Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhtiga


__ADS_3

Rita pun memandang haru pemandangan didepannya, dimana sang suami melantunkan azan dikuping anak yang baru saja ia lahiran.


"terimakasih sayang, terimakasih telah memberikan malaikat kecil yang yang sangat cantik" kata Bayu dengan mata berkaca-kaca dihadapan Rita yang masih tergolek lemas dibrangkar rumah sakit setelah melahirkan.


kemudian bayi mereka pun dibersihkan oleh suster dan Rita pun harus dibersihkan serta mendapat beberapa jahitan, bayupun dipersilahkan menunggu diluar ruang bersalin oleh dokter.


Bayu melangkahkan kaki menuju kursi tunggu didepan ruang bersalin, ketika membuka pintu ia mendapat sang adik yang duduk dikursi tersebut sambil memainkan gawainya. ia pun mendudukan diri disamping sang adik yang menatap heran kearahnya.


"bagaimana keadaan mbak Rita mas? anak kalian bagaimana? baik-baik aja kan?" tanya Naura tanpa henti memasukan kembali ponsel yang tadi ia genggam kedalam tas kecil yang ia bawa.


"Alhamdulillah keduanya baik dan sehat" jawab Bayu dengan singkat.


"jenis kelaminnya apa mas? cewek atau cowok" tanya Naura dengan antusias.


"cewek nau, ohiya kamu udah kasih tau ibu kalo Rita sudah melahirkan?" tanya Bayu disambut gelengan kepala oleh Naura.


"sampai kapan nau, sudah berminggu-minggu sejak kita keluar dari rumah itu. kamu masih aja ngga mau bicara sama ibu, biar bagaimana pun itu ibu kita nau" kata Bayu menggelengkan kepala, Naura yang dinasehati mas nya pun hanya menundukkan kepala.


Bayu pun meninggalkan Naura sendiri diruang tunggu tersebut melangkah kan kaki entah kenapa sambil terus mencoba menghubungi sang ibu, setelah beberapa kali telpon pun dijawab dengan sang ibu yang menjawab dengan sangat lirih.


"assalamualaikum bay" kata ibu Bayu disambungan telepon dengan sangat pelan.


"waalaikumsalam, ibu kenapa? ibu gapapa kan?" tanya Bayu mendengar suara ibunya yang sangat pelan.


"gapapa Bay, ibu cuma lelah aja" jawab ibu Bayu pada sang anak.


"oohh begitu, Bayu cuma mau kasih kabar kalo Rita udah melahirkan Bu dan cucu ibu perempuan Bu" kata Bayu dengan antusias memberi tahukan pada ibu nya.

__ADS_1


"Alhamdulillah yang bener bay? pasti cantik seperti ibunya. selamat ya bay, kamu sudah jadi seorang ayah sekarang" jawab ibu Bayu.


"iyaa Bu, makasih. sekarang ibu siap-siap ya Bayu akan jemput ibu kesini setelah pamitan sama Rita juga Naura" kata Bayu


"iyaa nak, ibu tunggu" jawabnya, kemudian Bayu pun mematikan telepon dan kembali menghampiri Naura yang masih duduk didepan ruang bersalin.


belum saja Bayu mulai berbicara, suster keluar dan mendorong berangkar Rita yang berada diatasnya.


"ibu Rita akan kami pindah kan kekamar rawat yang sudah disediakan pak, silahkan urus admistrasinya dulu. tadi kami sudah tanyakan pada mbak yang itu, dan beliau minta ibu Rita diberikan ruangan kelas satu. silahkan ikuti saya dan mbaknya bisa ikuti suster yang membawa berangkar ibu Rita, mari pak" kata salah satu suster pada Naura dan Bayu. mereka pun melangkahkan kaki mengikuti arahan suster tersebut.


setelah selesai dengan urusan admistrasi Rita, Bayu pun menemui adik juga istrinya yang berada diruang perawatan. sebelumnya Bayu sudah diberitahukan oleh suster ruang perawatan Rita, jadi ia pun tak kesusahan mencari ruangan tersebut.


Bayu mengetuk pintu dan melangkah kan kaki masuk setelah mendapat sahutan dari dalam, ia pun tersenyum mendapati sang istri yang sedang mengisi perutnya dengan bubur dari rumah sakit disuapi oleh Naura.


"sayang, mas mau jemput ibu dulu ya. kamu ditemani Naura dulu, gapapa kan?" tanya Bayu dengan menatap Rita dan Naura bergantian.


"iyaa gapapa mas, Naura juga telaten kok" jawab Rita, sedangkan Naura masih diam dan fokus menyuapi Rita agar menghabiskan makannya.


"bersikaplah biasa aja jika ada ibu nau, jangan terus buat ibu sedih dengan kamu menjauhinya" kata Bayu memperingati Naura, Naura pun menatap masnya tersebut dan menganggukan kepalanya.


"beda hal jika ada nenek lampir mas, tolong jangan bawa dia. rasanya sangat emosi jika melihat mukanya" jawab Naura dengan nada kesal yang membuat pasangan suami istri itu tersenyum.


"hust, itu kakak mu loh nau" kata Rita menggoda. Naura pun memutar bola matanya jengah, kemudian Bayu pun melangkah kan kaki keluar dari ruang perawatan Rita.


Rita dan Naura pun mengobrol selepas kepergian Bayu menjemput ibunya, mereka mengobrol hingga tertawa lepas. Rita pun sudah selesai dengan makanannya, meski tidak habis semua tapi lumayan untuk menambah tenaga setelah melahirkan.


satu jam kemudian, Bayu pun datang bersama ibu juga Maura. Naura dan Rita yang tadinya antusias melihat kedatangan ibu menjadi meredupkan senyuman mereka melihat Maura yang berdiri dibelakang sang ibu.

__ADS_1


Naura pun bergeser ke sebelah kiri Rita memberikan ruang untuk sang ibu berbicara dengan menantu kesayangannya tersebut.


"bagaimana keadaan kamu rit?" tanya ibu dengan senyum mengembang mengelus pucuk kepala Rita dengan sayang.


"Alhamdulillah baik Bu, terimakasih sudah menyempatkan datang kesini" jawab Rita menatap ibu mertua dan tersenyum tulus padanya.


"sama-sama sayang, maafkan ibu tidak bisa menemani kamu saat lahiran. bagaimana orangtuamu sudah dihubungi kah?" tanya ibu mertua pada anak dan menantunya.


"oh iyaa mas kamu sudah menghubungi ibu dan bapak?" tanya Rita pada bayu yang duduk disofa sebelah Naura, membiarkan Maura berdiri disamping sang ibu yang duduk disebelah kanan Rita.


"udah kok sayang, ibu dan bapak akan kesini. nanti malam sampai" jawab Bayu cepat tanpa mengalihkan pandangan dari handphonenya, Rita dan ibu mertuanya pun menganggukan kepala dan tersenyum.


"terimakasih sudah datang mau" kata Rita dengan senyum pada Maura yang terlihat acuh.


"sama-sama, demi ibu" jawab Maura singkat membuat Rita menganggukan kepala menatap orang yang sempat membuat kacau keluarganya tersebut, tetap tidak berubah setelah lama tidak bertemu.


"huh" dengus Naura yang didengar oleh orang didalam ruangan tersebut.


"kenapa nau?" tanya Bayu menghadap adiknya.


"gapapa" jawab Naura dengan malas.


"aku keluar dulu lah, beli minuman dingin. disini panas banget, tenggorokan aku kering" lanjut Naura melangkah kan kaki keluar tanpa menunggu jawaban semua orang.


"maafin sikap Naura ya Bu, sepertinya dia masih kesal" kata Bayu pada ibunya yang tersenyum dan mengangguk.


"gapapa Bay, ibu maklum. Naura masih remaja, usianya memang lagi naik-naiknya ego" jawab sang ibu memaklumi sikap dari anak bungsunya tersebut.

__ADS_1


setelah dua jam berada diruangan Rita, ibu Bayu dan Maura pun pulang diantarkan kembali oleh Bayu. sampai ibu dan Maura pulang, Naura pun tidak menampakkan batang hidungnya lagi, membuat Rita dan Bayu merasa tak enak pada sang ibu karna sikap adik bungsunya tersebut.


lima belas menit setelah Bayu, ibu dan Maura keluar barulah Naura masuk kedalam kamar perawatan Rita. wajahnya yang lebih lega membuat Rita yakin, bahwa sejak ada ibu dan Maura Naura sangat tidak nyaman tapi ia memilih menghindari pertengkaran yang pasti akan terjadi diantara ketiganya.


__ADS_2