
"assalamualaikum ibu suri, mbak Rita" tiba-tiba datang segerembolan ibu-ibu datang ntah dari mana ketika aku dan ibu sedang asyik beristirahat ditaman.
"waalaikumsalam, eehh ibu-ibu abis pada senam ya" kata ibu membalas sapaan ibu-ibu itu.
"iyaa nih Bu, ibu kok ngga gabung buat senam si" tanya si ibu yang aku tau bernama Saidah.
"maaf ya Bu udah dan ibu-ibu, maklum sibuk ngurusin anak saya ini yang mau lahiran sebentar lagi. jadi harus dijaga ekstra, makanya saya menemani terus. sekali lagi maaf ya ibu-ibu" jawab ibu mertua dengan mengembangkan senyum.
"oalaaahh iyaa gapapa kok Bu, kami maklum. kami juga kalo punya menantu sebaik mbak Rita kami pasti akan menjaga nya ketika mendekati lahiran, iyakan ibu-ibu?" jawab salah satu ibu-ibu yang lain.
"iyaa Bu, Alhamdulillah semoga persalinannya nanti lancar" kata ibu Saidah membuatku dan ibu serempak mengaminkan.
para ibu-ibu daerah sini memang jarang ada yang berkumpul-kumpul dirumah-rumah warga yang berdekatan, kebanyakan dari mereka akan kumpul hanya ketika ada kegiatan atau acara resmi yang diadakan oleh RT setempat.
"terimakasih ya ibu-ibu doanya" jawabku setelah diam mendengarkan percakapan mereka.
"iyaa sama-sama mbak Rita. mari Bu, mbak Rita kami pamit pulang dulu sudah siang" kata Bu Saidah yang diangguki yang lainnya.
"iyaiyaa Bu, mari" jawab ibu dengan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya. setelah ibu-ibu itu pergi, aku dan ibu pun masih menikmati matahari pagi dengan berjemur sambil memijat pelan kakiku yang mulai terasa pegal.
"pegal ya rit?" tanya ibu padaku, aku yang mendengarnya pun mengalihkan pandangan menghadap ibu.
"iyaa Bu, mulai berasa pegal walau jalan sedikit" jawabku sambil terus memijat terus kecil kakiku.
__ADS_1
"iyaa gapapa, itu masih wajar kok. nanti sampe rumah kita rendam air hangat ya biar lebih rileks" jawab ibu membuatku menganggukan kepala mengiyakan.
"beruntung Rita punya mertua sebaik ibu, ngga salah Rita memilih mas Bayu. makasih ya Bu" kata Rita memeluk ibu mertuanya dengan sayang.
"sama-sama rit, ibu juga beruntung Bayu memilih wanita lembut dan baik seperti kamu" jawab ibu mertua membalas pelukan Rita dengan mengusap punggung Rita.
"kamu tau rit, dulu ibu sama dua anak perempuan ibu itu pernah kompak tidak menyukai pacar Bayu. kamu tau kenapa?" tanya ibu pada ku yang menggeleng kepala setelah melepaskan pelukan kami.
"ngga Bu" jawabku dengan raut wajah heran.
"hehehe kami sama-sama ngga menyukai wanita karna dia ngga jauh lebih baik dari kamu" jawab ibu mertua membuat Rita tersenyum.
"memang kenapa Bu?"tanya Rita penasaran.
"dulu sekali, pacar Bayu pernah terang-terangan melonjak kehadiran ibu dan kedua adik Bayu. bahkan tidak segan menyuruh ini dan itu ketika ia diajak main kerumah oleh Bayu, ibu yang tidak menyukai sifat perempuan itu pun melarang Bayu melanjutkan hubungan mereka. bahkan ibu sampai mengancam Bayu akan menjodohkannya dengan wanita pilihan ibu jika ia tidak mau melepaskan perempuan itu" jawab ibu mertua menceritakan semasa mas Bayu pernah membawa wanita kerumahnya.
"dulu, rumah kami bukan dirumah yang saat ini kami tinggali. dulu kami tinggal dikota sebelah, lalu pindah disini mengikuti Bayu yang juga pindah kerja disini. ibu menjual rumah ibu disana dan membeli rumah ini, ditambah dengan uang tabungan Bayu. dan kami tau rit apa keputusan Bayu?" tanya ibu mertua melihat kearahku yang menggelengkan kepala.
"Bayu justru mendapat kekecewaan ketika menemui pacarnya diapartemen yang pacarnya miliki, Bayu memergoki pacarnya berselingkuh dengan pria lain." jawab ibu mertua yang membuatku tertegun sejenak. aku melebarkan mata membuat ibu mertua terkekeh.
"hehehe kenapa matamu melebar seperti itu rit?" tanya ibu mertua seketika membuatku kembali ke mode awal.
"gapapa Bu, hanya terkejut saja. lalu bagaimana respon mas Bayu saat itu Bu?" tanya Rita dengan penasaran.
__ADS_1
"yaa seperti itu, siapa yang ngga marah dan kecewa kekasihnya bermesraan dengan orang lain. iyakan? bahkan Bayu sampai mengalami trauma sebelum ia bertemu denganmu" jawab ibu mertua.
"sepertinya waktu mas Bayu bertemu denganku, ia orang yang biasa aja Bu. tidak neko-neko dan juga yaa seperti orang pada umumnya" jawabku heran.
"iyaa itulah Bayu, dia pandai menyembunyikan luka nya seorang diri. padahal saat itu dia sama sekali tidak menyukai yang namanya pasangan setelah dia tau rasanya dikhianati, tapi setelah ia bertemu denganmu ia perlahan mulai berubah. tidak lagi menunjukan menolak dengan rasa pada hatinya yang hadir kembali, kamu yang dengan tidak sengaja menyembuhkan luka yang ada pada diri Bayu rit. padahal dulu ibu sudah pasrah jika Bayu akan menyendiri selamanya, karna ia sangat anti yang namanya cinta pada saat itu" jawab ibu mertua memandang lurus kedepan dengan mata berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, mungkin itu takdir Allah Bu. bukankah harus ada suatu kegagalan yang mungkin menyakitkan untuk sebuah kebahagiaan? itu sudah takdir yang digariskan Bu, Alhamdulillah mas Bayu bertemu Rita yang orang biasa saja tapi mas Bayu mampu menerima Rita bahkan ibupun sangat menyayangi Rita. terimakasih ya Bu" jawabku memeluk ibu mertua.
"iyaa sama-sama sayang, semoga rumah tangga kamu dan bayi sakinah mawadah dan warahmah. ibu juga bersyukur karna sebentar lagi akan ada tambahan anggota keluarga kita" kata ibu mertua senyum mengembang.
"iyaa Bu Alhamdulillah, maafkan Rita atau mas Bayu jika ada salah Bu. maafkan Rita jika belum menjadi menantu yang baik untuk ibu" kata Rita dengan mata berkaca-kaca menghadap ibu mertuanya.
"iyaa sayang, seorang ibu akan selalu memaafkan kesalahan anak-anaknya" jawab ibu mertua yang membuatku tersenyum.
"sepertinya hari sudah semakin siang Bu, kita pulang yuk. Rita mau mandi dan istirahat, rasanya lelah sekali Bu" kataku sambil bangkit diikuti ibu mertua yang juga bangkit dari duduk. kamipun kembali berjalan menuju arah rumah. setelah sepuluh menit, ternyata masih ada Maura yang ntah menunggu siapa didepan rumah.
"kamu nunggu siapa mau?" tanya ibu pada Maura yang mondar mandi dihalaman rumah.
"nunggu teman Bu, katanya mau jemput tapi jam segini belum sampai juga" jawab Maura dengan kesal.
"yasudah menunggu didalam aja sambil duduk jangan modar mandir begini, pusing ibu mengeliatnya" kata ibu mertua menyuruh Maura untuk duduk dan tidak terus mondar mandir seperti yang tadi ia lakukan. aku dan ibu pun melangkah memasuki rumah.
"iyaa iyaa Bu" jawab Maura sambil mengikuti langkah kami.
__ADS_1
"sudah rit, Ayuk ibu antar kekamar. ibu takut kamu kenapa-kenapa naik turun tangga begini. apa kamu mau tidur dikamar tamu aja rit untuk sementara?" kata ibu mertua memberi pertanyaan.
"ngga usah Bu, Rita gapapa kok" jawabku dengan tersenyum.