Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhdelapan


__ADS_3

hari ini tepat dimana keena berusia satu bulan, tepat dihari ini juga kedua orangtua Rita berpamitan untuk pulang kekampung halaman mereka yang sudah satu bulan ini mereka tinggalkan.


"bapak dan ibu jadi pulang hari ini?" tanya Bayu pada kedua mertuanya ketika mereka sedang menikmati sarapan bersama.


"iyaa bay, sawah dan ladang bapak sudah lama rasanya bapak tinggalkan?" jawab bapak Rita pada sang menantu yang menganggukan kepala.


"baiklah kalo gitu, terimakasih ya pak, Bu sudah menemani Rita dan membantunya satu bulan ini" jawab Bayu sambil terus memasukan nasi goreng seafood yang dimasak oleh ibu mertuanya pagi tadi.


"sama-sama Bayu, tapi,,,,," kata ibu mertua tertahan melihat mata sang suami dan gelengan kepala yang dikeluarkan olehnya.


"tapi, ada apa Bu?" tanya Bayu yang tak menyadari isyarat kedua orangtua Rita tersebut.


"oh, gapapa bay. silahkan habiskan sarapannya, ibu juga sudah selesai. ibu mau kekamar dulu ya" jawab ibu mertua Bayu melangkahkan kaki memasuki kamar yang selama ini ia tempati bersama naura.


"tunggu Bu,,," kata Bayu seketika menghentikan langkah ibu Rita yang akan memasuki kamar.


"maaf Bu, bisa ibu kembali duduk. bukankah jika ada sesuatu sebaiknya kita bicarakan, apalagi ini hari terakhir ibu dan bapak dirumah ini. Bayu ngga mau sampai ada hal yang mengganjal ketika bapak dan ibu keluar dari rumah ini" kata mas Bayu membuat ibu dan bapak saling berpandangan.


sedangkan Rita yang mendengarkan perkataan sang suami hanya menunduk dalam, dan Naura yang tau ini bukanlah hal yang harus ia dengar pun memilih pergi kekamarnya lebih dulu setelah menyelesaikan sarapan paginya.


"silahkan pak, Bu" kata Bayu mempersilahkan bapak dan ibu membicarakan apa yang ingin mereka ungkapkan padanya.


"emmm, begini Bayu. benar sebetulnya bapak dan ibu akan pulang kekampung, tapi jika diizinkan ibu ingin sekali membawa Rita dan juga cucu ibu tinggal dirumah kami sambil ibu mengajari dan membimbing Rita untuk belajar mengurus bayinya" jawab ibu Rita dengan lembut meskipun sebetulnya ia agak ragu, tapi demi menyelamatkan anak dan cucunya ibu Rita meyakinkan diri berkata sejujurnya pada Bayu.

__ADS_1


"maaf Bu, lantas bagaimana denganku Bu? aku juga butuh Rita untuk mengurusi semua keperluanku, bukankah itu juga sudah tugas Rita" jawab mas Bayu


"ibu tau Bayu, tapi melihat kondisi rumah tangga kalian yang seperti ini. maaf kan ibu tapi bukankah kamu tau jika Rita dan keena sedang tidak aman saat ini, mungkin saat ini dan bapak ada dirumah ini orang itu belum melakukan sesuatu tapi siapa tau setelah bapak dan ibu pergi dari rumah ini mereka baru bertindak. maaf Bayu ibu ngga bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anak dan juga cucu ibu" jawab ibu Rita dengan nada pelan meluapkan kekhawatirannya sebagai seorang ibu.


"ibu, Bayu tau dan Bayu faham kekhawatiran ibu. tapi Bayu akan berusaha menjaga Rita dan juga cucu ibu, percayakan sama Bayu ya Bu. mohon maaf Bayu belum bisa beri izin, karna Bayu perlu Rita untuk disamping Bayu Bu" jawab mas Bayu pada ibu Rita. ibu Rita yang mendengarkan perkataan Bayu pun menundung menahan bendungan air mata yang mulai menetes.


"Bayu benar Bu, sebaiknya kita percayakan masalah ini sama Bayu. bapak yakin Bayu akan melindungin istri dan juga anaknya, selama ini juga begitu Bu. bahkan lihatlah Bayu dan Maura bersedia meninggalkan rumah mereka agar mereka tidak satu rumah dengan anak itu Bu, sebaiknya kita pasrahkan saja pada Allah Bu" kata bapak Rita memberikan pengertian pada sang istri.


sebagai seorang ibu dan juga seorang nenek pasti pasti merasakan kekhawatiran yang pastinya ketakutan yang sangat besar jika terjadi pada anak dan cucunya, semua orang memahami itu. terlebih Rita adalah anak kesayangan mereka dan keena adalah cucu pertama mereka berdua, tentu saja ibu Rita ingin memastikan keselamatan keduanya.


"Bu, Bayu janji Bu. bayu pasti menjaga Rita dengan baik, ibu cukup percayakan dengan Bayu dan ridhoi rumah tangga kami berdua Bu" jawab Bayu menggenggam tangan ibu mertuanya.


"baiklah Bayu, ibu percayakan sama kamu. pastikan anak dan cucu ibu aman, jika tidak ibu akan kembali dan membawa mereka tinggal bersama ibu. segera selesaikan persoalan dengan Maura, ibu sangat takut dia berbuat diluar batas bay. ibu ngga sanggup jika sampai terjadi apa-apa pada anak dan cucu ibu" jawab ibu Rita dengan mata berkaca-kaca memandang pada anaknya yang menteskan air mata.


"iyaa Bu, pasti" jawab mas Bayu meyakinkan ibu Rita, dan hanya dibalas anggukan olehnya.


"iyaa Bayu, hati-hati dijalan" jawab bapa dengan senyum. kemudian Bayu pun mengalihkan pandangan kearah Rita yang tersenyum mengarahkan punggung tangannya untuk dicium Rita dan Bayu pun membalas dengan mencium kening Rita. Rita pun mengantarkan bayi sampai kedepan pintu rumah, setelah Bayu menghilang dari pandangan Rita pun kembali masuk kedalam rumah dan menghampiri kedua orangtuanya.


"maafin ibu ya nduk, ibu ngga bisa meyakinkan Bayu agar mengizinkan kamu ikut dengan bapak dan ibu" kata ibu Rita mengelus bahu putrinya.


"gapapa Bu, benar apa yang dikatakan bapak. mas Bayu pasti menjaga ku dan juga anak kami dengan baik, selama ini memang selalu begitu. tapi yang aku takutkan itu karna ia seperti kurang tegas pada Maura Bu, jujur aku sangat takut sekali Maura melakukan hal diluar batas. jika aku yang ia sakiti aku gapapa Bu, aku ikhlas. tapi jika anakku, aku takut Bu" jawab Rita menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dan menangis tersedu-sedu.


"jangan berfikiran macam-macam nduk, berpikirlah positif. semoga ujian rumah tanggamu ini segera berakhir, maaf kan bapak sama ibu yang tidak bisa membantu banyak. tapi bapak dan ibu janji ngga akan ninggalin kamu dengan keadaan apapun, jika kamu perlu bahu untuk bersandar bapak siap untuk menjadi sandaran kamu. pulanglah, jika kamu merasa sudah lelah untuk bertahan" kata bapak Rita menenagkan sang anak yang masih menangis.

__ADS_1


"iyaa nduk, bapak benar. ibu janji kami akan sering mengunjungi kamu. kamu ngga usah khawatir" jawab ibu Rita memeluk anak kesayangannya tersebut dengan lembut.


"iyaa pak, Bu makasih sudah mendengarkan keluhan Rita, semoga bapak dan ibu sehat selalu agar bisa terus menamani keena sampai keena besar" jawab Rita menghapus sisa air mata yang ada dipipinya lalu tersenyum pada kedua orangtuanya.


"amiiinn, kalo gitu bapak sama ibu Mau beresin barang kami dulu ya. kamu bawalah keena berjemur sebelum matahari terlalu terik" jawab ibu Rita yang langsung memasuki kamar meninggalkan Rita dan juga bapak Rita diruang makan.


"sudah nduk, bapak sama ibu cuma pulang kekampung loh" canda bapak Rita membuat Rita mencebikkan bibirnya.


tak lama ibu Rita pun keluar bersama dengan Naura berada di belakangnya, Rita pun segera mengambil keena untuk dijemur bersama sang nenek untuk terakhir kalinya.


"ibu kok keluar lagi, katanya mau beresin barang" tanya bapak Rita.


"oalaah pak, barang kita gor sandangan tok loh Ra gowo opo-opo" jawab ibu Rita dengan bahasa Jawa. bapak Rita pun terkikik geli mendengar perkataan sang istri.


"iyaa yaa Bu, lali bapak Bu hehehe" jawab bapak Rita terkekeh sementara Naura yang mendengar perkataan orang tua tersebut pun mencebikkan bibirnya.


"ibu sama bapak kenapa sebentar banget si disini nya" kata Naura mencebikkan bibirnya.


"kami udah lama loh nduk disini, cepet bagaimana si. sebulan loh" jawab ibu Rita yang berada disebelah Naura


"iyaa itu cepat Bu, kenapa ngga lebih lama lagi. Naura nanti kesepian" jawab naura cepat.


"loh kan ada ponakan sama mbak mu, ada mas mu juga" jawab ibu Rita.

__ADS_1


"aah ibu ini" rengek Naura memeluk erat ibu Rita.


"hey selalu aja kamu meluk meluk ibu ku" kata Rita yang baru saja keluar dari kamarnya bersama keena yang sudah dibuka seluruh pakaiannya menyusahkan popok tipis di area bawah.


__ADS_2