
"tentu saja mbak, Naura akan menjadi Adipura sejati seperti mas Bayu" jawab Naura membuat Rita tersenyum.
"tapi mas Bayu gimana mbak, bukannya tadi mbak Rita bilang kalo mas Bayu marah. pasti gara-gara Naura ya mbak" jawab Naura dengan wajah tertunduk.
"udahlah ngga usah dipikirkan soal mas Bayu nau, nanti juga dia akan berfikir sendiri. mbak mengerti apa yang dia rasakan, cuma mbak gamau aja kalo dia sampai terus memendam dendam pada ibu" jawab Rita menatap Naura yang menundukkan kepala.
"itu dia mbak, pasti semua itu karna Naura yang selalu terpancing emosi jika melihat ibu. mbak tau sendiri kan sama seperti melihat Maura, sekarang aku pun selalu emosi jika melihat ibu. aku memang tak bisa satu tempat dengan Meraka yang sudah memberikan luka ini mbak" jawab Naura membuat ku tersenyum untuk menguatkan.
"sabarlah nau, mbak juga ngerti apa yang kamu rasakan. tapi ingat, mendendam sangat tidak baik. lebih baik kita diam jika kita tidak suka, atau lebih baik lagi menghindar agar mengurangi emosi yang mungkin saja datang dengan sendirinya" jawab Rita mengelus punggung Naura yang kini telah duduk di pinggiran kasur.
"iyaa juga si mbak, insyaallah aku pasti bisa mbak menghilangkan rasa sakitku ini. semoga" jawab Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh Rita.
"iyaa mbak juga yakin kalo kamu pasti bisa kok nau" jawab Rita dengan tersenyum.
"iyaa mbak, yuk mbak kita kebawah. Naura mau melihat ibu pergi, bukannya ibu mau kembali kedesa terpencil itu?"
tanya Naura membuatku langsung menganggukan kepala.
"iyaa nau, mas Bayu yang minta Bu sari langsung pulang ke desa itu. sebenarnya mbak sudah meminta mas Bayu untuk memikirkan ulang, tapi,,,,," jawab Rita dengan menggantung kata.
"tapi mas Bayu marah mbak?"tebak Naura membuat Rita langsung menatap adik iparnya dengan penuh tanda tanya, Naum setelahnya ia pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
"yaudah gapapa mbak, mungkin mas Bayu masih belum bisa menerima apa yang ibu lakukan pada kedua orangtuanya. andai aku jadi mas Bayu, aku pun pasti akan membenci ibu mbak. karna secara ngga langsung ibu yang sudah membuat kedua orangtua mas Bayu meregang nyawa" jawab Naura dengan kepala tertunduk.
"tapi nau, ntah kenapa mbak tidak suka sikap mas Bayu yang seperti ini. meninggalkan ibu didesa terpencil seorang diri, apalagi menurut mas Bayu disana jauh dari mana pun bahkan untuk sekedar kerumah tetangga pun nau. mbak ngga bisa bayangin, andai suatu saat terjadi sesuatu sama ibu" jawab Rita membuat Naura langsung mengalihkan pandangannya pada kakak iparnya itu.
"Naura tau mbak, tapi bukannya mas Bayu terus memantau ibu menggunakan orang kepercayaannya. Naura yakin mas Bayu ngga akan membuat ibu kenapa-kenapa" jawab Naura dengan tersenyum.
"iyaa mbak tau nau, tapi gimana ya. jujur aja nau, hati mbak begitu ngga tega dengan ibu yang sangat jauh dari kita nau. biar gimana pun mbak dan ibu pernah sangat dekat seperti ibu dan anak, ibu pun selalu mencurahkan kasih sayangnya untuk mbak dari pertama kali mbak masuk kedalam keluarga ini nau" jawab Rita dengan menteskan air mata.
"sudah mbak, yuk kita kebawah. biar ibu Surti disini menjaga keena" kata Naura mengajak Rita turun kelantai bawah.
"iyaa nak, pergilah kebawah peluklah mertuamu dengan sayang tunjukan padanya kasih sayang tulus menantu sebaik nak Rita" kata bi Surti dengan tersenyum dan membelai lembut kepala Rita, Rita pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
"iyaa Bu, Rita kebawah dulu. titip keena ya Bu" jawab Rita diiringi senyuman dan anggukan kepala dari bi Surti.
"ibu,,,,," kata Naura dan Rita serempak.
kedua wanita paru baya itu pun menoleh, keduanya terkejut melihat Naura dan juga Rita yang melangkahkan kaki menghampiri mereka ketika sudah tepat didepan pintu utama rumah tersebut.
"ibu jangan pergi lagi Bu, bertaubatlah Bu. meminta maaflah pada mereka yang telah ibu sakiti, Naura sayang ibu" kata Naura memeluk ibu sari yang membelalakan mata mendengar kalimat terakhir dari Naura.
"kamu sayang ibu nau? ibu yang telah membuat mental kamu dihajar habis habisan, apa kamu yakin nau. maafkan ibu kalo selama ini ibu belum bisa menjadi orangtua yang baik untuk kamu, maafkan ibu nau" kata ibu sari membalas pelukan anak kandungnya dengan uraian air mata.
__ADS_1
"Naura sudah memaafkan ibu, Bu. jangan tinggalkan Naura lagi Bu" jawab Naura memeluk erat ibu kandungnya.
"tidak nak, ibu bersalah pada mas mu. ibu harus menerima semua ini, kamu harus faham ya nak. kamu juga bisa datang ketempat ibu kapanpun kamu mau" jawab ibu sari melepaskan pelukan yang masih menempel dengan naura.
"Rita, maafkan ibu ya nak. maafkan ibu yang telah menjadi mertua yang sangat buruk untukmu" kata ibu sari beralih menatap Rita yang sudah berkaca-kaca.
"Rita sudah memaafkan ibu kok Bu, tidak ada manusia yang sempurna Bu. kita semua pasti punya salah, begitupun Rita. maafkan Rita jika Rita punya salah pada ibu" jawab Rita dengan tersenyum lembut dan mata berkaca-kaca.
"terimakasih nak, kamu memang anak yang baik. besan, maafkan saya karena tidak bisa menjaga amanah yang sudah kalian berdua berikan. maafkan saya telah mengecewakan kalian" kata ibu sari dengan kepala tertunduk menatap ibu dan bapak Rita.
"seperti yang Rita katakan Bu, kita semua hanya manusia bisa. kita tempatnya salah, jadi kami pun pasti memaafkan ibu. maafkan kamu juga jika memiliki salah pada ibu" kata ibu Rita menatap dalam ibu sari yang menganggukan kepala
"mas, tolong jangan kirim lagi ibu ketempat itu mas. Naura mohon, biarkan ibu berada ditengah-tengah kita mas. kita bisa memperbarui keluarga kita, iyakan mbak?" tanya Naura pada Bayu yang sedari tadi terdiam.
"apa kamu mengembalikan hati mas yang sudah teramat sakit nau? apa kamu bisa mengembalikan ibu kandung mas dan juga ayah? apa kamu bisa menghapus kejahatan yang sudah diperbuat oleh ibu? andai kalian semua bisa memaafkan ibu, silahkan. aku tak melarang, tapi jangan paksa aku untuk melakukan seperti apa yang kalian lakukan" jawab bayu dengan nafas memburu.
"biarkan nau, suatu saat mas mu akan tau bagaimana berartinya orang yang telah dia benci sekarang. maaf, mungkin dia sedang lupa daratan sehingga mampu menghakimi orang lain seperti itu. mungkin hatinya sudah terlanjur dikuasi oleh setan yang menutup perasaannya" jawab Rita dengan nada pedas tak menatap Bayu.
"sudah tak apa nak, biar ibu kembali kedesa itu. mas mu belum bisa memaafkan ibu, suatu saat ibu yakin kita pasti bisa berkumpul bersama" jawab ibu sari dengan tersenyum.
"ibu hati-hati ya Bu, insyaallah Naura akan jenguk ibu disana" .....
__ADS_1
bersambung......