
"kenapa si mbak, nangisnya kenceng banget tumben" kata Naura diberi gelengan oleh Rita.
"mbak juga gatau nau, tadi mbak sama bu RT masih ngobrol didepan tiba-tiba keena nagis kenceng banget. mbak juga bingung" jawab Rita membuat dahi Naura menyerit.
"aneh si, mungkin kaget kali mbak. mananya juga bayi masih duka kegetan kan" jawab Naura diberi anggukan oleh Bu RT dan juga Rita.
"disusui aja dulu mbak mungkin nanti diam" jawab Bu RT membuat Rita segera memberikan asi untuk keena, seketika tangisnya pun terhenti.
"yaampun ternyata cuma haus, lihat sampe sesenggukan gitu nangisnya. ampun deh bayi-bayi" kata Naura menoel pipi sang ponakan yang terlihat menggemaskan dimatanya.
"Naura tidur lagi dulu kalo gitu mbak ah, bikin kaget aja deh kirain kenapa" gumam Naura yang masih terdengar oleh Rita dan juga Bu RT.
"saya juga pamit pulang deh mbak Rita, siapa tau pak RT langsung pulang kerumah ngga kesini dulu" kata Bu RT diberi anggukan oleh Rita. Rita tidak bisa mengantar bu RT hingga depan karna sedang menyusui anaknya.
"maaf ya Bu RT ngga bisa anterin sampe depan masih nyusuin keena ini" jawab Rita membuat Bu RT menganggukan kepala dan tersenyum.
"gapapa mbak, lanjutin aja. nanti pintunya saya langsung tutup ya, jadi mbak Rita tingga kunci aja nanti dari dalam" jawab Bu RT diangguki oleh Rita.
"makasih ya Bu RT" jawab Rita dibalas senyum oleh Bu RT, Bu RT pun keluar dari kamar Rita dan mengambil tas setelah itu ia pun meninggalkan rumah Rita setelah menutup pintunya.
tak berselang lama setelah kepulangan bu RT, terdengar suara motor Bayu berhenti didepan rumah. Rita yang sudah selesai menyusui keena pun membuka kan pintu untuk menyambut kepulangan Bayu, terlebih juga Rita sudah tidak sabar untuk menceritakan apa saja yang terjadi hari ini.
"assalamualaikum sayang" salam Bayu ketika melihat Rita membawa keena keluar membuka kan pintu untuk sang ayah.
"waalaikumsalam ayah" jawab Rita mewakili keena yang belum bisa menjawab salam dari Bayu.
keduanya pun masuk kedalam rumah secara bersamaan, Bayu pun segera membersihkan badannya hingga bersih karna tak sabar untuk menggendong anaknya.
"ayah mandi dulu ya sayang, nanti kita main" kata Bayu pada keena yang berada dalam gendongan Rita.
"iyaa ayah" jawab Rita seolah keena yang menjawab perkataan Bayu. mereka pun saling melempar senyum sebagai jawaban.
"nanti aku akan ceritakan semua yg terjadi hari ini, mas Bayu mandi dulu ya" kata Rita membuat Bayu menganggukan kepala.
"ohya, kamu udah makan?" lanjut Rita bertanya pada Bayu yg sudah melangkah kan kaki menuju kamar mandi.
"udah tadi siang, nanti kita makan malem sama-sama. nanti aku belikan diluar atau kita pesan online aja ya? Naura kemana?" tanya Bayu pada Rita.
__ADS_1
"Naura tidur, dia kelelahan hari ini" jawab Rita membuat Bayu menyeritkan kening.
"kenapa? tumben dia kelelahan" tanya nya.
"iyaa makanya kamu mandi dulu, nanti aku ceritakan" jawab Rita membuat Bayu segera melangkah kan kaki menuju kamar mandi setelah menganggukan kepala.
Rita pun menyiapkan pakaian ganti untuk Bayu sambil menggendong keena, setelah selesai ia keluar dari kamar dan duduk diruang tamu sambil menunggu Bayu selesai mandi dan berganti pakaian.
"mas Bayu udah pulang ya mbak?" tanya Naura yang baru saja keluar dari kamar dengan muka bantalnya.
"iyaa udah, itu sekarang lagi mandi" jawab Rita, Naura pun mendudukan diri disofa sambil menyenderkan punggungnya agar terasa nyaman.
"capek banget hari ini mbak, serius deh" kata Naura memijat pelan bahu nya sendiri.
"masa begitu aja capek nau, mbak loh belum istirahat" jawab Rita membuat Naura mencebikkan bibirnya.
"ohya bu RT pulang jam berapa mbak?" tanya Naura lagi.
"baru aja si, ga lama bu RT pulang mas Bayu pulang kok" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.
"lagi ngomongin apa nih?" tanya Bayu yang sudah selesai mandi, ia duduk tepat disebelah Rita dan mengambil alih keena dari gendongan Rita.
"belum, ada apa sih? kayanya penting banget" jawab Bayu dengan dahi mengerut.
"ituloh mas, temannya Naura udah berhasil Bangkep orang yang suka memantau rumah kita" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"ohya? terus?? bagus dong kalo gitu" jawab Bayu mengembangkan senyumnya.
"iyaa bagus si mas, tadi juga pak RT udah bawa orang itu ke kantor polisi sama bapak-bapak yang lain. tapi,,,," jawab Rita dengan nada ragu membuat Bayu mengerutkan kening mendengarnya.
"tapi kenapa?" jawab Bayu penasaran.
"perkataan orang itu ada yang mengganjal mas" jawab Naura yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan antara keduanya.
"mengganjal gimana?" jawab Bayu.
"iyaa mengganjal mas, masa dia bilang percuma walaupun ditertangkap jika dalangnya belum ditangkap. maksudnya gimana juga" jawab Naura dengan heran.
__ADS_1
"apanya yang aneh? memang bener kan, percuma penjahatnya ketangkep kalo dalangnya belum ketangkep juga, pasti masih bisa membayar orang untuk melakukan hal yang sama" jawab Bayu dengan santai.
"iyaa si bener juga" jawab Naura.
"itu dia mas yang dari tadi aku pikirkan, gimana jika orang itu mengirim orang lagi untuk menjahati kita. aku takut mas" jawab Rita dengan cemas.
"ngga usah khawatir, toh satu orang udah ketangkep kan.semoga aja orang itu mau menjawab jujur pertanyaan penyelidik, walaupun kita tau dalangnya tapi selama ini kan kita ga punya bukti yang kuat buat menjebloskannya kedalam penjara. semoga kali ini bisa menjadi bukti bahwa menjadi dalang dari kasus ini" jawab Bayu dengan panjang memberi pengertian pada adik dan juga istrinya.
"amiiinn, semoga semua ini cepat selesai ya mas" jawab Rita dengan perasaan lega.
"amiiinn, kita sama-sama berdoa aja semoga keluarga kecil kita selalu dilindungi Allah SWT" jawab Bayu dengan senyum manis.
"ohya mas, tadi Bu Bagas sama beberapa ibu-ibu bikin rusuh dirumah ini dan memojokkan mbak Rita. mereka bilang mbak Rita ini sengaja berkoar koar kalo keena jadi target penculikan, karna itu mereka semua jadi disuruh siskamling dan membayar uang iuran lebih. dini yang merasa geram dengan tingkah Bu Bagas dan teman-temannya melaporkan kejadian itu sama pihak yang berwajib mas, sekarang Bu Bagas sama keempat temannya masih berada dibui" jawab Naura membuat Bayu kaget dan mematung tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Naura
"yang bener sayang?" tanya Bayu pada Rita yang langsung menganggukan kepala.
"iyaa mas bener yang dibilang Naura, kalo pun dicabut harus nunggu dua kali dua puluh empat jam dulu" jawab Rita dengan pelan.
"lagian kenapa harus dilaporkan sih, kan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan" jawab Bayu dengan mengusap kasar wajahnya. terdengar suara salam dari luar yang membuat ketiganya saling menatap.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab ketiganya serempak. Naura pun membukakan pintu untuk melihat siapa yang berada didepan rumahnya.
"oohh pak Bagas sama bapak-bapak, silahkan masuk dulu pak" kata Rita memberikan ruang untuk kelima bapak-bapak tersebut masuk kedalam rumahnya.
"silahkan duduk dulu pak" kata Bayu yang merasa tak enak pada bapak-bapak tersebut. kelima nya pun duduk setelah dipersilahkan oleh Bayu, Naura pun bergeser duduk bersebalah dengan Bayu dan juga Rita yang berada ditengahnya.
"buat kan teh hangat dulu untuk bapak-bapak ini nau" kata Bayu pada Naura yang langsung menganggukan kepala. Naura pun segera berlalu kedapur, sedangkan Rita sudah duduk memangku keena yang tadinya berada dalam pangkuan Bayu.
"begini mas Bayu, apa betul para istri kami ada dalam sel atas laporan mbak Rita? dan kami minta penjelasan alasan istri-istri kami dimasukan dalam sel mas Bayu" kata pak Bagas mewakili para bapak-bapak yang istrinya berada dalam penjara bersama dengan Bu Bagas.
"iyaa benar bapak-bapak, saya juga baru saja mendengar dari istri dan juga adik saya permasalahannya" jawab Bayu dengan tenang, Naura pun datang membawa enam gelas berisikan teh hangat untuk bapak-bapak tersebut juga Bayu.
"diminum dulu pak, sebelum saya jelaskan permasalahannya" kata Bayu dengan senyum menatap beberapa orang didepannya. kemudian ia pun mengalihkan pandangan pada sang istri yang hanya menundukkan kepala.
"begini bapak-bapak, menurut istri dan adik saya. istri bapak-bapak ini itu membuat gaduh ketenangan rumah ini tadi pagi, dengan perkataan Bu Bagas sebagai provokator yang mengatakan istri saya Rita hanya omong kosong belaka karna berkoar koar pada semua orang disini bahwa anak kami menjadi target penculikan sehingga menyebabkan kita sebagai lelaki melakukan siskamling dan juga menambah iuran warga dari RT. disitu kebetulan ada teman-teman Naura juga, setelah dijelaskan oleh Rita dan juga ketiga teman Naura Bu Bagas dan ibu-ibu yang lain pun terus memojokkan istri saya sehingga mereka bertiga geram dan akhirnya salah satu dari ketiganya melaporkan kasus ini pada pihak kepolisian. begitu ceritanya pak" jawab Bayu membuat ke lima bapak-bapak tersebut saling pandang.
__ADS_1
______________________________________
Alhamdulillah outhor bisa up dua episode dengan masing-masing seribu tiga ratus kata lebihπ terimakasih untuk segala dukungannya untuk para pembaca, jangan lupa vote, komen dan like biar outhor semakin semangat buat upπππ