
Saira sudah siap dengan baju hitam sepanjang lutut dengan belahan rendah. Rambut sengaja di ikat asal dan memberi kesan seksi. Dengan anting mutiara putih yang menggantung indah. Tidak lupa kaki jenjangnya dihiasi sepatu senada dengan tinggi sembilan cm.
"Eve, Romeo sudah ada di bawah. Ingat! Jangan pulang seperti tempo hari saat kamu makan malam sama Aksa."
Saira menganguk kecil dan segera turun, sedari tadi jantungnya berdegup kencang. Romeo sendiri sudah duduk di ruang tamu. Alyne sejak tadi tidak berhenti takjub melihat ketampanan Romeo. Ia masih ingat, dulu Saira pernah memperingati dirinya agar tidak jatuh cinta dan dengan polos gadis itu pun mengingat setiap petuah.
"Ayo!" ajak Saira setelah sampai di hadapan Romeo. Pria sedang membaca sebuah majalah.
Pandangannya teralih ke depan dan bibirnya hampir saja menganga lebar melihat penampilan Saira yang sangat sempurna di mata Romeo.
"Apa kau berniat mengajakku diner di rumahku?" tanya Saira sarkastik melihat pria itu belum juga beranjak dari sofa.
"Aku sedang terpana denganmu," kekehnya dan segera menggandeng Saira menuju mobil. Tidak lupa, pintu mobil segera dibuka dan mempersilakan Saira masuk.
"Silakan, Evellyn!"
"Apa iya harus seperti ini?" tanya Saira sedikit jengah melihat kelakuan pria itu.
__ADS_1
"Harus, wajib tanpa bantahan."
Saira menggeleng melihat Romeo yang jauh dari kata pria elegan. Tapi sangat mempersona dengan segala yang ia lakukan. Mobilnya berhenti di sebuah restoran mewah bintang lima, Akira Black.
"Ayo!" Ajak Romeo sambil menggandeng tangan Saira dan mereka berdua terlihat sangat serasi. Romeo yang mengenakan jas hitam dengan model postingan rambut ivy league style. Perpaduan yang sangat rapi dan seksi. Banyak mata memandang ke arah keduanya dengan tatapan terpana.
"Selamat datang Tuan Romeo, silakan!"
Seorang pelayan menghampiri mereka dan membawa ke meja yang sudah dipesan oleh Romeo.
"Tunggu sebentar Tuan, Nyonya."
Beberapa pelayan membawa beberapa menu ke meja keduanya dengan tidak mengurangi senyum ramah.
"Silakan dinikmati, Tuan dan Nyonya."
"Terima kasih." Saira tersenyum dan mereka berdua segera makan.
__ADS_1
Selama ini, Akira Black adalah tempat makan paling romantis untuknya. Padahal mereka berdua tidak sedang menjalin hubungan apalagi pacaran. Tapi itulah kenyataannya. Saira sangat menikmati makan malam bersama Romeo.
"Eve, bagaimana menurutmu dengan restorannya."
"Sangat mewah dan aku menyukainya."
"Apa kau mau kuajak sering-sering kemari?" tanya Romeo dengan serius.
Saira sejenak berpikir lalu tertawa mendengar pertanyaan Romeo. "Tidak, aku tidak begitu suka dengan tempat yang sama. Tapi mungkin nanti akan berubah."
Beberapa wanita melintas di samping keduanya. Mata yang begitu liar, menatap haus ke arah Romeo yang begitu tampan dan menawan.
"Lihat, pria itu sangat tampan."
Tunjuk gadis itu dengan wajah memerah, hanya karena Romeo balas menatapnya.
"Bahkan dia menatapku, apa jangan-jangan dia jatuh cinta padaku."
__ADS_1
------
Jadi karena kalian memilih tetap stay di sini. Jangan sampai mual kalau episodenya sampai 300 ya hahahahaha. cerita ini bercampur dengan thriller. Saira akan jadi sosok mengerikan kalau diusik. Dia punya sisi iblis yang akan bangun kalau diganggu 🤣🤣🤣🤣