
"kamu yakin sayang?" tanya Bayu merasa tak yakin dengan apa yang Rita rencanakan.
"yakin mas, kamu tenang aja. aku yakin ibu pasti akan kembali lagi kerumah ini, makanya aku akan merencanakan itu semua. nanti, aku akan minta bantuan sama Naura. mas yakin aja sama aku" jawab Rita membuat Bayu mau tak mau menganggukan kepala setuju dengan apa yang Rita rencanakan.
"tapi sayang, aku yakin juga pasti ada yang disembunyikan oleh ibu. aku sangat melihat gelagatnya tadi" kata Bayu membuat Rita menyerit heran.
"apa kamu tau sesuatu mas?" tanya Rita penasaran.
"ngga sih, cuma gimana ya. aku ngerasa kayanya ada yang ibu sembunyikan, memang aku sebenernya curiga sudah lama tapi ntah kenapa mas selalu lupa untuk bertanya pada ibu" jawab Bayu dengan nada begitu lirih.
"coba kamu selidiki sendiri mas, kalo bertanya sama ibu aku yakin ibu ngga akan berkata jujur juga si" jawab Rita yang langsung dibenarkan oleh Bayu.
"iyaa kamu bener juga sayang. baiklah, aku akan suruh orang untuk menyelidiki masa lalu ibu dari muda hingga sekarang" jawab Bayu dengan yakin, Bayu pun mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang yang sangat bisa diandalkan untuk mencari tahu masalalu seseorang.
setelah selesai dan menginstruksikan kepada orang tersebut, Bayu pun kembali menghampiri istrinya yang sedang memberikan asi pada keena.
"udah mas?" tanya Rita masih dengan aktifitasnya.
"udah sayang, insyaallah kita akan dapat mengetahui semuanya besok atau lusa" jawab Bayu langsung diangguki oleh Rita.
"syukurlah kalo gitu,semoga semuanya cepet beres ya mas. aku sebenernya udah cape banget kalo harus mengurusi hal-hal seperti ini" jawab Rita dengan suara rendah.
"iyaa sayang, sabar ya nanti mas pasti akan urus semuanya. kamu ngga perlu lagi khawatir seperti itu, maafin mas ya karna mas ibu jadi salah faham sama kamu" kata Bayu pada Rita yang hanya dibalas dengan senyum mengembang.
"gapapa mas, santai aja. ibu memang sudah terlalu dihasut oleh Maura, makanya ibu seperti itu. aku yakin ibu sebenernya bisa sekali bersikap hangat seperti dulu" kata Rita membuat Bayu tersenyum merasa bersyukur mendapatkan istri yang sangat pengertian seperti Rita.
"iyaa sayang, makasih ya udah ngertiin keadaan mas dan keluarga kita" jawab Bayu dengan senyum mengembang.
"iyaa mas sama-sama, ibu mas berarti ibu aku juga. aku sudah menganggap ibu seperti ibu kandungku sendiri mas, jadi aku maklum dengan kelakukan ibu saat ini. maafin aku kalo aku terkesan keras pada ibu tadi" kata Rita membuat Bayu menggeleng pelan menjawab perkataan Rita.
"gapapa sayang, mas ngerti kok. semoga kita bisa melalui ini dengan baik ya sayang" kata Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.
"sudah, yuk kita sholat Maghrib dulu mas. takut waktunya habis" kata Rita melangkah lebih dulu memasuki kamar mandi untuk mengambil wudhu, kemudian disusul oleh Bayu dibelakangnya.
seteleh keduanya selesai berwudhu, mereka pun melakukan sholat Maghrib berjamaah dengan Bayu sebagai imam.
__ADS_1
seteleh melakukan sholat Rita pun mengajak Bayu turun kebawah untuk melakukan makan malam.
"yuk kebawah mas, aku udah lapar ini" kata Rita memegang perutnya yang sudah merasa keroncongan.
"ayuuukk" jawab Bayu sambil menggendong keena.
"anak ayah, yuk kita main dibawah yuk sama ounty kamu" kata Bayu pada keena.
"udah besar ya dia sayang, mas ngga nyangka dia akan secepat ini tumbuh" kata Bayu pada Rita.
"iyaalah mas, namanya juga bayi. pertumbuhannya cepat mas" kata Rita yang langsung diangguki oleh Bayu.
"iyaa ya sayang, nanti tiba-tiba dia udah gede aja deh kita ngga bisa lagi nimang nimang kaya gini" kata Bayu sambil menuruni tangga, Rita pun hanya memberikan anggukan sebagai jawaban untuk sang suami.
"iyaalah mas, makanya nikmati masa dia masih kecil seperti ini agar kita ga kehilangan masa-masa tumbuh kembangnya dengan baik" jawab Rita yang disetujui oleh Bayu.
"bi makan malam udah siap?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung tersenyum dan menganggukan kepala.
"udah Bu, ini baru mau saya siapin dimeja" jawab bi Surti membereskan satu persatu makanan yang sudah ia masak.
"insyaallah enak pak, sesuai lidah aja. ini masakan khas Betawi pak" jawab bi Surti membuat Bayu menganggukan kepala.
"emang bibi bisa bikin masakan Betawi?" tanya Bayu penasaran.
"sedikit bisa si pak, sama ajalah kaya kita masak biasa" jawab bi Surti membuat Bayu menganggukan kepala.
"bisa gendut ini Rita kalo masakannya enak-enak kaya gini" kata Bayu membuat Rita memelototkan matanya membuat Bayu terkekeh melihat respon sang istri yang sangat lucu dimatanya.
"ada apa ini?" tanya Naura yang baru saja bergabung dengan ketiganya.
"apa si, rusuh aja gangguin orang" jawab Bayu membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"yee mas Bayu, mulai deh resenya. aku baru aja duduk loh disini" kata Naura pada Bayu membuat Rita dan bi Surti terkekeh.
"udah deh ngga usah sok dramatis begitu" jawab Bayu dengan santai menyerahkan keena pada Rita.
__ADS_1
"biar sama bibi aja keenanya pak" kata bi Surti pada Bayu yang langsung diangguki olehnya.
"makasih ya bi" jawab Rita membuat bi Surti tersenyum dan menganggukan kepala.
kemudian, bi Surti pun melangkahkan kaki menuju dapur dengan membawa keena dalam gendongannya. ia pun kembali kearah ruang keluarga dan membaringkan keena dikarpet lantai yang lumayan empuk tersebut.
sementara dimeja makan Naura, Bayu dan juga Rita memakan makan malam mereka tanpa ada sedikitpun kata yang keluar dari mulut ketiganya.
setelah selesai, Bayu pun memberi tahu Naura rencananya dengan Rita yang sudah ia susun sedemikian rupa. Naura pun menyetujui ide tersebut, dengan mata berbinar ia pun menganggukan kepala menyetujui apa yang sudah keduanya rencanakan.
"bagus itu mbak, aku bener-bener ga nyangka mbak Rita punya ide brilian seperti ini" jawab Naura membuat Rita tersipu.
"udah nau, nanti mbakmu malu. kasian kan" jawab Bayu membuat Naura terkekeh melihat tingkah kakak iparnya tersebut.
"abis bagaimana lagi, mbak Rita selama ini selalu diam dan diam sekalinya bertindak walau hanya sebuah rencanapun benar-benar brilian. bahkan mas Bayu pun ga sampai kepikiran kesana" jawab Naura membuat Bayu memutar bola mata jengah.
"bukan aku ga kepikiran sampai sana, hanya aja aku ga tega dengan ibu jika harus melakukan hal itu. kamu tau sendiri, biar gimanapun beliau ibu kita. dia adalah tanggung jawab mas sebagai pengganti bapak" jawab Bayu membuat Naura terdiam.
dalam hatinya berkata bagaimana jika Bayu mengetahui kenyataan yang sebenarnya, mungkin Bayu bisa saja lebih membenci ibu dibanding dengan Maura. selama ini Bayu sangat menyayangi sang ibu layaknya ibu kandung yang ia ketahui, hingga sampai saat ini Bayu belum mengetahui jika ibu nya bukanlah ibu kandung dirinya.
"nau, tuh kan malah bengong deh kamu kebiasaan kan. mas tuh lagi ngomong, menurut kamu gimana sama rencana Rita. apa masih ada yang perlu ditambahin?" tanya Bayu membuat Naura seketika menggelengkan kepala.
"ngga ada si,aku juga gatau karna aku bener-bener gaada ide mas" jawab Naura membuat Bayu menepuk keningnya.
"yaudah si gapapa mas kita buat sesuai rencana aja, aku yakin pasti besok ibu akan datang kesini lagi. rumah ini kan pasti sudah ada cctv nya, aku yang akan bergerak sendiri langsung" jawab Rita langsung membuat Bayu menggelengkan kepala.
"jangan kamu langsung lah sayang, mending kamu suruh Naura atau bi Surti aja. kamu tinggal duduk manis dan lihat respon ibu, ingat ya sayang jangan sampai kamu dan keena kenapa-kenapa" kata Bayu memberikan peringatan pada Rita yang langsung terdiam, ia pun lupa dengan adanya keena yang bisa saja berbahaya bagi anak kecil tersebut. dengan terpaksa Rita pun menganggukan kepala menyetujui apa yang Bayu katakan.
"yaudah kalo gitu, udah fiks kan. untuk urusan memberikan balasan untuk ibu, biar itu jadi urusan aku. aku yakin ibu ngga akan berkutik jika aku yang bicara, tapi kalo mbak Rita aku yakin justru mbak Rita yang ga bisa berkutik dengan apa yang ibu katakan" jawab Naura dengan pelan membuat Bayu dan juga Rita menganggukan kepala setuju.
"iyaalah, mbak kan bukan kamu nau. bahkan mbak pun sebenarnya kasihan dengan ibu, karna Maura dia jadi seperti orang setres seperti ini. ibu harus segera dibawa kepsikater mas, makanya aku merencakan semua ini. ini juga untuk kebaikan ibu" jawab Rita membuat Bayu mengerti dan menganggukan kepala.
"iyaa sayang, mas ngerti kok apa yang kamu maksud. makasih ya udah tetep peduli sama ibu setelah apa yang udah beliau lakukan sama kamu" kata Bayu pada Rita yang langsung diangguki oleh nya.
Naura pun menatap kakak iparnya terebut dengan menggelengkan kepala, tak percaya dengan semua yang dilakukan sang ibu Rita masih bisa begitu peduli dan memaafkan semuanya.
__ADS_1