Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus3.


__ADS_3

keempat orang tersebut pun meninggalkan restoran, kini semuanya sudah dalam mobil mewah milik Bayu.


"berarti sekarang kamu udah resmi megang perusahaan kita kan bay?" tanya ibu Bayu pada anak lelakinya tersebut.


"iyaa Bu, Alhamdulillah. kasian om Handoko yang udah teramat ingin bisa kumpul sama istri dan cucunya setiap waktu, emang harusnya udah begitu kan? apalagi umurnya sekarang udah menginjak enam puluh lima tahun" jawab Bayu membuat sang ibu menganggukan kepala.


"bagus lah, harusnya dari dulu kamu mengambil alih perusahaan keluarga kita bay. bukan terus merepotkan Handoko seperti itu" kata ibu Bayu membuat Bayu terkekeh kecil.


"abis gimana ya Bu aku udah nyaman si sebenernya sama pekerjaan yang dulu" jawab Bayu dengan santai membuat sang ibu mendengus kesal.


"aahhh kamu ini" ketus ibu Bayu membuat ketiga orang didalam mobil tersebut pun tak tahan menahan tawa mereka.


"rit, kamu mau kan balik lagi tinggal dirumah ibu? ibu suka bosen kalo dirumah sendiri" kata ibu Bayu membuat Rita tersenyum.


"iyaa Bu, insyaallah ibu doakan saja biar semuanya lancar ya Bu terus kita bisa terus berkumpul dirumah" jawab Rita membuat ibu Bayu menganggukan kepala.


"yaaah mbak ternyata endingnya kaya gini, berarti kita ngga jadi minta tinggal di Magelang dong ya" kata Naura pada Rita, sedangkan ibu Bayu yang baru mengetahui hal ini pun membelalakan mata.


"apa?! kamu mau tinggal dimagelang rit?" tanya ibu Bayu membuat Rita mau tak mau menganggukan kepala.


"iyaa Bu, karna banyak masalah yang terjadi. Rita sempat merasa tak enak dengan tetangga di kontrakan Rita Bu" jawab Rita dengan wajah tertunduk.


"memang ada apa?" tanya ibu Bayu yang memang setelah meninggalkan rumah Rita ia pun tak tau perihal yang terjadi dengan menantunya tersebut.


"panjang Bu ceritanya. yang jelas masih ada sangkut pautnya dengan apa yang dilakukan Maura Bu, itu lah akhirnya yang bikin Rita mau tinggal sama orang tuanya. bahkan Naura pun mau kuliah di UGM Bu" jawab Bayu seketika membuat suasana kembali hening.


"sebegitu berpengaruhnya ya apa yang dilakukan Maura sama rumah tangga kalian, bahkan kalian sampai tidak nyaman tinggal dirumah kalian sendiri" jawab ibu Bayu dengan lirih.


"begitulah Bu, bahkan ibunya Rita sendiri meminta aku untuk memperbolehkan Rita dan keena ikut bersama mereka kembali kekampung waktu itu. untung ada bapa yang bisa jadi penengah Bu, kalo tidak aku pasti udah kehilangan anak dan istriku" jawab Bayu dengan lesu.


"lagian mas Bayu itu bener-bener keliatan ga bisa tegas waktu itu, bahkan ibu pun ga peduli dengan apa yang mbak Rita bilang kan waktu itu. jadi ya mbak Rita meminta untuk ikut dengan ibu nyalah" jawab Naura dengan kesal.


"tapi untungnya Alhamdulillah urusan Maura kelar, semoga setelah ini udah ngga ada lagi yang akan mengacau dalam keluarga kita" jawab Bayu membuat semuanya menganggukan kepala.


setelah hampir empat puluh menit berkendara, mobil Bayu pun sampai tepat didepan rumah sang ibu.

__ADS_1


"kami ngga mampir ya Bu, udah malam. ibu langsung masuk dan tidur ya" kata Bayu membuat sang ibu menganggukan kepala.


meskipun dalam hatinya ingin sekali jika anak dan menantunya kembali tinggal bersama nya malam ini, namun apalah daya sang anak sudah mengatakan jika ia harus bersabar sedikit lagi.


"iyaa kalian hati-hati ya, main lah kesini jika kalian merasa bosan ya Naura, rit" jawab ibu Bayu membuat keduanya menganggukan kepala.


"iyaa Bu, ibu sehat-sehat ya dirumah. ibu juga bisa main kerumah kami sama bi asih kan? bisa naik taksi online nanti" jawab Rita dengan senyum membuat ibu mertuanya menganggukan kepala.


ibu Bayu pun turun dari mobil, memasuki gerbang rumah yang sudah dibuka lebih dulu oleh satpam yang berjaga. setelahnya Bayu dan yang lain pun meninggalkan rumah sang ibu setelah membunyikan klakson sebagai tanda perpisahan.


"Alhamdulillah ibu baik-baik aja ya mas" kata Rita yang berada disamping sang suami yang mengemudikan mobil.


"aku kan sudah bilang, pasti ibu baik-baik aja dan pasti ibu juga sudah tau apa yang terjadi pada maura karna dia memang belum kembali kerumah semenjak kejadian penangkapan orang bernama Roni itu" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


"tapi aku yakin ibu pasti sangat gak menyangka dengan tindakan yang Maura ambil, sebagai ibu pasti hatinya sangat hancur anak yang ia didik dengan baik selama ini bertingkah laku seperti itu" jawab Rita dengan mata berkaca-kaca.


" aku yakin hati ibu sebetulnya sudah lama hancur, tapi ibu berusaha baik-baik aja untuk kita" jawab Bayu dengan pelan membuat Rita mendongak menatap sang suami yang fokus mengemudikan mobil.


"mas Bayu bener mbak, aku juga yakin kalo ibu memang udah bener-bener hancur hati nya karna kelakuan maura." jawab Naura yang sedari tadi mendengarkan apa yang kedua kakaknya katakan.


"aku ga masalah mas, apalagi Maura udah ngga tinggal dirumah. aku yakin keluarga kita bakalan kaya dulu lagi" jawab Naura dengan senyum mengembang.


"kamu sayang? aku kamu mau kalo kita tinggal satu rumah lagi sama ibu?" tanya Bayu pada sang istri yang langsung menganggukan kepala.


"sebenarnya ngga ada alasan untuk aku menolak mas, toh selama ini memang ibu juga sangat sayang sama aku. waktu itu aku cuma ga nyaman dengan Maura, itu aja" jawab Rita membuat Naura dan juga Bayu menganggukan kepala.


"bener mas, aku juga sama seperti mbak Rita. apalagi memang kita juga tau bahwa ibu sudah menganggap mbak Rita seperti anak sendiri kan?" jawab Naura diangguki oleh Rita.


"yaudah kalo gitu, gimana kalo kita tinggal dirumah ibu lagi?" tanya Bayu pada kedua perempuan tersebut.


Rita dan Naura pun menganggukan kepala menyetujui apa yang disarankan oleh Bayu.


"boleh mas, malah enak loh kita ga kesepian dan ga harus was-was lagi dan juga kayanya memang lebih aman kita tinggal disana. rame mas" jawab Rita


"iyaa sayang mas juga berpikiran seperti itu, sepertinya mas juga kan mencari supir untuk dirumah agar nanti jika ibu berpergian ga perlu repot pake taksi online lagi" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.

__ADS_1


"bagus itu mas, ohya satpam dirumah ibu Tiu ada berapa si mas?" tanya Rita penasaran.


"ada dua sayang, satu shift pagi sampe sore satunya lagi shift sore sampai pagi lagi" jawab Bayu membuat Rita dan juga Naura saling pandang.


"kayanya kita harus nambah satpam ga si mas" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"memangnya kenapa?" tanya Bayu bingung.


"bagini mas, kita kan rencana mau tinggal dirumah ibu lagi sebaiknya memang satpamnya itu ditambah mas biar lebih ketat penjagaannya. apalagi mas kan tau sendiri kalo Maura belum bisa ditemukan, buat jaga-jaga aja si mas" jawab Naura dengan lancar.


"hmmm iyaa juga ya, boleh. nanti mas pikirkan lagi" jawab Bayu mengembangkan senyum.


"kayanya tingkat kewaspaan Naura lebih dari kita ya mas" kata Rita membuat Naura tersenyum malu.


"iyaa nih mas jadi malu sendiri" jawab Bayu sembari terkekeh.


"apaan si mas, Naura cuma memastikan keamanan kita aja kok" jawab Naura.


"iyaa deh iyaa, oh ya kamu kabari Salma, Nana sama dini kalo kita mau pindah rumah ya siapa mereka ga bingung" kata Rita membuat Naura menganggukan kepala.


"iyaa mbak, rencananya kapan kita akan pindah kerumah ibu?" tanya Naura penasaran.


"kapan yaa?? hmm Sabtu aja kali ya mas?" tanya Rita pada sang suami.


"boleh si, besok kita kabari ibu" jawab Bayu membuat kedua perempuan itu menganggukan kepala.


"okee deh mas" jawab keduanya serempak. kemudian mereka bertiga pun tertawa, sementara keena masih terlelap dalam pangkuan Rita.


sementara diujung kota tersebut seorang perempuan sedang berjalan mondar mandir didalam kontrakan kecil yang ia sewa, keadaannya berbanding terbalik dengan keadaan yang sebelumnya. itu Maura, ya Maura yang seorang DPO itu memutuskan untuk mengumpat dari kejaran polisi disalah satu perkampungan padat penduduk, saat ini ia sedang merasakan lapar pada perutnya tapi karna statusnya sebagai DPO membuatnya tak bisa bergerak bebas meski hanya untuk membeli makan. untuk saat ini ia sudah tak bisa lagi memesan makanan secara online karna keuangannya sudah menipis, terpaksa ia pun harus selalu menunggu malam untuk membeli makanan siap santap untuk ia makan dikamar kontrakannya tersebut.


"aku harus gimana sekarang, ga mungkin aku akan kaya gini terus. ibu, iyaa ibu! aku harus bisa menghubungi ibu sekarang" gumamnya mancari ponsel yang sejak lama mati, bukan karna kehabisan baterai melainkan karna ia matikan daya handphonenya.


________________________________________


mohon maaf ya guys, dari kemarin cuma bisa update satu episode. karna anak outhor lagi kurang enak badan jadi rada rewel, insyallah nanti kalo udah lebih baik outhor rapel ya🙏😊

__ADS_1


__ADS_2