Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus9.


__ADS_3

"ibu hati-hati ya Bu, insyaallah Naura akan jenguk ibu disana" kata Naura yang menampilkan senyum tulus pada ibu kandungnya.


"iyaaa, makasih ya nau kamu sudah mau memaafkan ibu" kata ibu sari dengan mengusap kedua matanya.


"sama-sama Bu, semoga ibu bisa berubah menjadi lebih baik" jawab Naura mengusap punggung sang ibu.


"kalo gitu ibu permisi ya. Rita, terimakasih sudah bersedia menerima ibu dirumah ini" kata ibu sari menatap Rita yang tersenyum dan menganggukan kepala.


mereka pun mengiringi kepergian ibu sari hingga tepat ketika wanita paru baya itu masuk kedalam mobil.


mobil pun meninggalkan halaman rumah Rita diiringi lambaian tangan dari Rita dan juga Naura, mereka pun masuk kedalam rumah setelah mobil yang mengantarkan ibu sari tak lagi terlihat dipandangan mata.


"Alhamdulillah semoga ibu bisa berubah ya mbak, semoga semua tangisannya tadi tidak hanya kepura-puraan" kata Naura yang memasuki ruang tamu dan duduk disofa didalam ruangan tersebut..


"amiinn, doakan yang baik-baik aja nau agar yang menghampiri kita pun juga baik. tapi tetap kita tidak bisa percaya begitu aja, taku nanti kecewa nau" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan oleh Naura.


"iyaa mbak, tapi kan ngga ada salahnya kalo kita memberi kesempatan pada ibu. kita juga sebagai manusia ngga ada yang sempurna, pasti punya kesalahan. hanya aja Allah masih menutup kesalahan kita, iyakan mbak" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan mengganggukan kepala.


"betul, andai bukan sekarang tapi suatu saat pasti akan terbuka. makanya mbak ngga bisa menghakimi orang lain, mbak pasti selalu ingat untuk menginstropeksi diri sendiri. mbak sudah baik atau belum sebagai manusia, begitu si" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"iyaa mbak, mungkin selama ini Naura hanya takabur karna ngga bisa melihat kesalahan Naura sendiri. Naura selalu melihat kesalahan orang lain" jawab Naura membuat Rita tersenyum menatap adik iparnya.


"sudah nau, yang penting sekarang kita lebih baik memperbaiki diri sendiri dan tidak lagi menghakimi orang lain. kita harus tanamkan itu dalam hati kita" jawab Rita yang langsung mendapat anggukan kepala dari Naura.


"iyaa mbak" jawab Naura dengan singkat.

__ADS_1


"sebantar nau, kayanya keena nangis. mbak kekamar dulu ya" kata Rita yang langsung jalan menjauh dari hadapan Naura.


"tunggu mbaaakkk, Naura juga mau kekamar" teriak Naura menghampiri Rita dengan berlari.


"ada apa sih ini, kenapa pada lari-lariaj begini. nanti kalo jatuh bagaimana" kata ibu Rita yang baru saja keluar dari kamar melihat Naura yang berlari menghampiri Rita.


"hehehe maaf Bu, Naura cuma mengejar mbak Rita yang naik ke atas. abisnya mbak Rita ninggalin Naura si Bu" kata Naura mencebikkan bibirnya.


"tapi jangan lari-larian ya nak, nanti kalo jatuh bagaimana. kan kamu sendiri juga yang repot" jawab ibu Rita, semantara Naura pun hanya membalas dengan cengiran.


"iyaaiyaa Bu, maafin Naura ya. yaudah kalo gitu Naura keatas ya Bu" kata Naura yang langsung menaiki tangga tanpa mendengar jawaban dari ibu Rita.


ibu Rita pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Naura yang seperti anak kecil dimatanya, ibu Rita pun melangkah kan kaki menuju dapur untuk mengambil air minum.


"ngga ada apa-apa Bayu, kamu dari mana?" tanya ibu Rita dengan raut wajah heran.


"Bayu dari taman Bu" jawab Bayu dengan nada lirih, ibu Rita puh langsung menggandeng Bayu dan mendudukkannya dimeja makan. ia pun menatap Bayu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"ada apa Bayu, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya ibu Rita pada Bayu yang terlihat sangat termenung.


"ngga ada apa-apa Bu, Bayu hanya lelah saja" jawab Bayu berbohong.


"kamu ngga bisa bohong sama ibu Bayu, pasti ada satu hal yang mengusik pikiran kamu sampai kamu seperti ini" jawab ibu Rita membuat Bayu menatap mertuanya itu dengan sendu.


"huufftt,, iyaa Bu ibu benar. aku memang sedang memikirkan beberapa hal" jawab Bayu dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


"kalo boleh ibu tau, apa salah satunya adalah soal ibumu dan juga soal perkataan Rita?" tanya ibu Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu.


"nak Bayu, begini. bukan maksud ibu membela Rita, tapi ibu yakin Rita pasti memikirkan suatu hal sampai ia berbicara seperti itu. kamu tau sendirikan jika ia anak yang baik, dia ngga mungkin bisa membiarkan orang lain mengalami kesusahan karna dia. mungkin ia merasa ibu dengan ibumu, sebab karna kamu membelanya justru kamu mengasingkan ibu yang telah merawatmu sejak kecil. kalo ibu boleh jujur, apa yang Rita katakan ada benarnya nak. jangan sampai kamu menyesal karna kehilangan sosok seorang ibu yang telah merawatmu untuk yang kedua kalinya" jawab ibu Rita membuat Bayu tersentak.


"mohon maaf, bukan maksud ibu membenarkan perlakuan rita padamu. ibu membenarkan perkataannya, biar bagaimana pun mungkin rita merasakan namanya menjadi ibu karna sekarang ia seorang ibu. tapi ibu yakin, Rita hanya ingin menjauhkan kamu dari api neraka dan kata durhaka pada ibumu nak" lanjut ibu Rita dengan tersenyum lembut.


"tapi Bu, bagaimana mungkin Rita bisa secepat itu melupakan apa yang sudah ibu lakukan padanya Bu. ibu tau sendiri kan bagaimana ibu sari membuat Rita dan Naura merasa tertekan karna ia terus membela Maura" jawab Bayu yang langsung mendapat anggukan kepala dari ibu Rita.


"iyaa Bayu, ibu tau. tapi kejadian itu sudah lama, apa salahnya kita belajar memaafkan dan tak menyimpan dendam nak" jawab ibu Rita membuat Bayu terdiam.


"lantas Bayu harus bagimana Bu, jujur saja rasanya hati Bayu masih teramat sakit jika melihat Bu sari. bahkan sebetulnya kemarin Bayu sama sekali tak ada niat mengundang ibu, tapi Rita yang meminta. dan yang lebih parahnya lagi ibu justru memakai Rita habis-habisan, ibu tau sendiri kan Bu" jawab Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh ibu Rita.


"iyaa nak ibu tau, tapi kamu lihatkan. Rita justru bisa begitu berlapang dada memaafkan kesalahan ibumu, ngga semua kejahatan dibalas dengan kejahatan Bayu. jika begitu lalu apa bedanya kita dengan mereka" jawab ibu Rita kembali membuat Bayu terdiam.


"udah Bu, gapapa. mungkin mas Bayu saat ini sedang khilaf, pikirannya sedang entah kemana." kata Rita yang tiba-tiba berada didapur mendengarkan apa yang ibunya sampaikan pada Bayu.


"Rita, sejak kapan kamu disana" jawab Bayu memberikan pertanyaan pada Rita.


"sudah cukup lama untuk mendengarkan apa yang ibu katakan padamu mas" jawab Rita sambil mengambil air minum dari dalam kulkas.


Rita pun membuka minuman tersebut dan membawanya kemeja makan, kemudian ia minum isinya dan menatap tajam pada sang suami yang mengalihkan pandangan dari Rita.


"apa ada hal lain yang kamu sembunyikan, yang kita ngga tau mas?" .....


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2