Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
enampuluhenam


__ADS_3

tepat pukul lima Rita terbangun dari tidurnya, ia pun bergegas keluar kamar untuk mengecek sang suami yang semalam meronda. ia melihat sang suami tertidur diruang tamu rumah dengan sangat pulas, Rita pun memutuskan kembali memasuki kamar lebih dulu untuk melaksanakan sholat sebuah setelahnya baru membangunkan Bayu untuk pindah kedalam kamar dan melakukan sholat.


"udah pulang mas Bayu mbak?" tanya Naura yang baru saja membuka matanya.


"sudah nau, ia masih tidur diruang tamu. sepertinya semalem dia mau masuk kedalam tapi ia urungkan karna melihat kita yang tidur dikasur berdua" jawab Rita membuat Naura langsung bangun dan keluar kamar membangun kan mas nya.


Rita pun kembali melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian keluar dan telah melihat sang suami duduk dipinggiran kasur.


"kamu kok gak bangunin aku sih sayang, malah naura yang bangun" kata Bayu sambil berjalan menghampiri Rita .


"maaf mas, tadi kamu pules banget soalnya. mauku tadi setelah aku selesai sholat baru mau bangunin kamu, ternyata udah keduluan Naura" jawab Rita.


"yaudah kalo gitu kita sholat dulu ya, nanti baru mas lanjutkan tidur. mas tadi pulang jam tiga pagi" jawab Bayu membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


melihat sang suami yang berjalan dengan langkah gontai memasuki kamar mandi pun membuatnya sedih, karna tak pernah melihat Bayu terlalu lelah seperti ini. terlebih kemarin setelah baru saja pulang kerja malamnya Bayu langsung melakukan ronda bersama pak RT dan warga lainnya, Rita yakin suaminya itu merasakan lelah dua kali lipat.


tak lama Bayu pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh karna telah terbasuh dengan air wudhu, Rita pun telah menyiapkan perlengkapan sholat sang suami. Bayu pun segera memakainya dengan rapi dan menjadi imam sholat bagi sang istri.


setelah selesai Rita pun keluar kamar untuk membuat sarapan sederhana mumpung sang anak belum bangun, Rita pun hanya membuat nasi goreng sosis dan menggoreng kaget dan telur ceplok untuk suami dan adik iparnya. setelah semua selesai, Rita pun kembali kedalam kamar. melihat anaknya yang telah bangun pun Rita segera menggendongnya, sedangkan Bayu sudah tidur lagi sejak tadi Rita keluar kamar untuk memasak.


Rita pun tak kuasa membangun kan sang suami untuk menjaga sang anak sebentar karna ia mau merebus air hangat untuk anaknya mandi, jadi Rita lebih memilih menitipkan keena pada Naura yang tidak sedang melakukan apapun.


"nau, apa kamu lagi sibuk?" tanya Rita setelah mengetuk pintu kamar Naura, terlihat Naura keluar kamar masih mengenakan mukenanya.


"kamu baru selesai sholat nau?" tanya Rita lagi.


"iyaa mbak, Naura barusan mengaji. ada apa mbak?" tanya Naura sambil membuka mukena yang ia kenakan.

__ADS_1


"gapapa nau, mbak cuma mau nitipin keena dulu ini. mbak mau rebus air hangat untuk dia mandi" jawab Rita menatap sang anak yang seolah mendengarkan perkataannya.


"boleh mbak, sini biar aku gendong dulu. mbak rebus airnya dulu saja" jawab Naura mengambil alih keena dari gendongan sang ibu.


setelah menitipkan keena pada Naura, Rita pun segera melangkah kan kaki menuju dapur untuk merebus air untuk mandi sang anak. tak lama kemudian air mendidih, Rita pun mencampur air tersebut dengan air dingin sampai ia rasa suhu nya pas untuk mandi keena. setelah selesai, Rita pun kembali menghampiri Naura dan juga keena didalam kamar Naura. Rita pun melepas satu persatu pakaian yang melekat ditubuh keena dengan hati-hati.


"nau, kamu bisa tolongin mbak ambil pakaian dan peralatan selesai mandi keena didalam kamar mbak. rasanya mbak males banget keluar masuk kamar lagi" kata Rita menyuruh Naura yang berada disampingnya.


"iyaa mbak aku ambilin sebentar sekalian keluar kamar sama mbak Rita" jawab Naura. kemudian keduanya pun keluar bersamaan, Naura membuka pintu kamar Rita sedangkan Rita memasuki kamar mandi dan mulai memandikan keena.


"seneng banget dia main air mbak" kata Naura yang sudah berada dibelakang Rita melihat sang keponakan yang sangat senang berada didalam bak mandi itu.


"iyaa nau, mbak sebenarnya agak takut kalo dia tiba-tiba lepas karna gabisa diem begini mandinya" jawab Rita memasang wajah khawatir.


"hehe, namanya juga bayi mbak, maklum kali mbak. mbak juga mungkin belum terbiasa, namanya juga masih baru satu bulan kan. itu pun sebulan kemarin lebih sering ibu mbak yang mandikan keena" jawab Naura.


"yaudah, ini semuanya aku bawa kekamar aku aja ya mbak nanti pakaikan baju keena dikamar aku aja" jawab Naura yang langsung melangkah meninggalkan Rita yang agak kesulitan memandikan keena.


Rita yang mulai fokus memandikan pun tak menjawab lagi perkataan Naura, ia pun sibu memandikan sang anak hingga bersih. setelah selesai, Rita pun memberikan handuk untuk dipakai sang anak dan membawanya kedalam kamar Naura.


"lucu banget si kamu kalo habis mandi andukan kaya gini, yaampuuunn" kata Naura yang melihat sang ponakannya sangat imut hanya mengenakan handuk yang menutupi tubuh bagian atas hingga menutupi kaki tersebut.


"iyaa dong ounty, aku kan masih imut emangnya ounty yang harus dimut-imutkan" jawab rita menirukan suara anak kecil sambil mengoleskan minyak telon pada tubuh anaknya.


"huuuu, gapapalah yang penting ountymu ini masih imut dan incaran lelaki Sholeh diluar sana" jawab Naura membuat Rita memutar bola mata jengah mendengar perkataan sang adik ipar.


"lelaki Soleh darimana, kuliah dulu yang bener baru ada lelaki Sholeh" jawab Rita.

__ADS_1


"iyaaiyaa mbak tenang aja, Naura tau kok. insyaallah Naura pasti akan kuliah dengan baik, agar ngga mengecewakan kalian semua terutama mas Bayu" jawab Naura dengan yakin.


"amiiinnn, mbak si bukannya melarang kamu pacaran tapi bukannya kami tau sendiri kalo mas mu sangat ngga suka jika kamu pacaran lebih dulu. ia maunya, kamu itu menyelesaikan kuliahmu dulu baru memikirkan jodoh" kata Rita pada sang adik ipar.


"iyaa mbak Naura tau kok, tapi ngga salah kan mbak jika Naura ada perasaan suka pada seseorang?" tanya Naura dengan hati-hati.


"ngga salah si, asal sesuai penempatannya. kenapa? kamu tau sendiri kan, kisruh rumah tangga ku dan mas mu itu karna tidak tepatnya perasan yang hadir dalam diri Maura. bukan ngga tepat si, cuma gimana ya menjelaskannya. yaa kamu tau sendiri lah bagaimana, mbak cuma ngga mau kamu pun melakukan hal yang membuat dirimu sendiri rugi seperti apa yang dilakukan Maura, nau." jawab Rita memberikan pengertian pada sang adik ipar.


"insyaallah Naura hanya akan memendam perasan Naura mbak, lagi pula Naura tau batasan kok mbak. Naura ngga akan melakukan hal yang diluar batas ya Naura hanya sekedar menyukai lelaki itu si, ngga lebih" jawab Naura meyakinkan Rita sang kakak ipar yang ia anggap kakaknya sendiri.


"iyaa kalo itu gapapa nau, cuma mbak ingatkan. jangan mencintai makhluk melebihi mencintai sang penciptanya" jawab Rita membuat Naura menganggukkan kepala.


"nah sekarang keena sudah cantik" kata Rita membuat Naura mengalihkan pandangannya pada sang ponakan yang sudah cantik mengenakan pakaian yang tadi ia pilihkan, setelah rok pendek dengan kos beserta celana leging khusus bayi yang membuat keena seperti penari balet apalagi ditambah dengan Bandana yang berada di kepala keena yang sudah mulai tumbuh rambut setelah dibotaki sewaktu habis aqiqah waktu itu.


"waaaahhh ponakan ounty" kata Naura yang langsung menciumi keena dengan gamas.


"iissshh, sudah-sudah jangan terus diciumi begitu anak ku" jawab Rita membuat Naura mencebikkan bibir.


"huuu mbak Rita ini gabisa lihat kesenangan orang deh, oh ya udah jam berapa ini ya mbak?" tanya Naura tiba-tiba.


" ntah, jam tujuh kurang mungkin, kenapa?" tanya Rita pada Naura.


"oohh gapapa sih, sebenernya Naura mau keluar sama temen-temen sekolah Naura mbak. tapi keadaan rumah lagi ngga memungkinkan sepertinya, jadi Naura mau minta izin ajak temen Naura kerumah ini. boleh kan mbak?" tanya Naura dengan hati-hati.


"boleh dong nau, ajak aja temen kamu kesini. lagi pula, bukan hanya rumah aja yang lagi ngga aman tapi keselamatan kita pun juga lagi ga aman. kamu faham kan?" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala. selanjutkan kedua kakak beradik itu pun melanjutkan bercerita sesekali tertawa membuat seisi kamar terasa lebih hidup setelah apa yang mereka lalui hari kemarin.


Naura pun menghubungi temannya mengabarkan agar mereka datang kerumah sang kakak untuk melakukan temu kangen yang seharusnya mereka lakukan diluar rumah seperti anak ABG lainnya.

__ADS_1


__ADS_2