
setelah pembicaraan ketiganya didalam kamar sang ibu, mereka pun meninggalkan ibunya yang sudah tertidur lelap. mereka menuju ruang keluarga, mengistirahatkan tubuh lelah mereka.
"bagaimana mas? apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Naura pada kakak lelakinya tersebut.
"jika ibu tidak mau visum, ya sudah apa mau dikata. tapi kamu tenang aja, mas masih punya rekaman cctv yang ada dirumah ini. itu bisa menjadi bukti kuat atas apa yang Maura lakukan hari ini" jawab Bayu membuat senyum cerah terbit dari wajah adik dan juga istrinya.
"bener mas, kenapa aku ga kepikiran ke cctv itu" jawab Naura membuat Bayu menganggukan kepala.
"iyaa sudah kalian tenang aja, mas pasti akan buat dia semakin menderita didalam penjara sana" jawab Bayu dengan tatapan yang tajam.
"bagaimana dengan ibu mas? sepertinya ibu ngga akan baik-baik aja jika sampai kita membuat Maura semakin lama dipenjara" kata Rita membuat sepasang kakak dan adik itu terdiam.
"kalo soal itu, kamu tenang aja. aku yakin ibu pasti baik-baik aja. mungkin iya hanya kecewa sedikit, tapi nanti juga akan terbiasa. kamu lihat sendiri kan kemarin, ibu terlihat baik-baik aja saat Maura menjadi DPO. aku yakin setelah hakim memutuskan hukuman untuk Maura pun ibu pasti akan baik-baik saja" jawab Bayu membuat Rita terdiam.
"yasudah kalo emang itu keputusan kamu, aku dukung aja. iyakan nau?" tanya Rita pada Naura yang langsung menganggukan kepala.
"iyaa bener mas, semoga Maura mendapatkan hukuman yang pantas" jawab Naura dengan suara pelan.
"amiiinn" jawab Rita dan Bayu serempak.
"maaf mas, mbak ini saya bikinkan minum. dari tadi belum pada minum kan?" kata Bu asih yang datang membawa nampan berisikan tiga gelas air minum dingin.
"makasih ya bi, sini bi duduk dulu" kata Rita mengajak bi asih duduk disebelahnya, namun bi asih pun menggelengkan kepala.
"jangan mbak, bibi disini aja" jawab bi asih mengambil ancang-ancang duduk dilantai tak jauh dari posisi Rita.
"gapapa bi, sini duduk disamping saya. kita akan bahas yang sebenernya terjadi tadi" kata Rita menggandeng tangan bi asih agar duduk disampingnya.
"maaf ya mas, mbak" kata bi asih menatap Naura dan juga Bayu yang hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
"iyaa gapapa bi" jawab Naura membuat bi asih tersenyum lega.
"bagaimana kejadiannya Bu, kenapa Naura bisa masuk kedalam rumah. dan saya juga sepertinya ngga lihat satpam rumah ini tadi didepan" kata Rita membuat bi asih seketika menepuk keningnya.
"astagaa, iyaa non bibi lupa. satpam yang jaga hari ini memang ga masuk non, sedangkan pak Asep ngga mungkin kan berjaga kembali sampai malam. makanya tdi pagi ibu menyuruh pak Asep pulang, biar malam dia bisa kembali berjaga lagi" jawab bi asih diangguki oleh ketiga orang didepannya.
"pantesan tadi ngga ada satpam didepan, makanya Maura bisa masuk dengan mudah" jawab Naura disetujui oleh Rita dan juga Bayu.
__ADS_1
"sebenarnya karna saya juga yang teledor mbak, saya lupa kembali mengunci pagar sehabis belanja tadi" jawab bi asih dengan wajah tertunduk.
"udah gapapa bi, kita ambil aja hikmahnya atas kejadian hari ini. kalo ngga ada kejadian ini mungkin Maura ngga akan bisa cepat tertangkap, bibi ngga usah merasa bersalah" jawab Bayu membuat bi asih membuang nafas lega.
"iyaa mas Bayu, saya benar-benar minta maaf" jawab bi asih diangguki oleh ketiga orang tersebut.
"itulah kenapa saya mau rumah ini ditambah satpam, dan supir atau bahkan saya juga mau jika asisten rumah tangga disini ditambah lagi. apa bi asih punya teman atau saudara yang bisa diajak kerja disini?" tanya Bayu pada bi asih yang langsung mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk.
"waaahh yang benar mas? kira-kira mas Bayu butuh berapa lagi satpam, asisten rumah tangga sama supirnya? nanti biar saya Carikan lewat grup sesama art" jawab bi asih dengan wajah berbinar.
"yaampun, art aja punya grup" gumam Naura yang masih bisa didengar oleh bi asih.
"yaa punya to mbak, itu kan buat memudahkan kita untuk saling komunikasi. atau jika kita butuh perkejaan lain jika sudah resign dari tempat lama kan bisa cari-cari kerjaan dari sana juga" jawab bi asih membuat yang mendengar pun tertawa kecil, termasuk Naura yang tertanya gumamannya didengar oleh bi asih.
"iyaalah iyaalah, terserah bibi aja" jawab Naura mengalihkan pandangan menatap Bayu yang tertawa memperlihatkan gigi putihnya.
"sudah bi, sudah. saya kayanya butuh dua orang satpam, asisten rumah tangga dan supir masing-masing satu. kalo bisa yang suami istri bi, dan yang pasti harus jujur dan amanah" jawab Bayu membuat bi asih menganggukan kepala.
"oohh begitu, coba nanti biar saya Carikan ya mas" jawab bi asih membuat Bayu menganggukan kepala.
"tapi memang mas sama mbaknya ini sudah yakin kah akan pindah kerumah ini?" lanjut bi asih.
"gapapa mas Bayu, saya jadi bersyukur karna ibu akan benar-benar dekat dengan anak-anaknya lagi. selama ini saya suka sedih melihat ibu selalu diperlakukan semena-mena sama Maura, dan juga suka muruh sepertinya selalu ingat dengan kalian" jawab bi asih membuat ketiga tertegun.
"yasudah bi, toh kita akan kembali kerumah ini. sekarang juga!" jawab Bayu membuat Naura dan juga Rita membelalakan mata.
"Apa?! sekarang! kamu ngga salah mas? kita bahkan kesini ngga bawa apapun mas" jawab Rita diangguki oleh Naura.
"barang-barang itu gampang, nanti biar mas yang ambil. lagi pula amanlah jika barang masih disana, nanti pas weekend mas akan ambil kerumah" jawab Bayu disetujui oleh istri dan juga adiknya.
"tapi laptop Naura masih disana mas" jawab Naura dengan lirih.
"sementara kamu bisa pakai laptop mas yang mas tinggal diruang kerja, hanya beberapa hari" jawab Bayu membuat Naura terpaksa menganggukan kepala.
"yasudah kalo gitu, lebih baik kita semua istirahat" jawab Bayu membuat dahi Rita menyerit heran.
"apa kamu ngga balik lagi kekantor mas?" tanya Rita, Bayu pun menggelengkan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
"ngga sayang, Alhamdulillah kerjaan mas ngga sebanyak kemarin. lagi pula ngga ada lagi pertemuan penting hari ini" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
"bi, ada makanan ga si?" tanya Rita membuat semua orang didepannya menyeritkan kening.
"kamu belum makan siang sayang?" tanya Bayu khawatir.
"belum mas, kamu tadi udah jadi makan yang mbak beli kan nau?" tanya Rita pada Naura yang hanya menggelengkan kepala.
"waktu bi asih telpon tadi Naura lagi mau makan mbak, tapi denger perkataan bi asih Naura jadi ngga jadi memakan makanan Naura dan langsung mengetuk pintu kamar mbak Rita. bahkan mungkin makanan itu masih ada diranjang Naura" jawab naura sembari menggigit bibir bawahnya.
"yaampun, kalian ini" jawab Bayu mendengus kesal mendengar perkataan adik dan juga istrinya.
"emangnya mas Bayu sendiri udah makan?" tanya Naura dengan penasaran.
"udah, tadi mas makan siang bareng sama klien. kalian makan siang dulu, bi ada makanan apa didapur?" tanya Bayu pada bi asih.
"masih ada mas makanan tadi pas ibu makan siang, tapi kayanya ngga cukup deh buat mbak Rita dan juga mbak Naura. karna saya hanya masak porsi cukup untuk saya dan juga ibu tadi" jawab bi asih menundukkan kepala.
"yasudah kalo gitu pesan lagi aja makannya" jawab Bayu dengan santai.
"yaudah aku aja yang pesan mbak, mbak Rita mau makan apa?" tanya Naura pada Rita.
"mbak minta sushi aja ya nau, paket yang lengkapnya" jawab Rita, Naura pun menganggukan kepala mendengar perkataan Rita.
"bi asih mau jajan apa? sini sekalian" tanya Naura pada bi asih yang menggelengkan kepala.
"ngga usah mbak, bibi minta ramen aja" jawab bi asih membuat Naura menatapnya kesal, sedangkan yang ditatap hanya tertawa sembari menutup mulutnya.
"katanya ngga usah tapi minta ramen, gimana sih bi" gimana Naura membuat Rita pun tertawa mendengar celetukannya.
"udah-udah pesan aja nau, nanti mas yang bayar. sekalian mas pesankan kopi ya" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.
________________________________________
Alhamdulillah udah dua bab yaπ
oh iya dukung dan vote novel outhor yang terbaru ya, judulnya TERPAKSA MENIKAH!
__ADS_1
masih satu bab sih, tapi tolong bantu dukung ya dengan vote, like dan komenπππ