
"sama-sama pak, ini semua saya lakukan karna saya juga sudah menganggap ketiganya sebagai adik saya sendiri sama seperti Naura" kata Bayu membuat beberapa pasang mata didepannya melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Alhamdulillah kami bersyukur nak Bayu jika memang begitu, saya harap kamu tak merepotkan nak Bayu dengan hal ini" kata ayah Salma pada Bayu yang langsung disambut tawa kecil oleh lelaki tersebut.
"tenang saja pak, insyallah ngga akan merepotkan saya. saya juga ikhlas membantu mereka, karna selama ini juga mereka sudah banyak membantu saya" jawab Bayu membuat ketiga pasang mata tersebut saling berpandangan.?
"membantu bagaimana nak Bayu, maaf sebelumnya karna anak kami memang tak ada yang memberitahukan pada kami jika mereka telah membantu kalian" jawab ayah dari dini membuat Bayu terkekeh kecil mendengar apa yang disampaikan oleh lelaki paru baya tersebut.
"oohh begitu, yaa ceritanya panjang pak. mungkin lain waktu kita cerita lagi nanti akan saya beri tahukan" jawab Bayu dengan senyum mengembang menatap tiga pasang paru baya tersebut.
"baiklah kalo begitu nak Bayu, sekali lagi kamu sangat berterimakasih atas apa yang telah nak Bayu berikan pada ketiga putri kami" kata ayah Nana pada Bayu yang disambut anggukan kepala dari lelaki tersebut.
"yaa pak sama-sama" jawab Bayu dengan tersenyum.
"mas, lebih baik kita makan malam lebih dulu semuanya sudah dipersiapkan oleh bi asih dan juga ibu dibelakang" kata Rita pada Bayu yang langsung disambut anggukan kepala oleh sang suami.
"mari pak, Bu kita makan malam bersama. istri saya ini sudah menyiapkan hidangan special untuk menyambut kalian semua" kata Bayu membuat Rita tertunduk malu mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut.
"maaass kamu ini apaan si, bikin aku malu aja" kata Rita pada sang suami dengan berbisik. Bayu pun hanya terkekeh kecil mendengar perkataan sang istri, mereka pun menggiring tiga pasang suami istri itu menuju meja makan yang sudah terhidang beberapa jenis masakan yang memang sudah dimasak oleh bi asih dan juga bi Surti yang dibantu oleh Rita.
"silahkan dinikmati pak, Bu. maaf ya seadanya, karna kamu juga baru diberitahukan Naura tadi siang jika kalian mau kerumah ini" kata Rita dengan rasa tak enak pada ketiga pasang orang tua tersebut.
"tak apa nak Rita, ini juga sudah lebih dari cukup. kamu justru merasa bersyukur karna nak Rita dan juga nak Bayu sudah menjamu kami dengan sangat baik, padahal kami hanya orang biasa tidak seperti kalian" jawab ayah Nana dengan kepala tertunduk.
"masyaallah pak, dihadapan Tuhan derajat kita semua sama pak tidak ada yang membedakan. semua yang kamu miliki hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa saja diambil oleh sang pemilik" jawab Bayu membuat ketiga pasang paru baya itu tersenyum dan menganggukan kepala.
"Nana, dini, Salma ayok ikut makan sama-sama disini. duduklah bersebelahan dengan orangtua kalian masing-masing, makan lah jangan sungkan anggap rumah sendiri seperti biasanya" kata Bayu membuat ketiga remaja tersebut menganggukan kepala dan mengambil posisi tepat disebelah kedua orangtua mereka.
__ADS_1
"masa mereka aja mas yang diajak makan bareng, aku ngga gitu?" tanya Naura mengerucutkan bibirnya, membuat tawa diruang makan itu meledak seketika mendengar perkataan Naura.
"oohh iyaa mas lupa ada kamu, ayok sini makan. biasanya juga kamu makan nanti ditemani sama ibu, sini-sini duduk jangan kaya gitu mukanya. ngga malu apa sama bapak dan ibu dari ketiga temanmu ini" jawab Bayu membuat Naura semakin mengerucutkan bibirnya.
"udah nau, duduk dan ambillah makanan itu" kata Rita membuat Naura langsung menganggukan kepala.
"nak Naura memang melanjutkan di jurusan apa kuliahnya? kata Salma kalian satu kampus?" tanya ibu Salma dari tadi tadi diam dan mendengarkan percakapan para lelaki.
"aku ambil design Tante, cita-cita aku dari dulu pengen jadi designer terkenal" jawab Naura dengan mengembangkan senyum.
"oohh gituu, kenapa ngga ambil bisnis management aja. kan nanti bisa bantuin ma kamu untuk memantau perusahaan kalian yang sedang naik daun, Tante dengarnya seperti itu" jawab ibu Salma membuat Naura sedikit salah tingkah.
"hehehe ngga Tante, Naura pengen mengembangkan cita-cita Naura. lagian udah ada mas Bayu yang mengurus perusahaan, jadi mending Naura nanti buka usaha sendiri dengan kemampuan Naura" jawab Naura membuat ibu Salma menganggukan kepala.
"bagus itu, jadi nak Naura bisa lebih produktif dengan mengembangkan cita-citanya. terlebih lagi nak Naura berada disekitaran orang hebat, insyaallah kehebatannya pasti akan menular" kata ibu Nana membuat Naura mengembangkan senyum.
"Kuta semua orang hebat sesuai porsinya masing-masing Bu, insyallah akan ada saatnya ketiga putri ibu juga menjadi orang hebat seperti apa yang telah kalian cita-citakan. tugas kita hanya mendoakan yang terbaik bagi mereka" kata Rita membuat ketiga ibu-ibu tersebut menganggukan kepala dan tersenyum menatap Rita yang tersenyum dengan tulus.
"terimakasih Bu, mari silahkan makan makanannya. nanti keburu dingin" kata Rita mengajak para tamunya memakan hidangan yang sudah tersaji dihadapannya.
"Alhamdulillah, terimakasih ya nak Rita dan nak Bayu atas jamuannya malam ini. mohon maaf, malah kami yang datang tidak membawa buah tangan apapun." kata ayah dini membuat Bayu tertawa kecil.
"tidak apa pak, yang penting silaturahmi kita akan erat tidak sampai disini" jawab Bayu membuat tiga pasangan itu menganggukan kepala.
"iyaa kalo begitu kita pamit pulang ya nak Bayu, maaf sudah merepotkan sampai harus menyiapkan makan malam untuk kami semua" kata ayah Salma membuat Bayu tersenyum.
"tak apa pak, saya justru senang bisa makan malam bersama kalian. jadi rumah ini tidak hanya diisi oleh orang ini-ini aja" jawab Bayu membuat semua orang dimeja makan itu tertawa.
__ADS_1
"mari pak saya antar kedepan, mudah-mudahan silaturahim ini terus berjalan ya pak. jika ada apa-apa jangan sungkan bicara dengan saya" kata Bayu dengan senyum tulus.
"iyaa iyaa pasti nak Bayu, terimakasih sudah mau direpotkan" jawab ayah nana yang berada tepat disebalah Bayu.
"mas, kamu pulang dulu. nanti biar Naura kabari kami kapan akan segera pindah, kami akan membereskan barang-barang keperluan kami" kata Nana yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Naura.
"iyaa iyaa nanti aku chat kalian, tenang aja. makasih ya kalian udah mau menemani aku dirumah lama, om Tante maskasih ya udah mengizinkan mereka bertiga tinggal bersama Naura" kata Naura dengan senyum mengembang menatap ketiga pasang paru baya yang menatapnya dengan tatapan haru.
"sama sama nak, kami yang seharusnya berterimakasih karna kebaikan kamu dan juga keluargamu ketiga anak kami bisa melanjutkan kuliah sesuai apa yang mereka cita-citakan dengan tidak begitu memberatkan kami sebagai orangtuanya" jawab ibu dini dijawab anggukan kepala oleh ibu-ibu yang lainnya.
"sama-sama Bu, mereka sudah saya anggap saudara karna setiap susah saya mereka selalu ada. lagipula ini semua murni hadiah dari mas Bayu untuk mereka karna mereka sudah membantu kami selama ini" jawab Naura merendah membuat ketiga ibu itu mengelus bahu Naura dengan sayang.
"iyaa nak, kalo gitu kami semua pamit ya. jaga diri nak Naura baik-baik, kontrol hati dan perasaan nak Naura. nak Naura bisa menganggap kami sebagai ibu nak Naura jika nak Naura berkenan" kata ibu Salma membuat mata Naura berkaca-kaca.
"makasih ya Bu" jawab Naura memeluk para ibu-ibu itu dengan wajah haru.
"kalo begitu kita semua pamit ya mas, mbak. nau, kita pamit ya sampai ketemu dikampus besok" kata Nana yang langsung diangguki oleh Naura.
"okee na, hati-hati ya kalian. pak, Bu hati-hati ya" kata Naura bergantian menyalami punggung tangan ketiga pasangan paru baya tersebut.
"iyaa nak Naura, nak Bayu terimakasih sekali lagi. assalamualaikum" kata ayah Nana serentak dengan yang lainnya.
"waalaikumsalam" jawab Bayu, Naura dan Rita berbarengan.
setelah tamu mereka pergi, Naura dan sepasang suami istri itu pun memasuki halaman rumah dengan perasaan bahagia karena dapat menyambut tamu pertamanya dengan amat baik. mereka pun berkumpul kembali dengan bi Surti dan juga bi asih diruang keluarga yang tengah mengasuh keena.
"jadi gimana nau, kapan kamu akan tingga disana?" tanya Bayu pada Naura.
__ADS_1
"kapan ya mas waktu tepatnya, emmm mungkin nanti lah mas setelah ospek. kayanya lebih efisien, secara kalo sekarang sekarang kata ya capek ya kalo abis ospek langsung beresin rumah untuk pindahan" jawab Naura membuat Bayu langsung menganggukan kepala setuju apa yang adik ya katakan.
"yaudah kalo memang itu udah jadi keputusan kamu, ingat ya nau. mas akan tetap awasi kamu dan ketiga temanmu tanpa celah" jawab Bayu membuat Naura lagi-lagi hanya menganggukan kepala dengan pasrah.