Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus21.


__ADS_3

selama menunggu makanan pesanan yang dibelikan oleh Rita Naura dan juga bi Surti pun melakukan tugas mereka. bi Surti masih membereskan barang yang baru saja mereka beli, sementara Naura menjaga keena karna Rita sedang masuk kedalam kamarnya untuk menyimpan kembali tas dan juga isinya sekaligus melakukan sholat Zuhur karna adzan sudah berkumandang disiang hari ini.


"mama kamu lama banget ya na, ounty kok rasanya ngantuk ya" kata Naura pada keena yang tak mengerti apapun.


"yaampun kenapa ounty bilang sama kamu, orang kamu juga ga bisa ngerespon apa yang ounty bilang. iyakan keeennaaa" lanjut Naura berbicara sendiri seolah keena mengerti apa yang ia katakan, sementara keena yang memang tak mengerti pun hanya tertawa dengan apa yang Naura lakukan.


Rita yang sudah berada dibelakang Naura pun tergelak dengan apa yang Naura lakukan, ia seolah memiliki hiburan dengan tingkah absurd Naura pada keena yang masih tak mengerti apapun.


"Naura, Naura keena mana ngerti apa yang kamu omongin hahahaha" kata Rita menertawakan tingkah Naura sambil jalan mendekat ke arah sang adik iparnya tersebut.


Naura yang mendengar suara kakak iparnya berada dibelakangnya pun menoleh, melihat Rita yang jalan ke arahnya sambil tertawa puas mentertawakan dirinya.


"gapapalah mbak, biar keena juga cepet bisa ngomong" jawab Naura dengan acuh.


"yaa yaa yaa ada ada aja kamu nau, pesenan mbak udah Dateng belum sih. mbak udah lapar banget nih" tanya Rita pada Naura yang langsung menggeleng, menyerahkan keena pada sang ibu yang langsung disambut oleh Rita.


"belum mbak, aku mau sholat dulu nanti kalo udah datang suruh bi Surti panggil aku ya mbak. aku juga udah laper banget" jawab Naura yang membuat Rita langsung menganggukan kepala.


Naura pun bangkit dan meninggalkan Rita didalam ruang keluarga tersebut bersama dengan keena, ia pun melangkah memasuki kamarnya dan melakukan sholat Zuhur sesuai dengan apa yang ia katakan pada Rita tadi.


sementara bi Surti yang sudah selesai menyimpan barang belanjaan mereka pun sudah kembali menemui Rita diruang keluarga, ia pun membantu Rita mengurus keena. mereka pun bermain bertiga sambil menunggu makanan pesanan mereka datang.


tak lama terdengar suara bel berbunyi, Rita pun segera menyuruh bi Surti membuka kan pintu setelah memberikan uang sejumlah pembayaran pesanannya.


"bi tolong buka pintu dulu ya, kayanya pesanan saya udah Dateng deh. saya udah laper banget" kata Rita menyerahkan dua lembaran merah ketangan bi Surti.


"baik Bu" jawab bi Surti menerima uang yang diberikan Rita, dan langsung menuju pintu masuk. benar saja ketika membuka pintu bi Surti melihat ojek online yang berdiri didepannya.

__ADS_1


"permisi Bu, benar ini rumah Bu Rita?" tanya ojek online tersebut.


"iyaa benar mas, pasti kurir yang antar makanan pesanan nyonya saya ya" jawab bi Surti diangguki oleh lelaki tersebut.


"iyaa Bu, ini pesanannya. jadinya seratus lima puluh dua ribu ya Bu" jawab lelaki tersebut. bi Surti pun menyerahkan dua lembaran merah dari Rita tadi, kemudian ojek online tersebut pun memberikan kembaliannya lalu pergi.


bi Surti pun kembali menemui Rita diruang keluarga dan memberi tahukan jika makanan nya sudah datang, bi Surti pun beralih menuju dapur mempersiapkan makan siang untuk nyonya dan juga nonanya tersebut.


"bi, bisa tolong panggilin Naura dikamar"kata Rita pada bi Surti yang langsung menganggukan kepala.


"bisa Bu, sini biar sekalian saya gendong non keena dulu nanti saya ajak main ditaman" jawab bi Surti, Rita pun memberikan keena pada bi Surti yang langsung menyambutnya dengan senyuman mengembang.


"makasih ya bi udah mau bantuin pegang keena" kata Rita membuat bi Surti tersenyum dan menganggukan kepala.


"sama-sama Bu, saya panggilin non Naura dulu ya Bu" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala sebagai jawaban.


Rita pun mulai membuka makanan pesananya sendiri, masih tersisa dua lagi untuk bi Surti dan juga Naura. sudah tersedia piring berserta sendok yang sudah disiapkan bi Surti diatas meja makan, Rita hanya tinggal membuka bungkus dari makanan pesannya tersebut.


"nau, ayok makan siang dulu abis itu kita istirahat" kata Rita membuat Naura menganggukan kepala.


"Bu saya bawa non keena ke taman dulu ya Bu" kata bi Surti yang berada dibelakang Naura.


Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, ia pun meneruskan makannya yang sempat tertunda karna kedatangan Naura. sedangkan Naura pun langsung duduk dihadapan Rita dan membuka menu makan siangnya. mereka berdua pun makan dengan lahap karna memang sudah teramat lapar dari sehabis belanja tadi.


setelah selesai Naura dan Rita pun membereskan sendiri bekas makan mereka, menaruh piring kedalam tempat cucian piring. kemudian, Rita pun memanggil bi Surti yang masih berada ditaman belakang.


"bi, saya udah selesai makan. bibi makan siang dulu ya" kata Rita ketika menghampiri bi Surti yang bersama keena.

__ADS_1


"iyaa Bu, sebentar lagi saya makan siang. ini non keena senang banget keluar halaman begini Bu" jawab bi Surti dibalas senyum oleh Rita.


"suasananya emang enak bi, adem. saya juga suka kayanya disini. bibi yang bersihkan taman ini ya bi?" tanya Rita pada bi Surti.


"iyaa Bu, siapa lagi. pemilik dulu suka sekali duduk-duduk lesehan di taman ini Bu, jadi bibi sering sekali nemenin beliau disini. yaa makanya taman ini terawat sama bibi" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.


"rumah ini besar, taman juga masih luas. kok ngga ada kolam renangnya ya bi" tanya Rita membuat bi Surti tersenyum.


"iyaa ntahlah Bu, bibi juga ga ngerti si. tapi setau bibi pemilik dulu itu ga bisa berenang Bu, mereka juga belum memiliki anak hingga sekarang. jadi ya hanya begini desainnya, modern tapi ngga ada kolam renangnya" jawab bi Surti sambil tertawa pelan.


"oiya? memang berapa umur pemilik lama rumah ini bi?" tanya Rita penasaran.


"masih muda lah Bu, sekitar umur tiga puluh tiga kali untuk nyonya kalo tuan sekitar tiga puluh lima. rumah ini dijual karna mereka berpisah Bu, biasa karna rumah tangga yang direcoki sama mertua" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.


"pasti karna belum bisa memberikan cucu ya bi" tebak Rita yang langsung disambut dengan anggukan kepala.


"bener Bu, padahal ya Bu saya itu saksi jika nyonya dulunya pun sangat menginginkan anak. tapi, apalah daya memang Allah belum memberikan keduanya momongan. tapi mertuanya nyonya mendesah tuan untuk segera memberikannya cucu, akhirnya tuan dijodohkan dengan teman anaknya kemudian mereka menikah secara diam-diam. nyonya pun marah bu, beliau melayangkan gugatan cerai sampai akhirnya rumah ini beserta isinya pun terjual. yaa pembelinya ya waktu itu kalo ga salah pak Andi, tapi ternyata pak Andi itu asisten pribadi pak Bayu setelah saat itu pak Bayu menyambangi rumah ini dengan pak Andi Bu" jawab bi Surti dengan gamblang.


"yaa begitulah bi, namanya juga manusia pasti ada saja masalah dalam rumah tangganya. saya juga merasakan bi. tapi, kasihan juga ya bi ibu itu sampai di madu secara diam-diam. kalo saya pasti saya udah mengamuk bi" jawab Rita membuat bi Surti tertawa kecil.


"nyonya itu orang yang sangat tegar Bu, mungkin ia sudah lelah selama ini dihina dan dikatakan mandul bi. padahal belum tentu juga setelah menikah lagi tuan bisa mendapatkan anak langsung, atau bahkan justru tuan yang mandul" jawab bi Surti membuat Rita pun juga tertawa.


"iyaa bener juga ya bi, kalo bener begitu kasihan juga nyonya mu ya bi. disalahkan padahal tuanmu sendiri yang mandul" jawab Rita dengan menerawang jauh.


"iyaa Bu, nyonya juga pindah ga jauh dari sini katanya Bu. nanti kapan-kaoan saya ajak kerumah ini boleh kan Bu? soalnya saya lumayan akrab dengan nyonya, karna ya memang hanya saya yang selalu disampingnya Bu. apalagi dirumah ini ada keena, mungkin bisa jadi teman ibu dan juga sedikit menghilangkan kesedihannya dengan melihat keena" jawab bi Surti membuat Rita langsung menganggukan kepala.


"duuuhh jangan mbak, jangan memasukkan perempuan lain dalam rumah tangga mbak loh. bahaya mbak" kata Naura yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Rita dan juga bi Surti.

__ADS_1


"apa salahnya nau, lagipula dia pernah merasakan sakitnya dikhianati pasti ngga akan mengkhianati. iyakan bi?" jawab Rita memberi keyakinan pada Naura. bi Surti pun hanya menganggukan kepala mendengar apa yang dikatakan oleh Rita.


"iyaa non, tenang aja. lagi pula, nyonya Sandra itu orang yang Sholeh dan mengerti agama kok non. dia pasti tau ada bertamu kerumah orang meskipun dulu pernah menjadi rumahnya" jawab bi Surti dengan yakin.


__ADS_2