Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus24.


__ADS_3

tepat pada pukul tujuh masakan yang dimasak bi Surti pun sudah terhidang dimeja makan, Bayu pun juga sudah pulang dari kantor pada pukul setengah tujuh tadi. saat ini ketiga orang tersebut tengah menikmati makan malam yang disedia kan oleh bi Surti, mereka menyantap makan malam tersebut tanpa ada yang berbicara sepatah katapun.


setelah selesai, Bayu pun memulai pembicaraan dengan mempertanyakan kesiapan Naura dalam mempersiapkan kuliahnya.


"bagaimana persiapan kuliah kamu nau? kamu udah masukan daftar ulang diuniversitas itu?" tanya Bayu pada Naura yang masih memasukkan sesuap nasi kedalam mulutnya.


"aku belum balikin daftar ulang si mas, tapi mungkin nanti lah kalo udah mendekati pas masuk kuliah. masih sekitar dua Minggu lagi kayanya, jadi masih agak lumayan lama lah ya. lagipula ini kan universitas swasta mas, bukan universitas negeri." jawab Naura yang diangguki oleh Bayu.


"tapi biar pun universitas swasta kamu jngan sembarangan ya nau, swasta itu juga bagus. ngga kalah sama universitas negeri" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Rita juga.


"iyaa bener itu nau, jangan disepelekan loh" jawab Rita membantu Bayu berbicara pada sang adik.


"iyaa iyaa mbak aku ngerti kok" jawab Naura mengakhiri makan malamnya dengan meletakkan sendok dan garpu yang ia gunakan.


"kuliahlah yang berlner nau, mbak sama masmu ngga mengharap kamu jadi yang terbaik diantara yang paling baik. kami hanya mau kamu dapat membantu kami meneruskan apa yang seharusnya menjadi bagian untukmu" jawab Rita membuat Bayu merespon dengan anggukan kepala.


"iyaa bener kata mbak mu nau, mas yakin kamu bisa membuat kami bangga. terutama pada ibu, buktikan padanya jika kamu bisa melalui semua ini dengan baik" jawab Bayu membuat mata Naura berkaca-kaca.


Naura pun menatap wajah Bayu dengan pandangan yang sulit diartikan, ntah karna merasa ingin menangis atau karna ada yang kurang nyaman dengan hatinya membicarakan soal ibunya yang saat ini hanya memikirkan soal Maura tanpa memperdulikan perasaannya sedikitpun.


Naura pun menundukkan kepala dan sedikit meneteskan air mata, membuat Rita yang melihatnya pun berjalan pindah tempat duduk tepat disebelah Naura. Rita pun mengelus punggung sang adik ipar yang terasa bergetar.


"sudah nau, mungkin memang ini takdir kita. ibu dan Maura menjadi ujian dalam keluarga kita sendiri, kamu harus ingat biar gimana pun ibu adalah orang yang sudah melahirkan kamu dan juga membesarkan kamu. buang jauh-jauh perasaan benci dan dendam padanya" kata Rita membuat Naura menatapnya dengan pandangan sendu.


"mbak ngga ngerti mungkin rasanya diabaikan sama ibu sendiri, aku loh mbak dari kemarin udah menahan rasa kesal sama ibu. bahkan aku berusaha buang ego untuk menemui ibu dirumah karna dapat telpon dari bi asih jika ibu disandra oleh Maura. tapi apa yang kita dapat mbak? ibu malah terang-terangan membela Maura, anak mana yang ga saki hati mbak" jawab Naura dengan Isak tangis yang mulai terdengar.


"sudah, sekarang semuanya dijadikan pelajaran saja. kamu sudah dewasa nau, seharusnya kamu bisa menempatkan diri dalam situasi seperti ini. lagi pula membenci pun ngga akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah. mbak ngga mau nanti kamu dan ibu malah menjadi musuh satu samalain, itu ngga akan kelar-kelar nau" jawab Bayu membuat Naura menatapnya tajam.

__ADS_1


"mas Bayu mungkin bener, tapi jujur aku juga mungkin butuh waktu untuk memaafkan ibu mas. hatiku sakit saat melihat ibu lebih membela Naura dibanding kita, bahkan beberapa kali aku menerima tamparan dari ibu mas. bukan rasa sakit hati aja yang aku dapat, tapi sakit fisik juga mas" jawab Naura menumpahkan rasa sakitnya pada Bayu dan juga Rita dimeja makan tersebut.


"serahkan semuanya sama Allah nau, Allah maha membolak balikkan hati. seperti ibu, yang dulu terlihat membela kita ternyata bersekongkol juga sama Naura. kita ngga bisa tau hati manusia, tapi mbak yakin, Allah bisa membolak balikkan hati ibu" jawab Rita membuat naura memeluknya dengan erat.


Naura merasa saat ini yang paling terdekat olehnya hanya Rita dan juga Bayu, selain kedua orang tersebut Naura merasa semuanya membela Maura. terlebih sang ibu yang ia sayangi, sampai rela menamparnya berulang kali hanya untuk membela orang yang jelas bersalah dalam kehidupannya.


"aku cuma heran mbak, ibu selalu pilih kasih. padahal aku pun anak ibu mbak, mbak lihat sendiri. bahkan ibu sampai tega menamparku didepan mbak juga bi asih kan kemarin, sakit hatiku jauh lebih sakit dibanding dengan sakitnya tamparan yang ibu kasih mbak" jawab Naura dengan Isak tangis yang membuat Rita dan Bayu merasa bersalah pada sang adik.


"maafkan mbak dan mas Bayu ya nau, karna masalah rumah tangga kami. kamu jadi harus mengalami hal seperti ini, maafkan kami ya nau" kata Rita meneteskan air mata dihadapan suami dan adik iparnya.


"bukan salah mbak ataupun mas Bayu kok, memang betul ini sudah jalan takdir kita. lagi pula memang sebenernya ini salah Maura yang terlalu terobsesi oleh mas Bayu, sampai akhirnya kita tau jika dia hanya akan memanfaatkan posisi mas Bayu sebagai pewaris untuk menguatkan posisinya didalam rumah itu. kita seharusnya ngerti mbak tentang semua itu dari dulu, jadi permasalahan seperti ini ngga sampai menganggu rumah tangga mbak Rita dan mas Bayu" jawab Naura yang langsung diangguki oleh kedua orang didepannya.


"sudah, sekarang yang penting kalian berdua harus selalu rukun. anggaplah mbak Rita sebagai pengganti ibu ya nau, sayangi dia seperti kamu menyayangi ibu dan juga mas mu ini" jawab bayu pada Naura yang langsung diangguki olehnya.


"iyaa mas, tenang aja. aku memang sudah menganggap mbak Rita sebagai kakak kandung aku sendiri, bahkan sedari dulu" jawab Naura membuat Rita dan juga Bayu tersenyum lebar.


"amiiinnn, ini semua kan juga berkat mbak dan juga mas Bayu yang selalu sabar menghadapi sikap aku yang kadang kekanak Kanakan. mungkin ngga ada yang mengerti aku selain kalian berdua" jawab Naura dengan menundukkan kepala.


"sudahlah, terus bagaimana kabar ibu setelah kita keluar dari rumah. apa ada yang tau?" tanya Bayu membuat Rita mendongak menatap sang suami.


"ibu baik mas, tadi aku udah cek sama bi asih kok. sekalian nanyain orang yang melamar untuk dirumah ibu waktu yang kita tawarkan ke bi asih waktu itu" jawab Rita membuat Bayu menepuk keningnya.


"iyaa itu gimana kah jadinya, mas lupa loh kalo mas nyari tambahan asisten rumah tangga untuk dirumah ibu" jawab Bayu membuat Naura dan juga Rita saling berpandangan.


"gampang mas, tenang aja semuanya udah diurus sama mbak Rita juga sama bi asih. semuanya bisa diatur" jawab Naura dengan santainya membuat Bayu dan juga Rita terkekeh kecil.


"iyaaiyaakah, terserah kamu ajalah nau. apakayamu. mas nanya sama siapa yang jawab siapa" jawab Bayu membuat Naura mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"yee sama aja kali mas, mau aku ataupun mbak Rita yang jawab pun sama jawabannya" jawab Naura membuat Bayu terkekeh kecil mengusap rambut sang adik.


"maaas,, berantakan rambut ku ini. aku udah besar mas, masih suka aja ngusek-ngusek rambut aku ih" jawab Naura dengan kesalnya.


"ngga apalah, bagi mas kamu itu tetap adik kecil mas Bayu tau nau" jawab Bayu membuat Naura membelalakan mata.


"mas ngga lihat aku udah besar begini, udah tinggi. iiihh nyebelin deh" jawab Naura dengan mimik judesnya.


"gede badan doang buat apa nau, kalo tingkah sama cara ngomongmu masih kaya anak kecil begitu" jawab Bayu membuat Naura semakin mencebikkan bibirnya.


"iiihh kalian ini sukanya saling mengejek aja, kalian itu sama aja. sama-sana bikin rusuh" jawab Rita dengan nada kesalnya.


"sudah-sudah yuk kumpulnya diruang keluarga aja, biar lebih santai ngobrolnya" kata Bayu pada kedua perempuan yang ia sayangi tersebut.


"sebentar mas, aku nengokkin keena dulu dikamar. nanti takutnya bangun dia mas" jawab Rita membuat Bayu terpaksa menganggukan kepala.


"yaudah nanti segera susul mas sana Naura diruang keluarga ya sayang" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.


Rita pun melangkah kan kaki menuju kamarnya, kemudian membuka pintu kamar dengan perlahan memperlihatkan keena yang masih tertidur pulas didalam boks bayinya setelah dimandikan dan diberikan ASI sebelum Rita sarapan tadi. Rita pun kembali kedalam ruang keluarga, menemukan Bayu dan juga Naura yang sedang bersantai didalamnya.


"nama keenanya mbak?" tanya Naura yang lebih dulu melihat kedatangan Rita.


"masih tidur nau, mbak tadi langsung kesini lagi" jawab Rita membuat Naura menagangguak kepala dengan bibinya


melengkung membuat huruf o.


_______________________________________

__ADS_1


godaan ga jadi penulis itu rasa kantuk guys, tapi demi kalian pembaca yang udah setia. aku tetap update agar kalian ga penasaran sama ceritanya😊 terimakasih untuk segala dukungannya ya😊 jangan lupa like, komen dan juga vote😊😘


__ADS_2