Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Indah itu Kenangan tentangmu


__ADS_3

Romeo kembali menggerakkan pinggulnya mengikuti ritme pelan dan penuh kasih sayang. Pertama kali dalam hidupnya ia tidak mengikuti prinsip yang sudah lama ia tanamkan.


"Apa kamu menyukainya?"


"Sangat," ucap Saira dengan keringat yang membanjiri seluruh wajahnya. Ia terlihat sangat seksi dengan tampilan seperti itu.


"Kamu sangat seksi sayang, bahkan mengalahkan Kim Kadarshin."


Mendengar dirinya disandingkan dengar artis hollywood papan atas membuat Saira terkekeh geli. Mana mungkin ia lebih seksi.


"Kamu segalanya bagiku, meski ribuan gadis berdiri di hadapanku, bagiku dirimu masih yang paling aku inginkan."


Keduanya kembali melanjutkan aktivitas hingga melewati satu ronde. Tubuh Saira sangat kelelahan sampai terlelap dan Romeo belum mencabut miliknya. Ia juga merasa lelah dan tidur dengan kondisi seperti itu.

__ADS_1


Sekitar pukul Satu malam Saira terbangun karena kehausan, ia merasakan sesuatu yang keras masih berada dalam dirinya ia bergerak beberapa kali sehingga menyebabkan Romeo mendesah tanpa sadar.


"Romeo, aku haus." bisik Saira tapi pria itu tidak juga kunjung bangun.


Saira berusaha melepas benda tersebut dari miliknya tapi miliknya mencengkam kuat dan tanpa sengaja Saira menekannya hingga ia kembali merasakan sesuatu sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Saira melihat wajah Romeo yang masih damai dan keusilan terlihat jelas di matanya. Saira menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan abstrak sehingga membuat Rome mengerang dan terbangun.


"Sayang, kenapa kamu sangat nakal." gumamnya dengan serak.


"Aku haus dan kau tidak mau melepaskannya."


Setelah sampai Romeo menghidupkan lampu dan segera mengisi air ke dalam sebuah teku sedang agar tidak perlu kembali ke dapur. Sedangkan Saira duduk di meja makan dengan sedikit membuka pahanya. Tubuhnya hanya dibalut baju tipis tanpa ada underware yang melekat pada tubuhnya.


Romeo berjalan ke arahnya sambil mengambil gelas lalu menyerahkan pada Saira. Gadis itu meneguknya sampai habis lalu meletakkan kembali gelas tersebut.

__ADS_1


"Kami bisa masuk angin kalau memakai baju seperti ini sayang," ucapnya dengan lembut.


Sesuatu dari balik boksernya tampak menegang dan Saira membelainya dengan paha kanan sedangkan paha kiri mengapit paha Romeo yang satunya.


"Sayang, kamu selalu membuatku gila." erang Romeo melebarkan paha Saira lalu menarik pinggulnya untuk merapat dengan miliknya, sedangkan bibirnya menjamah ceruk leher Saira turun menggerayangi benda kenyal yang selalu menjadi favoritnya. Bagian bawah juga ikut menekan milik Saira sambil menggesek beberapa kali membuat tubuh gadis itu melengkung dan mengerang saat sesuatu keluar dari miliknya.


Romeo menurunkan boksernya dan langsung memasuki Saira yang sudah siap di atas meja. Keduanya terus berpacu dengan ritme lembut yang memabukkan. Malam panas dihabiskan dengan penuh gairah. Puas di meja makan, Romeo menggendong Saira menuju sofa dengan milik mereka yang masih menyatu bebas.


Romeo membaringkan tubuhnya di kepala sofa dengan kaki menggantung sedangkan Saira memompa dari atas dengan melodi dan hentakan agresif. Romeo sangat menikmati setiap pacuan yang mereka lalui bersama hingga satu jam lamanya tanpa terasa.


Saira tumbang di tubuh tegap milik Romeo dan pria itu menggendong Saira menuju kamarnya. Mereka berdua menghiasi malam dengan gairah yang membara. Lenguhan kenikmatan yang terpacu dari diri mereka terus memenuhi kamar dan Saira menatap manik Romeo dengan lembut.


"Terima kasih untuk segalanya," ucapnya sebelum ia tidur.

__ADS_1


Romeo membelai wajah Saira dan menciumnya. Ia ikut membaringkan diri dan membungkus tubuh mereka dengan selimut.


---------


__ADS_2