Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluhdelapan


__ADS_3

hari pun terus berjalan, setelah hari dimana Bu Bagas dan keempat temannya bebas mereka pun langsung berkunjung kerumah Rita untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Rita pun sudah memaafkan ke lima orang tersebut, begitu pun juga dengan Bayu yang meminta maaf sebagai kelapa keluarga karna membiarkan sang istri salah langkah memenjarakan para ibu-ibu tersebut.


namun, berbeda dengan Naura yang tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bu Bagas dan ke empat temannya. terlihat dari mata mereka, jika mereka sama sekali tidak tulus meminta maaf pada Rita. naumnaura hanya diam menahan kesal didadanya, karna ia tak ingin menambah masalah pada Bayu dan juga Rita.


hari ini tepat dimana Bayu akan memimpin perusahaan peninggalan ayahnya secara resmi, dan akan di lakukan penyerahan jabatan yang akan dilakukan pagi ini dihadapan dewan direksi. Bayu yang sudah siap dengan setelah jas mahal dan juga sepatu yang mengkilat pun berdiri didepan meja rias meneliti kembali penampilannya kali ini, setelah merasa pas ia pun keluar dari kamar menghampiri Rita dan juga Naura yang sudah menunggunya dimeja makan.


"yaampun ganteng banget mas Bayu kalo pakai pakaian resmi kaya gini" kata Naura memandang takjub sang kakak yang terlihat sangat keren dimatanya.


"iyaa dongg, ayahnya siapa dulu" kata Rita berdiri dan memberikan keena pada Naura, Rita pun merapihkan dasi yang dipakai oleh Bayu hingga terlihat lebih rapih dari sebelumnya.


"udah jangan memuji kaya gitu, nanti aku ngga jadi pergi kekantor loh" jawab Bayu dengan tersipu.


"yaa jangan laah, nanti batal lagi mas Bayu mimpin perusahaan keluarga kita" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


Bayu pun tersenyum mendengar perkataan sang adik, ia pun mengacak rambut Naura dengan gemas.


"maaaasssss" pekik Naura membenarkan tatanan rambutnya seperti semula.


"udah yuk sarapan nanti kesiangan" kata Bayu mulai menyendok nasi goreng yang berada didepannya.


mereka pun sarapan dengan hening, Rita sarapan satu piring dengan Bayu dengan Bayu yang menyuapi Rita yang memangku keena bergantian dengan dirinya.


Naura yang melihat keduanya pun menggelengkan kepala, Bayu yang sadar dengan respon Naura pun menyeritkan kening menatap sang adik.


"kenapa kamu? iri yaaa??" katanya menggoda Naura, yang digodapuj mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Bayu.


"apaan si mas siapa juga yang iri, Yee" jawab Naura membuat sepasang suami istri itupun tertawa kecil.


"sudah-sudah lanjutin makannya nanti keburu siang, kamu harus memberikan kesan yang terbaik dihari pertama kamu masuk kantor sebagai pemimpin perusahaan mas" kata Rita membuat adik Kakak tersebut menganggukan kepala.

__ADS_1


ketiganya pun selesai dengan bersamaan, Bayu yang sudah rapi pun melangkah meninggalkan meja makan diikuti oleh Rita dibelakangnya yang menggendong keena.


"kamu naik motor mas kekantor?" tanya Rita menyeritkan kening.


"iyaa, memangnya kenapa?" tanya Bayu mulai menyalakan motor kesayangannya.


"gapapa si, tapi masa pemimpin pakainya motor mas" jawab Rita dengan ragu.


"apa salahnya sayang, yang penting kan aku datang. lagian aku belum punya supir ataupun asisten kan?" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


"terus kamu ada rencana siapa yang bakal jadi asisten kamu dikantor mas?" tanya Rita penasaran.


"mas rasa si Andi cocok sayang, lagi pula dia sahabat mas dan dia juga bisa diandalkan. mas bukan cuma butuh asisten untuk dikantor tapi juga untuk mengikuti mas kemana pun mas pergi sayang" jawab Bayu sekali membuat Rita menganggukan kepala dan mengerti apa yang dikatakan sang suami.


"kalo gitu, mas berangkat dulu ya sayang. pagi ini akan ada rapat direksi dan penyerahan kursi pimpinan dari om Handoko ke pada mas, doa kan aku agar dapat amanah ya sayang" kata Bayu mengecup kening Rita. Rita pun menganggukan kepala dan membalas dengan mencium punggung tangan sang suami.


"iyaa mas, hati-hati ya" jawab Rita.


"udah berangkat mas Bayu mbak?" tanya Naura membuat Rita menganggukan kepala. keduanya pun tak melakukan apapun hanya menonton tv setelah selesai dengan tugas rumah mereka.


"nau, kayanya mending kita kesorean market aja deh. yuk, kalo beli terus kayanya mbak bosen deh pengen masak sendiri" kata Rita pada Naura yang langsung disetujui olehnya.


"iyaa mbak bener juga, Naura juga bosen kalo makan pesen terus. rasanya itu loh, kadang ga cocok dilidah Naura" jawab Naura sembari terkekeh kecil.


"yaudah, nanti jam sembilan ya kita beli buat stok seminggu nanti" jawab Rita diangguki oleh Naura. keduanya pun masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak, beruntung Rita bisa mengikuti sang anak tertidur sebentar untuk menghilangkan rasa kantuk.


meskipun banyak yang bilang jika tidak boleh tidur disaat pagi hari, namun Rita begitu abai dan tidak mendengarkan apa yang orang katakan. sebagai seorang ibu baru ia pun mengikuti pola tidur anaknya, jika kebanyakan seorang bayi lebih banyak tidur saat pagi atau siang hari begitu pun Rita yang juga sering tidur di jam-jam sang anak tidur.


tepat pukul sembil Naura dan juga Rita pun sudah rapi dengan mendorong stroler milik keena, keduanya memesan taksi online sebagai transportasi.


seperti biasa keduanya pun secara bergantian mendorong stroler keena setelah sampai dihalaman supermarkert terbesar yang ada diwilayah mereka, kini keduanya tengah sibuk memilih bahan masakan yang akan mereka olah.

__ADS_1


"aku mau beli buah ya mbak, mau buat stok. aku dirumah sebulan bisa gendud kalo ngga diet, aku mau program diet sehat" kata Naura memasukkan beberapa buah-buahan yang sudah dikemas kedalam troly yang ia dorong kemudian beralih ke tempat dimana buah dengan hitungan timbangan yang segera ia pilih dan timbang.


setelah selesai barulah ia menuju kebagian jajan, Naura hanya memberi seperlunya saja. tak lupa ia pun memasukkan roti tawar dan juga beberapa kebutuhan wanita sebagai stok dirumahnya.


setelah semua selesai mereka pun kembali kerumah dengan menggunakan taksi online lagi, tak sampai setengah jam mereka pun sampai dihalaman rumah. Naura pun mengeluarkan belanjaan dan juga stroler keena dibantu oleh supir taksi onlinenya, dia pun membayar ongkos taksi online dengan beberikan sedikit banyak ongkosnya karna supir tersebut sudah membantu menaik turunkan barang belanjaan mereka.


"makasih ya pak" kata Naura pada supir taksi tersebut. supir taksi tersebut pun mengangguk dan tersenyum, setelahnya ia pun kembali mengendari mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Rita.


sementara di bagian wilayah lain didaerah tersebut, seorang wanita terus meringkuk didalam kasur tipis miliknya yang sudah beberapa hari ini ia pakai. ya siapa lagi jika bukan Maura, setelah terjadinya penangkapan pada seorang pesuruhnya ia merasa tak bebas berkeliaran diluar rumah makanya ia lebih memilih terus didalam rumah kecil yang ia sewa tersebut dengan mengandalkan uang tak seberapa miliknya yang tersisa.


"aku harus gimana sekarang, ngga mungkin aku kerumah ibu dalam kondisi kaya gini. apalagi ibu pasti ngga akan mau Nerima aku lagi" gumamnya seorang diri.


"duuhh kenapa aku jadi kaya gini si, harusnya saat ini aku udah sama mas Bayu. seharusnya aku yang saat ini dampingin dia" katanya sembari menghayal kebersamaan dengan Bayu.


sementara dirumah ibu Bayu, ia pun dikejutkan dengan perkataan orang kepercayaannya bahwa saat ini sedang ada acara dimana penyerahan kursi pimpinan yang tadinya dipegang oleh Handoko beralih pada Bayu sebagai pewaris.


"Alhamdulillah akhirnya Bayu mau memimpin perusahaan ayahnya, semoga ditangannya perusahaan ini tambah semakin berjaya" gumam ibu Bayu yang disebelahnya ada Bu asih yang menemani.


"amiiinnn" jawab bi asih membuat ibu Bayu mengalihkan pandangan menatap asistem rumah tangga nya itu.


"hehe maaf Bu" jawab bi asih dengan terkekeh.


"gapapa kali bi, aku seneng akhirnya Bayu bisa berubah pikiran setelah sekian lama bi" jawab ibu Bayu mengenggam tangan asisten rumah tangganya tersebut.


"memang selama ini mas Bayu kenapa ngga pernah mau bekerja diperusahaannya sendiri si Bu?" tanyanya menatap sang majikan.


"ntah, saya juga ga mengerti. Bayu memang suka sekali bekerja pada orang lain dibanding kerja dengan keluarganya sendiri" jawab ibu Bayu membuat bi asih menganggukan kepala.


"padahal enakan juga diperusahaan sendiri ya Bu" jawab bi asih membuat ibu Bayu terkekeh.


"ntah, berat loh jadi pemimpin. mungkin itu yang dipikirkan oleh Bayu, apalagi banyak orang yang bergantung pada perusahaan kami. dia hanya belum siap aja waktu itu, tapi Alhamdulillah Bayu menyerahkan kursi pimpinan pada orang yang tepat" jawab ibu Bayu dengan senyum mengembang mengingat profit dari perusahaan almarhum suaminya yang semakin membaik setelah dipegang oleh Handoko sebagai pucuk kepemimpinan.

__ADS_1


__ADS_2