
"Naura bener mas, sebaiknya memang bi Narti dirumah ini aja. aku setuju dengan perkataan Naura mas" jawab Rita membuat Bayu langsung menganggukan kepala.
"baiklah kalo semua udah setuju, berarti mulai hari ini mang Jojo yang akan ikut Naura pindah kerumah besar ya. gapapa kan mang?" tanya Bayu pada mang Jojo yang langsung dijawab anggukan kepala oleh lelaki tersebut.
"gapapa pak, saya ikut aja dimana saya ditempatkan" jawab mang Jojo dengan senyum menatap Bayu yang juga membalas senyum dari mang Jojo.
"baiklah, dan untuk kamu Narti. mulai hari ini kamu aku tugas kan dibagian belakang, ingat ya kamu dilarang kearea ini. kamu hanya boleh bekerja dibelakang rumah, seperti mencuci, menyapu halaman belakang dan taman, atau menyertika yang lainnya dihalaman dan lingkungan rumah ini hanya boleh dikerjakan oleh bi Lastri dan juga bi Lasmi, apa kamu mengerti bi!" kata Bayu dengan nada tegas membuat bi Narti langsung menganggukan kepalanya dengan pasrah.
"baik pak, tapi bagaimana dengan gaji saya pak" tanya bi Narti dengan kepala tertunduk.
"tenang aja bi, saya ngga sekejam itu tidak memberikan hak bibi. tapi dengan sangat terpaksa saya katakan jika gaji bibi berada jauh dibawah dari gaji yang lainnya, gimana bi?" tanya Bayu membuat bi Narti langsung mendongak menatap Bayu.
"kenapa seperti itu pak?" tanya bi Narti dengan pelan.
"lantas bibi mau aku bagaimana? memberikan hak bibi sesuai dengan pekerja yang lainnya sementara kerjaan bibi jauh lebih santai dari pada yang lain, begitu? maaf bi, terserah bibi mau atau tidak pilihan ada tingan bibi" jawab Bayu dengan nada tegas membuat bi Narti mau tak mau menganggukan kepala.
"baiklah pak, saya setuju kalo begitu" jawab bi Narti pada akhirnya.
"baiklah kalo gitu yang lain boleh silahkan kembali kecuali bi Narti karna kita masih ada urusan" kata Bayu membuat seluruh asisten rumahnya itu berbondong-bondong pergi meninggalkan meja makan milik para majikannya terkecuali bi Narti.
"a-ada apa lagi ya pak?" tanya bi Narti gugup sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
"apa kamu mau uang lebih banyak?" tanya Bayu membuat dari Naura dan juga Rita menyerit heran.
"mas,,,,," kata Rita terpotong oleh Naura yang langsung menggelengkan kepala padanya.
"tentu saja mau pak" jawab bi Narti dengan antusias.
"baiklah, tapi dengan syarat" jawab Bayu membuat bi Narti menyeritkan kening.
"syarat apa ya pak, bukannya tadi bapak sudah memberikan saya tugas untuk mengawasi Maura dan memberikan laporan pada bapak" jawab bi Narti yang mulai berani menjawab perkataan Bayu.
"itu salah satunya, tapi ada lagi tugas untukmu" jawab Bayu dengan santai.
"mas mau jam berapa kita berangkat, ini sudah hampir siang loh. kasian Nana dini dan juga Salma nunggu didepan dari tadi" kata Naura membuat Bayu menatap sang adik yang sudah melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"silahkan kembali kebelakang bi, sudah selesai" kata Rita membuat bi Narti langsung melangkah kan kaki kehalaman belakang dimana semua art tengah berkumpul kecuali mang Jojo yang sudah berada dihalaman depan untuk ikut pindah Naura ke rumah besar.
"Narti, Narti benar kan apa yang aku bilang. sepandai pandainya kamu menyimpan bangkai, pasti akan ketauan juga. lihat sekarang, dengan semua tingkah laku kamu dirumah ini ternyata sudah diawasi oleh non Naura. padahal baru beberapa hari loh kita disini, iyaa ngga bu?" kata bi Lastri pada bi Lasmi yang langsung menganggukan kepala.
"iyaa loh Narti, seharusnya kamu itu kerja ya kerja aja yang bener. perbaiki perilaku kamu, perbaiki sikap kamu dan jadilah manusia yang lebih baik dari yang sebelumnya. bukan malah neko-neko seperti itu, kamu salah kamu mau jadi penghianat dirumah ini. karna orang-ornag dirumah ini bukan lah tandingan kamu nar, lihatlah mereka siapa dan kamu siapa" jawab bi Lasmi membuat wajah bi Narti memerah padam.
"iyaa wajahmu memang cantik tapi sayang hatimu terlalu busuk Narti, seperti ini bermimpi menggantikan Bu Rita menjadi nyonya. hellooo mimpi mu ketinggian Narti, seharusnya kamu sadar diri. jauh lebih baik Bu Rita kemana-mana dibanding kamu, Bu Rita udah cantik, baik, akhlaknya bagu, pinter masak, cerdas. lah kamu apa, sadarlah kalo kamu itu cuma pembantu dirumah ini Narti" kata bi Lastri dengan nada yang begitu sinis menatap bi Narti dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
"sudah-sudah kalian kembalilah bekerja lagi, nanti malah dimarahi oleh Bu Rita dan juga bi Surti. sama kembali kekerjaan kalian, dan kamu Narti mendingan kamu sapu taman sana dan juga jangan lupa gunting rumputnya ya" kata pak sarman yang dibetulkan oleh pak darto.
"loh kok jadi aku si pak, itu kan tugas pak darto dihalaman taman kenapa jadi aku yang disana" jawab bi Narti membuat yang lain tertawa kecil.
"kamu udah lupa apa yang dibilang sama pak Bayu hah, semua kerjaan dibagian belakang itu menjadi tugas kamu ya otomatis menyapu taman dan juga menggunting rumputnya. pak darto mengerjakan bagian depan samping bareng aku sambil mengambil alih kerjaan mang Jojo" jawab pak sarman membuat bi Narti bersunggut-sunggut.
"tapi aku ngga bisa menggunting rumput pak" jawab bi Narti dengan nada lirih.
"yaa kalo ngga bisa gunting rumput ya dicabutin aja pake tangan, iyakan pak darto" kata bi Lastri mengejek bi Narti.
"yang bener aja masa aku harus cabutin rumput, jangan aneh-aneh deh bi" jawab bi Narti membuat bi Lastri kembali kesal dengan tingkahnya.
"terus kamu itu maunya apa, semua kerjaan kamu ngga mau. heh Narti, kamu itu bukan nyonya tau sadar diri lah kalo mimpi jangan ketinggian" jawab bi Lastri yang membuat bi Narti menghentak kakinya dengan kesal sambil berjalan kearah taman belakang.
"bahkan akhir pergi juga tuh orang, dasar pembantu gatau diri. amit-amit kalo dia jadi nyonya ya bi, iihh cantik juga ngga mending Bu Rita kemana-mana kan bi, pak?" kata bi Lastri menatap bi Lasmi dan juga pak sarman dan pak darto secara bergantian.
"iyaalah, Bu Rita itu baik sopan dia juga memperlakukan kita dengan sangat baik. jarang loh ada majikan yang seperti itu, kita beruntung bekerja dengan beliau. tapi ngomong-ngomong Maura itu siapa ya bi, aku ngga pernah tau orangnya yang mana ya" tanya pak darto yang langsung dijawab gelengan kepala oleh ketiganya.
"yaa saya juga gatau atuh pak, kita kan sama-sama baru kerja dirumah ini. tapi si kayanya dipenjara ya pak, soalnya kan tadi Narti bilang kenal dengan maura itu di sel" jawab bi Lasmi yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Lastri.
"bener pak, tapi aku pernah denger si Bu Rita memang pernah bilang sama bi Surti kalo Maura itu orang yang berusaha berbuat yang ga baik dalam rumah tangganya" .....
__ADS_1
bersambung....