama ini juga asisten rumah tangga yang melakukan tugas itu" tanya Rita pada sang suami.
"kan tadi mas sudah bilang, feelling mas ngga enak dengan datangnya wanita itu kerumah ini. jadi hal seperti ini hanya untuk antisipasi aja" jawab Bayu dengan yakin.
"baiklah kalo emang itu kemauan mas, aku akan kerjakan. atau lebih baik bi Narti yang mengerjakan itu? sementara Sandra bekerja di bagian belakang" tanya Rita kemudian.
"jangan!!!" jawab Naura, bapak dan juga ibu Rita.
"mbak apa apaan si mbak, janganlah mindahin bi Narti. mbak lupa apa yang udah pernah bi Narti lakukan dulu? memang sempat gagal tapi jangan lah sampai diberikan kesempatan lagi" jawab Naura yang juga diangguki oleh ibu Rita.
"iyaa bener apa yang dibilang Naura rit, lebih baik sekarang justru kamu harus lebih hati-hati jika mau memperkerjakan orang lain. ibu ngga mau ada yang macam-macam sama rumah tangga kamu dan juga Bayu rit" kata ibu Rita membuat Rita dan juga Bayu saling berpandangan.
"baiklah kalo begitu Bu, Rita mau kedepan dulu ya menemui ibu Surti dan juga mbak Sandra. mas kamu ke atas dulu aja ya sama Naura, nau mbak bisa kan minta tolong kamu buat packingin baju keena?" tanya Rita yang langsung diangguki oleh Naura.
"iyaa mbak tenang aja, tapi jangan diburu-buru ya mas nanti takut ada yang ketinggalan. apalagi aku sendiri kan juga belum packing" jawab Naura dengan mengerucutkan bibir.
"iyaa iyaaa, udah sana mendingan kamu packing baju kamu dulu aja biar pakaian keena dipacking sama ibu. gapapa kan Bu?" tanya Bayu pada ibu mertuanya.
"iyaa gapapa kok nak, Bayu bener nau mendingan kamu packing baju kamu dulu biar baju keena ibu yang packing biar lebih hemat waktu" jawab ibu Rita membuat senyum Naura mengembang.
__ADS_1
"okee deh Bu, ibu emang ibu yang paaaliiingggg baik" jawab Naura membuat keempat orang dihadapannya terkekeh.
"ayok nak, biar bapak temani kedepan" ajak bapak Rita pada anak perempuannya.
Rita pun melangkah kan kaki mengikuti bapaknya kehalamanan depan yang melewati ruang tamu, Sandra dan juga bi Surti yang melihat Rita keluar bersama bapaknya pun bangkit berdiri kemudian menganggukan kepala dengan tersenyum.
"kalian bicara saja, bapak mau duduk diteras depan" kata bapak Rita yang langsung diangguki oleh Rita.
"maaf ya mbak menunggu lama" kata Rita setelah bapaknya berjalan kehalaman depan.
"gapapa kok mbak Rita, justru saya yang harusnya minta maaf karna sudah mengganggu waktunya mbak Rita" jawab Sandra sembari tersenyum.
"oohh iyaa, tadi apa saya ngga salah dengar kalo mbak Sandra mau bekerja dirumah ini?" tanya Rita dengan tampang tidak percaya.
"iyaa bener mbak, karna sebelumnya saya juga bekerja sebagai asisten rumah tangga tapi saya tidak kerasan disana mbak. saya tidak diperlakukan dengan baik layaknya manusia normal" jawab Sandra membuat Rita menyeritkan kening karna merasa ada yang mengganjal dengan apa yang dikatakan oleh perempuan tersebut.
"maaf mbak kalo boleh tau memang mereka memperlakukan mbak seperti apa ya?" tanya Rita dengan raut wajah heran.
"astagfirullah masih ada yaa orang yang seperti itu jaman sekarang" jawab Rita pada akhirnya meskipun dia sendiri tak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
"iyaa mbak, makanya saya memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. lalu saya teringat dengan mbak Rita yang mungkin bisa memberikan saya pekerjaan" jawab Sandra dengan wajah menunduk.
"iyaa nak, kasihan nak Sandra jika tidak punya pekerjaan pasti hidupnya akan lintang Lantung ngga jelas. semoga kamu bisa menerima nak Sandra dirumah ini nak" kata bi Surti membantu Sandra meyakinkan Rita.
"iyaa itu tadi Bu, saya bisa aja menerima mbak Sandra tapi dirumah besar kerjanya bukan disini. gimana? itupun kalo mbak Sandra mau" jawab Rita yang masih kekeh dengan keputusannya.
"kenapa ngga disini aja nak, kan bisa membantu pekerjaan yang lainnya" jawab bi Surti yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Rita.
"ngga bisa Bu kali disini, karna kalo disini semua kerjaan udah ada yang menghendelnya masing-masing. ibu kan tau sendiri" jawab Rita dengan nada santai.
__ADS_1
"bagiamana mbak? kalo memang mbak gamau si gapapa, saya ngga akan maksa mbak kok. tapi ya dengan amat sangat saya minta maaf kalo saya ngga bisa menerima mbak dirumah saya" lanjut Rita dengan tegas menolak sndara dirumahnya.
"tapi mbak dari sini kesana kan lumayan jauh ya mbak, gimana dengan transportasi saya" jawab Sandra yang langsung dijawab senyum oleh Rita.
"mbak ngga perlu mikirin itu, nanti kalo mbak mau mbak bisa kesana bareng sama Naura dan mbak juga bisa tinggal disana ngga perlu ngekos lagi. kami sudah menyiapkan semuanya disana untuk para pekerja kami mbak" jawab Rita dengan santai.
"dan nanti mbak bisa saja dipanggil kalo ada salah satu dirumah ini yang mengundurkan diri atau dipecat secara tidak hormat, intinya kalo mbak mau secepatnya ya bisa membantu dirumah besar keluarga kami mbak" lanjut Rita dengan senyum menatap Sandra yang mengalihkan pandangan pada bi Surti.
"emm baiklah mbak saya terima, lantas kapan saya bisa mulai bekerja mbak?" tanya Sandra.
"apa mbak udah selesai urusannya dengan tempat yang lama? kalo belum silahkan diselesaikan dulu, karna kami sekeluarga pun akan pergi keluar kota untuk beberapa Minggu kedepan" jawab Rita membuat bi Surti membelalakan mata.
"keluar kota? kapan nak? kok kalian ngga bilang sama ibu?" tanya bi Surti dengan nada heran.
"bukan ngga bilang Bu, tapi mas Bayu baru aja menyampaikan tadi pas selesai makan siang. ibu ngga ikut bergabungkan jadi ibu belum diberi tau" jawab Rita menjelaskan pada bi Surti.
"memang kalian mau kemana?" tanyanya dengan raut wajah heran.
"mau kekampung halaman ibu sama bapak bu, kami mau berlibur sejenak ditempat yang sejuk. ibu juga ikut, dan sebaiknya ibu bersiap dari sekarang ya karna nanti kita juga akan pergi kekampung ibu dikota Tegal" jawab Rita semakin membuat bi Surti membelalakan mata.
"nak, kenapa mendadak sekali nak?" tanya bi Surti terkejut.
"ntah, mas Bayu mungkin sudah ada waktu Bu saat ini" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"tapiii,,,,,," jawab bi Surti terputus dengan perkataan Sandra.
"udah gapapa kok bi, lagian mbak Rita benar bi sebaiknya bibi ikut mereka pulang kekampung halaman bibi dulu. bibi kan belum pulang kampung lagi selama ini" jawab Sandra menatap bi Surti yang melipat alisnya.
"iyaa, jadi mbak Sandra nanti bisa balik lagi setelah diberitahukan oleh ibu ya kalo kami semua sudah pulang kerumah ini" jawab Rita dengan tersenyum lembut.
__ADS_1
Sandra pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala sebagai jawaban, ntah apa yang ada dipikiran wanita tersebut melihat Rita yang tampak bahagia dengan keluarganya.
bersambung...