Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluhtujuh


__ADS_3

pagi harinya ketiga orang tersebut tengah melakukan sarapan pagi bersama, sarapan hanya dengan menggunakan roti dan susu sebagai pengganjal diperut mereka.


"maaf ya hari ini sarapannya cuma roti aja, ngga ada apa-apa kemarin ngga sempet beli bahan masakan" kata Rita dengan wajah murung.


"iyaa gapapa sayang, ini juga lebih dari cukup. iyakan nau?" jawab Bayu mengalihkan pandangan pada sang adik yang mengoles roti.


"bener mbak, gapapa kok santai aja" jawab Naura sembari tersenyum menampakkan gigi putihnya.


"ohya jadi rencana kamu apa mas?" tanya Rita pada sang suami.


"mas hari ini mungkin akan lembur sayang, mas akan menyelesaikan pekerjaan mas dikantor terus besok mas akan resign. nanti hari Senin mas akan mulai masuk menggantikan om Handoko, gapapa kan?" jawab Bayu dengan yakin. Rita pun tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa gapapa kok mas, semoga semuanya lancar ya mas" jawab Rita dengan senyum manis.


"aku bersyukur mas mau menduduki kursi kepemilikan di perusahaan kita, mas Bayu selama ini selalu sibuk sampai kadang lupa mengontrol perusahaan" kata Naura mengerucutkan bibirnya.


"mas percaya sama om Handoko nau, lagi pula om Handoko sudah bersahabat lama dengan ayah. jadi ngga ada yang patut diragukan, justru harusnya kita berterimakasih sama om Handoko karna mau membantu kita mengurus perusahaan ayah" jawab Bayu delan pelan sambil mengunyah roti dalam mulutnya.


"iyaa juga si mas, selama ini juga kadang ibu suka kontrol kekantor si tanpa sepengetahuan mas Bayu" jawab Naura membuat Bayu menghentikan makannya.


"yang bener nau? kok mas sampe bisa ngga tau?" tanya Bayu dengan heran.


"iyaa gimana mas mau tau, mas aja terlalu sibuk sama kantor mas sendiri" jawab Naura dengan sinis.


"yasudah lah, toh sekarang perusahaan kalian akan dipegang oleh mas Bayu. semoga mas Bayu bisa membawa amanat yang diberikan ayah dengan baik" kata Rita yang sejak tadi mendengarkan perdebatan kedua kakak dan adik tersebut.


"amiiinnn" jawab keduanya serempak.


setelah selesai sarapan, Bayu pun berpamitan untuk berangkat kekantor pada sang istri yang masih membersihkan meja makan.


"mas berangkat dulu ya sayang" kata Bayu mencium kening Rita dan dibalas dengan Rita menyalami punggung tangan Bayu.


"iya mas hati-hati ya" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"iyaa sayang, nau mas pergi dulu ya" kata Bayu pada Naura.


"iyaa mas hati-hati" jawab Naura dengan pelan.

__ADS_1


setelah kepergian Bayu, Naura dan juga Rita pun saling diam. keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing hingga suara salam mengagetkan keduanya.


"assalamualaikum mbak Rita" kata orang tersebut yang ternyata adalah Bu RT.


"waalaikumsalam, iya ada apa Bu RT?" tanya Rita dengan sopan.


"oohh ngga ada apa-apa kok mbak Rita, begini saya cuma mau menanyakan kasus Bu Bagas dan yang lainnya. bukannya harusnya mereka hari ini udah bebeas ya?" tanya Bu RT pada Rita yang lupa jika memang Bu Bagas dan keempat temannya bebas setelah pencabutan laporan yang dilakukan Rita dua hari yang lalu.


"iyaa bener Bu RT, harusnya si begitu. ada apa ya?" tanya Rita dengan penasaran.


"emm gapapa lagi si mbak, tapii,,,," jawab Bu RT memotong perkataannya sambil menoleh ke kanan dan kekiri.


"tapi apa Bu RT?" tanya Rita dengan penasaran.


"eemmm bisa ga si mbak kalo kita ngobrolnya itu didalem aja?" tanya Bu RT dengan rasa sungkan.


"boleh Bu RT, silahkan masuk" jawab Rita mempersilahkan Bu RT masuk kedalam ruang tamu yang didalamnya ada keena dan juga Naura.


"oohh ada mbak Naura juga, bagus deh. ibu pikir tadi mbak Rita sendiri dirumah" katanya dengan senyum manis.


"oh iyaa juga ya, apa mbak Naura ngga keluar gitu sama temannya mbak Naura. biasanya remaja itu paling suka keluyuran keluar rumah" jawab Bu RT membuat Naura menatap Bu RT dengan pandangan yang sulit diartikan.


"ngga lah Bu RT, itu bukan aku banget" jawab Naura sedikit ketus.


"oohh baiklah kalo gitu" jawab Bu RT sekenanya.


"maaf Bu RT, ada apa ya pagi-pagi udah datang kesini? emang ada perlu apa?" tanya Rita dengan hati-hati.


"oh iya mbak Rita, maaf saya sampai lupa sama tujuan saya kesini. begini loh mbak, duh gimana ya jelasinnya" jawab Bu RT dengan bertele-tele.


"iyaa gimana Bu RT?" tanya Rita yang sudah tak sabar mendengar apa yang Burt bicarakan.


"begini mbak Rita, saya dengan dari suami saya jika pak Bagas dan juga yang lainnya merencakan melaporkan balik mbak Rita yang sudah mencemari nama baik ibu Bagas dan ibu-ibu yang lainnya" jawab Bu RT membuat Naura dan Rita yang mendengar membelalakan mata.


"yaampun Bu RT kabar begitu doang? saya kita kesini karna apa" jawab Rita dengan santai membuat Bu RT menyeritkan kening.


"kok mbak Rita kelihatan santai begitu aja si?" jawab Bu RT dengan wajah heran.

__ADS_1


"terus saya harus gimana Bu RT? biar aja mereka melakukan apa yang mau mereka lakukan, toh jika mereka tidak mempunyai bukti justru mereka yang akan mendapatkan musibahnya" jawab Rita dengan santai.


"iyaa juga sih, lagian memang mereka yang salah. sudah jelas salah malah mau menyerang"jawab Bu RT dengan geram.


"nah Bu RT tau, terus masalahnya dimana? lagi pula di surat pencabutan laporan kemarin kan sudah jelas ada persyaratannya jika mereka tidak boleh melakukan yang sama lagi, Bu RT ingatkan apa yang akan terjadi jika mereka melakukan hal yang sama?" tanya Rita pada Bu RT yang menganggukan kepala.


"yaudah santai aja Bu RT" jawab Naura yang sedari tadi melihat wajah khawatir Bu RT.


"iyaa mbak Rita bener juga si, semoga mereka ngga berbuat yang akan merugikan mereka sendiri" jawab Bu RT membuat Rita dan juga Naura tersenyum penuh arti.


"bagus lah Bu RT jika mereka melakukan hal itu lagi, nanti mereka bisa kita seret lagi kedalam jeruji besi dan ngga akan kita kasih ampun" jawab Naura yang mulai kesal dengan tingkah para tetangganya kali ini.


"hust jangan ngomong begitu nau, nanti mas mu juga bisa-bisa marah sama kita kalo kita gegabah seperti kemarin" jawab Rita membuat Bu RT menajamkan pandangannya menatap Rita.


"jadi kemarin mas Bayu marah mbak Rita berurusan sama polisi?" tanya Bu RT penasaran.


"ngga marah si Bu RT, lebih tepatnya memberikan nasihat agar semuanya bisa dibicarakan baik-baik" jawab Rita dengan senyum pada Bu RT.


"tapi kalo sama orang yang gatau diri seperti mereka itu buat apa kita harus bicara baik-baik mbak" jawab Naura terlihat kesal.


"iyaa bener juga apa yang dikatakan mbak Naura ini loh mbak Rita, saya juga geram dengan mulut jilid Bu Bagas itu yang suka seenaknya sendiri kalo bicara" jawab Bu RT mendukung perkataan Naura.


"ngga gitu konsepnya Bu RT, namanya kita bertetangga. suatu saat kami pasti saling membutuhkan, buat apa kami bermusuhan malah akan semakin memperkeruh suasana" jawab Rita dengan lembut.


"duh heran deh sama mbak Rita ini, udah di maki habis-habisan sama mereka masih aja mau ngebela" jawab Naura dengan kesal, ia pun kembali bermain dengan keena yang sedari tadi berada dalam pangkuannya.


"bukan begitu nau, lebih baik kita diam dibanding harus membalas mereka. jika begitu apa bedanya kita dengan mereka, ingat nau balasan yang paling menyakitkan adalah ketika kita menunjukan jika kita lebih baik dari dia" jawab Rita dengan bijak.


"bener juga apa yang dibilang mbak Rita" jawab Bu RT membuat Naura berdengus kesal.


"Bu RT ini gimana si, tadi katanya saya betul terus sekarang mbak Rita juga betul. ngga punya pendirian sekali Bu RT ini" kata Naura membuat Rita terkekeh sedangkan Bu RT hanya menggaruk kepala yang tak gatal.


"maaf ya mbak Naura, tapi betul apa yang dibilang mbak Rita. selain itu juga kan RT saya jadi tentram, meskipun akan terus ada orang jilid seperti mereka itu. tapi namanya manusia, kita ngga mungkin bisa merubah jika udah jadi kebiasaan. iyakan mbak?" kata Bu RT pada Rita yang menganggukan kepala.


"iyaa lah iya lah terserah kalian aja, yuk keena kita kekamar ounty aja biar adem" kata Naura pada keena, ia pun meninggalkan Bu RT dan juga Rita yang masih berada diruang tamu.


keduanya pun masih mengobrol membicarakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Rita, dan Rita pun berkata jujur pada Bu RT dengan keinginannya dan Naura yang mau pindah ke rumah bapak dan ibu Rita di Magelang. setelah selesai Bu RT pun berpamitan pulang, Rita pun mengantarkan hingga keteras rumah. kemudian ia pun menghampiri keena yang berada didalam kamar Naura.

__ADS_1


__ADS_2