Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus20


__ADS_3

"huuu, narsis mu rud-rud. udah sana kalian kalau mau kepasar, nanti keburu kesiangan. ini nanti biar aku yang bereskan" kata bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita dan juga Naura.


"ayok mas" ajak Rita pada Bayu membuat ibunya menyeritkan kening.


"loh, nak Bayu mau ikut kepasar juga?" tanya ibu Rita membuat langkah Minah yang sudah menuju kedepan pintu pun terhenti.


"iyaa Bu, mas Bayu emang mau ikut. gapapa kan Bu Minah?" tanya Rita membuat Bu Minah terpaksa tersenyum dan menganggukan kepala dengan kikuk.


"iyaa gapapa kok Bu" jawab Bu Minah membuat bi Surti terkekeh.


"ibu kenapa ketawa?" tanya Bayu pada bi Surti.


"gapapa, itu bibimu pasti ketar ketir kalo nak Bayu mau ikut. secara kamu pakai mobil itu aja pasti udah jadi pusat perhatian, bagaimana kalo Bayu beneran ikut." jawab bi Surti membuat bi Minah menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"hehehe mbak bisa aja tau apa yang aku pikirin, lagian apa ngga sebaiknya nak Bayu dirumah aja ya" jawab bi Minah dengan hati-hati takut menyinggung Bayu.


"baiklah kalo gitu biar aku dirumah aja sayang, kamu pergilah dengan Naura dan juga bi Minah" jawab Bayu dengan terpaksa, Rita pun menganggukan kepala sebagai jawaban.


setelah semuanya jelas, Rita Naura dan juga bi Minah pun kepasar menggunakan mobil travel yang memang sangat menarik perhatian warga kampung. apalagi setelah sampai dipasar yang sudah mulai ramai dengan pembeli, Rita dan juga yang lainnya pun menjadi pusat perhatian karna turun dari mobil mewah menuju pasar yang menurut mereka sangat tidak cocok.


"tuh kan nak, kita jadi pusat perhatian. bibi bilang apa, tadi kita naik angkot aja" jawab bi Minah membuat Rita dan juga Naura tersenyum kecil.


"udah gapapa bi, cuek aja. lagian kan yang mau kepasar naik mobil itu kita, emang nya kita merepotkan mereka. kan ngga" jawab Naura yang juga diangguki oleh Rita.


"yaa iyaa si mbak, yasudah lah yuk kita masuk. oiyaa kalo boleh tau mbak Rita mau beli apa ya kepasar?" tanya bi Minah pada Rita.


"eemm disini tempat furniture dimana ya Bu?" tanya Rita pada bi Minah yang langsung menghentikan langkahnya.


"furniture? ada disebelah sana, memang mbak Rita butuh apa?" tanya bi Minah dengan menyeritkan kening.


"mungkin mbak Rita mau mengganti semua yang ada dirumah Bu Surti bi, apa mau menambahi" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa Bu, rencananya saya memang mau mengganti semua furniture yang ada dirumah ibu Surti." jawab Rita dengan tersenyum membuat bi Minah menundukkan kepala.

__ADS_1


"kenapa bi? apa ada yang mengganjal?" tanya Naura pada bi Minah.


"gaada kok mbak, hanya aja banyak dari furniture itu adalah langsung dibuat oleh almarhum bapak kami mbak. jadi, sepertinya sayang jika harus diganti. biar gimana pun itu adalah kenang-kenangan dari beliau. apa mbak Surti tau kalo mbak-mbak ini mau mengganti furniture dirumah itu?" tanya bi Minah yang langsung membuat Rita menggelengkan kepala.


"belum mbak, sebenarnya saya justru mau membuat kejutan. tapi baiklah, sepertinya kita hanya akan mengganti dan menambahkan aja. biarkan apa yang menjadi kenang-kenangan itu berada ditempatnya" jawab Rita yang langsung membuat bi Surti tersenyum seraya menganggukan kepala.


"kalo begitu saya setuju mbak, sebanarnya kami memang sudah lama ingin mengganti furniture yang ada dirumah mbak Surti tapi semenjak suami saya sakit kami ngga ada penghasilan lain selain dari mbak Surti yang bekerja dikota. sementara sawah kami disini sudah terjual untuk kebutuhan perawatan suami saya dulu" jawab bi Minah sambil melanjutkan perjalanan menuju toko furniture terbesar dipasar tersebut.


"jadi, selama ini ibu Surti membiayai kalian semua sendiri?" tanya Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Minah.


"iyaa mbak, sebanarnya saya sudah menolak. tapi beliau memaksa, saya pun merasa ngga enak karna terus berpangku tangan pada mbak Surti. tapi mau dibilang apa, suami saya ngga mungkin saya tinggal bekerja diluar" jawab bi Minah yang langsung membuat Naura dan juga Rita menganggukan kepala.


"ini toko terbesar dipasar ini mbak, apa mbak mau lilih disini?" tanya bi Minah pada Rita.


"iyaa mbak disini aja, Ayuk masuk" ajak Rita pada bi Minah dan juga Naura.


"selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai toko tersebut.


"saya mencari kasur yang paling bagus ditoko ini, ada?" tanya Rita langsung membuat pegawai tersebut menganggukan kepala sambil tersenyum.


"ini kasur springbad dengan kwalitas paling bagus yang ada ditoko ini Bu, harganya juga masih terjangkau" kata pegawai toko tersebut memperlihatkan springbad nomer dua yang hanya bisa dipakai untuk dua orang.


"harganya berapa mbak? apa sudah satu set dengan dipannya ini?" tanya Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh pegawai toko tersebut.


"iyaa sudah satu paket dengan dipannya Bu, harganya satu paket ini hanya tiga juta tujuh ratus ribu rupiah mbak" jawab pegawai toko tersebut membuat Rita menaganggukkan kepala.


"baiklah, saya minta yang seperti ini empat pasang ya mbak" jawab Rita membuat pegawai tersebut membelalakan mata.


"em-empat pasang Bu?" tanyanya dengan gagap.


"iyaa empat pasang, adakan?" tanya Rita memastikan, pegawai tersebut pun langsung menganggukan kepala.


"ad-ada Bu, apa ada lagi yang ibu butuhkan?" tanyanya lagi pada Rita.

__ADS_1


"saya juga butuh lemari pakaian tiga susun, meja rias, meja makan, kithenset, sofa ruang tamu, sofa ruang keluarga, dan juga Buffett yang bisa untuk menaruh tv itu loh. saya mau semua yang kwalitas terbaik, adakan?" tanya Rita membuat pegawai tersebut tersenyum senang sambil menganggukan kepala antusias.


"mau dilihat dulu barangnya Bu? mari saya antarkan" jawabnya yang langsung mendahului Rita dan juga yang lainnya.


"mbak yakin mau membeli semua itu?" tanya bi Minah yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.


"iyaa yakin kok bi, ada yang kurang ya?" tanya Rita yang langsung dijawab gelengan kepala oleh bi Minah.


"ngga ada yang salah si mbak, tapi apa ngga terlalu berlebihan mbak. kami sekeluarga jadi ngga enak mbak" jawab bi Minah yang langsung menundukkan kepala.


"bi, gapapa kok. lagian ini kan kemauan mbak Rita dan juga mas Bayu, lagipula kami semua juga anak-anaknya bu Surti. kami mau, andai suatu saat nanti ibu ingin tinggal dikampung semuanya sudah terlihat nyaman. dan ini adalah kesempatannya bi" jawab Naura yang juga diangguki oleh Rita.


"Naura benar bi" jawab Rita singkat.


"ini lemarinya Bu, silahkan dilihat dulu. ini lemari dengan tiga susun yang dimana membukanya dengan cara digeser kekanan mbak, ditengahnya juga ada kaca dan ini bisa dibuka ya mbak" kata pegawai tersebut menjelaskan lemari tiga susun yang ada dihadapannya. Rita pun menganggukan kepala mengerti dengan penjelasan dari pegawai tersebut.


"baik saya mengerti, semuanya bisa dikirim kan mbak? saya mau springbad yang sudah sama dipannya tadi empat set, lemarinya juga empat ya mbak yang lainnya dari yang saya sebutkan tadi satu set" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh pegawai tersebut.


"baik Bu, semuanya yang paling terbaik ya bu?" tanya pegawai tersebut membuat Rita menganggukan kepala.


"iyaa yang paling terbaik, oiyaa meja makan saya mau yang muat enam atau delapan orang ya mbak" jawab Rita yang juga diangguki oleh pegawai tersebut.


"baik Bu, silahkan untuk pembayarannya sebelah sini ya Bu" kata pegawai tersebut dengan mata berbinar karena mendapatkan jackpot pembelian banyak dari Rita, ia merasa mendapatkan keuntungan besar dari pembelian Rita yang sangat banyak ditoko tempatnya bekerja.


"ini Bu, terimakasih sudah berbelanja ditoko kami. semoga anda puas dan kembali lagi" kata kasir toko tersebut dengan senyum menatap Rita yang juga tersenyum dan menganggukan kepala.


"sama-sama, makasih ya mbak sudah membantu saya memilih furniture" kata Rita pada pegawai yang sedari tadi menemaninya.


"sama-sama Bu, sudah tugas saya" jawabnya mengantarkan Rita hingga keluar dari toko bersama bi Minah dan juga Naura.


"ini ada sedikit untuk mbaknya" kata Rita menyerahkan beberapa uang merah pada pegawai tersebut.


"ngga,,,,," jawabnya terputus.

__ADS_1


"terima aja mbak, sebagai tanda terimakasih" kata Rita memutus perkataan pegawai tersebut. ia pun mengambil uang yang diberikan Rita dengan senyum mengembang dan terus berterimakasih.


bersambung....


__ADS_2