
"CK, kebiasaan deh kan rahasiakan segala udah sama siapa aja" jawab Naura sambil mengerucutkan bibir.
"sudah-sudah sebaiknya kamu bantu ibu memasukkan semua barang-barang ini, ingat ya jangan terlalu banyak karna nanti akan sangat berat ibu membawanya. tau sendiri kan ibu sama bapak sudah tak muda lagi" jawab ibu membuat Rita dan Naura terkekeh kecil.
"iyaa iyaa Bu, lagian walaupun ibu udah tua ibu tetep terlihat sangat cantik kok Bu. iyakan mbak?" tanya Naura pada Rita yang masih menahan tawanya.
"iyaa Bu, tenang aja ibu masih cantik kok. tapi pastinya cantikkan aku" jawab Rita membuat ketiganya terkekeh hingga terdengar sangat ramai didalam kamar tersebut.
"oiyaa mbak, apa mbak belum berusaha berbicara sama mas Bayu tentang ibu mbak? emm bukannya Naura ngga mengerti perasaan mas Bayu mbak, tapi gimana ya mbak sebagai seorang anak Naura begitu ngga tega pada ibu jika harus sendirian di tempat yang memang sangat-sangat terpencil. ngga adakah solusi lain yang bisa dijadikan hukuman oleh ibu selain dikucilkan seperti ini mbak" kata Naura pada Rita yang seketika terdiam mendengar perkataan remaja delapan belas tahun tersebut.
"maafin mbak ya nau, mbak belum bicara sama mas Bayu. tapi mas pasti akan bicarakan sama mas Bayu, masalah solusi mbak juga belum tau si solusi apa yang bisa dijadikan pengganti dari hukuman pada ibu. menurut ibu gimana Bu?" tanya Rita pada ibu nya.
"ibu bagaimana baiknya kalian aja nak, yang jelas kalian harus bicarakan semua ini baik-baik dan tidak terkesan memaksa nak Bayu karna biar bagaimana pun dia adalah korbannya disini. nak Naura, walaupun ibumu dihukum tapi setidaknya beliau masih bisa kamu lihat walaupun kamu menjenguknya sesekali sementara nak Bayu? maaf jika ibu terkesan membela Bayu, tapi inilah kenyataannya. nak Naura harus terima apapun yang telah menjadi keputusan nak Bayu, jangan egois hanya karna merasa tak tega pada ibu kandungmu kamu jadi mengesampingkan perasaan orang yang senantiasa membuka hatinya untuk menerima kamu yang menjadi bagian dari hidup ibumu" jawab ibu Rita membuat Naura merasa tak nyaman.
"maksud ibu apa? maksud ibu aku tak berterimakasih begitu? intinya ibu mau bilang aku seperti itu kan?" jawab Naura dengan nada kesal.
"bukan seperti itu maksud ibu nak, tapi bukannya seperti itu kenyatannya. ibu ngga berbicara kamu tidak tau berterima kasih kan? ibu hanya mengingatkan, siapa orang yang berada paling utama untuk nak Naura? Bayu kan, bahkan kemarin saat nak Naura tidak bisa mengontrol emosi bukankah dalam pelukan Bayu kamu mendapat ketenangan. coba pahami itu, ibu hanya meminta kamu tidak memaksakan kehendak pada nak Bayu, karna sekali lagi biar bagaimana pun dia adalah korbannya" jawab ibu Rita menekan kalimat terakhirnya.
__ADS_1
"iyaa nau, mbak fikir apa yang ibu katakan ada benarnya. bukankah saat kamu mengalami depresi karna takut mas Bayu membencimu karna anak dari orang yang telah membunuh ibu kandungnya, justru dia yang menjadi penenang utama untukmu? apa kamu ngga takut jika mas Bayu merasa kecewa dengan apa yang kita lakukan?" jawab Rita membuat Naura terdiam.
"apa mbak berkata seperti ini karna takut rumah tangga mbak berada diujung tanduk? andai ibu mbak yang berada diposisi ibuku, apa mbak tega melihatnya seperti itu. lihat mbak, bahkan ibu terlihat sangat kurus kemarin. mabk lihat sendirikan, aku hanya minta ibu dikembalikan padaku. itu saja mbak" jawab Naura membuat Rita dan juga ibunya saling pandang.
"nau, kamu harus paham hal lain. memang mas Bayu salah karna mengucilkan ibu yang telah merawatnya, tapi ibu pun bersalah nau. ibu yang menyebabkan ibu kandung mas Bayu meregang nyawa, bahkan ayah juga nau. kalo kamu tanya mbak andai diposisi kamu, mbak akan lebih rela ibu mbak masuk kedalam sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya nau. tapi mas Bayu? mas Bayu hanya mengucilkan ibu ketempat terpencil untuk menjaga nama baiknya dan juga nama baik Adipura nau. apa kamu mau, jika ada dalam salah satu tabloid yang bertuliskan "seorang istri Adipura yang telah menyebabkan meninggalnya tuan Adipura dan juga istri pertamanya, kini terungkap semua kejahatannya oleh sang pewaris" begitu?" tanya Rita pada Naura yang langsung tak bisa lagi membalas perkataan Rita.
"yaa ngga begitu juga mbak, terus aku harus gimana Bu, mbak?" tanya Naura pada Rita dan ibunya. keduanya pun saling berpandangan mendengar perkataan Naura.
"gampang nau, kamu tinggal meyakinkan mas Bayu sendiri untuk membuat mas Bayu melepaskan ibu dari hukuman. tapi tidak dengan paksaan, apa kamu bisa nau?" tanya ibu Rita pada Naura yang terlihat sangat ragu.
"coba dulu nau, siapa tau mas Bayu akan cepat luluh jika sama kamu. iyakan? selama ini ia sangat menyayangi kamu kok" jawab Rita yang langsung membuat Naura menganggukan kepala.
"amiiinnn" jawab Rita dan ibu nya dengan serentak.
"sudah, Ayuk kita lanjutkan ini biar cepat selesai. biar nanti pas Bayu pulang ibu sama bapak bisa langsung berangkat juga" kata ibu Rita sambil kembali memberikan beberapa barangnya yang tersisa.
"memang ibu sama bapak pulangnya nungguin mas Bayu?" tanya Rita pada ibunya.
__ADS_1
"laah yaa iyaalah nak, masa ibu sama bapak mau pulang begitu aja tanpa berpamitan sama nak Bayu. yaa ngga mungkin lah nak" jawab ibu Rita dengan terkekeh kecil.
"aku kira ibu sama bapak bakalan langsung pulang siang ini" jawab Rita dengan menyeritkan kening.
"ngga, kami akan pulang setelah Bayu pulang dari kantor nanti" jawab ibu final.
mereka pun kembali membereskan barang milik ibu dan juga bapak Rita, bahkan menatap beberapa oleh-oleh dan menjadikannya dalam satu koper yang sama.
"banyak juga ternyata ya, sampai nambah koper punya kamu rit. lihat bapak sama ibu kesini cuma bawa satu koper, pulangnya sampai bawa tiga koper begini. bagiamana kami bawanya nanti" kata ibu Rita melihat barang bawaan miliknya yang bertambah dua koper.
"yaa atuh Bu, nanti kan sampai disana ibu bisa minta tolong sama kuli panggul atau langsung sama supir taksinya jadi ngga perlu repot ngangkat sendiri Bu. lagian nih ya Bu, koper yang ini itu bisa ibu pakai sambil ibu dudukin loh jadi ibu ga perlu capek-capek seret-serte kopernya" kata Rita menunjukkan koper yang paling kecil diantara dua koper yang lain.
"aahh masa nak, apa ada yang begitu? tapi kan ibu pulangnya nanti naik kereta nak" jawab ibu Rita dengan menyeritkan kening.
"oalaah Bu, Bu apa hubungannya ibu pulang naik kereta dengan koper yang bisa jalan sendiri ini Bu. justru kan lebih enak bu, jadi ibu setelah turun dari mobil langsung aja naik ini jadi ngga perlu jalan kaki" jawab Rita menjelaskan, ibu Rita puh hanya menganggukan kepala meskipun sebenarnya ia kurang mengerti apa yang Rita katakan.
"mbak, ibu dijelasin kaya gimana juga kayanya ngga begitu deh mbak" .....
__ADS_1
bersambung.....