Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
200!!


__ADS_3

"lihat kan Bu, lihat apa yang ibu lakukan menimbulkan trauma untuk anak kandung ibu sendiri. apa ibu sudah puas? harusnya ibu berfikir Bu, kenapa Bayu sampai menyingkirkan ibu dari kehidupan kita. ibu seharusnya instrospeksi diri Bu, bukan malah menambah masalah dengan bertambah buruknya sikap ibu" jawab Bayu membuat ibu sari menundukkan kepala.


"Naura mengalami depresi setelah kejadian itu Bu, banyak derita yang sudah ia tanggung akibat apa yang ibu lakukan. bahkan rasa ketakutan Naura menjadi lebih besar Bu, dan kami harus dengan ekstra merawat dan membimbingnya. asal ibu tau, justru diantara kami, Naura lebih nyaman dengan Bu Surti. itulah kenapa kamu pun menganggap bi Surti sebagai ibu kami sendiri" lanjut Bayu meneruskan kalimat nya.


"sudah mas, Ayuk kita kekamar. aku sudah mengantuk. biarkan semuanya istirahat, nau kamu kekamar ya. ibu bisa Rita minta tolong antarkan Naura kekamarnya?" kata Rita pada Bu Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh wanita paru baya tersebut.


Rita dan juga Bayu pun meninggalkan ruang tamu tersebut yang langsung diikuti oleh ibu dan juga bapak Rita, semantara Naura dan juga bis urti sudah berjalan lebih dulu untuk kekamar Naura yang berada dirumah itu.


"Bayu, ibu belum selesai bicara Bayu!!" teriak ibu sari yang tak dihiraukan oleh Bayu dan juga Rita.


keesokan paginya, Rita pun bangun lebih dulu. ia bersama bi Surti dan juga ibunya membuat sarapan dengan menu nasi goreng dan juga roti bakar kesukaan Bayu yang didalamnya berisi daging slice, telor mata sapi dan juga keju slice.


"Alhamdulillah akhirnya jadi juga ya Bu" kata Rita pda kedua ibu nya dengan senyum mengembang.


"iyaa Alhamdulillah, sebaiknya kamu panggil suami kamu dan juga Naura Rita. biar kita sarapan bersama dimeja makan" kata ibu Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.


"iyaa Bu, kayanya Rita bakalan bangunin Naura dulu. soalnya Naura lumayan susah kalo dibangunin" jawab Rita dengan terkekeh kecil.


"yaudah kalo gitu, kami tunggu disini" jawab ibu Rita membuat Rita tersenyum.


setelah kepergian Rita, bi Surti dan juga ibu Rita pun kembali membuat teh hangat dan juga dua gelas kopi untuk suami dan juga menantunya.


"begitu dong, kalo pembantu ya posisinya didapur bukan berada seolah sama diposisi majikan" kata ibu sari yang tiba-tiba masuk kedapur dengan kondisi tubuh yang masih sangat terlihat baru bangun tidur.

__ADS_1


"masyaallah Bu besan, sebaiknya ibu mandi dulu ya. itu ilernya masih kemana-mana, apa ngga jiji Bu" kata ibu Rita yang jiji melihat kejorokan besannya.


"apaan si Bu, udah biasa aja kali Bu. lagian saya cuma mau ambil minum terus masuk kekamar lagi kok, belum mau ikut sarapan" jawabnya dengan sedikit ketus.


"ooohh syukurlah, kirain mau langsung ikut sarapan. bisa-bisa yang lain ngga nafsu makan melihat ibu yang datang dengan penampilan seperti ini" jawab ibu Rita, sementara bi Surti hanya bisa menahan senyum mendengar perkataan teman sejawat nya tersebut.


"apa maksud ibu, memang apa yang salah dengan penampilan saya?" tanyanya membuat ibu Rita memutar bola mata malas.


"ibu liat sendiri aja sana dicermin, lihat masih pakai baju tidur belum lagi iler ibu itu kemana-mana Bu. saya yakin ibu aosto belum gosok gigi, iyakan?" kata ibu Rita membuat ibu sari menatap dirinya dipantulan cermin yang berada didapur.


"udah ah yuk Bu Surti kita kemeja makan, kalo kelaam disini nanti saya bisa ga nafsu makan karna ngebayangin iler Bu sari yang kemana-mana itu" kata ibu Rita menarik tangan bi Surti meninggalkan bi sari yang mengeram kesal padanya.


"ada apa si bu ribut-ribut" tanya Naura yang ternyata sudah ada dimeja makan.


"belum lama lah Bu, kenapa kok kedengarannya ada ribut-ribut tadi didapur?" tanya Naura penasaran.


"itu didapur tadi ada ibu sari, mau ambil minum. tapi keluar kamar belum mandi belum apa nau, mana ilernya masih dimana-mana. ibu jijik, makanya ibu ajak bi Surti kesini. takut kebayang-bayang terus ga jadi nafsu makan deh" jawab ibu Rita membuat Naura membelalakan mata.


"serius Bu? waahh jangan sampai ibu langsung duduk disini, bisa-bisa mas Bayu ngamuk nanti" jawab Naura dengan nada panik.


"memang kenapa kalo ibu langsung duduk disini? ibu itu ibu kamu loh Naura, kok kamu jadi kurang ajar begini si?" kata ibu sari menatap Naura yang terlihat masa bodo mendengar perkataan ibu kandungnya.


"Naura!! kalo ibu bicara itu disautin jangan diem aja!!" bentaknya menatap tajam Naura yang langsung dibalas tatapan tajam oleh perempuan tersebut.

__ADS_1


"kenapa memangnya Bu? apa ibu fikir ibu masih pantas berbicara dengan Naura setelah apa yang terjadi? jangan harap Bu!!" jawab Naura dengan suara lantang.


"kurang ajar!! apa ini yang perempuan miskin itu ajarkan pada kamu,hah!! kamu menjadi kurang ajar pada ibumu sendiri!!" bentaknya lagi kembali menyalahkan orang lain.


"ibu, ibu bener-bener ya bukannya mikir malah terus nyalahin orang lain. seharusnya ibu itu sadar Bu, aku sepeti ini juga karna ibu. karna ibu yang terlalu acuh sama aku Bu," jawab Naura dengan berani.


"ada apa ini ribut-ribut?" tanya Bayu melemparkan pertanyaan yang sama seperti apa yang ditanyakan oleh Naura.


"ini lihat bayi, adikmu sudah mulai kurang ajar pada ibu. bahkan dia berani menghardik dan berbicara keras pada ibu kandungnya sendiri, ibu yakin pasti istrimu itu yang sudah meracuni pikirannya sehingga berbuat seperti itu pada ibu" jawab ibu sari menunjuk Rita yang berdiri tepat disebelah Bayu.


"apa yang kamu katakan nau?" tanya Bayu dengan santai pada Naura


"aku tidak mengatakan apapun mas, aku hanya bilang ibu menjijikan. lihat saja, pakaiannya masih seperti itu, bahkan lihat ilernya masih kemana-mana. apa aku salah mas, melihatnya aja udah bikin aku mual saat mau makan" jawab Naura dengan santai yang langsung membuat Bu Surti dan juga ibu Rita menahan tawa mereka.


Bayu pun memandang ibu sari dari atas sampai bawah, kemudian mengusir nya memasuk kedalam kamar.


"mendingan ibu kembali kedalam kamar dan bersihkan apa yang dikatakan Naura tadi, ngga usah banyak buat keributan. jangan buat mood orang berantakan pagi-pagi begini" jawab Bayu membuat ibu sari membelalakan mata, semangat ibu Rita dan juga ibu Surti tertawa mendengar perkataan Bayu yang justru mengusir ibunya.


"Bu, ibu makanya Bu kalo mau cari pembelaan itu ngaca dulu. jangan kan Naura, saya yang udah tua aja males liat penampilan ibu yang menjijikan itu. bikin ga nafsu makan tau gak" jawab ibu Rita membuat bapak yang baru saja tiba menyikut lengannya.


"apaan si pak, ibu bicara apa adanya kok. iyakan Bu Surti?" ........


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2