
"Tidak!! kamu salah Maura! semua bukan karna aku, tapi karna keegoisan dan keserakahan kamu! kamu ngga pernah sadar mau, padahal kamu sudah menjadi buronan tapi kamu masih saja menyalahkan orang lain terhadap apa yang terjadi dalam hidup kamu! berkacalah mau, semua apa yang kamu mau ngga akan bisa kamu dapatkan dengan mudah. namun apa? bahkan kamu melakukan dan menghalal kan segala cara hanya untuk mendapatkan mas Bayu? untuk apa? untuk mengincar harta yang memang bukan hak kamu!" jawab Rita menantang Maura. Maura pun membelalakan mata mendengar semua ucapan Rita yang sama sekali tidak meleset.
ntah bagaimana Rita bisa mengetahui apa yang dia rencanakan.
"kenapa? kamu kaget karna aku tau betul rencana kamu selama ini? kamu kaget karna Rita yang hanya orang kampung ini bisa tau semua yang kamu rencanakan? begitu? aku tidak bodoh Maura, kamu telah salah menilai ku!!" lanjut Rita membuat Maura menatap Rita dengan menyunggingkan senyum sinis.
"aku ga peduli kamu tau atau tidak, yang jelas aku hanya mau seluruh apa yang seharusnya aku miliki menjadi milik aku! bahkan aku sekarang tidak lagi memikirkan untuk bersama Bayu, untuk apa? jika aku sudah memiliki segalanya bahkan lelaki manapun bisa aku miliki" jawab Maura memandang sinis Rita yang hanya tertawa dan menganggukan kepala.
"sebegitu yakinnya kah kamu? kamu tentu tau dong resiko apa yang akan kamu terima karna kamu melakukan hal seperti ini? apa kamu pikir harta itu akan berguna untukmu?" jawab Rita menyunginggkan senyum sinis.
"tutup mulutmu!! setidaknya dengan semua harta ini aku bisa terbebas dengan mudah jika aku masuk kedalam penjara!!" jawab Maura dengan pedenya. Rita pun tertawa mendengar apa yang Maura katakan.
"bodoh!! kamu itu orang terbodoh yang aku aku pernah temui! jika kamu masuk dalam jeruji besi, kamu gaakan mendapatkan harta ini sedikit pun. karna apa? karna pengadilan pasti akan mencari tau dari mana seluruh harta itu berasal, dan sebagai pewaris tentu saja suamiku. mas Bayu, akan bersaksi bahwa kamu merebut segalanya dari dia. ditambah dengan beberapa polisi yang ada disini, betulkan bapak-bapak!!?" jawab Rita dengancl cerdas membuat Maura seketika menelan air liurnya, ia tak bisa menyanggah. semua yang dikatakan Rita memang benar, apalagi jika ia telah masuk kedalam penjara dan tidak bisa merubah segala kepemilikan yang sah atas namanya. hilang sudah semua harapannya.
"bagaimana Maura? kamu akan menyerah atau masih mau berpetualang diluar sana, meskipun kamu tau hasilnya pasti akan sama?!" lanjut Rita. semua orang yang ada disana pun terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Rita, ia tak menyangka Rita mampu memberikan jawaban yang membuat Maura terdiam.
Rita pun memberikan kode kepada polisi yang posisinya tak jauh dari Maura untuk melumpuhkan tangan Maura yang masih berada dileher sang ibu dengan pisau yang masih dipegangnya.
begitu kode diterima, polisi tersebutpun mendekati Maura dengan berhati-hati agar tidak ketahuan. dengan akal yang polisi tersebut miliki, ia pun akhirnya bisa melumpuhkan Maura dan menyelamat kan ibu bayu yang langsung menghambur memeluk menantu kesayangan dan juga anak perempuannya tersebut.
"siaaaall, aku akan membalas apa yang kalian padaku suatu saat nanti. ingat! aku akan kembali, aku pasti bisa mengambil apa yang menjadi hak ku. aku pastikan itu" kata Maura yang dipaksa keluar dari rumah tersebut dengan dua polisi yang menyeretnya.
"terimakasih mbak, telah membantu kita mengalihkan fokus tersangka. kami akan segera membawanya ke polres untuk dimintai keterangan, sebaiknya ibu nya dibawa ke rumah sakit untuk di visum sebagai bukti tindak kejahatan ini" kata kepala polisi yang bertugas mengawal kasus Maura.
__ADS_1
"baik pak, tolong jngan biarkan dia bebas dengan mudah. saya rasa, dia mulai merasa depresi karna semua rencana jahatnya gagal dengan mudah pak" jawab Naura membuat polisi tersebut menganggukan kepala dan berpamitan pada ibu Bayu yang masih merasa syok.
"baik kamu permisi dulu, terimakasih sekali lagi. permisi" kata kepala polisi tersebut pada keempat orang yang ada didepannya. mereka pun menganggukan kepala, setelah semua polisi tersebut pergi meninggalkan gerbang naura pun membawa sang ibu duduk disofa tak jauh dari mereka berdiri.
"sini Bu, duduk dulu. bi tolong minta air putih ya buat ibu" kata Naura pada asisten rumah tangga ibu nya itu.
bi asih pun mengganggukan kepala dan berlalu mengambil segelas air putih untuk majikannya, kemudian kembali ketempat dimana tiga orang tersebut masih menenangkan ibu mereka.
"sebaiknya kita kerumah sakit dulu Bu, Ayuk" ajak Naura pada sang ibu, ibu Bayu pun menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"kenapa Bu? ini sudah tindakan kriminal Bu, biar semuanya tuntas. lagipula Maura sudah keterlaluan pada ibu" jawab Rita diangguki oleh Naura dan juga bi asih.
"biar lah dia menjalani hukumannya dengan semestinya, ibu tidak mau menambah daftar kejahatan yang ia lakukan. sebagai seorang ibu melihat anaknya masuk penjara adalah hal yang menyakitkan, ibu tidak mau menambah rasa sakit ibu dengan menambah masa hukumannya nau, rit" jawab ibu Bayu membuat Rita dan juga Naura saling berpandangan.
"kamu seorang ibu rit, suatu saat kamu akan merasakan apa yang akan ibu rasakan. meskipun Maura bukan anak kandung ibu, tapi ibu menyayanginya sama seperti ibu menyayangi Naura dan juga Bayu" jawab ibu Bayu membuat Rita dan juga Naura menundukkan kepala.
"maaf Bu"jawab Rita singkat.
"yasudah kalo gitu sebaiknya ibu masuk kamar, Ayuk Naura antarkan kedalam" kata Naura yang menuntun sang ibu memasuki kamarnya.
ibu Bayu yang diantarkan Naura pun memasuki kedalam kamar dengan langkah gontai, sedangkan Rita yang mendengar perkataan ibu mertuanya pun menatap asisten rumah tangganya dengan menggelengkan kepala.
"ibu itu terlalu baik mbak, jadi ibu selalu aja memaafkan non Maura yang selalu berlaku seenaknya pada ibu" kata bi asih membuat Rita menganggukan kepala.
__ADS_1
"iyaa bibi bener, ibu memang terlalu baik. semoga Maura bisa merasakan kasih sayang ibu, orang yang selama ini mendampinginya dan melakukan apapun untuknya. sayangnya, dia seperti tidak bisa merasakan semua itu" jawab Rita, bi asih pun menyetujui apa yang dikatakan oleh Rita itu memang sebuah kebenaran.
terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah, Rita yang sadar itu suara mobil Bayu pun menghampiri sang suami didepan pintu utama. ia pun memeluk Bayu yang berlari dengan wajah panik.
"dimana ibu sayang?" tanya Bayu penasaran.
"ibu ada didalam kamarnya sama Naura mas, sedang istirahat" jawab Rita, Bayu pun segera masuk kedalam rumah dan menghampiri ibu kandungnya tersebut.
setelah sampai didalam kamar sang ibu, Bayu pun memeluk ibunya dan memeriksa setiap inci tubuh sang ibu yang mulai terlihat menua itu.
"ibu gapapa?" tanya Bayu membuat sang ibu tersenyum dan menganggukan kepala.
"ibu gapapa Bayu, kamu gausah khawatir. istrimu hebat, bisa mengalihkan fokus Maura hingga membuat polisi itu dengan mudah melumpuhkan Maura" jawab ibu Bayu dengan tersenyum.
"Alhamdulillah jika ibu baik-baik aja, lebih baik kita visum kerumah sakit agar memperkuat tuduhan kita pada Maura" jawab Bayu membuat sang ibu kembali menggelengkan kepala.
"kenapa Bu?" tanya Bayu penasaran.
"Bayu, biar gimana pun Maura adalah adik kamu dan kakaknya Naura. dia juga bagian dari Adipura, biarlah dia cukup menjalani hukumannya jangan menambah penderitaannya didalam penjara. biarkan saja, doakan semoga ia bisa memperbaiki kesalahannya dimasa lalu" jawab ibu Bayu membuat Bayu menatap Rita dan Naura secara bergantian. mereka yang ditatap pun menggelengkan tak percaya dengan jawaban sang ibu.
"tapi Bu,, Bayu rasa Maura sudah kelewatan dengan semua ini. Bayu tidak terima ibu diperlakukan seperti ini oleh Maura Bu" jawab Bayu dengan Isakan tertahan.
"Bayu, sudah maafkan saja Maura biarlah dia menjalani hukuman sebagai mana mestinya kita tidak perlu menambahnya" jawab ibu Bayu yang memang sangat menyangi Maura seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
dengan terpaksa Bayu pun menganggukan kepala mendengar keputusan sang ibu, tapi Bayu tetap tidak akan diam saja. ia akan memberikan rekaman cctv yang ada dirumah itu sebagi bukti yang akan memberatkan Maura didalam pengadilan nanti.